Ad Placeholder Image

Ini Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan Simpel

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

“Tempe mendoan menjadi salah satu makanan khas Indonesia. Terbuat dari tempe, kamu bisa membuat makanan ini di rumah untuk disajikan bagi keluarga.”

Ini Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan SimpelIni Resep dan Cara Membuat Tempe Mendoan yang Praktis dan Simpel

DAFTAR ISI


Mendoan tempe adalah salah satu kudapan paling ikonik di Indonesia, terutama berasal dari wilayah eks-Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Nama “mendoan” sendiri diambil dari bahasa Banyumasan “mendo” yang berarti setengah matang atau lembek. Berbeda dengan tempe goreng pada umumnya yang bertekstur garing dan renyah, mendoan dikenal karena teksturnya yang lembut, dibalut tepung tebal, dan digoreng dalam waktu singkat dalam minyak panas.

Secara medis, tempe sendiri merupakan makanan super (superfood) asli Indonesia yang kaya akan nutrisi. Sebagai hasil fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus oligosporus, tempe mengandung protein nabati yang tinggi, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Namun, cara pengolahannya dengan metode goreng rendam (deep frying) seperti pada mendoan membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan, terutama terkait asupan lemak jenuh dan kalori yang meningkat signifikan.

Penting bagi kamu untuk memahami bagaimana menyeimbangkan kenikmatan menyantap mendoan dengan upaya menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi gorengan secara berlebihan seringkali dikaitkan dengan risiko peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan masalah pencernaan. Oleh karena itu, edukasi mengenai porsi dan cara pengolahan yang lebih sehat menjadi kunci utama dalam menikmati kuliner tradisional ini tanpa membahayakan kondisi medis jangka panjang.

Nah, mau tahu apa saja ulasan mendalam mengenai aspek kesehatan dari mendoan tempe serta cara bijak mengonsumsinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Mendoan Tempe dan Kandungan Nutrisinya

Tempe yang digunakan untuk mendoan biasanya merupakan tempe khusus yang dicetak tipis-tipis dan dibungkus daun pisang. Dari sisi nutrisi, tempe adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Dalam 100 gram tempe mentah, terkandung sekitar 19-20 gram protein. Proses fermentasi pada tempe tidak hanya mengubah tekstur kedelai, tetapi juga meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailability) nutrisi di dalamnya. Fermentasi memecah asam fitat yang ada pada kedelai, sehingga mineral seperti kalsium, zat besi, dan zinc lebih mudah diserap oleh tubuh kamu.

Selain protein, tempe mengandung isoflavon, senyawa antioksidan yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Tempe juga merupakan salah satu sedikit sumber nabati yang mengandung vitamin B12, hasil dari aktivitas bakteri selama proses fermentasi. Kandungan serat pangan di dalamnya juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama.

Namun, ketika tempe ini diolah menjadi mendoan, profil nutrisinya berubah. Penambahan tepung terigu sebagai balutan meningkatkan kandungan karbohidrat secara drastis. Tepung terigu putih yang biasa digunakan memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi. Selain itu, penggunaan minyak goreng dalam jumlah banyak saat proses penggorengan menyumbang kalori yang sangat besar. Satu potong mendoan tempe bisa mengandung kalori dua hingga tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan tempe yang dikukus atau dibacem.

Efek Menggoreng Terhadap Kualitas Gizi Tempe

Proses penggorengan “mendo” atau setengah matang sebenarnya memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, waktu penggorengan yang singkat dapat meminimalkan kerusakan pada beberapa nutrisi yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin B tertentu. Namun, suhu minyak yang sangat panas (biasanya di atas 170-180 derajat Celsius) tetap memicu reaksi kimia pada minyak dan tepung.

Penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang dapat menghasilkan lemak trans dan senyawa akrilamida yang bersifat karsinogenik. Lemak jenuh dari minyak goreng yang terserap ke dalam pori-pori tepung mendoan adalah faktor utama yang perlu diwaspadai. Jika kamu memiliki riwayat dislipidemia atau kolesterol tinggi, konsumsi mendoan yang tidak terkontrol dapat memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Tekstur mendoan yang berminyak juga seringkali memicu kekambuhan pada penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) karena lemak memperlambat pengosongan lambung dan melemahkan otot katup kerongkongan bawah.

Waspadai Bahaya Gorengan Berlebih
  1. Meningkatkan risiko obesitas karena densitas kalori yang tinggi.
  2. Memicu peradangan kronis di dalam tubuh akibat radikal bebas dari minyak oksidasi.
  3. Memperberat kerja organ hati dalam memproses lemak jenuh.

Tips Sehat Mengonsumsi Mendoan Tempe

Kamu tidak perlu sepenuhnya menghindari mendoan jika sangat menyukainya. Kuncinya adalah pada modifikasi dan frekuensi. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membuat mendoan menjadi lebih ramah bagi tubuh:

1. Gunakan Minyak yang Lebih Stabil

Pilihlah minyak dengan titik asap (smoke point) tinggi dan kandungan lemak tak jenuh yang lebih baik, seperti minyak bekatul (rice bran oil) atau minyak kelapa dalam jumlah terbatas. Hindari menggunakan minyak goreng yang sudah berubah warna menjadi kecokelatan atau hitam.

2. Modifikasi Adonan Tepung

Campurkan tepung terigu dengan sedikit tepung gandum utuh atau tepung beras untuk meningkatkan kandungan serat. Tambahkan lebih banyak irisan daun bawang dan kucai ke dalam adonan. Daun bawang mengandung senyawa sulfur dan antioksidan yang baik untuk membantu metabolisme lemak.

3. Teknik Meniriskan Minyak

Setelah digoreng, pastikan mendoan ditiriskan dengan sempurna menggunakan kertas penyerap minyak (tissue dapur khusus makanan). Menghilangkan sisa minyak di permukaan dapat mengurangi asupan lemak secara signifikan.

4. Perhatikan Porsi dan Pendamping

Batasi konsumsi maksimal 1-2 potong dalam sekali makan. Seimbangkan dengan konsumsi sayuran hijau yang kaya serat untuk membantu mengikat lemak di saluran pencernaan. Hindari mengonsumsi mendoan bersama dengan sumber karbohidrat berat lainnya seperti nasi dalam porsi besar atau mie instan.

Jika setelah mengonsumsi gorengan kamu merasa tidak nyaman di area dada, perut begah, atau pusing yang tidak kunjung hilang, ada baiknya kamu segera melakukan pemeriksaan. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal yang tepat.

Selain konsultasi, menjaga ketersediaan suplemen atau vitamin untuk menunjang metabolisme lemak juga penting. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat praktis.

Studi Mengenai Nutrisi Tempe dan Kesehatan

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa protein kedelai dalam tempe secara signifikan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida dalam darah. Temuan ini menegaskan bahwa bahan dasar mendoan, yaitu tempe, sebenarnya memiliki manfaat kardiovaskular yang luar biasa jika dikonsumsi dengan cara yang benar.

Studi lain dalam Journal of Food Science and Technology menunjukkan bahwa proses fermentasi pada tempe meningkatkan aktivitas antioksidan hingga dua kali lipat dibandingkan kedelai rebus biasa. Hal ini membuat tempe menjadi agen pelindung sel yang efektif, asalkan tidak dirusak oleh penggunaan minyak goreng yang teroksidasi secara berlebihan.

Kesimpulan

Mendoan tempe tetap bisa menjadi bagian dari diet harian kamu selama prinsip moderasi diterapkan. Kelezatan tekstur mendoan memang menggoda, namun kesadaran akan dampak kesehatan dari cara pengolahannya harus tetap diutamakan. Dengan memilih bahan yang lebih berkualitas dan mengatur frekuensi konsumsi, kamu tetap bisa menikmati kearifan lokal ini tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.

Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional jika kamu memiliki kondisi kesehatan khusus seperti diabetes atau hipertensi yang memerlukan pengaturan diet ketat. Selain berkonsultasi dengan dokter, pastikan kamu selalu mendapatkan informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya.

FAQ

1. Apakah mendoan tempe mengandung kolesterol?

Secara alami, tempe tidak mengandung kolesterol karena berasal dari tumbuhan. Namun, proses penggorengan dengan minyak hewani atau minyak kelapa sawit yang dipanaskan berulang kali dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan memicu produksi kolesterol dalam tubuh.

2. Bolehkah penderita asam urat makan mendoan tempe?

Tempe mengandung purin dalam kadar sedang. Penderita asam urat masih boleh mengonsumsinya namun dalam jumlah terbatas. Yang lebih berbahaya justru kandungan lemak tinggi dari proses gorengannya yang dapat menghambat pembuangan asam urat melalui urin.

3. Mengapa mendoan tempe sering menyebabkan begah?

Rasa begah terjadi karena kandungan lemak yang tinggi pada mendoan memperlambat proses pencernaan di lambung. Selain itu, balutan tepung yang digoreng setengah matang kadang lebih sulit dicerna oleh sebagian orang yang memiliki pencernaan sensitif.

4. Apa alternatif pengolahan tempe yang lebih sehat dari mendoan?

Alternatif yang jauh lebih sehat adalah tempe bacem yang dikukus, tempe panggang, atau menggunakan air fryer jika ingin mendapatkan tekstur yang mirip gorengan namun dengan penggunaan minyak yang sangat minim (kurang dari satu sendok teh).


Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Tempe Kedelai Murni.
PubMed – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Health benefits of fermented soy products.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Straight Talk on Soy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fats: Know which to choose.

Punya Masalah Pencernaan atau Keluhan Kolesterol Setelah Makan Gorengan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut begah atau pusing setelah makan gorengan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.