
Ini Resep dan Cara Membuat Basreng Pedas dengan Bahan Sederhana
“Basreng menjadi salah satu makanan favorit anak muda karena rasanya yang pedas dan gurih. Camilan ini bisa kamu buat dengan mudah di rumah dengan bahan-bahan sederhana.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Basreng dan Sisi Kesehatannya
- Risiko Kesehatan Camilan Pedas Berminyak
- Cara Membuat Basreng Sehat di Rumah
- Tips Mengurangi Dampak Buruk Gorengan
- Kapan Harus Waspada?
- Studi Terkait
- FAQ
Basreng atau bakso goreng merupakan salah satu camilan khas Jawa Barat yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia. Perpaduan tekstur yang renyah di luar dan sedikit kenyal di dalam, ditambah dengan bumbu pedas yang melimpah, menjadikan basreng sebagai kudapan yang sulit untuk ditolak. Namun, di balik kelezatannya, ada aspek kesehatan yang perlu kamu perhatikan, terutama jika kamu sering membeli basreng kemasan atau yang dijual di pinggir jalan yang mungkin mengandung banyak penyedap rasa buatan (MSG) dan digoreng dengan minyak yang sudah digunakan berkali-kali.
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa camilan yang diproses secara berlebihan (ultra-processed food) dapat memberikan beban tambahan bagi sistem pencernaan dan kardiovaskular. Konsumsi natrium yang tinggi dari bumbu instan serta lemak trans dari minyak goreng dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika dilakukan secara jangka panjang. Oleh karena itu, mengetahui cara membuat basreng sendiri di rumah adalah langkah bijak untuk mengontrol kualitas bahan dan aspek nutrisinya.
Dengan membuat basreng sendiri, kamu bisa memilih jenis ikan yang berkualitas, menggunakan tepung tapioka tanpa pemutih, serta mengatur tingkat kepedasan dan penggunaan garam. Selain lebih higienis, basreng buatan rumah tentu lebih aman dikonsumsi oleh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Jika setelah mengonsumsi camilan pedas kamu merasa ada keluhan pada pencernaan atau tenggorokan, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Nah, mau tahu bagaimana cara membuat basreng yang lebih sehat namun tetap lezat? Berikut ulasannya!
Mengenal Basreng dan Sisi Kesehatannya
Basreng secara tradisional terbuat dari bakso ikan yang diiris tipis-tipis kemudian digoreng hingga garing. Ikan sebagai bahan baku utama sebenarnya merupakan sumber protein yang baik. Namun, dalam proses pembuatan bakso komersial, seringkali kandungan tepungnya jauh lebih banyak daripada ikannya. Hal ini membuat basreng menjadi sumber karbohidrat sederhana yang tinggi kalori tetapi rendah serat.
Selain faktor bahan baku, metode pengolahan dengan teknik deep frying (menggoreng dalam minyak banyak) secara signifikan meningkatkan kandungan lemak jenuh. Jika minyak yang digunakan adalah minyak jelantah yang sudah mengalami oksidasi, maka terdapat risiko terbentuknya radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Bagi kamu yang sedang menjaga berat badan atau memiliki riwayat kolesterol, frekuensi konsumsi basreng perlu dibatasi secara ketat.
Risiko Kesehatan Camilan Pedas Berminyak
Camilan pedas seperti basreng seringkali menggunakan bubuk cabai yang sangat kuat atau level kepedasan yang ekstrem. Capsaicin dalam cabai sebenarnya memiliki manfaat untuk metabolisme, namun jika dikonsumsi berlebihan, zat ini dapat mengiritasi lapisan dinding lambung (gastritis) dan menyebabkan asam lambung naik (GERD).
Gejala yang paling sering muncul setelah mengonsumsi basreng yang terlalu pedas antara lain nyeri ulu hati, perut kembung, hingga diare. Jika kamu membutuhkan penanganan awal untuk masalah pencernaan ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah dan cepat.
Dampak Konsumsi Camilan Berminyak Berlebih
- Meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
- Memicu peradangan pada tenggorokan (faringitis).
- Memperberat kerja sistem pencernaan dalam memecah lemak.
Cara Membuat Basreng Sehat di Rumah
Membuat basreng sendiri memungkinkan kamu untuk melakukan substitusi bahan yang lebih sehat. Berikut adalah langkah-langkah dan tips membuat basreng yang nikmat dan tetap aman bagi tubuh.
1. Pemilihan Bahan Baku
Gunakan ikan segar seperti ikan tenggiri atau kakap yang kaya akan asam lemak omega-3. Haluskan ikan dan campurkan dengan tepung tapioka secukupnya saja agar teksturnya tetap kenyal namun tinggi protein. Hindari penggunaan MSG berlebihan; sebagai gantinya, gunakan bawang putih bubuk, kaldu jamur non-MSG, dan sedikit merica putih untuk memperkuat rasa alami ikan.
2. Proses Pengirisan
Setelah adonan bakso dikukus hingga matang, dinginkan terlebih dahulu. Iris bakso setipis mungkin. Semakin tipis irisan, semakin cepat proses penggorengan sehingga bakso tidak menyerap terlalu banyak minyak. Kamu juga bisa menjemur irisan bakso sebentar untuk mengurangi kadar air sebelum digoreng.
3. Teknik Menggoreng yang Benar
Gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun yang memiliki titik asap (smoke point) lebih stabil. Pastikan suhu minyak sudah cukup panas sebelum memasukkan bakso agar basreng langsung mengembang dan tidak terendam minyak terlalu lama. Segera tiriskan menggunakan tisu pengabsorbsi minyak (oil absorbent paper) untuk membuang kelebihan lemak.
4. Bumbu Pedas Alami
Daripada menggunakan bumbu tabur instan yang tinggi natrium dan pewarna buatan, buatlah bumbu pedas sendiri. Kamu bisa menyangrai cabai kering lalu menghaluskannya, kemudian dicampur dengan daun jeruk yang sudah digoreng kering dan diiris halus untuk memberikan aroma segar.
Tips Mengurangi Dampak Buruk Gorengan
Meskipun basreng buatan sendiri lebih sehat, sifatnya tetap merupakan makanan yang digoreng. Ada beberapa cara untuk menetralisir atau meminimalkan efek negatifnya bagi tubuh:
- Minum Air Putih yang Cukup: Membantu melancarkan metabolisme dan membersihkan sisa bumbu pedas di tenggorokan.
- Konsumsi Serat: Makanlah buah atau sayuran setelah ngemil basreng untuk mengikat lemak dalam sistem pencernaan.
- Gunakan Air Fryer: Jika memungkinkan, gunakan air fryer untuk mematangkan basreng. Cara ini dapat mengurangi penggunaan minyak hingga 80-90% namun tetap menghasilkan tekstur yang renyah.
Kapan Harus Waspada?
Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan pedas dan berminyak. Kamu harus mulai waspada jika setelah mengonsumsi basreng kamu mengalami gejala seperti nyeri perut yang hebat, mual muntah, atau perubahan pola buang air besar yang signifikan. Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan pada organ pencernaan seperti empedu atau lambung.
Selain itu, perhatikan juga kondisi tenggorokan. Minyak yang tidak berkualitas sering kali menyebabkan rasa “gatal” atau panas di tenggorokan yang bisa memicu batuk kering. Jika keluhan tidak membaik dalam 2-3 hari, segera konsultasikan kondisi kesehatan kamu agar tidak berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.
Studi Mengenai Konsumsi Makanan Olahan dan Gorengan
The British Medical Journal (BMJ) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
Studi tersebut menyoroti bahwa proses penggorengan pada suhu tinggi mengubah struktur kimia lemak menjadi lemak trans yang berbahaya bagi pembuluh darah. Hal ini memperkuat alasan mengapa camilan seperti basreng sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan diproses dengan cara yang lebih sehat di rumah.
FAQ
1. Apakah basreng aman dikonsumsi setiap hari?
Tidak disarankan mengonsumsi basreng setiap hari karena kandungan natrium dan lemaknya yang cukup tinggi, yang bisa memicu hipertensi dan kolesterol jika menumpuk.
2. Bagaimana cara menyimpan basreng agar tetap renyah tanpa pengawet?
Simpan basreng dalam wadah kedap udara setelah benar-benar dingin. Pastikan tidak ada uap air yang terperangkap agar tidak cepat mlempem atau berjamur.
3. Mengapa tenggorokan terasa sakit setelah makan basreng?
Hal ini biasanya disebabkan oleh minyak goreng yang sudah teroksidasi atau sisa bumbu pedas yang mengiritasi mukosa tenggorokan.
4. Apakah penderita maag boleh makan basreng?
Penderita maag sebaiknya menghindari basreng, terutama yang pedas, karena teksturnya yang keras dan sifat pedasnya dapat memicu luka pada lambung atau meningkatkan asam lambung.
Punya Keluhan Pencernaan atau Tenggorokan Setelah Makan Camilan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah ngemil basreng, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


