Ad Placeholder Image

Ini Penyebab Penyakit Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   20 Januari 2025

Ada beberapa penyebab penyakit usus buntu yang perlu kamu waspadai. Di antaranya kotoran yang mengeras, hiperplasia limfoid, dan radang usus besar.

Ini Penyebab Penyakit Usus Buntu yang Perlu DiwaspadaiIni Penyebab Penyakit Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Usus buntu (apendisitis) adalah peradangan pada apendiks, organ kecil yang terhubung ke usus besar. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera untuk menghindari komplikasi serius seperti peritonitis atau sepsis.. 

Jika kamu mengidap usus buntu, maka artinya usus buntu membengkak dan terinfeksi. Usus buntu yang bengkak dan terinfeksi terkadang bisa pecah. 

Apa Itu Usus Buntu?

Usus buntu, atau apendisitis, adalah kondisi medis yang terjadi ketika apendiks mengalami peradangan.

Apendiks adalah organ berbentuk kantung kecil dengan panjang sekitar 5 hingga 10 cm yang terletak di bagian awal usus besar.

Meskipun fungsi pasti apendiks belum sepenuhnya dipahami, peradangan pada organ ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak segera ditangani.

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diperhatikan

Gejala usus buntu dapat bervariasi, tetapi yang paling umum adalah:

  • Nyeri Perut: Nyeri biasanya dimulai di sekitar pusar, kemudian berpindah ke perut kanan bawah. Nyeri ini akan terasa semakin parah saat bergerak, batuk, atau bersin.
  • Mual dan Muntah: Seringkali disertai dengan kehilangan nafsu makan.
  • Demam Ringan: Suhu tubuh dapat meningkat sedikit.
  • Perubahan Kebiasaan Buang Air Besar: Sembelit atau diare dapat terjadi.

Gejala-gejala ini dapat muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat dalam hitungan jam. Jika kamu mengalami nyeri perut yang parah dan berkelanjutan, segera cari pertolongan medis.

​Penyebab Penyakit Usus Buntu

Ukuran dan lokasi usus buntu membuatnya mudah tersumbat dan terinfeksi. Usus besar merupakan tempat berkumpulnya banyak bakteri. 

Jika terlalu banyak bakteri yang terperangkap di usus buntu, bakteri tersebut akan tumbuh secara berlebihan dan menyebabkan infeksi. 

Terkadang, radang usus buntu berawal dari infeksi yang bersifat sekunder. Pembengkakan pada usus buntu dapat mengurangi atau menutup lubang tersumbat dan menjebak lebih banyak bakteri di dalamnya. 

Penyebab umum penyakit usus buntu dapat meliputi:

1. Kotoran yang mengeras

Penyebab penyakit usus buntu yang pertama yaitu kotoran yang mengeras. Endapan tinja yang keras dan terklasifikasi yang bernama fecalith, usus buntu, atau batu usus buntu dapat tersangkut di lubang usus buntu. 

Mereka membawa bakteri dan juga dapat menjebak bakteri yang sudah ada di dalam usus buntu. 

2. Hiperplasia limfoid

Sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi dengan memproduksi dan melepaskan sel darah putih ke jaringan tubuh. 

Hal ini dapat menyebabkan jaringan limfoid di usus buntu membengkak, meskipun infeksi aslinya ada di tempat lain di tubuh.

Jaringan yang bengkak di usus buntu dapat menyumbatnya dan menyebabkan infeksi di dalamnya.

3. Radang usus besar (colitis)

Selain itu, penyakit usus buntu penyebabnya bisa juga karena radang usus besar

Peradangan di usus besar akibat infeksi atau penyakit radang usus dapat memengaruhi usu buntu.

Sebab, infeksi bisa menyebar, atau peradangan itu sendiri bisa mengiritasinya. 

Selain penyebab di atas, ada faktor lain yang dapat menghalangi pembukaan usus buntu, yaitu:

  • Tumor.
  • Parasit.
  • Fibrosis kistik.

Lantas, apakah radang usus buntu bersifat genetik?

Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit usus buntu tampaknya meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit usus buntu, meskipun alasannya tidak jelas.

Namun perlu kamu ketahui, penyakit usus buntu tidak diturunkan. Hanya saja, faktor genetik mungkin berperan dalam beberapa penyebabnya.

Penyakit Usus Buntu Bisa Menjadi Kronis

Penyebab penyakit usus buntu menjadi kronis yaitu karena peradangan ringan dibiarkan berlangsung lama.

Selain itu, bisa juga terjadi karena adanya penghalang yang masuk dan keluar dari lubang usus buntu.

Peradangan kronis pada usus buntu bisa menyebabkan hiperplasia limfoid atau bahkan jaringan parut di usus buntu jika berlangsung dalam waktu yang sangat lama. 

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai penyebab penyakit usus buntu.

Selain penyebabnya, penting juga untuk mengetahui Gejala Penyakit Usus Buntu yang Jarang Diketahui.

Komplikasi Usus Buntu yang Mungkin Terjadi

Jika tidak diobati dengan cepat, usus buntu dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Peritonitis: Peritonitis adalah infeksi pada lapisan dalam perut (peritoneum) yang dapat terjadi jika usus buntu pecah.
  • Abses: Abses adalah kumpulan nanah yang dapat terbentuk di sekitar usus buntu yang meradang.
  • Sepsis: Sepsis adalah respons tubuh yang parah terhadap infeksi, yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.

Pengobatan Usus Buntu

Pengobatan usus buntu biasanya melibatkan Operasi Pengangkatan Usus Buntu dan pemberian antibiotik.

Operasi merupakan metode utama untuk mengobati usus buntu. Apendektomi dapat dilakukan melalui bedah terbuka (laparotomi) atau laparoskopi (bedah minimal invasif). Laparoskopi seringkali menjadi pilihan karena sayatan yang lebih kecil, pemulihan lebih cepat, dan risiko infeksi yang lebih rendah.

Dalam beberapa kasus ringan atau pada tahap awal, antibiotik dapat digunakan untuk mengobati infeksi. Namun, operasi mungkin tetap diperlukan jika kondisi tidak membaik atau memburuk.

Sebuah studi menunjukkan bahwa antibiotik dapat efektif pada kasus usus buntu tanpa komplikasi, tetapi risiko kekambuhan lebih tinggi dibandingkan dengan operasi.

Pencegahan Usus Buntu

beberapa langkah dapat membantu kamu untuk meminimalisir resiko terkena usus buntu:

  • Konsumsi Serat yang Cukup: Makan makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu mencegah sembelit dan mengurangi risiko penyumbatan apendiks.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Minum banyak air putih setiap hari untuk menjaga tinja tetap lunak dan mencegah sembelit.
  • Pola Hidup Sehat: Hindari makanan tinggi lemak, gula, dan makanan pedas yang dapat mengiritasi saluran pencernaan.

Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala yang berkaitan dengan usus buntu, segera hubungi dokter di Halodoc agar mendapatkan rujukan perawatan lebih lanjut.

Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Appendicitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Appendicitis.
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About Appendicitis.