
Ini Resep Empek Empek Khas Palembang yang Bikin Ketagihan
“Empek-empek merupakan olahan ikan khas Palembang yang rasanya enak dan bisa bikin ketagihan. Namun, kalori makanan satu ini cukup tinggi, jadi kamu perlu membatasi konsumsinya.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Kandungan Gizi Empek-empek
- Manfaat Ikan dalam Empek-empek bagi Kesehatan
- Waspada Bahaya Cuko Berlebih bagi Lambung
- Tips Memasak Empek-empek Lebih Sehat
- Resep Empek-empek Palembang Asli yang Sehat
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Siapa yang tidak mengenal empek-empek atau pempek? Makanan khas Palembang ini telah menjadi primadona kuliner di seluruh pelosok Indonesia. Terbuat dari campuran daging ikan yang dihaluskan dengan tepung tapioka atau sagu, pempek menawarkan perpaduan tekstur kenyal dan rasa gurih yang unik. Ditambah dengan siraman kuah cuko yang pedas, asam, dan manis, hidangan ini sering kali sulit untuk ditolak, baik sebagai camilan sore maupun makanan utama.
Meskipun lezat, banyak orang sering mempertanyakan sisi kesehatan dari mengonsumsi empek-empek. Sebagai makanan yang didominasi oleh karbohidrat dan sering kali disajikan dengan cara digoreng, penting bagi kita untuk memahami bagaimana komposisi nutrisinya memengaruhi tubuh. Selain itu, kuah cuko yang memiliki tingkat keasaman tinggi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti maag atau GERD.
Namun, jangan khawatir, empek-empek sebenarnya bisa menjadi sumber protein yang baik asalkan diolah dengan benar dan dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Dengan pemilihan bahan baku ikan yang segar dan pengurangan penggunaan minyak saat penyajian, kamu bisa menikmati kelezatan ini tanpa rasa bersalah yang berlebihan. Artikel ini akan membahas tuntas mengenai nilai gizi, risiko kesehatan, hingga tips menyajikan empek-empek yang lebih ramah bagi tubuh kamu.
Nah, mau tahu bagaimana cara membuat dan menikmati empek-empek dengan cara yang lebih sehat? Berikut ulasannya!
Mengenal Kandungan Gizi Empek-empek
Secara tradisional, empek-empek dibuat dari daging ikan (seperti ikan tenggiri, belida, atau gabus) dan tepung sagu. Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat berkualitas. Ikan mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perbaikan sel. Selain itu, ikan-ikan tertentu juga kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak.
Di sisi lain, tepung sagu atau tapioka merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi bagi tubuh. Namun, perlu dicatat bahwa tepung sagu memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi dengan serat dari sayuran, hal ini dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat. Dalam satu porsi pempek kapal selam goreng, rata-rata mengandung sekitar 300 hingga 500 kalori, tergantung pada ukuran dan jumlah minyak yang terserap saat penggorengan.
Manfaat Ikan dalam Empek-empek bagi Kesehatan
Ikan tenggiri, yang sering menjadi bahan utama empek-empek, mengandung mineral penting seperti fosfor dan kalsium. Fosfor berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, sementara kalsium mendukung fungsi saraf dan otot. Jika kamu menggunakan ikan gabus, kamu juga mendapatkan manfaat dari kandungan albuminnya yang tinggi, yang sangat baik untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi pembengkakan (edema).
Protein ikan juga dikenal lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia dibandingkan dengan protein dari daging merah. Ini menjadikan empek-empek pilihan yang lebih ringan di perut, asalkan tidak digoreng hingga terlalu garing yang dapat merusak struktur protein dan menambah beban lemak jenuh.
Tips Memilih Ikan untuk Pempek
- Gunakan ikan dalam keadaan segar untuk menghindari aroma amis yang tajam.
- Ikan tenggiri jenis pipih (tenggiri papan) biasanya menghasilkan tekstur pempek yang lebih kenyal alami.
- Ikan gabus bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis namun tetap bergizi tinggi.
Waspada Bahaya Cuko Berlebih bagi Lambung
Kuah cuko adalah jiwa dari hidangan empek-empek. Rasa asamnya berasal dari asam jawa atau cuka putih, sementara pedasnya berasal dari cabai rawit. Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, kombinasi asam dan pedas ini dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Jika kamu sering merasa perih di ulu hati setelah makan pempek, sebaiknya batasi konsumsi cuko atau buatlah cuko dengan tingkat kepedasan yang rendah.
Jika keluhan lambung muncul setelah makan makanan pedas dan asam, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan antasida atau pereda nyeri lambung yang sesuai. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai sebelum mengonsumsinya agar pengobatan efektif.
Tips Memasak Empek-empek Lebih Sehat
Banyak orang beranggapan bahwa empek-empek harus selalu digoreng. Padahal, ada beberapa cara lain untuk menyajikannya agar lebih rendah kalori:
- Direbus/Dikukus: Pempek yang baru matang setelah direbus sebenarnya sudah bisa langsung dimakan. Teksturnya sangat lembut dan rasa ikannya lebih menonjol tanpa tambahan lemak dari minyak goreng.
- Dipanggang (Pempek Tunu): Di Palembang, ada varian pempek panggang atau tunu. Pempek ini dimasak di atas bara api hingga mengembang dan harum. Ini adalah alternatif yang jauh lebih sehat karena tidak menggunakan minyak sama sekali.
- Air Fryer: Jika kamu tetap menginginkan tekstur garing di bagian luar, gunakan air fryer dengan sedikit semprotan minyak zaitun untuk mendapatkan sensasi goreng yang lebih sehat.
Resep Empek-empek Palembang Asli yang Sehat
Berikut adalah resep sederhana untuk membuat empek-empek lenjer dan kapal selam di rumah dengan bahan-bahan berkualitas.
1. Bahan-bahan yang Dibutuhkan
Siapkan 500 gram daging ikan tenggiri giling yang sudah dingin, 350-400 gram tepung sagu berkualitas, 250 ml air es, 2 sendok teh garam, dan 1 sendok teh penyedap rasa jamur (opsional). Untuk isian kapal selam, siapkan beberapa butir telur ayam.
2. Cara Membuat Adonan
Campur ikan giling dengan air es dan garam, aduk hingga adonan menjadi lengket seperti pasta. Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit, aduk perlahan (jangan diuleni terlalu kuat agar tidak keras). Bentuk adonan menjadi lonjong (lenjer) atau kantung untuk diisi telur (kapal selam). Rebus dalam air mendidih hingga mengapung, lalu angkat dan tiriskan.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengonsumsi empek-empek dalam batas wajar umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, jika setelah mengonsumsi hidangan ini kamu mengalami gejala seperti nyeri perut hebat, mual yang tidak kunjung reda, atau diare, sebaiknya segera waspada. Hal ini bisa jadi merupakan tanda intoleransi terhadap bahan tertentu, iritasi lambung akut, atau gangguan pencernaan lainnya.
Jangan menunda jika gejala terasa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis dini dan penanganan yang tepat tanpa harus keluar rumah.
Studi Mengenai Konsumsi Ikan dan Kesehatan
Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa asupan protein ikan secara rutin berkontribusi signifikan terhadap penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Studi ini menekankan bahwa metode pengolahan sangat menentukan hasil akhirnya.
Ikan yang dikukus atau direbus mempertahankan lebih banyak nutrisi dibandingkan dengan yang digoreng pada suhu tinggi. Dalam konteks empek-empek, hal ini memperkuat alasan mengapa pempek rebus atau panggang merupakan pilihan yang jauh lebih baik untuk kesehatan jangka panjang dibandingkan versi gorengnya.
Sebagai penutup, empek-empek adalah warisan kuliner yang tidak hanya lezat tapi juga memiliki nilai gizi yang bisa diandalkan. Kuncinya terletak pada moderasi dan teknik pengolahan. Dengan mengurangi porsi gorengan dan menjaga asupan kuah cuko yang asam, kamu tetap bisa menikmati kelezatan khas Palembang ini sambil menjaga kesehatan tubuh.
Punya Keluhan Lambung setelah Makan Pedas? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa perut perih atau mual setelah makan empek-empek yang pedas, tapi bingung apa penyebab pastinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Kandungan Gizi Ikan dan Manfaatnya.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary Fats: Know Which to Choose.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Fish: Friend or Foe?.
Journal of Nutrition and Metabolism. Diakses pada 2026. Glycemic Index of Sago and Its Impact on Health.
FAQ
1. Apakah empek-empek aman untuk penderita asam lambung?
Empek-empek sendiri aman, namun kuah cuko yang asam dan pedas dapat memicu gejala asam lambung. Sebaiknya konsumsi dalam porsi kecil atau encerkan kuah cukonya.
2. Apa jenis ikan terbaik untuk membuat empek-empek sehat?
Ikan tenggiri dan ikan gabus adalah pilihan terbaik karena tinggi protein, rendah lemak jenuh, dan mengandung albumin yang baik untuk kesehatan.
3. Bolehkah anak kecil makan empek-empek?
Boleh, namun pastikan pempek dipotong kecil-kecil agar tidak tersedak karena teksturnya kenyal, dan hindari memberikan cuko yang terlalu pedas.
4. Bagaimana cara menyimpan empek-empek agar tahan lama tanpa pengawet?
Setelah direbus dan dingin, lumuri pempek dengan sedikit minyak sayur agar tidak lengket, lalu simpan dalam wadah kedap udara di dalam freezer.


