Advertisement

Ini Pentingnya Otonom Dalam Perawatan Pasien

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Agustus 2025

Otonomi pasien adalah prinsip etika yang mengakui hak pasien untuk membuat keputusan pada perawatan medis.

Ini Pentingnya Otonom Dalam  Perawatan PasienIni Pentingnya Otonom Dalam  Perawatan Pasien

Daftar Isi:

  1. Otonom Pasien dalam Konteks Kesehatan
  2. Mengapa Pasien Otonomi Penting dalam Perawatan Kesehatan?
  3. Batasan Otonomi Pasien
  4. Otonom dan Teknologi Kesehatan
  5. Tanya Jawab Seputar Otonomi dalam Kesehatan
  6. Kesimpulan

Secara umum otonom mengacu pada kemampuan untuk mengatur diri sendiri, membuat keputusan mandiri, dan bertindak tanpa paksaan dari pihak lain. Dalam berbagai bidang, konsep otonomi memiliki nuansa yang berbeda.

Nah, bagaimana penjelasan otonom dalam dunia kesehatan? Berikut ulasannya!

Otonom Pasien dalam Konteks Kesehatan

Dalam konteks kesehatan, otonomi pasien adalah prinsip etika yang mengakui hak pasien untuk membuat keputusan tentang perawatan medis mereka sendiri. Ini berarti pasien memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan, berdasarkan informasi yang lengkap dan tanpa tekanan dari dokter, keluarga, atau pihak lain.

Otonomi pasien mencakup hak untuk:

  • Mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap tentang kondisi medis, pilihan perawatan, risiko, dan manfaat.
  • Membuat keputusan tentang perawatan tanpa paksaan.
  • Menolak perawatan, bahkan jika itu dapat menyelamatkan jiwa.
  • Memberikan informed consent (persetujuan tindakan medis) sebelum prosedur atau pengobatan.

Konsep ini sangat penting dalam praktik kedokteran modern, di mana pasien dianggap sebagai mitra aktif dalam proses pengambilan keputusan medis.

Mau tahu peran perawat di rumah sakit? Baca di sini: Ini 9 Peran Perawat di Rumah Sakit yang Perlu Diketahui

Mengapa Otonomi Pasien Penting dalam Perawatan Kesehatan?

Otonomi pasien penting karena beberapa alasan:

  • Menghormati Nilai dan Keyakinan Pasien: Setiap individu memiliki nilai dan keyakinan yang berbeda, yang memengaruhi pilihan perawatan mereka. Otonomi memastikan bahwa perawatan medis selaras dengan nilai-nilai ini.
  • Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Perawatan: Ketika pasien merasa memiliki kendali atas perawatan mereka, mereka lebih mungkin untuk mematuhi rencana perawatan yang telah disepakati.
  • Memperkuat Hubungan Dokter-Pasien: Diskusi terbuka dan jujur tentang pilihan perawatan membantu membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat antara dokter dan pasien.
  • Memenuhi Kewajiban Etis: Menghormati otonomi pasien adalah kewajiban etis bagi semua profesional kesehatan.

Baca juga artikel lainnya di artikel ini: Dokter Layanan Primer dan Dokter Umum, Apa Bedanya?

Batasan Otonomi Pasien

Meskipun otonomi pasien adalah prinsip yang penting, ada batasan tertentu yang perlu dipertimbangkan:

  • Kompetensi: Pasien harus memiliki kapasitas mental untuk memahami informasi medis dan membuat keputusan yang rasional. Jika pasien tidak kompeten (misalnya, karena gangguan mental atau usia), wali atau keluarga dapat membuat keputusan atas nama mereka.
  • Informasi yang Cukup: Otonomi hanya dapat dijalankan jika pasien memiliki informasi yang cukup tentang kondisi mereka dan pilihan perawatan yang tersedia. Dokter bertanggung jawab untuk memberikan informasi ini dengan jelas dan jujur.
  • Bahaya bagi Orang Lain: Otonomi pasien dapat dibatasi jika keputusan mereka membahayakan kesehatan atau keselamatan orang lain. Misalnya, pasien dengan penyakit menular yang menolak pengobatan dapat diisolasi untuk melindungi masyarakat.

Otonom dan Teknologi Kesehatan

Perkembangan teknologi kesehatan, seperti aplikasi kesehatan (health apps), perangkat wearable, dan telemedicine, semakin memberikan pasien kendali atas kesehatan mereka. Pasien dapat memantau kondisi mereka, mengakses informasi medis, dan berkomunikasi dengan dokter dari jarak jauh.

Contohnya, penggunaan aplikasi kesehatan untuk memantau tekanan darah memungkinkan pasien untuk lebih aktif dalam mengelola kondisi mereka. Namun, data yang dikumpulkan harus diinterpretasikan dengan benar oleh profesional kesehatan untuk menghindari kesalahan diagnosis atau pengobatan.

Apa saja wewenang perawat? Baca di sini: Catat, Ini Berbagai Wewenang Perawat di Indonesia

Tanya Jawab Seputar Otonomi dalam Kesehatan

1: Apa yang harus saya lakukan jika saya tidak setuju dengan rekomendasi dokter?

Berikan pendapat dengan jujur kepada dokter mengenai kekhawatiran atau pendapat yang berbeda. Diskusikan pilihan lain yang mungkin ada dan cari second opinion dari dokter lain jika perlu. Otonomi berarti dapat membuat keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai dan preferensi pribadi.

2. Bagaimana jika keluarga saya tidak setuju dengan keputusan perawatan saya?

Libatkan keluarga dalam proses pengambilan keputusan, tetapi ingat bahwa keputusan akhir ada di tangan pasien, selama pasien kompeten. Komunikasi yang baik dan pemahaman bersama dapat membantu menyelesaikan perbedaan pendapat.

3. Apakah saya memiliki hak untuk menolak pengobatan?

Ya, pasien memiliki hak untuk menolak pengobatan, bahkan jika itu dapat menyelamatkan jiwa. Namun, keputusan ini harus dibuat berdasarkan informasi yang lengkap dan pemahaman yang jelas tentang risiko dan manfaat dari penolakan tersebut.

Kesimpulan

Otonomi pasien adalah prinsip fundamental dalam perawatan kesehatan yang modern. Dengan memahami hak dan tanggung jawab mereka, pasien dapat menjadi mitra aktif dalam proses pengambilan keputusan medis.

Nah, bila kamu atau anggota keluarga lainnya mengalami keluhan kesehatan, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi:
RSGM UGM Prof. SOEDOMO Universitas Gadjah Mada. Diakses pada 2025. Hak & Kewajiban Pasien
BPK RI. Diakses pada 2025. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2014 TENTANG KEWAJIBAN RUMAH SAKIT DAN KEWAJIBAN PASIEN.
RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Diakses pada 2025. Hak Kewajiban Pasien