Ini Penyebab Spina Bifida yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   02 Oktober 2023

“Ada beberapa penyebab spina bifida yang perlu orang tua ketahui. Di antaranya kekurangan asam folat, riwayat dalam keluarga, penggunaan obat tertentu, hingga mengidap diabetes selama kehamilan.”

Ini Penyebab Spina Bifida yang Perlu DiketahuiIni Penyebab Spina Bifida yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Spina bifida merupakan cacat lahir yang terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk dengan baik. Ini merupakan jenis cacat tabung saraf.

Perlu kamu ketahui, tabung saraf merupakan struktur dalam embrio yang sedang berkembang yang pada akhirnya menjadi otak bayi, sumsum tulang belakang, dan jaringan yang membungkusnya. 

Biasanya, tabung saraf terbentuk pada awal kehamilan dan menutup pada hari ke-28 setelah pembuahan. Pada bayi dengan spina bifida, sebagian tabung saraf tidak menutup atau berkembang dengan baik, sehingga menyebabkan masalah pada sumsum tulang belakang dan tulang belakang.

Penyebab Spina Bifida yang Perlu Diketahui

Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab spina bifida.

Kemungkinan besar penyebabnya adalah kombinasi faktor keturunan (genetik), lingkungan, dan kekurangan nutrisi.

  • Asam folat. Spina bifida tampaknya lebih mungkin terjadi jika ibu tidak memiliki cukup asam folat selama kehamilan. Mengutip Medical News Today, ahli memperkenalkan asam folat di Amerika Serikat pada tahun 1992, jumlah kelahiran yang melibatkan cacat tabung saraf telah menurun.
  • Protein nabati, zat besi, magnesium, dan niasin. Rendahnya asupan nutrisi ini sebelum pembuahan dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf secara signifikan. 
  • Riwayat dalam keluarga. Apabila bayi lahir dengan spina bifida, kemungkinan besar calon saudara kandungnya juga akan mengalami kondisi yang sama.
  • Obat-obatan. Penggunaan obat-obatan seperti valproate, untuk mengobati epilepsi atau gangguan bipolar, berkaitan dengan tingginya risiko bayi lahir dengan cacat bawaan. Salah satunya spina bifida. 
  • Diabetes. Seorang wanita pengidap diabetes lebih mungkin memiliki bayi dengan spina bifida jika perbandingannya dengan wanita yang tidak mengidap diabetes.
  • Kegemukan. Seorang wanita yang indeks massa tubuhnya (BMI) 30 atau lebih, memiliki resiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan spina bifida. 
  • Peningkatan suhu tubuh. Beberapa bukti menunjukkan bahwa peningkatan suhu tubuh (hipertermia) pada minggu-minggu awal kehamilan dapat meningkatkan risiko spina bifida. Peningkatan suhu tubuh bisa terjadi akibat demam, sauna, atau mandi dengan air panas. 

Selain penyebabnya, ketahui juga 4 Jenis Spina Bifida yang Perlu Diketahui Para Orang Tua.

Mencegah Penyebab Spina Bifida

Berikut ini cara mencegah penyebab spina bifida yang perlu kamu ketahui:

1. Konsumsi suplemen asam folat

Mencukupi asam folat pada minggu-minggu awal kehamilan sangat penting untuk mencegah spina bifida.

Karena, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil, terutama di minggu-minggu pertama.

Umumnya, dokter merekomendasikan agar semua wanita usia subur yang berencana hamil mengonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) setiap hari.

2. Merencanakan kehamilan

Wanita dewasa yang sedang merencanakan kehamilan atau yang akan hamil, sebaiknya mengonsumsi 400 hingga 800 mcg asam folat sehari. 

Ada baiknya juga untuk mengonsumsi makanan sehat, termasuk makanan kaya asam folat atau diperkaya asam folat.

Asam folat secara alami banyak terkandung dalam makanan, termasuk:

  • Kacang-kacangan.
  • Buah jeruk.
  • Kuning telur.
  • Susu.
  • Alpukat.
  • Sayuran berwarna hijau tua, seperti brokoli dan bayam.

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang penyebab spina bifida.

Jika kamu sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, sebaiknya hubungi dokter spesialis kandungan di Halodoc jika khawatir dengan kondisi kesehatan.✔️

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Spina bifida
Medical News Today. Diakses pada 2023. What you need to know about spina bifida

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan