• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 3 Jenis Autisme yang Bisa Serang Anak

Inilah 3 Jenis Autisme yang Bisa Serang Anak

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Memiliki anak dengan kondisi autisme atau autism spectrum disorder memerlukan perhatian khusus. Autisme adalah salah satu gangguan pada perkembangan otak yang memberikan dampak pada kemampuan pengidap autisme untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Inilah Ciri Autisme pada Balita 0-3 Tahun

Ibu, penting untuk mewaspadai kondisi autisme pada anak sedini mungkin. Nyatanya terdapat berbagai pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi autisme. Berbagai metode dilakukan agar pengidap autisme dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan baik. Ibu, sebaiknya ketahui beberapa jenis autisme yang dapat menyerang anak, di antaranya:

1. Sindrom Rett

Sindrom Rett adalah salah satu kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan otak anak. Gejala yang muncul biasanya saat anak menginjak usia 1 hingga 1,5 tahun. Gangguan tumbuh kembang terlihat pada kemampuan berbicara anak yang terlambat hingga alami gangguan bergerak. Umumnya, gejala yang muncul pada pengidap sindrom Rett dianggap sebagai autisme atau keterlambatan perkembangan non-spesifik. Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, seperti terapi bahasa, terapi okupasi, dan fisioterapi.

2. Gangguan Disintegratif Anak

Gangguan disintegratif anak, dikenal juga sebagai sindrom Heller adalah salah satu gangguan ketika tumbuh kembang anak berjalan normal hingga anak berusia 3-4 tahun. Namun pada bulan berikutnya, anak kehilangan kemampuan, seperti aspek bahasa, sosial, motorik, dan mental. Sindrom Heller berhubungan langsung dengan sistem saraf otak. Pengobatan untuk mengatasi kondisi ini umumnya dilakukan dengan terapi perilaku untuk mengajarkan kembali kemampuan anak yang perlahan menurun.

3. Sindrom Asperger

Sindrom ini umumnya menyerang anak-anak dan bertahan hingga anak beranjak dewasa. Pengidap Asperger memiliki kecerdasan yang baik dan pandai dalam berbahasa, namun terlihat kesulitan ketika akan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang disekitarnya. Gejala terlihat seperti kesulitan berinteraksi, tidak ekspresif, kurang peka terhadap lingkungan, obsesif, repetitif, kurang menyukai perubahan, adanya gangguan motorik dan gangguan fisik.

Baca juga: Pengidap Autisme Lebih Rentan Bunuh Diri, Benarkah?

Ibu, Dampingi Anak Pengidap Autisme

Banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk memberikan dukungan dan pendampingan terhadap anak dengan kondisi autisme. Pemahaman yang tepat dan dukungan yang diberikan tentu orangtua dan anak dapat memiliki hidup yang lebih baik.

Tidak ada salahnya untuk berdiskusi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc atau mengunjungi rumah sakit terdekat untuk mengetahui informasi mengenai perawatan anak dengan autisme. Melakukan perencanaan pengobatan yang tepat untuk anak bisa dilakukan agar kemampuan sosial, adaptasi dan bahasa anak semakin meningkat.

Buatlah jadwal kegiatan yang dapat diikuti anak dengan baik. Biasakan anak dengan terapi atau pengobatan yang dilakukan secara rutin dan terencana. Kondisi ini akan membuat anak merasa nyaman dengan kegiatan yang akan dilakukan.

Baca juga: Vaksin Sebabkan Autisme? Ini Faktanya

Hindari memaksa anak saat terapi atau berkomunikasi dalam sehari-hari. Kesulitan berbahasa terkadang membuat orangtua dan anak sulit berkomunikasi, sebaiknya gunakan bahasa verbal melalui gerakan tubuh, menunjuk benda atau menggunakan bahasa isyarat yang mudah dimengerti oleh anak.

Anak autisme umumnya cenderung meniru perilaku yang dilihat, jadi hindari perilaku kasar atau kebiasaan yang kurang baik. Jangan ragu untuk minta dukungan dari keluarga atau kerabat terdekat agar pengobatan yang dijalani anak dapat berjalan dengan maksimal.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Asperger’s Syndrome
Web MD. Diakses pada 2019. What Is Childhood Disintegrative Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Autism Spectrum Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rett Syndrome