Ad Placeholder Image

Ini Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan Simpel

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

“Tempe mendoan menjadi salah satu makanan khas Indonesia. Terbuat dari tempe, kamu bisa membuat makanan ini di rumah untuk disajikan bagi keluarga.”

Ini Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan SimpelIni Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan Simpel

DAFTAR ISI


Bagi masyarakat Indonesia, tempe mendoan adalah salah satu camilan primadona yang sulit ditolak. Berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah, kata “mendoan” sendiri diambil dari bahasa ngapak “mendo” yang berarti setengah matang atau lembek. Tekstur unik inilah yang membedakannya dari tempe goreng biasa. Namun, di balik kelezatan dan tekstur kenyalnya, ada peran penting dari adonan tepung mendoan yang membalut tempe tersebut.

Banyak orang menyukai camilan ini karena rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari bahwa komposisi adonan tepung yang digunakan, ditambah dengan metode memasak deep frying (menggoreng dengan minyak banyak), dapat membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh. Meskipun bahan utamanya adalah tempe yang kaya akan protein nabati, cara pengolahan dan bahan pelapisnya bisa merombak profil nutrisinya secara drastis.

Kondisi ini menjadi penting untuk diperhatikan, terutama di tengah tingginya angka penyakit metabolik seperti obesitas, kolesterol tinggi, hingga diabetes di Indonesia. Kebiasaan ngemil gorengan bersalut tepung tebal setiap hari bisa menjadi bom waktu bagi kesehatan kardiovaskular. Oleh karena itu, memahami apa saja kandungan dalam tepung tersebut dan bagaimana efek sampingnya sangat penting untuk menjaga pola makan yang seimbang.

Nah, ingin tahu apa saja fakta kesehatan di balik adonan tepung mendoan dan bagaimana menyiasatinya agar tetap sehat? Berikut ulasan lengkapnya!

Membedah Komposisi Gizi Tepung Mendoan

Untuk memahami dampaknya bagi tubuh, kita harus membedah apa saja yang sebenarnya terkandung di dalam adonan tepung mendoan. Secara umum, adonan ini tidak hanya terdiri dari satu jenis tepung, melainkan campuran beberapa bahan yang masing-masing membawa karakteristik nutrisi tersendiri.

1. Tepung Terigu dan Tepung Beras

Bahan utama pelapis mendoan biasanya didominasi oleh tepung terigu dengan tambahan sedikit tepung beras. Tepung terigu memberikan struktur gluten yang membuat adonan bisa menempel dan kenyal, sementara tepung beras memberikan sedikit sensasi renyah di bagian pinggir. Sayangnya, kedua jenis tepung ini merupakan karbohidrat sederhana. Ketika masuk ke dalam tubuh, karbohidrat olahan (refined carbs) ini akan dengan cepat dipecah menjadi glukosa, yang dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

2. Bumbu Rempah: Sisi Positif Adonan

Di sisi lain, adonan ini juga mengandung berbagai rempah yang menyehatkan. Bawang putih, ketumbar, kencur, kunyit, dan irisan daun bawang adalah bumbu wajib yang memberikan cita rasa khas. Bawang putih mengandung senyawa allicin yang bersifat antibakteri dan baik untuk kesehatan jantung. Sementara itu, kunyit memiliki kurkumin yang merupakan agen anti-inflamasi alami. Daun bawang juga menyumbangkan sedikit serat dan vitamin K. Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar dalam satu porsi, rempah-rempah ini tetap memberikan manfaat antioksidan.

3. Minyak Goreng Terserap

Ini adalah komponen “tak kasat mata” yang sering dilupakan. Karena sifat tepung terigu yang seperti spons saat bertemu minyak panas, adonan tepung mendoan menyerap jumlah minyak yang sangat tinggi. Hal ini melipatgandakan jumlah kalori dari yang awalnya hanya sekitar 30-40 kalori per potong tempe murni, melonjak menjadi 80-120 kalori per potong tempe mendoan, di mana sebagian besar tambahan kalori tersebut berasal dari lemak jenuh.

Faktor Pemicu Lonjakan Kalori pada Gorengan
  1. Suhu minyak yang kurang panas: Membuat tepung menyerap minyak lebih lama dan lebih banyak.
  2. Penggunaan minyak berulang: Minyak yang dipakai berkali-kali mengandung lemak trans tinggi yang memicu kolesterol.
  3. Komposisi tepung terigu dominan: Gluten pada terigu memiliki daya ikat air dan minyak yang sangat tinggi dibandingkan tepung lain.

Risiko Kesehatan di Balik Nikmatnya Gorengan

Mengonsumsi satu atau dua potong tempe mendoan sesekali tentu bukan masalah besar bagi orang yang sehat. Namun, menjadikannya makanan harian bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang serius akibat tingginya asupan karbohidrat sederhana, sodium (dari garam dan penyedap), serta lemak trans.

1. Peningkatan Kolesterol dan Asam Lambung (GERD)

Lemak jenuh dan lemak trans yang terperangkap di dalam tepung mendoan sangat sulit dicerna oleh lambung. Makanan berlemak tinggi dapat mengendurkan katup esofagus bagian bawah, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (GERD). Gejala yang sering muncul adalah dada terasa panas (heartburn), mual, dan perut begah. Selain itu, penumpukan lemak trans ini perlahan-lahan akan meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Jika kamu sering merasakan gejala asam lambung naik atau keluhan nyeri dada yang mencurigakan setelah makan gorengan, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

2. Iritasi dan Radang Tenggorokan

Minyak jelantah atau minyak yang sudah digunakan berkali-kali untuk menggoreng mendoan akan menghasilkan zat akrolein. Senyawa inilah yang kerap memicu rasa gatal, kering, hingga peradangan pada tenggorokan setelah kamu makan gorengan. Dalam kondisi ringan, iritasi ini bisa memicu batuk kering. Apabila batuk atau radang tenggorokan mulai terasa mengganggu aktivitasmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, sehingga kamu bisa segera pulih tanpa harus keluar rumah.

3. Risiko Obesitas dan Resistensi Insulin

Tingginya karbohidrat dan lemak membuat tepung mendoan menjadi camilan padat kalori (calorie-dense). Lonjakan gula darah yang terus-menerus akibat karbohidrat sederhana dapat memicu resistensi insulin, yang merupakan gerbang menuju diabetes tipe 2. Selain itu, kalori berlebih yang tidak terbakar akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak viseral, yakni lemak berbahaya yang menumpuk di area perut dan menyelimuti organ dalam.

Tips dan Alternatif Sehat Membuat Mendoan

Kabar baiknya, kamu tidak harus benar-benar meninggalkan camilan favorit ini. Dengan sedikit modifikasi pada resep tepung mendoan dan cara memasaknya, kamu bisa menikmati hidangan yang jauh lebih sehat namun tetap lezat.

1. Modifikasi Jenis Tepung

Alih-alih menggunakan 100% tepung terigu biasa, cobalah menggantinya dengan tepung gandum utuh (whole wheat flour) atau mencampurnya dengan tepung oat (oat flour). Tepung jenis ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan kaya akan serat, sehingga membuatmu kenyang lebih lama dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Serat juga membantu mengikat sebagian kolesterol dalam saluran cerna.

2. Perbanyak Rempah dan Daun-daunan

Jadikan adonan tepung mendoanmu kaya akan zat gizi mikro. Tambahkan porsi daun bawang, seledri, atau bahkan irisan bayam ke dalam adonan. Gunakan bawang putih segar yang dihaluskan (bukan bubuk) untuk memaksimalkan kandungan allicin. Kurangi penggunaan garam dapur dan MSG, lalu gantikan rasa gurihnya dengan kaldu jamur alami atau kaldu ayam homemade.

3. Ubah Metode Memasak

Jika memungkinkan, beralihlah dari deep frying ke pan-fry (menggoreng dengan sangat sedikit minyak di wajan anti lengket) atau panggang adonan tempe mendoan menggunakan air fryer. Meskipun teksturnya mungkin sedikit berbeda dan tidak se-lembek mendoan tradisional yang terendam minyak, kamu memangkas lebih dari 60% asupan kalori dari lemak minyak goreng.

Studi Mengenai Dampak Makanan yang Digoreng

The BMJ (British Medical Journal) menerbitkan studi pada tahun 2019 yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara rutin berhubungan erat dengan tingginya risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada wanita pascamenopause.

Penelitian observasional ini memantau pola makan lebih dari 100.000 peserta selama beberapa dekade. Hasilnya menegaskan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi gorengan (termasuk yang berlapis tepung tinggi karbohidrat), semakin besar pembentukan plak di pembuluh darah jantung akibat penumpukan lemak trans dan oksidasi minyak, yang bisa memicu serangan jantung dan stroke. Hal ini relevan dengan kebiasaan ngemil mendoan sehari-hari.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Trans fat is double trouble for your heart health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Batasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (G4G1L5).
The BMJ. Diakses pada 2024. Association of fried food consumption with all cause, cardiovascular, and cancer mortality.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Carbohydrates and Blood Sugar.

FAQ

1. Apakah konsumsi tepung mendoan setiap hari berbahaya?

Ya, mengonsumsi gorengan berlapis tepung setiap hari bisa berbahaya karena asupan kalori berlebih, lemak jenuh dari minyak goreng, dan karbohidrat olahan yang memicu obesitas serta penyakit metabolik kronis.

2. Berapa perkiraan kalori dalam satu porsi tempe mendoan?

Satu potong tempe mendoan ukuran sedang yang digoreng dengan minyak banyak diperkirakan mengandung sekitar 80 hingga 120 kalori, di mana lebih dari separuhnya berasal dari minyak yang terserap ke dalam tepung.

3. Apakah tepung gandum bisa digunakan sebagai pengganti tepung terigu untuk mendoan?

Tentu bisa. Menggunakan tepung gandum utuh atau tepung oat akan memberikan asupan serat yang lebih tinggi dan indeks glikemik yang lebih rendah, meskipun tekstur mendoannya mungkin tidak sekenyal menggunakan tepung terigu biasa.

4. Kenapa tenggorokan sering sakit setelah makan gorengan bertepung?

Minyak yang digunakan untuk menggoreng, terutama minyak yang dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa aldehida dan akrolein yang mengiritasi lapisan mukosa kerongkongan, sehingga memicu rasa gatal, kering, hingga radang tenggorokan.