
Ini Penyebab BAB Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya
BAB berwarna hijau biasanya disebabkan konsumsi sejumlah besar sayuran berdaun hijau.

DAFTAR ISI
- Penyebab Warna Pup Anak Hijau
- Kapan Orang Tua Harus Waspada?
- Cara Mengatasi Pup Hijau pada Anak
- Studi Terkait
- FAQ
Melihat warna feses atau pup anak yang tiba-tiba berubah menjadi hijau seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Sebagai orang tua, kamu tentu sangat memperhatikan setiap detail kesehatan si Kecil, termasuk urusan pencernaannya. Warna feses memang bisa menjadi indikator kesehatan sistem pencernaan, namun tidak semua perubahan warna berarti ada masalah medis yang serius.
Pada dasarnya, warna pup anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi, seberapa cepat makanan melewati usus, hingga kondisi kesehatan secara umum. Pup berwarna hijau pada bayi dan anak-anak sebenarnya merupakan hal yang cukup umum terjadi dan sering kali bersifat fisiologis atau normal.
Penting bagi kamu untuk memahami perbedaan antara warna hijau yang normal dan yang memerlukan penanganan medis. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa lebih tenang dalam memberikan perawatan terbaik bagi buah hati di rumah tanpa harus langsung panik saat mengganti popoknya.
Jika kamu merasa ragu atau melihat gejala lain yang menyertai perubahan warna pup tersebut, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.
Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara mengatasi warna pup anak hijau? Berikut ulasannya!
Penyebab Warna Pup Anak Hijau
Warna pup anak bisa berubah-ubah dari kuning, cokelat, hingga hijau. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan pup anak berwarna hijau:
1. Mekonium pada Bayi Baru Lahir
Jika si Kecil baru saja lahir, feses pertamanya yang disebut mekonium memang berwarna hijau gelap cenderung hitam. Ini adalah hal yang sangat normal karena mekonium terdiri dari cairan ketuban, lendir, dan sel-sel yang tertelan bayi saat di dalam kandungan.
2. Konsumsi Sayuran Hijau
Pada anak yang sudah memulai MPASI atau anak yang sudah makan makanan padat, konsumsi sayuran hijau seperti bayam, brokoli, atau kangkung dalam jumlah banyak dapat membuat warna pup menjadi hijau. Pigmen klorofil pada sayuran inilah yang memberikan warna tersebut.
3. Susu Formula atau Suplemen Zat Besi
Beberapa jenis susu formula diperkaya dengan zat besi yang tinggi. Zat besi yang tidak terserap sepenuhnya oleh tubuh akan dikeluarkan melalui feses dan sering kali bereaksi dengan proses kimia di usus sehingga menghasilkan warna hijau tua atau kehitaman.
4. Proses Pencernaan yang Terlalu Cepat
Empedu yang diproduksi empedu awalnya berwarna hijau. Seiring perjalanannya melalui usus, empedu akan dipecah oleh enzim dan bakteri hingga berubah warna menjadi cokelat. Jika anak mengalami diare atau transit usus yang cepat, empedu tidak punya cukup waktu untuk berubah warna, sehingga pup yang keluar tetap berwarna hijau.
5. Ketidakseimbangan Foremilk dan Hindmilk
Pada bayi yang masih menyusu ASI eksklusif, pup hijau bisa terjadi jika bayi terlalu banyak mendapatkan foremilk (susu awal yang rendah lemak dan tinggi gula) dibandingkan hindmilk (susu akhir yang kaya lemak). Hal ini bisa menyebabkan fermentasi gula yang cepat di usus dan menghasilkan feses hijau berbusa.
Faktor Pemicu Umum Pup Hijau
- Konsumsi makanan atau minuman dengan pewarna makanan hijau atau biru.
- Infeksi virus atau bakteri ringan yang mempercepat gerakan usus.
- Efek samping penggunaan antibiotik pada anak atau ibu menyusu.
Kapan Orang Tua Harus Waspada?
Meskipun sebagian besar kasus pup hijau adalah normal, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Kamu harus memperhatikan gejala penyerta lainnya yang muncul pada si Kecil.
1. Disertai Gejala Dehidrasi
Jika pup hijau disertai dengan tekstur yang sangat cair (diare) dan anak menunjukkan tanda dehidrasi seperti mulut kering, menangis tanpa air mata, atau ubun-ubun cekung, segera hubungi dokter.
2. Adanya Darah atau Lendir
Warna hijau yang disertai adanya bercak darah atau lendir yang banyak bisa menandakan adanya peradangan pada usus atau infeksi bakteri tertentu yang perlu ditangani dengan obat-obatan yang tepat.
3. Demam Tinggi dan Lemas
Apabila perubahan warna feses diikuti dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celcius serta anak tampak sangat lemas dan tidak mau makan/minum, ini bisa menjadi indikasi infeksi sistemik.
Cara Mengatasi Pup Hijau pada Anak
Penanganan pup hijau bergantung sepenuhnya pada penyebab dasarnya. Berikut adalah langkah awal yang bisa kamu lakukan:
1. Pastikan Hidrasi Terjaga
Jika penyebabnya adalah diare ringan, pastikan anak minum cukup cairan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. Untuk anak yang lebih tua, berikan air putih atau cairan elektrolit jika diperlukan.
2. Evaluasi Pola Makan
Perhatikan apakah ada makanan baru yang baru saja diperkenalkan kepada anak. Jika pup hijau disebabkan oleh asupan sayuran hijau yang banyak namun anak tetap ceria dan aktif, kamu tidak perlu khawatir.
3. Perbaiki Teknik Menyusui
Jika kamu menyusui, pastikan si Kecil mengosongkan satu payudara sebelum pindah ke payudara lainnya. Ini bertujuan agar bayi mendapatkan keseimbangan antara foremilk dan hindmilk yang kaya lemak untuk memperlambat pencernaan dan menormalkan warna feses.
Untuk mendukung kesehatan pencernaan si Kecil, kamu juga bisa menyediakan stok suplemen probiotik atau beli obat online di Halodoc yang sudah terjamin keaslian produknya dan diantar langsung ke rumah.
Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan Anak
The Journal of Pediatrics menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa variasi warna feses pada bayi sering kali berkaitan erat dengan mikrobiota usus dan kecepatan transit usus (intestinal transit time).
Studi tersebut menemukan bahwa keberadaan bilirubin dan biliverdin (pigmen empedu) dalam feses sangat dipengaruhi oleh kolonisasi bakteri baik di usus. Ketidakseimbangan bakteri ini sering kali menjadi penyebab feses berwarna kehijauan pada bayi sehat tanpa gejala penyakit lainnya.
Punya Keluhan Kesehatan pada Si Kecil tapi Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan terkait warna pup anak yang tidak biasa, tapi bingung harus mulai bertanya ke mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
Halodoc Intelligent Digital Assistant atau HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Jika warna pup hijau pada anak disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan seperti penurunan berat badan, nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus, jangan menunda untuk membawa si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Stool color: When to worry.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why Is My Baby’s Poop Green?.
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Green Stool in Kids and When to See a Doctor.
Verywell Family. Diakses pada 2026. Causes of Green Poop in Breastfed and Formula-Fed Babies.
FAQ
1. Apakah pup hijau pada bayi tanda tidak cocok susu formula?
Bisa jadi, namun sering kali pup hijau disebabkan oleh kandungan zat besi yang tinggi dalam formula tersebut, bukan selalu tanda alergi. Perhatikan apakah ada gejala lain seperti ruam atau muntah.
2. Berapa lama pup hijau berlangsung setelah anak makan bayam?
Biasanya warna feses akan kembali normal dalam 1 hingga 2 hari setelah konsumsi makanan tersebut dihentikan atau dicerna sepenuhnya.
3. Apakah tumbuh gigi bisa menyebabkan pup hijau?
Tumbuh gigi sering kali membuat anak memproduksi banyak liur yang tertelan. Air liur ini bisa mengiritasi usus secara ringan dan mempercepat pencernaan, yang terkadang mengakibatkan feses berwarna kehijauan.
4. Haruskah saya berhenti memberikan zat besi jika pup anak hijau?
Jangan menghentikan suplemen atau susu yang direkomendasikan dokter tanpa konsultasi terlebih dahulu, karena zat besi sangat penting untuk mencegah anemia pada anak.


