• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Dimaksud dengan Penggunaan Darurat Vaksin

Ini yang Dimaksud dengan Penggunaan Darurat Vaksin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini yang Dimaksud dengan Penggunaan Darurat Vaksin

Halodoc, Jakarta – Vaksin corona di seluruh dunia sudah mulai didistribusikan. Namun, jumlahnya masih terbatas dan mungkin tidak semua orang bisa langsung mendapatkan vaksin ini. Beberapa jenis vaksin lain pun masih dalam tahap uji klinis untuk melihat tingkat efektivitasnya dalam melawan virus corona. Maka dari itu, perlu ada izin penggunaan darurat vaksin COVID-19. Apa itu? 

Izin penggunaan darurat vaksin alias Emergency Use Authorization (EUA) dibutuhkan untuk melanggengkan atau memberi izin penggunaan vaksin tertentu. Dalam hal ini, vaksin corona membutuhkan izin khusus untuk digunakan pada kalangan tertentu, biasanya kelompok orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus, misalnya tenaga kesehatan. 

Baca juga: Tiba di Indonesia, Vaksin Corona Sinovac Disimpan di Bandung

Izin Penggunaan Darurat Vaksin di Indonesia

Emergency use authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat berarti izin yang dikeluarkan terkait penggunaan vaksin COVID-19. Izin ini digunakan untuk mendeteksi, mencegah, atau mengobati penyakit dalam keadaan darurat. Nah, artinya izin ini cukup penting dan bisa digunakan untuk memberikan izin penggunaan vaksin pada kelompok yang membutuhkan dan rentan. 

Hingga saat ini, perusahaan pembuat vaksin sedang berusaha mengajukan izin penggunaan darurat vaksin. Salah satunya perusahan pembuat vaksin COVID-19 asal Amerika Serikat, Pfizer. UEA untuk vaksin ini disebut sedang diajukan untuk digunakan di negara India. Jika disetujui, nantinya India akan menjadi negara pertama yang melakukan vaksinasi corona.

Di Indonesia sendiri, izin penggunaan darurat vaksin juga sedang dikaji. Melansir CNN Indonesia, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, mengaku UEA vaksin bisa diberikan dengan syarat tertentu, salah satunya catatan uji klinis vaksin dari negara lain atau negara pembuat vaksin. Jadi, penggunaan darurat vaksin tidak selalu harus melalui fase uji klinis lebih dulu di Indonesia.

Baca juga: Ketahui 6 Vaksin Corona yang Akan Digunakan di Indonesia

Beberapa vaksin corona mungkin sudah mendapat data uji klinis dari otoritas negara lain atau tim peneliti vaksin. Nah, pada kondisi itu, BPOM hanya perlu melakukan kajian ulang terkait kelayakan dan penggunaannya di Indonesia. Hasil dan data yang sudah didapat akan menjadi bahan pertimbangan BPOM dalam menentukan kelayakan dan dasar dalam mengeluarkan UEA. 

Dalam pengembangannya, vaksin corona harus melewati beberapa fase uji klinis sampai akhirnya dinyatakan layak pakai. Namun, karena angka penularan dan kematian karena virus corona masih saja meningkat, beberapa vaksin yang memiliki hasil uji coba cukup efektif sudah mulai didistribusikan dan diajukan syarat penggunaan daruratnya. 

Baca juga: Ini Tahapan Pengujian dan Perkembangan Global Vaksin Corona

Perbarui informasi seputar vaksin corona dengan membaca artikel di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menggunakan Halodoc untuk berbicara dengan dokter dan menyampaikan masalah kesehatan melalui Video/Voice Call atau Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2020. Pfizer has sought emergency approval for COVID-19 vaccine in India - government adviser.
Green Light. Diakses pada 2020. EUA 101: WHAT IS EMERGENCY USE AUTHORIZATION AND HOW CAN MY DEVICE GET AUTHORIZED?
CNN Indonesia. Diakses pada 2020. BPOM: Izin Pakai Darurat Vaksin Tak Mesti Uji Klinis di RI.