Ini Prosedur Melakukan Rontgen Paru pada Pengidap Pneumonia
Rontgen dada adalah salah satu prosedur yang bisa dilakukan untuk mendeteksi berbagai penyakit

DAFTAR ISI
- Mengapa Rontgen Paru Penting untuk Pneumonia?
- Prosedur Rontgen Paru
- Persiapan Sebelum Rontgen Paru
- Interpretasi Hasil Rontgen Paru
- Kapan Harus Melakukan Rontgen Paru?
- Pencegahan Pneumonia
- Hubungi Dokter Ini untuk Info Seputar Rontgen Paru
Rontgen paru, atau disebut juga rontgen dada, adalah pemeriksaan medis non-invasif yang menggunakan radiasi elektromagnetik dosis rendah untuk menghasilkan gambar organ dan struktur di dalam dada, terutama paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.
Hasil rontgen berupa gambar hitam putih yang menunjukkan kepadatan jaringan. Tulang akan tampak putih, udara tampak hitam, dan jaringan lunak tampak abu-abu.
Mengapa Rontgen Paru Penting untuk Pneumonia?
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Rontgen paru sangat penting dalam diagnosis pneumonia karena dapat:
- Mendeteksi adanya infeksi: Rontgen dapat menunjukkan area yang terinfeksi di paru-paru sebagai bercak putih (konsolidasi).
- Menentukan lokasi dan luas infeksi: Dokter dapat melihat seberapa luas pneumonia telah menyebar di paru-paru.
- Membedakan pneumonia dari kondisi lain: Rontgen membantu membedakan pneumonia dari penyakit paru-paru lain seperti bronkitis atau gagal jantung.
- Memonitor respons terhadap pengobatan: Rontgen dapat diulang untuk melihat apakah kondisi paru-paru membaik setelah pengobatan.
Jika mengalami gejala infeksi pernapasan, Catat, Ini Dokter Spesialis Paru yang Bisa Dihubungi untuk kamu tanyakan perawatannya.
Prosedur Rontgen Paru
Prosedur rontgen paru umumnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Persiapan: Pasien akan diminta untuk melepas pakaian dari pinggang ke atas dan mengenakan gaun khusus. Benda-benda logam seperti perhiasan, kacamata, dan tindik juga harus dilepas karena dapat mengganggu hasil gambar.
- Posisi: Pasien akan berdiri di depan mesin rontgen. Petugas radiologi akan membantu mengatur posisi tubuh yang tepat. Biasanya, pasien akan diminta untuk menempelkan dada ke plat detektor.
- Pengambilan gambar: Petugas radiologi akan meminta pasien untuk menarik napas dalam dan menahannya selama beberapa detik saat gambar diambil. Biasanya, diambil dua gambar: satu dari depan (PA atau Posterior-Anterior) dan satu dari samping (Lateral).
- Selesai: Setelah gambar diambil, pasien dapat berpakaian kembali dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Menurut WHO, rontgen dada adalah alat diagnostik penting untuk mendeteksi penyakit paru-paru seperti pneumonia, terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas.
Pahami lebih dalam tentang Paru-Paru: Struktur, Fungsi, dan Cara Menjaganya berikut ini.
Persiapan Sebelum Rontgen Paru
Persiapan sebelum rontgen paru sangat sederhana:
- Informasikan kondisi medis: Beri tahu dokter atau petugas radiologi jika sedang hamil atau mungkin hamil. Radiasi dapat berbahaya bagi janin.
- Lepaskan benda logam: Lepaskan semua perhiasan, kacamata, dan benda logam lainnya yang mungkin mengganggu hasil rontgen.
- Kenakan pakaian yang nyaman: Gunakan pakaian yang mudah dilepas dan tidak mengandung logam.
Interpretasi Hasil Rontgen Paru
Hasil rontgen paru akan diinterpretasikan oleh dokter radiologi. Pada kasus pneumonia, beberapa temuan yang mungkin terlihat adalah:
- Konsolidasi: Area putih atau abu-abu yang menunjukkan adanya cairan atau peradangan di paru-paru.
- Infiltrat: Bayangan kabur yang menunjukkan adanya infeksi atau peradangan.
- Efusi pleura: Penumpukan cairan di sekitar paru-paru.
Dokter akan menggabungkan hasil rontgen dengan gejala klinis dan pemeriksaan fisik untuk membuat diagnosis yang akurat.
Pahami lebih dalam mengenai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) – Gejala dan Pencegahan agar kamu makin waspada dengan kondisi ini.
Kapan Harus Melakukan Rontgen Paru?
Rontgen paru dianjurkan jika seseorang mengalami gejala pneumonia, seperti:
- Batuk berdahak
- Demam
- Sesak napas
- Nyeri dada saat bernapas atau batuk
- Menggigil
- Kelelahan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan pentingnya deteksi dini pneumonia melalui pemeriksaan seperti rontgen paru, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Pencegahan Pneumonia
Pneumonia dapat dicegah dengan beberapa langkah:
- Vaksinasi: Vaksin pneumonia (PCV dan PPSV23) dapat membantu melindungi dari beberapa jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin influenza juga dianjurkan karena flu dapat berkembang menjadi pneumonia.
- Menjaga kebersihan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin, dan sebelum makan.
- Berhenti merokok: Merokok merusak paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi.
- Menjaga daya tahan tubuh: Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur.
Hubungi Dokter Ini untuk Info Seputar Rontgen Paru
Jika kamu membutuhkan info terkait rontgen paru, kamu bisa bertanya pada dokter spesialis paru via Halodoc.
Dokter spesialis paru di Halodoc berpengalaman menangani berbagai gangguan pada paru maupun memberikan informasi seputar kesehatan paru.
Berikut beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:
- dr. Made Agustya Darma Putra Wesnawa, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Udayana (2014) dan Universitas Airlangga (2021). Saat ini berpraktik di Badung, Bali, anggota PDPI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Ayudiah Puspita Mayasari, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2012) dan Universitas Lambung Mangkurat (2021). Saat ini berpraktik di Banjarbaru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, anggota PDPI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Kornelis Aribowo, Sp.P: Dokter spesialis paru dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Andalas (2014, 2022). Saat ini berpraktik di Padang, Sumatera Barat, anggota PDPI, dan tersedia di Halodoc.
Dokter-dokter di atas siap memberikan info seputar rontgen paru dengan lebih akurat.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi pada dokter di mana saja dan kapan saja, tanpa harus keluar rumah.
Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2025. Pneumonia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Chest X-Ray.
Radiology Info. Diakses pada 2025. X-ray (Radiography) Chest.
FAQ
1. Apakah rontgen paru aman?
Rontgen paru menggunakan radiasi dosis rendah dan dianggap aman untuk sebagian besar orang. Namun, wanita hamil harus memberitahu dokter karena radiasi dapat berbahaya bagi janin.
2. Berapa lama hasil rontgen paru keluar?
Hasil rontgen paru biasanya tersedia dalam beberapa jam hingga satu hari. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan memberikan rencana perawatan yang sesuai.
3. Apakah rontgen paru bisa mendeteksi semua jenis pneumonia?
Rontgen paru sangat efektif dalam mendeteksi pneumonia bakteri dan pneumonia virus. Namun, beberapa jenis pneumonia atipikal mungkin sulit dideteksi dengan rontgen.


