Ad Placeholder Image

Ini Pilihan Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Kesehatan

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Ada beberapa pilihan makanan tinggi protein untuk mencukupi kebutuhan harian, seperti telur, keju, daging, dan ikan.

Ini Pilihan Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk KesehatanIni Pilihan Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Kesehatan

DAFTAR ISI


Setiap hari, tubuh kita bekerja keras untuk menjalankan berbagai fungsi yang kompleks, mulai dari bernapas, memompa darah, hingga menyembuhkan luka. Untuk melakukan semua itu dengan optimal, tubuh memerlukan bahan bakar yang tepat. Salah satu pilar utama dari asupan gizi yang tidak boleh dilewatkan adalah protein. Sebagai salah satu dari tiga makronutrien esensial bersama dengan karbohidrat dan lemak, protein memiliki peran fundamental dalam mempertahankan struktur dan fungsi setiap sel dalam tubuh kita.

Berbeda dengan lemak atau karbohidrat yang bisa disimpan tubuh sebagai cadangan energi dalam jumlah besar, tubuh kita tidak memiliki tempat penyimpanan khusus untuk asam amino pembentuk protein. Artinya, asupan gizi ini harus terus diperbarui setiap harinya melalui makanan. Jika tubuh kekurangan nutrisi yang satu ini, proses regenerasi sel akan terhambat. Dampaknya bisa berupa melemahnya sistem kekebalan tubuh, rambut rontok, penyembuhan luka yang lambat, hingga hilangnya massa otot yang sangat krusial bagi mobilitas.

Oleh karena itu, mengetahui apa saja makanan yg mengandung protein tinggi dan berkualitas sangat penting untuk merancang pola makan sehari-hari. Beruntungnya, sumber gizi ini sangat mudah ditemukan, baik yang berasal dari hewan (hewani) maupun dari tumbuhan (nabati). Mengombinasikan berbagai jenis bahan pangan tidak hanya memastikan kebutuhan asam amino esensial terpenuhi, tetapi juga memberikan tambahan vitamin, mineral, dan serat yang menyehatkan.

Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan yg mengandung protein terbaik untuk menu diet sehat kamu? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai ragam pilihan sumber protein beserta manfaat kesehatannya yang wajib kamu tahu!

Manfaat Protein bagi Tubuh

Sebelum kita membahas daftar makanannya, penting untuk memahami mengapa makronutrien yang satu ini sangat diagungkan dalam dunia kesehatan dan kebugaran. Protein terbentuk dari rangkaian molekul kecil yang disebut asam amino. Terdapat 20 jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh, di mana 9 di antaranya dikategorikan sebagai asam amino esensial. Disebut esensial karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga mutlak harus didapatkan dari makanan.

Berikut adalah berbagai manfaat menakjubkan dari mengonsumsi makanan tinggi protein bagi kesehatan secara menyeluruh:

  • Membangun dan Memperbaiki Jaringan: Ini adalah fungsi yang paling terkenal. Baik itu kulit, rambut, kuku, otot, tulang, hingga organ dalam, semuanya membutuhkan asam amino untuk proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak setelah beraktivitas atau mengalami cedera.
  • Membentuk Enzim dan Hormon: Hampir semua enzim di dalam tubuh yang bertugas mencerna makanan dan memfasilitasi reaksi kimia terbuat dari protein. Begitu pula dengan beberapa jenis hormon penting, seperti hormon insulin yang mengatur kadar gula darah dan hormon tiroid yang mengontrol metabolisme.
  • Menjaga Keseimbangan Cairan dan pH: Protein dalam darah, seperti albumin, berperan penting dalam menahan cairan agar tidak bocor dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Asupan ini juga bertindak sebagai sistem buffer (penyangga) untuk menjaga tingkat keasaman (pH) darah tetap stabil.
  • Memperkuat Sistem Imun: Antibodi yang bertugas melawan bakteri dan virus patogen penyebab penyakit adalah molekul protein. Tanpa asupan yang cukup, kemampuan tubuh dalam memproduksi antibodi akan menurun drastis.
  • Mendukung Penurunan Berat Badan: Diet tinggi protein terbukti efektif untuk manajemen berat badan. Makronutrien ini memiliki efek termogenik tertinggi, artinya tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencernanya dibandingkan lemak dan karbohidrat. Selain itu, ia juga meningkatkan produksi hormon pemicu rasa kenyang (seperti GLP-1 dan peptide YY) serta menurunkan kadar hormon lapar (ghrelin).

Pilihan Makanan yang Mengandung Protein Hewani

Sumber hewani sering disebut sebagai “protein lengkap” karena mengandung kesembilan asam amino esensial dalam proporsi yang ideal dan mudah diserap oleh tubuh manusia. Berikut adalah beberapa rekomendasi terbaiknya:

1. Telur Ayam

Telur adalah salah satu superfood dengan profil nutrisi yang luar biasa. Satu butir telur berukuran besar rata-rata mengandung sekitar 6 gram protein utuh. Tidak hanya itu, telur kaya akan kolin yang penting bagi otak, lutein dan zeaxanthin untuk kesehatan mata, serta vitamin B12. Bagian putih telur hampir murni terdiri dari protein, sementara kuning telurnya menyimpan nutrisi penting lainnya serta lemak sehat.

2. Dada Ayam Tanpa Kulit

Dada ayam selalu menjadi primadona bagi para atlet, binaragawan, maupun mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Hal ini wajar, mengingat dalam 100 gram dada ayam tanpa kulit matang, terdapat sekitar 31 gram protein dengan kandungan lemak yang sangat rendah. Karena rasanya yang netral, dada ayam sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai hidangan sehat, mulai dari salad, sup, hingga dipanggang sebagai menu utama.

3. Ikan Salmon dan Tuna

Ikan adalah sumber nutrisi yang luar biasa baik. Salmon dan tuna tidak hanya memberikan asupan asam amino yang tinggi (sekitar 20 hingga 25 gram per 100 gram daging ikan), tetapi juga merupakan sumber utama asam lemak omega-3. Omega-3 sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan peradangan dalam tubuh, dan mendukung fungsi kognitif otak.

4. Daging Sapi Tanpa Lemak (Lean Beef)

Daging merah sering kali dihindari karena kandungan lemak jenuhnya. Namun, jika kamu memilih potongan daging sapi tanpa lemak (seperti bagian has dalam atau sirloin), kamu bisa mendapatkan sekitar 26 gram protein per 100 gram porsi. Daging sapi juga merupakan sumber zat besi heme (yang jauh lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi dari tumbuhan), seng (zinc), dan vitamin B kompleks yang ampuh mencegah anemia.

5. Susu Sapi dan Produk Olahannya (Dairy)

Susu segar, keju, dan yogurt tidak hanya terkenal akan kandungan kalsiumnya yang tinggi untuk tulang, tetapi juga merupakan sumber asam amino yang sangat baik. Susu mengandung dua jenis protein utama: kasein dan whey. Jika kamu mencari camilan padat gizi, Greek yogurt bisa menjadi pilihan tepat karena proses penyaringannya membuat yogurt ini mengandung protein dua kali lipat lebih banyak dibandingkan yogurt biasa, yaitu sekitar 10 gram per 100 gram.

Tips Memasak Makanan Hewani Agar Tetap Sehat
  1. Hindari Menggoreng Terlalu Kering (Deep Frying): Menggoreng daging ayam atau ikan dengan minyak banyak akan melipatgandakan jumlah kalori dan lemak trans.
  2. Pilih Metode Rebus, Kukus, atau Panggang: Metode ini mempertahankan nilai gizi sekaligus menekan asupan kalori tidak sehat.
  3. Batasi Daging Olahan: Sosis, kornet, atau daging asap (bacon) sering kali tinggi natrium dan pengawet. Pilihlah sumber protein segar atau utuh demi kesehatan jantung jangka panjang.

Pilihan Makanan yang Mengandung Protein Nabati

Bagi kamu yang menjalani gaya hidup vegetarian, vegan, atau sekadar ingin mengurangi konsumsi daging, tidak perlu khawatir. Dunia tumbuhan menyediakan banyak sekali makanan yg mengandung protein tinggi yang tak kalah sehat. Berbeda dengan hewani, sumber nabati umumnya tidak mengandung kolesterol dan sangat kaya akan serat makanan yang menyehatkan pencernaan.

1. Tempe dan Tahu

Kacang kedelai adalah satu dari sedikit tanaman yang memiliki profil asam amino lengkap. Di Indonesia, produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu sangat mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Tempe memberikan tambahan manfaat kesehatan berkat proses fermentasinya yang menghasilkan probiotik alami untuk usus. Dalam setiap 100 gram tempe terkandung sekitar 19 gram protein, sementara tahu menyediakan sekitar 8 gram.

2. Edamame

Edamame adalah kacang kedelai muda yang dipanen sebelum mengeras. Camilan khas Jepang ini sangat sehat, kaya folat, vitamin K, serta serat. Dalam satu cangkir edamame rebus terkandung sekitar 17 gram protein. Edamame sangat cocok dijadikan camilan sehat di sela-sela waktu makan atau dicampurkan ke dalam mangkuk salad kamu.

3. Kacang Hijau dan Kacang Merah

Keluarga kacang-kacangan (legumes) adalah pahlawan bagi diet nabati. Kacang merah dan kacang hijau tidak hanya tinggi protein (sekitar 8-9 gram per cangkir matang), tetapi juga dipenuhi karbohidrat kompleks dan serat larut yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi sup kacang merah atau bubur kacang hijau (tanpa tambahan gula berlebih) bisa memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.

4. Lentil (Kacang Lentil)

Meski tidak sepopuler tempe di Indonesia, lentil semakin digemari oleh penganut gaya hidup sehat. Satu cangkir lentil matang menyediakan sekitar 18 gram protein. Lenti juga merupakan sumber zat besi nabati dan tembaga yang sangat baik. Teksturnya yang lembut saat dimasak membuatnya sangat cocok dijadikan sup atau bahan dasar burger nabati.

5. Biji Chia (Chia Seeds) dan Kacang Almond

Kacang almond sering dijadikan camilan karena rasa gurih alaminya. Segenggam almond (sekitar 30 gram) memberikan 6 gram protein dan porsi vitamin E yang tinggi untuk menjaga kesehatan kulit. Sementara itu, biji chia (chia seeds) dapat menyerap air dan membentuk tekstur gel di lambung yang membantu pencernaan. Dua sendok makan biji chia menyumbang 4 gram protein berserta asupan asam lemak omega-3 nabati.

6. Quinoa

Quinoa sering disalahpahami sebagai biji-bijian sejenis gandum, padahal secara botani ia adalah biji dari tanaman goosefoot. Quinoa merupakan karbohidrat kompleks sekaligus makanan yg mengandung protein lengkap (menyediakan 9 asam amino esensial). Satu cangkir quinoa matang mengandung sekitar 8 gram protein. Quinoa juga bebas gluten alami, menjadikannya pengganti nasi yang sangat ideal bagi penderita intoleransi gluten.

Terkadang, asupan dari makanan utuh saja mungkin dirasa belum mencukupi bagi para atlet binaraga atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi. Dalam kondisi medis atau kebutuhan khusus ini, kamu bisa mencoba beli suplemen protein tambahan, seperti whey powder atau suplemen gizi lainnya dengan mudah melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

Kebutuhan Protein Harian yang Ideal

Berapa banyak sebenarnya asupan yang dibutuhkan oleh seseorang? Kebutuhan setiap orang bervariasi bergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi medis tertentu.

Secara umum, angka kecukupan gizi (RDA) menyarankan asupan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya untuk orang dewasa yang kurang aktif secara fisik. Jadi, jika berat badan kamu 60 kg, kamu disarankan mengonsumsi setidaknya 48 gram setiap harinya.

Namun, angka ini bisa meningkat drastis pada kondisi berikut:

  • Gaya Hidup Aktif & Atlet: Seseorang yang rutin berolahraga berat atau angkat beban membutuhkan antara 1,2 hingga 2,0 gram per kilogram berat badan untuk memperbaiki kerusakan otot dan menstimulasi pertumbuhan massa otot (hipertrofi).
  • Ibu Hamil dan Menyusui: Membutuhkan asupan lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan jaringan janin, plasenta, dan produksi ASI.
  • Lansia (Lanjut Usia): Untuk mencegah sarcopenia (kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia), para ahli menyarankan lansia mengonsumsi 1,0 hingga 1,2 gram per kilogram berat badan.

Namun, jika kamu memiliki riwayat penyakit ginjal kronis atau masalah asam urat yang parah, sebaiknya konsultasi dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi sebelum mengubah atau meningkatkan porsi pola makan kamu secara drastis untuk menghindari komplikasi.

Studi Mengenai Asupan Protein

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan sebuah studi komprehensif pada tahun 2015 yang menjelaskan bahwa diet tinggi protein secara signifikan membantu mencegah obesitas dan sindrom metabolik.

Studi tersebut mengemukakan bahwa meningkatkan porsi gizi ini dalam menu harian dapat meningkatkan termogenesis tubuh (pembakaran kalori untuk mencerna makanan) dan meningkatkan hormon penekan nafsu makan. Selain itu, temuan ini juga menegaskan bahwa mengonsumsi hingga 1,6 gram per kilogram berat badan sangat aman bagi orang dewasa yang sehat dan tidak merusak fungsi ginjal, yang selama ini sering menjadi mitos di masyarakat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika keluhan berlanjut, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Selalu jaga asupan gizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi makanan yg mengandung protein yang bervariasi setiap harinya demi kesehatan yang optimal.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. 16 Delicious High Protein Foods.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Are you getting too much protein?.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Protein.
The American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. The role of protein in weight loss and maintenance.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi.

FAQ

1. Apakah makanan yang mengandung protein bisa menurunkan berat badan?

Ya, mengonsumsi makanan yang kaya akan asupan ini bisa mendukung penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan proses pencernaannya membutuhkan lebih banyak energi (membakar kalori) dibandingkan karbohidrat dan lemak. Selain itu, ia juga sangat efektif dalam menekan hormon lapar sehingga kamu merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari keinginan ngemil berlebih.

2. Apa bedanya protein hewani dan protein nabati?

Perbedaan utamanya terletak pada profil asam amino. Sumber hewani (seperti daging, ikan, dan telur) dikategorikan sebagai “protein lengkap” karena mengandung seluruh 9 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Sementara itu, sebagian besar sumber nabati (kecuali kedelai dan quinoa) tidak memiliki satu atau dua asam amino esensial. Namun, dengan mengombinasikan berbagai jenis nabati (misalnya nasi merah dengan tempe), kamu tetap bisa mendapatkan asam amino lengkap.

3. Apakah berbahaya jika makan terlalu banyak daging dan telur setiap hari?

Bagi individu yang sehat, asupan yang tinggi tidak akan merusak ginjal. Namun, jika sumber utamanya berasal dari daging merah berlemak tinggi atau daging olahan (sosis, kornet), hal tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan risiko penyakit jantung. Selalu prioritaskan daging tanpa lemak, ikan, atau selingi dengan sumber nabati yang kaya serat.

4. Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi makanan berprotein?

Pada dasarnya, yang terpenting adalah memenuhi total kebutuhan harian kamu. Namun, membaginya secara merata di setiap jam makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) dinilai paling efektif untuk menjaga sintesis otot dan stabilitas gula darah. Bagi yang berolahraga, mengonsumsinya dalam waktu 1-2 jam setelah latihan angkat beban sangat disarankan untuk membantu proses perbaikan otot secara maksimal.