Advertisement

Ini Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   08 Desember 2025

Gigi geraham bungsu umumnya mulai tumbuh antara usia 17 hingga 25 tahun.

Ini Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu TumbuhIni Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh

DAFTAR ISI


Gigi bungsu, atau gigi geraham ketiga, adalah gigi terakhir yang tumbuh pada rahang. Seringkali, ruang di rahang tidak cukup untuk gigi ini tumbuh dengan benar, sehingga menimbulkan masalah. Kondisi ini dikenal sebagai impaksi gigi bungsu.

Salah satu tanda paling umum adalah rasa nyeri atau ngilu di bagian belakang mulut, terutama saat mengunyah makanan. 

Selain itu, gigi bungsu yang tumbuh sebagian bisa membuat sisa makanan mudah tersangkut, menyebabkan bau mulut atau rasa tidak nyaman. 

Jika dibiarkan, ini bisa meningkatkan risiko infeksi atau peradangan pada gusi. Nah, langkah apa saja yang harus dilakukan ketika gigi geraham bungsu mulai tumbuh? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Kapan Gigi Geraham Bungsu Tumbuh?

Gigi geraham bungsu biasanya mulai tumbuh antara usia 17 hingga 25 tahun, masa yang sering disebut sebagai “usia kebijaksanaan” karena menandai transisi menuju kedewasaan. 

Namun, waktu tumbuhnya bisa berbeda-beda untuk setiap orang, ada yang muncul lebih awal, lebih lambat, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. 

Menurut American Dental Association (ADA), gigi ini biasanya terletak di bagian paling belakang rahang dan bisa muncul sebagian atau sepenuhnya.

Berikut adalah tahapan umum pertumbuhan gigi geraham bungsu:

  • Usia 17–18 tahun

Gigi bungsu mulai berkembang di bawah gusi, meskipun sering kali belum terlihat atau menimbulkan gejala. 

Ini adalah fase awal ketika gigi bersiap untuk erupsi ke permukaan.

  • Usia 18–21 tahun

Gigi bungsu mulai muncul ke permukaan gusi. 

Pada tahap ini, sebagian orang mungkin mulai merasakan nyeri ringan, tekanan, atau ketidaknyamanan, terutama jika ruang di rahang terbatas.

  • Usia 21–25 tahun

Gigi bungsu biasanya sudah muncul lebih jelas atau tumbuh sepenuhnya. 

Namun, ada kemungkinan gigi hanya tumbuh sebagian, atau bahkan tetap terpendam jika terhalang oleh gigi lain atau struktur rahang.

  • Setelah usia 25 tahun

Jika gigi bungsu tidak muncul hingga usia ini, kemungkinan besar pertumbuhannya terhambat atau tidak akan tumbuh sama sekali. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh keterbatasan ruang atau karena kondisi bawaan di mana gigi bungsu memang tidak terbentuk (agenesis).

Penyebab Gigi Bungsu Tumbuh Tidak Normal

Gigi bungsu tumbuh tidak normal atau impaksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Kurangnya ruang di rahang: Rahang yang terlalu kecil tidak memberikan cukup ruang bagi gigi bungsu untuk tumbuh dengan benar.
  • Posisi gigi yang salah: Gigi bungsu mungkin tumbuh miring, horizontal, atau berputar, sehingga menghalangi gigi lain.
  • Faktor genetik: Keturunan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi bungsu.

Kenali Tanda-Tanda Gigi Geraham Bungsu Tumbuh

Proses pertumbuhan gigi geraham bungsu dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan masalah kesehatan mulut jika tidak ditangani dengan tepat. 

Inilah tanda-tanda gigi bungsu tumbuh yang perlu kamu ketahui:

1. Nyeri di belakang mulut

Rasa sakit atau nyeri di area belakang mulut, tepatnya di belakang gigi geraham kedua, sering menjadi tanda awal pertumbuhan gigi bungsu. 

Nyeri ini bisa terasa tumpul hingga tajam dan kadang menjalar ke area rahang, telinga, atau kepala. 

Rasa sakit biasanya muncul saat gigi mulai menekan jaringan gusi atau tumbuh miring, dan intensitasnya bisa bertambah saat kamu mengunyah makanan keras atau membuka mulut lebar. 

2. Pembengkakan dan kemerahan pada gusi

Ketika gigi bungsu mulai tumbuh, gusi di sekitarnya bisa membengkak, terasa nyeri, dan tampak kemerahan. 

Pembengkakan ini terjadi karena peradangan saat gigi berusaha menembus permukaan gusi. 

Jika tidak segera ditangani, pembengkakan bisa makin parah dan menyebabkan infeksi yang disebut perikoronitis.

3. Munculnya bercak putih pada gusi

Saat gigi bungsu mulai muncul ke permukaan, kamu mungkin melihat bercak putih kecil di area yang bengkak. 

Bercak ini sebenarnya adalah bagian atas gigi yang mulai menembus gusi. 

Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan, terutama saat makan atau menyikat gigi, karena gusi yang terbuka rentan terhadap infeksi dan iritasi. 

4. Kesulitan membuka mulut

Pembengkakan dan rasa sakit akibat pertumbuhan gigi bungsu bisa membuat kamu kesulitan membuka mulut dengan lebar. 

Kondisi ini terjadi karena jaringan di sekitar gigi meradang, menyebabkan rasa kaku atau tegang pada rahang. 

Dalam beberapa kasus, jika terjadi infeksi atau impaksi, gerakan rahang bisa jadi lebih terbatas dan terasa sangat menyakitkan. 

5. Bau mulut tidak sedap

Ketika gigi bungsu tumbuh sebagian atau terhalang, sisa makanan dan bakteri bisa mudah terperangkap di sekitar gusi.

Akumulasi bakteri ini bisa menyebabkan bau mulut tak sedap, bahkan meningkatkan risiko infeksi atau pembusukan gigi. 

Jika area ini sulit dibersihkan, plak dan karang gigi bisa terbentuk, memperparah kondisi kesehatan mulut secara keseluruhan.

Apabila kamu merasakan tanda-tanda di atas, jangan ragu buat segera konsultasi ke dokter gigi, ya. 

Penanganan lebih awal bisa mencegah komplikasi seperti infeksi, impaksi, atau kerusakan gigi sebelahnya, sehingga kesehatan mulut kamu tetap terjaga.

Apa Kata Riset?

Penelitian yang dirilis oleh Cochrane Database of Systematic Reviews membahas masalah umum pada gigi bungsu bawah yang sering menyebabkan nyeri, bengkak, sulit membuka mulut (trismus), hingga infeksi serius yang bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani. 

Pencabutan gigi bungsu menjadi prosedur yang sering dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyebaran infeksi. 

Namun, tindakan ini juga bisa menyebabkan efek samping seperti nyeri, bengkak, infeksi, dry socket, dan cedera saraf trigeminal. 

Dengan memahami teknik yang paling efektif, diharapkan prosedur pencabutan gigi bungsu bisa menjadi lebih aman dan nyaman bagi pasien. 

Selain itu, peneliti juga menekankan untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter gigi agar bisa memilih prosedur yang paling sesuai dan memantau pemulihan dengan baik. 

Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Jika tidak ditangani, gigi bungsu yang tumbuh tidak normal dapat menyebabkan komplikasi:

  • Infeksi: Gigi bungsu yang terimpaksi dapat menyebabkan infeksi bakteri pada gusi dan jaringan sekitarnya (perikoronitis).
  • Kerusakan gigi lain: Gigi bungsu dapat mendorong gigi geraham lainnya, menyebabkan kerusakan atau perubahan posisi.
  • Kista: Dalam kasus yang jarang terjadi, kista dapat terbentuk di sekitar gigi bungsu yang terimpaksi.
  • Nyeri kronis: Sakit gigi bungsu bisa berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Masalah Gigi Bungsu?

Diagnosis masalah gigi bungsu biasanya melibatkan:

  • Pemeriksaan visual: Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan gusi.
  • Rontgen gigi (Panoramic X-ray): Rontgen membantu melihat posisi gigi bungsu dan kondisi tulang rahang.

Cara Mengobati Nyeri Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Rasa sakit saat gigi geraham bungsu tumbuh bisa disebabkan oleh pertumbuhan gigi yang miring, menekan gusi, atau bahkan terjebak di dalam tulang rahang (impaksi). 

Supaya kamu lebih nyaman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri ini, di antaranya:

1. Kompres dingin

Mengompres area pipi yang bengkak dengan es batu yang dibungkus kain bisa membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri. 

Suhu dingin akan membuat pembuluh darah menyempit, sehingga mengurangi aliran darah ke area yang bengkak dan mengurangi rasa sakit. 

Kamu bisa mengompres selama 15–20 menit, lalu istirahatkan, dan ulangi sesuai kebutuhan.

2. Berkumur air garam hangat

Berkumur dengan air garam hangat bisa membantu membersihkan area mulut dari bakteri dan meredakan peradangan ringan. 

Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, lalu kumur-kumur perlahan selama 30 detik sebelum dibuang. 

Cara ini juga membantu mempercepat penyembuhan jika ada luka atau iritasi pada gusi. 

3. Menggunakan obat pereda nyeri

Obat anti nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau paracetamol, bisa membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan. 

Pastikan mengonsumsi obat sesuai dosis yang dianjurkan, ya! Kalau rasa sakit tak kunjung reda atau justru memburuk, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

4. Aplikasikan gel atau obat topikal

Terdapat banyak gel anestesi yang bisa dioleskan langsung ke area gusi yang sakit. 

Gel tersebut mengandung bahan seperti benzocaine yang bekerja dengan cara membuat area tersebut mati rasa untuk sementara waktu. 

Namun, penggunaan gel ini sebaiknya sesuai petunjuk dokter atau apoteker agar tetap aman.

5. Konsultasi dokter untuk evaluasi dan pencabutan gigi

Jika nyeri tak kunjung hilang, apalagi disertai infeksi atau kesulitan membuka mulut, penting untuk segera ke dokter gigi. 

Dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin termasuk rontgen, untuk melihat posisi gigi. 

Jika gigi bungsu tumbuh miring atau terjebak, dokter bisa menyarankan tindakan pencabutan agar nyeri tidak berulang dan kesehatan mulut tetap terjaga. 

Tips Mencegah Masalah pada Gigi Bungsu

Meskipun tidak semua masalah gigi bungsu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Jaga kebersihan mulut: Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride dan gunakan benang gigi setiap hari.
  • Periksa gigi secara rutin: Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi.
  • Pola makan sehat: Batasi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Nah, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter gigi melalui Halodoc untuk evaluasi dan pemeriksaan yang lebih akurat.

Mereka telah berpengalaman dan memiliki ulasan positif, sehingga mampu memberikan diagnosis maupun prosedur perawatan yang menyesuaikan kondisimu.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Bailey E, et al. Diakses pada 2025. Surgical techniques for the removal of mandibular wisdom teeth.
Rocky Mountain Periodontal Specialists. Diakses pada 2025. 5 Signs that Your Wisdom Teeth Are Coming In.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Wisdom Teeth.