
Ini Penyebab Mata Kabur dan Berbayang serta Kondisi yang Mendasarinya
Mata kabur bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kelelahan hingga penyakit serius.

DAFTAR ISI
- Penyebab Mata Buram yang Paling Umum
- Kondisi Medis Serius di Balik Mata Buram
- Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai
- Diagnosis dan Pemeriksaan Medis
- Cara Mengatasi dan Pencegahan
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Mata buram merupakan salah satu keluhan penglihatan yang paling sering dialami oleh banyak orang dari berbagai kalangan usia. Kondisi ini digambarkan sebagai hilangnya ketajaman penglihatan, yang membuat objek di sekitar tampak tidak fokus, kabur, berbayang, atau seperti terhalang oleh selaput tipis. Pandangan kabur ini bisa terjadi pada salah satu mata saja maupun pada kedua mata secara bersamaan.
Penting untuk dipahami bahwa mata buram bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi medis tertentu. Sering kali, pandangan yang mengabur dianggap sebagai hal sepele, misalnya hanya karena kelelahan setelah seharian menatap layar komputer atau *gadget*. Namun faktanya, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan refraksi yang membutuhkan kacamata, atau bahkan penyakit sistemik yang lebih serius seperti diabetes maupun glaukoma.
Mengetahui penyebab pasti dari penglihatan yang memburuk adalah langkah pertama yang krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih parah, termasuk kebutaan permanen. Beberapa penyebab bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana atau penggunaan obat tetes mata, sementara penyebab lainnya memerlukan intervensi medis tingkat lanjut atau tindakan operasi dari dokter spesialis mata.
Nah, mau tahu apa saja penyebab utama mata buram serta bagaimana cara mengatasi dan mendeteksinya sejak dini? Berikut ulasan lengkapnya untuk membantumu menjaga kesehatan indra penglihatan!
Penyebab Mata Buram yang Paling Umum
Kondisi penglihatan yang mengabur sering kali disebabkan oleh anatomi mata yang berubah atau adanya gangguan pada permukaan mata. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui sehari-hari:
1. Gangguan Refraksi
Kelainan refraksi adalah penyebab paling umum mengapa seseorang mengalami mata buram. Kondisi ini terjadi ketika bentuk mata tidak mampu membiaskan cahaya dengan benar ke arah retina. Ada empat jenis gangguan refraksi yang utama:
- Miopia (Rabun Jauh): Terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung. Akibatnya, cahaya difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya. Orang dengan miopia bisa melihat objek dekat dengan jelas, namun objek jauh akan tampak kabur.
- Hipermetropia (Rabun Dekat): Kebalikan dari miopia, kondisi ini terjadi ketika bola mata terlalu pendek atau kornea kurang melengkung. Cahaya jatuh di belakang retina. Pengidapnya kesulitan melihat objek yang berada dalam jarak dekat.
- Astigmatisme (Mata Silinder): Disebabkan oleh kelengkungan kornea atau lensa yang tidak sempurna atau tidak merata. Ini menyebabkan cahaya tersebar dan tidak fokus pada satu titik di retina, sehingga pandangan menjadi berbayang dan kabur pada semua jarak.
- Presbiopi (Mata Tua): Merupakan kondisi hilangnya elastisitas lensa mata akibat proses penuaan, biasanya mulai terasa di usia 40 tahun ke atas. Lensa menjadi kaku sehingga mata kesulitan untuk fokus pada objek yang dekat, seperti saat membaca buku atau melihat tulisan di ponsel.
2. Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)
Mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak memproduksi cukup air mata, atau kualitas air mata yang dihasilkan kurang baik (misalnya, terlalu cepat menguap). Air mata sangat penting untuk melumasi dan menjaga permukaan kornea tetap halus. Saat kornea mengering, permukaannya menjadi tidak rata, sehingga cahaya yang masuk ke mata akan membiaskan pandangan yang buram. Keluhan ini sangat sering memengaruhi pekerja kantoran yang menatap layar berjam-jam, karena frekuensi berkedip akan menurun drastis saat kita fokus pada layar.
3. Katarak
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang seharusnya bening menjadi keruh. Kekeruhan ini terjadi akibat penumpukan protein pada lensa yang umumnya dipicu oleh proses penuaan. Pengidap katarak sering menggambarkan penglihatan mereka seperti melihat dari balik jendela yang berembun atau berkabut. Selain mata buram, katarak juga menyebabkan penderitanya lebih sensitif terhadap cahaya silau, melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu pada malam hari, dan warna-warna terlihat memudar atau menguning.
Kondisi Medis Serius di Balik Mata Buram
Selain penyebab umum di atas, penglihatan yang kabur juga bisa diakibatkan oleh kondisi medis atau penyakit bawaan yang memerlukan penanganan khusus:
1. Glaukoma
Glaukoma sering dijuluki sebagai “pencuri penglihatan secara diam-diam”. Penyakit ini merusak saraf optik mata, biasanya akibat tingginya tekanan cairan di dalam bola mata (tekanan intraokular). Pada glaukoma sudut terbuka, pandangan sering kali tidak buram hingga kerusakan sudah sangat parah dan memengaruhi penglihatan tepi (peripheral vision). Namun pada glaukoma sudut tertutup akut, mata buram bisa terjadi secara mendadak disertai dengan mata merah, mual, muntah, dan nyeri mata yang sangat hebat.
2. Retinopati Diabetik
Bagi kamu yang memiliki riwayat diabetes, kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di seluruh tubuh, termasuk di retina mata. Kerusakan ini dapat menyebabkan pembuluh darah bocor atau tumbuh secara tidak normal. Kebocoran cairan ini menyebabkan pembengkakan pada makula (bagian tengah retina), yang memicu distorsi visual, pandangan kabur, hingga munculnya bercak hitam yang melayang di lapang pandang.
3. Degenerasi Makula (AMD)
Age-related Macular Degeneration (AMD) adalah penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini merusak makula, yakni titik pusat retina yang berfungsi untuk memberikan penglihatan yang tajam dan mendetail. Orang dengan AMD akan mengalami mata buram pada bagian tengah penglihatan, membuat mereka kesulitan untuk mengenali wajah seseorang, membaca teks, atau mengemudi, meskipun penglihatan tepinya tetap normal.
Tanda Bahaya (Red Flags) Mata Buram yang Tidak Boleh Diabaikan
- Pandangan kabur atau hilang penglihatan secara mendadak, baik pada satu maupun kedua mata.
- Buram disertai rasa nyeri mata yang tajam atau berdenyut hebat.
- Keluhan muncul bersamaan dengan sakit kepala parah, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau wajah yang turun mendadak (gejala stroke).
- Melihat kilatan cahaya (flashes) atau bintik-bintik gelap yang melayang (floaters) dalam jumlah banyak dan tiba-tiba (indikasi ablasio retina).
- Penglihatan menjadi ganda (diplopia).
Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai
Mata buram jarang muncul sendirian. Biasanya, kondisi ini dibarengi dengan serangkaian gejala penyerta yang bisa membantu dokter mengidentifikasi penyebab dasarnya. Misalnya, jika pandangan kabur disertai dengan mata yang merah, berair, mengeluarkan kotoran (belek), dan gatal, ini mungkin menandakan adanya infeksi seperti konjungtivitis atau alergi mata.
Di sisi lain, jika mata buram disertai rasa pegal di area sekitar mata, sakit kepala di bagian dahi atau pelipis, dan leher terasa kaku, besar kemungkinan kamu mengalami *Computer Vision Syndrome* atau kelelahan mata digital. Namun, apabila keluhan mata buram muncul secara tiba-tiba, disertai rasa nyeri hebat, atau tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis sedini mungkin.
Diagnosis dan Pemeriksaan Medis
Untuk mengetahui penyebab pasti dari pandangan yang kabur, dokter spesialis mata akan melakukan serangkaian evaluasi medis. Beberapa tes yang umum dilakukan meliputi:
- Tes Ketajaman Visual (Snellen Chart): Kamu akan diminta membaca huruf dari jarak tertentu untuk mengukur seberapa baik kamu melihat.
- Uji Refraksi: Dokter akan menggunakan instrumen berupa phoropter yang berisi berbagai lensa untuk menentukan resep kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk matamu.
- Tonometri: Tes ini berfungsi untuk mengukur tekanan cairan di dalam mata. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit glaukoma.
- Pemeriksaan Slit-Lamp: Dokter menggunakan mikroskop khusus dengan cahaya terang untuk mengevaluasi struktur depan mata (kornea, iris, dan lensa) secara detail.
- Pemeriksaan Retina (Funduskopi): Dokter akan memberikan tetes mata untuk melebarkan pupil, lalu memeriksa bagian belakang mata (retina, makula, saraf optik, dan pembuluh darah) untuk mencari tanda retinopati diabetik atau degenerasi makula.
Cara Mengatasi dan Pencegahan
Penanganan mata buram sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh kelainan refraksi, maka penggunaan kacamata atau lensa kontak dengan resep yang tepat adalah solusi utamanya. Bagi mereka yang menginginkan solusi permanen, operasi bedah refraktif seperti LASIK juga bisa menjadi pilihan yang sangat efektif.
Bila pandangan kabur disebabkan oleh kelelahan mata atau kondisi mata kering, penanganannya cenderung lebih sederhana. Kamu bisa mencoba menggunakan obat tetes mata yang mengandung air mata buatan (artificial tears) untuk melumasi permukaan kornea. Untuk memudahkanmu dalam mendapatkan produk perawatan mata, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Semua produk kesehatannya dijamin 100% asli, stok selalu *update*, dan pesanan akan langsung diantar dengan cepat ke alamat rumahmu.
Sebagai langkah pencegahan agar penglihatan tetap tajam, kamu bisa menerapkan beberapa kebiasaan sehat berikut ini:
- Terapkan Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar digital, alihkan pandanganmu ke objek yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. Ini sangat efektif mengurangi ketegangan otot mata.
- Lindungi Mata dari Sinar UV: Selalu gunakan kacamata hitam dengan proteksi UV saat beraktivitas di bawah terik matahari untuk mencegah terjadinya katarak dini dan kerusakan makula.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Perbanyak konsumsi sayuran hijau gelap (bayam, kale) yang kaya akan lutein dan zeaxanthin. Jangan lupa juga asam lemak omega-3 dari ikan laut untuk mencegah sindrom mata kering.
- Pemeriksaan Mata Rutin: Jangan tunggu sampai mata terasa buram. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap 1 hingga 2 tahun sekali, terutama jika kamu memiliki riwayat keturunan penyakit glaukoma atau diabetes.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Studi Terkait Masalah Mata Buram dan Paparan Layar Digital
Journal of Ophthalmology menerbitkan studi komprehensif di tahun 2022 yang menjelaskan bahwa paparan layar digital lebih dari 6 jam sehari secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya *dry eye syndrome* dan fluktuasi ketajaman penglihatan. Peneliti menemukan bahwa durasi menatap layar yang lama menurunkan laju kedipan mata hingga 60%, yang mempercepat penguapan lapisan air mata pelindung kornea.
Temuan ini menegaskan betapa pentingnya menjaga hidrasi mata dan mengambil jeda istirahat secara berkala. Studi ini juga merekomendasikan penyesuaian ergonomi stasiun kerja dan pencahayaan ruangan sebagai langkah mitigasi utama untuk mencegah kelelahan mata kronis yang berujung pada pandangan kabur.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. What Are Refractive Errors?
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dry Eyes – Symptoms and Causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Blindness and Vision Impairment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Blurred Vision: Causes, Symptoms & Treatment.
National Eye Institute (NIH). Diakses pada 2024. Glaucoma – Data and Statistics.
FAQ
1. Apakah mata buram bisa sembuh sendiri tanpa diobati?
Tergantung pada penyebabnya. Jika mata buram disebabkan oleh kelelahan mata ringan atau terlalu lama menatap layar komputer, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya setelah kamu beristirahat atau tidur yang cukup. Namun, jika disebabkan oleh gangguan refraksi (seperti mata minus) atau penyakit medis lain, kondisi ini tidak bisa sembuh sendiri dan membutuhkan penanganan dokter.
2. Kapan saya harus segera ke UGD jika mengalami mata buram?
Kamu harus segera mencari pertolongan medis darurat jika pandangan kabur terjadi secara tiba-tiba (hanya dalam hitungan menit atau jam), disertai nyeri mata yang sangat parah, penglihatan menghitam seperti tertutup tirai, atau muncul bersamaan dengan gejala kelemahan otot wajah, kesulitan bicara, dan sakit kepala ekstrem.
3. Apakah menatap layar HP dalam gelap menyebabkan mata buram permanen?
Menatap layar HP di ruangan gelap dapat menyebabkan kelelahan mata yang sangat parah karena pupil mata harus bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan kontras cahaya yang tinggi. Meskipun biasanya hanya menyebabkan buram yang bersifat sementara (spasme akomodasi), kebiasaan buruk ini dapat memperburuk kondisi mata kering dan memicu kerusakan penglihatan dalam jangka panjang.
4. Bisakah vitamin A menyembuhkan mata yang sudah minus atau silinder?
Tidak. Vitamin A memang sangat penting untuk menjaga kesehatan retina dan fungsi penglihatan, terutama di kondisi kurang cahaya. Namun, mengonsumsi vitamin A dalam jumlah banyak tidak dapat mengoreksi kelengkungan kornea atau merubah panjang bola mata, sehingga tidak bisa menyembuhkan mata minus, plus, maupun silinder secara fisik.


