Ad Placeholder Image

Ini Prosedur Histerektomi atau Pengangkatan Rahim pada Wanita

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

“Dalam prosedur histerektomi terdapat beberapa pendekatan, seperti histerektomi vagina, histerektomi laparoskopi, histerektomi laparoskopi robotik, dan histerektomi perut. Masa pemulihan dari prosedur tersebut pun beragam.”

Ini Prosedur Histerektomi atau Pengangkatan Rahim pada WanitaIni Prosedur Histerektomi atau Pengangkatan Rahim pada Wanita

DAFTAR ISI


Rahim (uterus) adalah organ vital dalam sistem reproduksi wanita yang berfungsi sebagai tempat berkembangnya janin selama kehamilan. Selain itu, rahim juga memainkan peran utama dalam siklus menstruasi setiap bulannya. Namun, ada kalanya seorang wanita dihadapkan pada kondisi medis tertentu yang mengharuskan organ ini untuk diangkat melalui prosedur operasi yang dikenal sebagai histerektomi.

Keputusan untuk menjalani operasi pengangkatan rahim bukanlah hal yang mudah dan biasanya menjadi pilihan terakhir ketika pengobatan medis lainnya tidak membuahkan hasil. Mengetahui secara pasti bagaimana bentuk rahim yang diangkat, apa saja yang dihilangkan dari tubuh, serta dampaknya sangat penting untuk mempersiapkan fisik dan mental pasien. Pemahaman yang baik juga membantu menghilangkan rasa takut atau miskonsepsi mengenai prosedur ini.

Lantas, seperti apa sebenarnya bentuk rahim yang diangkat saat prosedur ini dilakukan? Apakah seluruh organ reproduksi diangkat atau hanya sebagian saja? Semua itu sangat bergantung pada jenis histerektomi yang direkomendasikan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang mendasarinya. Nah, mau tahu penjelasan lengkap mengenai bentuk rahim yang diangkat dan seluk-beluk prosedurnya? Berikut ulasannya!

Memahami Anatomi Rahim Normal

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bentuk rahim yang diangkat dalam prosedur histerektomi, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu bagaimana bentuk dan anatomi rahim yang normal. Rahim adalah organ otot berongga yang terletak di rongga panggul, tepatnya di antara kandung kemih dan rektum. Pada wanita dewasa yang belum pernah hamil, rahim biasanya memiliki ukuran sebesar kepalan tangan atau buah pir yang terbalik, dengan panjang sekitar 7 hingga 8 sentimeter dan lebar 4 hingga 5 sentimeter.

Secara anatomi, rahim terbagi menjadi tiga bagian utama. Bagian paling atas yang lebar dan melengkung disebut fundus, tempat di mana tuba falopi (saluran telur) terhubung. Bagian tengah atau badan rahim disebut korpus, yang merupakan tempat menempel dan berkembangnya embrio. Sedangkan bagian paling bawah yang menyempit dan terhubung langsung dengan vagina disebut serviks atau leher rahim. Otot rahim ini sangat elastis, sehingga mampu meregang secara signifikan saat kehamilan untuk menampung bayi yang terus membesar.

Berbagai Bentuk Rahim yang Diangkat (Jenis Histerektomi)

Ketika berbicara mengenai bentuk rahim yang diangkat, hal ini sangat merujuk pada jenis operasi histerektomi yang dilakukan. Tidak semua prosedur histerektomi mengangkat seluruh bagian organ reproduksi. Berikut adalah penjelasannya berdasarkan jenis histerektomi:

1. Histerektomi Parsial (Subtotal)

Pada histerektomi parsial atau subtotal, bentuk rahim yang diangkat hanyalah bagian badan rahim (korpus) dan fundus (bagian atas rahim). Dalam prosedur ini, dokter membiarkan serviks (leher rahim) tetap berada di tempatnya. Operasi ini biasanya dipilih jika penyakit hanya menyerang badan rahim, seperti pada kasus mioma uteri yang jinak, dan pasien masih ingin mempertahankan serviksnya dengan alasan tertentu. Karena leher rahim masih ada, wanita yang menjalani prosedur ini tetap harus melakukan tes Pap smear secara rutin untuk mendeteksi risiko kanker serviks.

2. Histerektomi Total

Histerektomi total adalah jenis prosedur yang paling umum dilakukan. Pada prosedur ini, bentuk rahim yang diangkat mencakup seluruh bagian rahim secara utuh, mulai dari fundus, korpus, hingga seluruh bagian serviks (leher rahim). Artinya, bentuk organ seperti “buah pir” tersebut diangkat sepenuhnya dari rongga panggul. Prosedur ini sering kali direkomendasikan untuk mengatasi kondisi mioma yang besar, endometriosis parah, atau kanker stadium awal pada rahim maupun leher rahim.

3. Histerektomi Radikal

Jika pasien didiagnosis menderita kanker ginekologi, terutama kanker serviks atau kanker rahim stadium lanjut, dokter mungkin akan melakukan histerektomi radikal. Bentuk jaringan dan organ yang diangkat pada prosedur ini jauh lebih luas. Selain seluruh rahim dan serviks, dokter juga akan mengangkat bagian atas vagina, jaringan penyangga di sekitar rahim (parametrium), dan terkadang kelenjar getah bening di area panggul. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

4. Tambahan Salpingo-Ooforektomi

Dalam beberapa kasus, selain mengangkat rahim, dokter juga akan mengangkat organ di sekitarnya yaitu indung telur (ovarium) dan saluran telur (tuba falopi). Prosedur pengangkatan ini disebut salpingo-ooforektomi. Jika hanya satu sisi yang diangkat, disebut unilateral, sedangkan jika kedua sisi diangkat disebut bilateral. Biasanya, pengangkatan indung telur dilakukan untuk mencegah kanker ovarium di kemudian hari, atau jika ditemukan adanya kista endometriosis yang parah di area tersebut.

Tips Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Histerektomi
  1. Lakukan diet gizi seimbang tinggi protein dan zat besi untuk mencegah anemia sebelum operasi.
  2. Diskusikan secara mendalam dengan dokter mengenai efek samping hormonal, terutama jika ovarium juga diangkat.
  3. Siapkan dukungan emosional dari keluarga atau psikolog, karena kehilangan rahim bisa berdampak pada kondisi psikologis wanita.

Kondisi Medis yang Mengharuskan Pengangkatan Rahim

Ada berbagai alasan medis mengapa dokter memutuskan bahwa rahim harus diangkat. Prosedur ini tidak pernah dilakukan tanpa indikasi medis yang kuat karena dampaknya yang permanen. Berikut adalah beberapa kondisi utama yang mendasarinya:

1. Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam otot rahim. Meskipun tidak bersifat kanker, mioma dapat tumbuh membesar sehingga bentuk rahim membengkak dan menyebabkan nyeri panggul kronis, perdarahan hebat saat menstruasi (menorrhagia), hingga menekan kandung kemih yang memicu masalah buang air kecil. Jika ukuran mioma sudah sangat besar dan pengobatan obat-obatan tidak lagi efektif, histerektomi menjadi solusi tuntas.

2. Endometriosis dan Adenomiosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti pada indung telur atau rongga panggul. Sedangkan adenomiosis adalah kondisi di mana lapisan dalam rahim tumbuh menembus dinding otot rahim. Keduanya dapat menyebabkan nyeri menstruasi yang sangat hebat, perdarahan abnormal, dan kerusakan pada organ reproduksi. Histerektomi direkomendasikan jika pasien terus merasakan sakit luar biasa meski sudah menjalani berbagai pengobatan.

3. Prolaps Uteri (Rahim Turun)

Kondisi ini terjadi ketika otot dan ligamen di dasar panggul melemah sehingga tidak lagi mampu menyangga rahim. Akibatnya, rahim merosot turun hingga masuk atau bahkan menonjol keluar dari vagina. Prolaps uteri sering terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause, pernah melahirkan normal berkali-kali, atau memiliki obesitas. Pengangkatan rahim dilakukan untuk memulihkan kenyamanan dan fungsi panggul.

4. Kanker Ginekologi

Kanker yang menyerang organ reproduksi, seperti kanker rahim (endometrium), kanker serviks, dan kanker ovarium, adalah indikasi mutlak dilakukannya histerektomi. Tindakan bedah merupakan langkah utama untuk membuang sel kanker agar tidak menyebar ke organ vital lainnya di dalam tubuh.

Metode Operasi Pengangkatan Rahim

Teknik yang digunakan dokter untuk mengangkat rahim juga akan memengaruhi masa pemulihan pasien dan jejak luka yang ditinggalkan. Setidaknya ada tiga metode bedah utama yang sering dilakukan:

Histerektomi Abdominal: Ini adalah metode tradisional di mana dokter membuat sayatan di perut (baik secara horizontal seperti operasi caesar maupun vertikal dari pusar ke bawah). Metode ini memungkinkan dokter untuk melihat rongga panggul secara menyeluruh dan biasanya dipilih jika bentuk rahim yang diangkat sangat besar akibat mioma raksasa atau jika ada kecurigaan penyebaran kanker.

Histerektomi Vaginal: Pada metode ini, rahim dikeluarkan melalui sayatan yang dibuat di dalam vagina, sehingga tidak ada bekas luka bedah yang terlihat di perut. Metode ini sangat ideal untuk kasus prolaps uteri atau kondisi di mana ukuran rahim tidak terlalu besar. Pemulihannya pun cenderung lebih cepat dan tidak terlalu menyakitkan dibandingkan sayatan perut.

Histerektomi Laparoskopi: Metode ini menggunakan kamera kecil (laparoskop) dan alat bedah presisi yang dimasukkan melalui 3-4 sayatan kecil di perut (seukuran lubang kunci). Dokter akan memotong rahim menjadi potongan-potongan kecil dan mengeluarkannya melalui tabung atau melalui vagina. Pemulihan dari bedah laparoskopi jauh lebih cepat dan risiko infeksinya lebih rendah.

Persiapan Sebelum Melakukan Histerektomi

Mengingat histerektomi adalah prosedur bedah mayor, persiapan yang matang sangat diperlukan. Dokter biasanya akan meminta pasien untuk melakukan serangkaian tes laboratorium, seperti tes darah lengkap, elektrokardiogram (EKG), hingga rontgen dada untuk memastikan kondisi fisik cukup kuat menerima anestesi umum.

Pasien juga akan diminta untuk berpuasa setidaknya 8 jam sebelum operasi dimulai. Selain itu, dokter mungkin meresepkan antibiotik pencegahan dan meminta pasien untuk membersihkan usus menggunakan obat pencahar agar rongga perut lebih rileks saat prosedur berlangsung. Secara emosional, berbicara dengan sesama wanita yang pernah menjalani operasi serupa bisa sangat membantu menenangkan pikiran.

Proses Pemulihan dan Dampaknya pada Tubuh

Waktu pemulihan pasca pengangkatan rahim bervariasi tergantung pada metode operasi yang dipilih. Histerektomi abdominal biasanya memerlukan rawat inap 3 hingga 5 hari dan pemulihan penuh memakan waktu 6 hingga 8 minggu. Sedangkan untuk operasi vaginal atau laparoskopi, pasien mungkin hanya dirawat 1-2 hari dengan masa pemulihan 3 hingga 4 minggu.

Dampak paling pasti setelah rahim diangkat adalah berhentinya siklus menstruasi secara permanen, dan pasien tidak akan bisa lagi hamil. Jika indung telur (ovarium) tidak ikut diangkat, wanita tidak akan langsung mengalami menopause karena tubuh masih memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Namun, jika ovarium ikut diangkat, pasien akan langsung memasuki fase menopause bedah, yang dapat memicu gejala seperti hot flashes (sensasi panas di tubuh), kekeringan vagina, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati.

Untuk meredakan nyeri pasca operasi atau mendukung pemulihan tubuh, kamu bisa beli suplemen, vitamin, atau produk kesehatan lainnya untuk mempercepat penyembuhan luka secara mandiri sesuai saran medis. Kebutuhan seperti vitamin C, zinc, dan zat besi sangat penting selama masa ini.

Namun, jika kamu mengalami tanda-tanda komplikasi setelah pulang dari rumah sakit—seperti demam tinggi di atas 38 derajat Celcius, perdarahan parah dari vagina yang melebihi siklus haid biasa, bau menyengat dari area sayatan, atau nyeri panggul ekstrem yang tidak mereda—segera konsultasi ke dokter spesialis untuk mendapatkan evaluasi medis dan penanganan yang lebih lanjut. Jangan menunda jika merasakan keluhan tersebut.

Studi Terkait Histerektomi

Journal of Minimally Invasive Gynecology menerbitkan studi di tahun 2012 yang menjelaskan bahwa pasien yang menjalani histerektomi laparoskopi memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dan durasi pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan histerektomi abdominal.

Studi ini menyoroti bahwa mengurangi trauma sayatan dinding perut terbukti menurunkan risiko infeksi nosokomial dan mengembalikan fungsi usus lebih cepat pasca operasi. Hal ini menegaskan pentingnya mendiskusikan metode bedah yang minimal invasif dengan dokter jika kondisi ukuran dan bentuk rahim memungkinkan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Meskipun rahim telah diangkat, menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan tetap menjadi prioritas. Terapkan pola hidup sehat, kelola stres, dan jangan ragu untuk berbicara dengan profesional medis jika ada kekhawatiran terkait perubahan pada tubuh.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hysterectomy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Hysterectomy: Purpose, Procedure & Risks.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Women’s reproductive health and surgery.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Quality of life after hysterectomy: A systematic review.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Tindakan Bedah Ginekologi dan Perawatan Pasca Operasi.

FAQ

1. Apakah bentuk rahim yang diangkat akan mengubah bentuk perut dari luar?

Pada umumnya tidak. Jika rahim yang diangkat memiliki ukuran normal, perut tidak akan terlihat berbeda setelah pembengkakan pasca operasi mereda. Namun, jika histerektomi dilakukan untuk mengangkat mioma yang sangat besar (sebesar bola basket), perut mungkin akan terlihat lebih kempis dan rata dibandingkan sebelum operasi.

2. Apakah wanita masih bisa melakukan hubungan seksual secara normal setelah rahim diangkat?

Ya, wanita masih bisa melakukan hubungan intim seperti biasa setelah dokter menyatakan masa pemulihan selesai (biasanya sekitar 6-8 minggu pasca operasi). Operasi ini tidak memengaruhi kemampuan wanita untuk merasakan orgasme, karena saraf yang sensitif di area klitoris dan vulva tetap utuh.

3. Berapa lama nyeri akan terasa setelah operasi histerektomi?

Rasa nyeri akut biasanya terasa selama beberapa hari pertama setelah operasi dan akan berangsur-angsur mereda dalam 1-2 minggu. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Sensasi kram ringan atau rasa tidak nyaman di panggul bisa hilang timbul hingga 4-6 minggu.

4. Apakah berat badan akan langsung naik setelah rahim diangkat?

Histerektomi itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, jika indung telur (ovarium) ikut diangkat, penurunan kadar hormon estrogen dapat memperlambat metabolisme tubuh. Selain itu, masa pemulihan yang kurang aktif bergerak bisa membuat berat badan bertambah jika asupan kalori tidak dijaga.