Ad Placeholder Image

Ini Tips Menemani Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah agar Tidak Rewel

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA 06 Juli 2026

Hari pertama masuk sekolah bisa menjadi pengalaman yang menegangkan bagi anak. Dengan persiapan yang tepat dan pendampingan orang tua, anak dapat beradaptasi lebih mudah dan merasa nyaman di lingkungan barunya.

Ini Tips Menemani Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah agar Tidak RewelIni Tips Menemani Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah agar Tidak Rewel

DAFTAR ISI


Hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting bagi anak maupun orang tua. Bagi sebagian anak, memasuki lingkungan baru, bertemu guru, dan berpisah sementara dengan orang tua bisa menimbulkan rasa takut, cemas, atau bahkan membuat mereka menangis.

Reaksi tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar, terutama pada anak yang baru pertama kali bersekolah atau berpindah ke sekolah baru. Namun, dengan persiapan yang tepat, orang tua dapat membantu anak merasa lebih tenang sehingga proses adaptasi berjalan lebih lancar.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar anak lebih siap menghadapi hari pertamanya di sekolah.

Mengapa Anak Sering Rewel di Hari Pertama Sekolah?

Tidak semua anak dapat langsung merasa nyaman di lingkungan baru.

Beberapa alasan yang membuat anak menjadi rewel pada hari pertama sekolah antara lain:

  • Belum terbiasa berpisah dengan orang tua.
  • Merasa takut bertemu orang baru.
  • Cemas menghadapi rutinitas yang berbeda.
  • Belum mengenal lingkungan sekolah.
  • Kurang tidur atau merasa lelah.

Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak.


Apakah Anak ADHD Bisa Sekolah Umum? Ya, dengan Dukungan Yuk, Baca Selengkapnya

Tips Menemani Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

1. Ceritakan Hal-Hal Menyenangkan tentang Sekolah

Beberapa hari sebelum sekolah dimulai, ajak anak mengobrol tentang kegiatan yang akan mereka lakukan di sekolah.

Misalnya, bermain bersama teman baru, bernyanyi, menggambar, atau mendengarkan cerita dari guru.

Hindari menggunakan kalimat yang membuat anak merasa takut, seperti “Kalau nakal nanti dimarahi guru.”

Sebaliknya, gunakan kata-kata yang positif agar anak memiliki gambaran yang menyenangkan tentang sekolah.

2. Kunjungi Sekolah Sebelum Hari Pertama

Jika memungkinkan, ajak anak melihat lingkungan sekolah sebelum hari pertama masuk.

Perkenalkan ruang kelas, halaman bermain, atau area lain yang nantinya akan mereka gunakan.

Cara ini dapat membantu anak merasa lebih familiar sehingga kecemasannya berkurang saat hari pertama tiba.

3. Siapkan Perlengkapan Sekolah Bersama

Libatkan anak saat menyiapkan tas, seragam, sepatu, botol minum, maupun alat tulis.

Biarkan mereka memilih atau menyusun perlengkapannya sendiri sesuai usia.

Aktivitas sederhana ini dapat meningkatkan antusiasme sekaligus membantu anak merasa memiliki tanggung jawab terhadap kebutuhannya.

4. Pastikan Anak Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat membuat anak lebih mudah rewel, sulit berkonsentrasi, dan cepat lelah.

Beberapa hari sebelum sekolah dimulai, biasakan kembali jam tidur agar sesuai dengan jadwal sekolah.

Dengan tubuh yang segar, anak akan lebih siap menjalani aktivitas di hari pertamanya.

5. Berikan Sarapan Bergizi

Jangan biarkan anak berangkat sekolah dengan perut kosong.

Sarapan dapat membantu menjaga energi, meningkatkan konsentrasi, dan membuat suasana hati anak lebih baik.

Pilih menu bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serta buah atau sayuran.

6. Datang Lebih Awal

Usahakan tiba di sekolah 15–30 menit sebelum kegiatan dimulai.

Datang lebih awal memberi kesempatan bagi anak untuk mengenal suasana sekolah secara perlahan tanpa terburu-buru.

Anak juga memiliki waktu untuk berinteraksi dengan guru maupun teman-teman sebelum kegiatan belajar dimulai.

7. Berpamitan dengan Tenang

Saat tiba waktunya berpisah, sampaikan salam perpisahan dengan singkat dan hangat.

Hindari diam-diam meninggalkan anak tanpa berpamitan karena hal tersebut justru dapat membuat mereka kehilangan rasa percaya.

Katakan bahwa kamu akan kembali menjemputnya setelah sekolah selesai, lalu tepati janji tersebut.

8. Jangan Menunjukkan Rasa Cemas Berlebihan

Anak sering kali menangkap emosi orang tuanya.

Apabila orang tua terlihat sangat khawatir atau sedih, anak dapat ikut merasa tidak aman.

Cobalah tetap tenang, tersenyum, dan tunjukkan bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

9. Berikan Apresiasi Setelah Pulang Sekolah

Setelah anak selesai sekolah, tanyakan pengalaman mereka dengan pertanyaan terbuka, seperti:

  • “Hari ini bermain apa?”
  • “Siapa teman baru yang kamu kenal?”
  • “Apa kegiatan yang paling kamu sukai?”

Berikan pujian atas keberanian mereka menjalani hari pertama, meskipun sebelumnya sempat menangis atau merasa takut.

Berikut Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah: Panduan Lengkap!

Hal yang Sebaiknya Dihindari Orang Tua

Agar proses adaptasi berjalan lebih baik, hindari beberapa hal berikut:

  • Menakut-nakuti anak dengan guru atau sekolah.
  • Membandingkan anak dengan teman atau saudaranya.
  • Memarahi anak karena menangis.
  • Menjanjikan hadiah berlebihan agar anak mau sekolah.
  • Berlama-lama berpamitan hingga membuat anak semakin sulit berpisah.

Sikap orang tua yang tenang dan konsisten akan membantu anak belajar bahwa sekolah merupakan lingkungan yang aman.

Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?

Menangis atau rewel selama beberapa hari pertama sekolah merupakan hal yang normal.

Namun, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau dokter apabila anak:

  • Terus menolak sekolah selama beberapa minggu.
  • Mengalami kecemasan yang sangat berat setiap akan berangkat sekolah.
  • Mengeluh sakit perut, sakit kepala, atau mual tanpa penyebab medis yang jelas setiap hari sekolah.
  • Mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan.
  • Menarik diri dari aktivitas atau tampak sangat murung.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kecemasan berpisah (separation anxiety) atau masalah emosional lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kesimpulan

Hari pertama masuk sekolah merupakan masa adaptasi yang wajar bagi anak. Orang tua dapat membantu proses tersebut dengan mempersiapkan anak sejak beberapa hari sebelumnya, menjaga rutinitas tidur, memberikan sarapan bergizi, datang lebih awal, serta berpamitan dengan tenang. Dengan dukungan dan kesabaran orang tua, anak akan lebih mudah merasa nyaman, percaya diri, dan menikmati pengalaman belajar di sekolah.

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!

Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!

Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Referensi:
HealthyChildren.org. Diakses pada 2026. Starting School: Helping Your Child Adjust.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Child Development.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Preparing Your Child for School.
Raising Children Network. Diakses pada 2026. Starting School: Helping Children Settle In.
UNICEF. Diakses pada 2026. Early Childhood Development and Learning.