Ad Placeholder Image

Inilah Beberapa Makanan untuk Mengatasi Keputihan

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG 21 Agustus 2026

Ada beberapa makanan yang dipercaya dapat membantu mengatasi keputihan. Beberapa di antaranya adalah pisang, sayuran hijau, hingga buah pepaya.

Inilah Beberapa Makanan untuk Mengatasi KeputihanInilah Beberapa Makanan untuk Mengatasi Keputihan

DAFTAR ISI


Keputihan adalah hal yang sangat normal dan merupakan cara alami tubuh wanita untuk membersihkan serta melindungi area kewanitaan dari infeksi. Lendir yang diproduksi oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim akan membawa sel-sel mati dan bakteri keluar, sehingga vagina tetap bersih. Dalam kondisi normal, keputihan biasanya berwarna bening atau putih susu, serta tidak memiliki bau yang menyengat.

Namun, keputihan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan jika jumlahnya sangat banyak, berubah warna (menjadi kuning, hijau, atau keabu-abuan), berbau amis atau busuk, serta disertai rasa gatal dan perih. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal di vagina, infeksi jamur (seperti Candida albicans), atau vaginosis bakterialis.

Tahukah kamu bahwa apa yang kamu konsumsi setiap hari dapat memengaruhi keseimbangan pH vagina? Beberapa jenis makanan dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri jahat yang memicu keputihan abnormal. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan nutrisi. Jika kamu mengalami gejala yang sangat mengganggu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter spesialis melalui Halodoc guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Di sisi lain, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan secara mandiri, kamu bisa dengan mudah mencari suplemen, vitamin, atau sabun kewanitaan yang aman. Kamu bisa langsung beli obat online di Halodoc dengan produk yang dijamin 100% asli dan diantar langsung ke rumahmu.

Nah, mau tahu apa saja makanan penyebab keputihan yang sebaiknya dibatasi? Berikut ulasannya secara medis!

Makanan Penyebab Keputihan yang Harus Dibatasi

Makanan yang kita konsumsi memiliki dampak langsung pada mikrobioma tubuh, termasuk di area vagina. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang dapat memicu atau memperburuk kondisi keputihan:

1. Makanan Tinggi Gula Pasir (Gula Tambahan)

Gula adalah “makanan” utama bagi jamur Candida albicans, penyebab paling umum dari infeksi jamur vagina (kandidiasis vulvovaginal). Mengonsumsi makanan manis seperti permen, kue, es krim, dan minuman bersoda secara berlebihan dapat melonjakkan kadar gula darah. Kondisi ini mengubah pH alami vagina dan menciptakan lingkungan yang lembap serta manis, yang sangat ideal bagi ragi atau jamur untuk berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan keputihan menggumpal serta gatal.

2. Karbohidrat Olahan (Refined Carbohydrates)

Makanan seperti roti putih, pasta, nasi putih dalam porsi berlebih, dan makanan berbahan dasar tepung terigu dapat bertindak sama seperti gula di dalam tubuh. Karbohidrat olahan ini dengan cepat dipecah menjadi glukosa, yang pada akhirnya memicu lonjakan gula darah dan insulin. Hal ini tidak hanya memicu peradangan dalam tubuh, tetapi juga merusak keseimbangan bakteri baik (Lactobacillus) di vagina yang bertugas menjaga pH tetap asam.

3. Minuman Beralkohol

Alkohol dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak. Sistem imun yang lemah membuat tubuh sulit melawan pertumbuhan berlebih dari bakteri jahat dan jamur. Selain itu, banyak minuman beralkohol (seperti bir dan wine) mengandung ragi dan gula yang tinggi, yang secara langsung dapat memicu infeksi ragi penyebab keputihan abnormal.

4. Makanan Olahan dan Cepat Saji (Junk Food)

Makanan olahan seperti sosis, nugget, dan makanan cepat saji umumnya mengandung tinggi lemak trans, natrium, dan pengawet buatan, namun sangat rendah serat. Makanan jenis ini dapat mengganggu kesehatan usus (gut microbiome). Secara medis, kesehatan flora usus sangat berkaitan erat dengan kesehatan mikrobioma vagina. Jika usus dipenuhi bakteri jahat akibat konsumsi junk food, risiko terjadinya keputihan abnormal akan meningkat.

5. Daging Merah Berlemak dan Jeroan

Konsumsi daging merah yang berlemak tinggi secara berlebihan dapat meningkatkan suhu tubuh dan memicu keringat berlebih, termasuk di area selangkangan. Kondisi area kewanitaan yang terlalu hangat dan lembap adalah tempat favorit bagi jamur untuk berkembang. Selain itu, daging merah dapat memicu reaksi inflamasi (peradangan) di dalam tubuh jika tidak diimbangi dengan sayuran kaya serat, yang berujung pada penurunan respon imun dalam melawan infeksi vagina.

6. Susu dan Produk Olahannya (Dairy Products)

Bagi sebagian wanita yang memiliki sensitivitas terhadap hormon buatan pada sapi perah atau intoleransi laktosa, konsumsi produk susu (seperti keju, mentega, dan susu sapi) dalam jumlah berlebih dapat memicu peradangan. Beberapa literatur medis menyebutkan bahwa susu dalam jumlah besar dapat mengiritasi sistem kekebalan tubuh pada individu tertentu, memicu produksi lendir berlebih, termasuk lendir serviks yang berujung pada keputihan.

Makanan Alami untuk Mencegah Keputihan

Selain menghindari makanan penyebab keputihan di atas, kamu juga sangat disarankan untuk memasukkan nutrisi pencegah infeksi ke dalam diet harianmu. Berikut adalah pilihannya:

1. Makanan Kaya Probiotik (Yogurt Tanpa Gula)

Probiotik, khususnya bakteri Lactobacillus acidophilus, adalah kunci utama kesehatan vagina. Mengonsumsi yogurt alami tanpa pemanis tambahan, kefir, atau tempe dapat membantu mengisi kembali populasi bakteri baik di usus dan vagina, sehingga menjaga pH tetap asam dan mencegah jamur berkembang biak.

2. Bawang Putih (Garlic)

Secara farmakologis, bawang putih mengandung senyawa aktif bernama allicin. Allicin memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang sangat kuat. Memasukkan bawang putih mentah atau matang ke dalam makanan sehari-hari dapat membantu tubuh melawan infeksi ragi secara alami.

3. Buah Kaya Vitamin C

Jeruk, kiwi, stroberi, dan jambu biji sangat kaya akan Vitamin C. Sebagai antioksidan alami, vitamin C meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Dengan imunitas yang kuat, tubuh dapat membasmi infeksi bakteri atau jamur di area kewanitaan sebelum menimbulkan gejala keputihan gatal.

Studi Mengenai Pengaruh Gula Terhadap Kesehatan Vagina

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa asupan tinggi sukrosa (gula) berbanding lurus dengan kejadian Vulvovaginal Candidiasis (infeksi jamur vagina) pada populasi wanita.

Studi ini menegaskan bahwa mengurangi asupan gula sederhana dapat menurunkan risiko kekambuhan keputihan abnormal secara drastis. Diet rendah karbohidrat dan gula terbukti dapat menurunkan pelekatan sel jamur Candida pada dinding epitel vagina.

Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Keputihan Abnormal

Jika butuh informasi seputar pengobatan keputihan yang abnormal, kamu bisa menghubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc.

Dokter spesialis obgyn di Halodoc sudah berpengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan saran terkait masalah yang kamu alami.

Mereka juga telah menerima ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang sudah mereka tangani.

Berikut ini daftar rekomendasinya:

1. dr. Lucia Leonie Sp.OG

Dokter Lucia Leonie Sp.OG adalah seorang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha pada 2011 dan Universitas Hasanuddin pada 2017. 

Saat ini, dr. Lucia Leonie Sp.OG berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, dan tergabung sebagai tergabung sebagai anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR DV00000058866267.

Memiliki pengalaman selama 16 tahun, dr. Lucia Leonie Sp.OG dapat kamu percayai dalam memberikan tips seputar keputihan abnormal, menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin. 

Chat dr. Lucia Leonie Sp.OG mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.

2. dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG

Dokter Cahyawati Arisusilo Sp.OG telah memperoleh gelar dokternya dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2008 dan 2017. 

Kini, ia membuka praktik di Jember, Jawa Timur dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR 3521301423097455.

Berbekal pengalaman 19 tahun, dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG siap menjawab pertanyaan kamu seputar keputihan abnormal, menstruasi, keputihan, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.

Chat dr. Cahyawati Arisusilo Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.

3. dr. Effendy Gunawan Sp.OG

Rekomendasi selanjutnya adalah Effendy Gunawan Sp.OG. Ia memperoleh gelar dokternya dari Universitas Kristen Maranatha pada 2008 dan mendapatkan gelar spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Sam Ratulangi pada 2018.

Saat ini, ia berpraktik di Tangerang, Banten dan juga terdaftar sebagai anggota Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dengan nomor STR YA00000258868669.

Memiliki pengalaman 19 tahun, dr. Effendy Gunawan Sp.OG mampu menjawab pertanyaan kamu seputar keputihan abnormal, menstruasi, kesuburan, program hamil, keluarga berencana, kesehatan kandungan, kehamilan berisiko tinggi dan penyakit kelamin.

Chat dr. Effendy Gunawan Sp.OG Mulai dari Rp59.000,- di Halodoc.

Jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tak perlu khawatir.

Sebab kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc atau berkonsultasi dengan dokter lainnya.

Tunggu apa lagi? Yuk pakai Halodoc sekarang!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Vaginal Discharge.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Yeast Infection.
NCBI. Diakses pada 2023. Diet and Vulvovaginal Candidiasis: A Review.
Kemenkes RI. Diakses pada 2023. Kenali Keputihan yang Tidak Normal.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2023. The microbiome and vaginal health.

FAQ

1. Apakah benar makanan manis adalah makanan penyebab keputihan?

Ya, makanan manis yang tinggi gula tambahan adalah penyebab utama keputihan abnormal. Gula berlebih dalam darah akan meningkatkan glikogen di area vagina yang merupakan sumber makanan utama bagi jamur Candida penyebab infeksi.

2. Kapan saya harus periksa ke dokter jika mengalami keputihan?

Kamu harus segera berkonsultasi ke dokter jika keputihan berubah warna menjadi kekuningan atau hijau, berbau amis atau busuk, disertai rasa gatal yang parah, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan intim.

3. Apakah makan nanas atau timun memicu keputihan?

Mitos. Buah nanas dan timun justru mengandung banyak air, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Tidak ada bukti medis yang mengaitkan nanas atau timun secara langsung sebagai penyebab keputihan abnormal. Masalah keputihan lebih didominasi oleh asupan gula dan kebersihan area V.

4. Minuman apa yang bagus untuk mengurangi keputihan?

Memperbanyak minum air putih sangat dianjurkan untuk membilas racun dan bakteri dari dalam tubuh. Selain itu, minuman probiotik tanpa pemanis tambahan seperti kefir, kombucha, atau yogurt cair tanpa gula sangat baik untuk menyeimbangkan pH alami vagina.