Ad Placeholder Image

Inilah yang Dimaksud Lordosis dan Jenis-Jenisnya

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

“Lordosis adalah kelainan pada tulang punggung bagian bawah yang melengkung berlebihan. Masalah ini menjadi salah satu kelainan pada tulang belakang yang bisa terjadi pada siapa saja.”

Inilah yang Dimaksud Lordosis dan Jenis-JenisnyaInilah yang Dimaksud Lordosis dan Jenis-Jenisnya

DAFTAR ISI


Tulang belakang manusia pada dasarnya tidak benar-benar lurus bak penggaris. Jika dilihat dari samping, tulang belakang memiliki kurva atau lengkungan alami yang berfungsi untuk menopang beban tubuh, menjaga keseimbangan, serta meredam guncangan saat kita berjalan, melompat, atau berlari. Namun, ketika lengkungan ini terlalu ekstrem atau berlebihan, hal tersebut bisa mengindikasikan adanya kelainan postur. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan lordosis agar kamu bisa mengenali gejalanya sedini mungkin.

Secara medis, lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang bagian bawah (lumbal) atau bagian leher (servikal) melengkung ke dalam secara berlebihan. Lengkungan yang terlalu dalam ini membuat bokong tampak lebih menonjol ke belakang dan perut tampak condong ke depan. Meskipun beberapa tingkat lengkungan adalah hal yang normal dan sehat, lengkungan yang terlalu tajam dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, menyebabkan rasa sakit, kekakuan, hingga gangguan mobilitas.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan, hingga orang dewasa dan lansia. Memahami akar masalah dan mengenali gejala awalnya sangatlah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti saraf terjepit (HNP) atau kerusakan sendi tulang belakang kronis. Pendekatan medis yang tepat waktu dapat mengembalikan kualitas hidup penderita secara signifikan.

Bila kamu atau anggota keluargamu mulai mengeluhkan sakit punggung bawah yang tak kunjung reda dan postur tubuh yang tampak berubah, ulasan lengkap mengenai kelainan tulang belakang lordosis berikut ini patut untuk disimak.

Memahami Anatomi Tulang Belakang

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kelainan ini, ada baiknya kita memahami bagaimana struktur tulang belakang bekerja. Tulang belakang (kolumna vertebralis) terdiri dari susunan tulang kecil yang disebut vertebra. Secara umum, tulang belakang dibagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu servikal (leher), torakal (punggung tengah/atas), dan lumbal (punggung bawah).

Lengkungan ke dalam pada daerah servikal dan lumbal disebut sebagai lengkungan lordotik, sedangkan lengkungan ke luar pada daerah torakal disebut sebagai lengkungan kifotik. Keselarasan ketiga lengkungan ini membentuk huruf “S” yang lembut. Lordosis sebagai kondisi kelainan (juga dikenal sebagai hiperlordosis) terjadi ketika sudut lengkungan lordotik di leher atau punggung bawah melampaui batas anatomis normal, sehingga menggeser pusat gravitasi tubuh dan memaksa otot-otot di sekitarnya bekerja lebih keras dan memicu ketegangan otot persisten.

Jenis-jenis Lordosis

Berdasarkan letaknya, kondisi medis ini umumnya dibedakan menjadi dua jenis utama yang memiliki karakteristik masing-masing:

1. Lordosis Servikal (Leher)

Pada kondisi normal, tulang leher memiliki bentuk lengkungan seperti huruf C yang lebar ke arah dalam. Fungsinya adalah untuk menopang berat kepala yang cukup berat. Pada kasus lordosis servikal abnormal, lengkungan ini bisa hilang (menjadi lurus), melengkung ke arah yang berlawanan (kifosis servikal), atau melengkung terlalu jauh ke dalam. Hal ini sering kali dipicu oleh postur tubuh yang buruk, misalnya terlalu sering menunduk saat menatap layar gawai (text neck syndrome), trauma, atau degenerasi bantalan sendi tulang leher seiring bertambahnya usia.

2. Lordosis Lumbal (Punggung Bawah)

Ini adalah jenis yang paling umum terjadi. Tulang belakang bagian bawah difungsikan untuk menahan sebagian besar beban tubuh kita. Ketika seseorang mengalami hiperlordosis lumbal, panggul mereka akan miring ke depan secara ekstrem (anterior pelvic tilt). Saat penderita berbaring telentang di permukaan yang datar, akan terlihat ruang kosong (celah) yang cukup besar di bawah punggung bawah mereka. Celah ini tidak akan hilang meskipun penderita sudah berusaha menekan punggungnya ke lantai.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
  1. Obesitas: Kelebihan berat badan, terutama di area perut, akan menarik panggul ke depan.
  2. Kehamilan: Beban janin di perut memicu lengkungan tulang belakang bawah menebal secara alami.
  3. Kurang olahraga: Otot inti (core muscles) yang lemah tidak mampu menopang tulang belakang dengan baik.
  4. Postur kerja yang buruk: Duduk terlalu lama tanpa penyangga punggung (lumbar support) yang memadai.

Penyebab Utama Lordosis

Kelainan lengkungan tulang belakang ini jarang muncul tanpa alasan. Ada serangkaian kondisi medis dan faktor gaya hidup yang menjadi penyumbang utama, di antaranya adalah:

1. Spondylolisthesis
Ini adalah kondisi kelainan tulang belakang di mana salah satu ruas tulang bergeser dari posisi normalnya dan menonjol ke tulang di bawahnya. Pergeseran ini sering terjadi di area lumbal bagian bawah dan dapat mengubah kelengkungan alami punggung, memicu terjadinya hiperlordosis serta menekan saraf tulang belakang.

2. Postur Tubuh yang Buruk (Postural Lordosis)
Ini merupakan penyebab paling umum yang bisa dicegah. Duduk membungkuk di depan komputer berjam-jam, berdiri dengan membebani satu kaki, atau kebiasaan mengangkat beban dengan teknik yang salah menyebabkan ketidakseimbangan otot. Otot fleksor pinggul menjadi tegang dan memendek, sementara otot perut dan gluteus menjadi lemah. Ketidakseimbangan ini menarik panggul ke depan.

3. Akondroplasia
Akondroplasia adalah gangguan pertumbuhan tulang yang diwariskan secara genetik, yang merupakan penyebab paling umum dari dwarfisme (tubuh kerdil). Orang dengan kondisi ini sering kali mengalami kelainan postur bawaan, termasuk kelengkungan tulang punggung bawah yang berlebihan.

4. Osteoporosis
Penyakit pengeroposan tulang menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya dan menjadi rapuh. Meskipun osteoporosis lebih sering dikaitkan dengan kifosis (punggung bungkuk), pengeroposan pada ruas tulang belakang bagian bawah juga dapat mengubah struktur anatomis tulang dan memaksa pembentukan kurva lordotik yang lebih ekstrem untuk menyeimbangkan tubuh.

5. Kondisi Neuromuskular
Beberapa kelainan saraf dan otot juga memengaruhi postur tulang belakang. Misalnya, distrofi otot (kelemahan otot progresif) dan cerebral palsy (kelumpuhan otak). Otot-otot yang tidak berfungsi dengan sinkron tidak bisa menjaga stabilitas ruas tulang punggung.

Tanda dan Gejala Lordosis

Gejala yang muncul sangat bergantung pada seberapa parah lengkungan yang terjadi. Pada banyak kasus ringan, seseorang mungkin tidak merasakan gejala rasa sakit sama sekali dan hanya menyadari adanya perubahan postur tubuh. Namun, pada kasus yang lebih serius, beberapa tanda klinis berikut kerap muncul:

  • Nyeri otot parah di leher atau punggung bagian bawah. Nyeri ini sering kali terasa seperti pegal yang mendalam atau kram.
  • Kesulitan dan keterbatasan saat mencoba menggerakkan leher atau punggung bawah ke arah tertentu.
  • Spasme otot tulang belakang, di mana otot menegang secara tiba-tiba.
  • Munculnya celah atau ruang yang lebar antara punggung bawah dan lantai saat berbaring telentang.
  • Perubahan visual pada postur tubuh: perut tampak maju dan bokong tampak terdorong jauh ke belakang (postur mirip “bebek”).

Apabila kurva lengkungan sudah menekan saraf tulang belakang (kompresi saraf), penderita bisa mengalami gejala neurologis yang lebih mengkhawatirkan. Gejala ini termasuk rasa kebas (mati rasa), kesemutan yang menjalar ke bokong atau kaki, nyeri tajam seperti tersetrum (linu panggul/sciatica), kesulitan mengontrol buang air kecil dan buang air besar, serta kelemahan pada tungkai bawah. Jika ini terjadi, segera konsultasi dokter untuk mendapatkan penanganan segera guna mencegah kerusakan saraf permanen.

Cara Mendiagnosis Lordosis

Untuk memastikan diagnosis medis, dokter ortopedi akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik secara komprehensif. Dokter biasanya akan meminta pasien untuk membungkuk ke depan dan ke samping, guna mengecek fleksibilitas rentang gerak dan melihat apakah lengkungan punggung kembali normal saat pasien membungkuk (jika kembali normal, lordosis biasanya bersifat fleksibel dan penanganannya lebih mudah).

Selain pemeriksaan fisik, tes pencitraan medis sangat diperlukan untuk melihat struktur tulang dari dalam tubuh secara pasti:

  • Rontgen (Sinar-X): Tes ini digunakan untuk melihat susunan tulang belakang, mendeteksi kelainan tulang, dan mengukur sudut lengkungan (biasanya disebut sudut Cobb). Pemeriksaan Rontgen akan dilakukan dari berbagai sudut, termasuk dari depan dan samping.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau CT Scan: Jika dokter mencurigai adanya masalah pada jaringan lunak di sekitar tulang, seperti kerusakan diskus (bantalan sendi) atau ada saraf yang terjepit, pemindaian MRI atau CT Scan akan direkomendasikan karena memberikan gambaran yang jauh lebih detail.
  • Pemindaian Tulang (Bone Scan): Pada kasus tertentu di mana dicurigai adanya infeksi, retak tulang halus (fraktur stres), atau tumor, tes ini mungkin diperlukan.

Pilihan Penanganan dan Pengobatan

Tidak semua kasus kelengkungan tulang punggung ini membutuhkan tindakan medis. Apabila lengkungan masih fleksibel dan tidak menimbulkan rasa nyeri ekstrem, biasanya pasien hanya diminta untuk memperbaiki postur tubuh. Namun, jika nyeri terasa sangat mengganggu dan aktivitas harian terhambat, pendekatan klinis akan diambil.

1. Perawatan Konservatif (Tanpa Operasi)

Pada sebagian besar kasus, lini pertama pengobatan berfokus pada pendekatan tanpa operasi. Ini meliputi pemberian obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen atau meloxicam) untuk meredakan inflamasi sendi dan nyeri otot. Selain itu, fisioterapi merupakan tulang punggung dari pengobatan konservatif.

Fisioterapis akan merancang program latihan khusus untuk memperkuat otot panggul, otot perut (core), dan otot punggung. Latihan sederhana seperti pelvic tilt, yoga modifikasi, dan peregangan hamstring akan membantu menstabilkan panggul dan mengembalikan postur secara bertahap. Pada anak-anak atau remaja yang sedang tumbuh, penggunaan back brace (penyangga punggung) medis mungkin direkomendasikan untuk mencegah lengkungan semakin memburuk.

2. Penurunan Berat Badan

Bagi pasien yang mengalami obesitas, mengurangi berat badan sangat krusial. Perut yang besar memberi beban tarikan ekstra ke bagian depan tubuh, memaksa punggung bawah untuk melengkung demi menjaga keseimbangan. Diet sehat yang diawasi oleh ahli gizi sangat dianjurkan.

3. Tindakan Pembedahan (Operasi)

Operasi merupakan langkah terakhir yang hanya dipertimbangkan jika kondisi tersebut bersifat kaku (rigid), terus memburuk seiring berjalannya waktu, melibatkan gangguan fungsi saraf yang parah, atau tidak merespons terhadap terapi obat maupun fisioterapi. Jenis prosedur yang sering dilakukan adalah operasi fusi tulang belakang (Spinal Fusion).

Dalam operasi fusi tulang, dokter bedah akan meluruskan ruas-ruas tulang punggung yang bermasalah dan menggabungkannya secara permanen menggunakan sekrup, pelat logam, atau cangkok tulang (bone graft). Hal ini bertujuan untuk menghentikan pergerakan abnormal pada segmen tersebut dan menghilangkan tekanan pada saraf. Meskipun masa pemulihannya bisa memakan waktu berbulan-bulan, operasi terbukti efektif mengobati kelainan postur berat.

Tips Menjaga Postur Tulang Belakang di Tempat Kerja
  1. Pastikan kursi kerjamu memiliki penopang lumbal (lumbar support) yang sesuai dengan lengkungan punggung.
  2. Usahakan posisi layar komputer sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-menerus menunduk.
  3. Letakkan telapak kaki mendatar di lantai, jangan sering menyilangkan kaki.
  4. Berdirilah dan lakukan peregangan ringan setiap 1 jam sekali.

Studi Terkait Mengenai Postur Tulang Belakang

Journal of Physical Therapy Science menerbitkan studi pada tahun 2017 yang menjelaskan bahwa kelemahan pada otot fleksor panggul dan perut secara langsung berkontribusi pada peningkatan sudut lordosis lumbal. Studi ini menguji efektivitas program latihan stabilitas inti (core stability exercise).

Hasilnya, responden yang secara rutin melakukan latihan penguatan otot inti menunjukkan penurunan tingkat keparahan lengkungan lumbal dan penurunan skor nyeri secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa intervensi fisioterapi merupakan metode yang sangat efektif untuk mengatasi kelainan postur postural tanpa harus melalui jalur operasi pembedahan yang berisiko tinggi.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Lordosis (swayback): Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Lordosis: Diagnosis, Causes, Treatment & Prevention.
Healthline. Diakses pada 2024. What Is Lordosis?
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Postural effects on lumbar lordosis.

FAQ

1. Apakah postur membungkuk bisa menyebabkan lordosis?

Tidak secara langsung. Membungkuk (terutama punggung atas) umumnya menyebabkan kifosis. Namun, tubuh manusia selalu berusaha mencari keseimbangan. Ketika punggung atas membungkuk, punggung bawah secara refleks akan semakin melengkung ke dalam untuk menyeimbangkan berat tubuh, sehingga memicu terjadinya lordosis lumbal sekunder.

2. Apakah kondisi kelainan postur tulang ini bisa disembuhkan secara total?

Tergantung pada penyebab dasarnya. Jika penyebabnya hanya masalah postur (postural) ringan dan kelemahan otot, maka peregangan dan fisioterapi dapat menyembuhkannya dan mengembalikan susunan anatomis normal. Namun, jika kelainan disebabkan oleh penyakit bawaan atau kerusakan struktur tulang (seperti kelainan bawaan lahir), penanganannya difokuskan pada manajemen nyeri dan mencegah perburukan.

3. Olahraga apa yang harus dihindari oleh penderita hiperlordosis?

Penderita sebaiknya menghindari gerakan yang mengharuskan punggung bawah melenting tajam ke belakang secara paksa. Gerakan seperti backbends pada senam lantai, mengangkat beban berat dari posisi berdiri tanpa sabuk beban, atau olahraga dengan kontak fisik yang keras berpotensi memperparah tarikan di punggung bawah. Konsultasikan dengan dokter spesialis kedokteran olahraga sebelum memulai rutinitas latihan.

4. Kapan saya harus membawa anak ke dokter untuk masalah tulang belakang ini?

Segera kunjungi layanan kesehatan jika kamu menyadari ada cekungan sangat dalam di punggung bagian bawah anak, anak sering mengeluhkan pegal atau nyeri otot, postur jalannya terlihat tidak wajar, atau anak kesulitan menunduk. Deteksi dini pada masa kanak-kanak sangat efektif karena tulang mereka masih dalam fase pertumbuhan dan bisa dikoreksi dengan penyangga khusus.