Ad Placeholder Image

Injeksi Intracutan: Cek Alergi, Mantoux, hingga Vaksin

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Injeksi Intracutan: Cara Tepat Tes Kulit dan Vaksin

Injeksi Intracutan: Cek Alergi, Mantoux, hingga VaksinInjeksi Intracutan: Cek Alergi, Mantoux, hingga Vaksin

DAFTAR ISI


Injeksi intracutan, atau sering disebut sebagai injeksi intradermal (ID), adalah metode pemberian cairan atau obat dengan cara menyuntikkannya tepat ke dalam lapisan dermis kulit, yaitu lapisan di bawah epidermis. Berbeda dengan injeksi intramuskular yang menembus otot atau subkutan yang menyasar jaringan lemak, injeksi intracutan memiliki penetrasi yang sangat dangkal. Metode ini sangat krusial dalam dunia medis, terutama untuk prosedur diagnostik dan imunisasi tertentu.

Pentingnya prosedur ini terletak pada karakteristik lapisan dermis yang kaya akan pembuluh darah kapiler dan sel-sel imun (seperti sel Langerhans). Hal ini memungkinkan reaksi tubuh terhadap substansi yang disuntikkan dapat diamati secara langsung di permukaan kulit. Karena aliran darah di lapisan dermis cenderung lebih lambat dibandingkan di otot, penyerapan obat pun berlangsung secara bertahap, yang sangat ideal untuk pengujian sensitivitas tubuh terhadap alergen tertentu atau zat diagnostik lainnya.

Dalam praktik klinis, injeksi intracutan paling sering digunakan untuk melakukan skin test guna mendeteksi adanya alergi obat atau penyakit menular seperti tuberkulosis melalui tes Mantoux. Selain itu, pemberian vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis pada bayi juga menggunakan teknik serupa. Mengingat presisi yang dibutuhkan sangat tinggi, prosedur ini tidak boleh dilakukan secara mandiri dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional.

Jika kamu merasakan gejala yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut atau ingin memastikan kondisi kesehatanmu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan yang tepat dimulai dari diagnosis yang akurat melalui teknik medis yang benar.

Mengenal Injeksi Intracutan

Injeksi intracutan adalah teknik penyuntikan yang dilakukan pada sudut 5 hingga 15 derajat terhadap permukaan kulit. Tujuannya adalah menempatkan cairan di dalam lapisan dermis, yang terletak di antara epidermis (permukaan luar) dan hipodermis (jaringan subkutan). Dermis mengandung kolagen, serat elastis, dan yang paling penting untuk prosedur ini, sistem limfatik dan kapiler yang berperan dalam respons imun.

Volume cairan yang disuntikkan melalui rute ini biasanya sangat sedikit, berkisar antara 0,01 ml hingga 0,1 ml. Karena ruang di dalam dermis sangat terbatas, penyuntikan jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau rasa sakit yang hebat bagi pasien. Indikator keberhasilan teknik ini adalah terbentuknya “wheal” atau benjolan kecil menyerupai gigitan nyamuk di permukaan kulit segera setelah cairan disuntikkan.

Tujuan dan Kegunaan Prosedur

Ada beberapa alasan medis utama mengapa tenaga kesehatan memilih rute intracutan dibandingkan rute lainnya:

1. Uji Alergi (Skin Test)

Sebelum memberikan obat-obatan tertentu, terutama antibiotik golongan penisilin atau sefalosporin, dokter biasanya melakukan skin test. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah sistem imun pasien akan bereaksi secara berlebihan terhadap obat tersebut. Jika muncul kemerahan atau gatal yang ekstrem di lokasi suntikan dalam waktu singkat, maka pasien dianggap memiliki alergi terhadap obat tersebut.

2. Tes Mantoux (Uji Tuberkulin)

Tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis. Cairan yang disebut PPD (Purified Protein Derivative) disuntikkan secara intracutan, dan hasilnya dievaluasi setelah 48 hingga 72 jam berdasarkan diameter benjolan (indurasi) yang terbentuk.

3. Pemberian Vaksin

Beberapa jenis vaksin, seperti vaksin BCG (Bacille Calmette-Guérin) untuk tuberkulosis, wajib diberikan melalui rute intracutan agar efektif memicu respons imun yang diinginkan di dalam kulit.

4. Anestesi Lokal

Sebelum prosedur medis kecil di kulit, dokter mungkin menyuntikkan anestesi secara intracutan untuk mematirasakan area saraf di permukaan kulit agar pasien tidak merasa sakit saat dilakukan tindakan lebih lanjut.

Kapan Injeksi Intracutan Diperlukan?
  1. Sebelum pemberian antibiotik via injeksi untuk mencegah syok anafilaktik.
  2. Skrining rutin tuberkulosis pada kelompok berisiko tinggi atau anak-anak.
  3. Pemberian imunisasi dasar pada bayi baru lahir (Vaksin BCG).

Lokasi Penyuntikan yang Tepat

Pemilihan lokasi sangat penting untuk memudahkan observasi hasil. Lokasi yang paling umum meliputi:

  • Lengan bawah bagian dalam: Area ini biasanya memiliki pigmentasi yang lebih sedikit, rambut yang jarang, dan kulit yang tipis, sehingga perubahan warna atau pembengkakan setelah injeksi sangat mudah terlihat.
  • Punggung bagian atas: Biasanya digunakan untuk pengujian alergi yang melibatkan banyak jenis alergen sekaligus (patch test atau multi-test).
  • Lengan atas (deltoid): Sering digunakan untuk pemberian vaksin BCG.

Langkah-Langkah Prosedur Medis

Sebagai informasi edukasi, berikut adalah gambaran umum bagaimana tenaga kesehatan melakukan prosedur ini secara steril:

  1. Persiapan Alat: Menggunakan spuit khusus (biasanya spuit tuberkulin 1 ml) dengan jarum berukuran kecil (nomor 25-27) dan pendek.
  2. Desinfeksi: Area kulit dibersihkan dengan kapas alkohol secara sirkular dari arah dalam ke luar dan dibiarkan kering.
  3. Teknik Penyuntikan: Kulit diregangkan dengan tangan non-dominan, kemudian jarum dimasukkan dengan lubang jarum (bevel) menghadap ke atas pada sudut 5-15 derajat.
  4. Penyuntikan Cairan: Cairan dimasukkan perlahan hingga terbentuk benjolan (wheal). Jika benjolan tidak terbentuk, kemungkinan jarum masuk terlalu dalam ke jaringan subkutan.
  5. Pasca Injeksi: Jarum ditarik perlahan tanpa melakukan pemijatan (massage) pada area suntikan, karena pemijatan dapat menyebarkan zat ke jaringan yang lebih dalam dan mengacaukan hasil tes.

Untuk mendukung pemulihan atau menjaga daya tahan tubuh setelah prosedur medis, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai kebutuhan suplemen dan vitamin berkualitas.

Interpretasi Hasil dan Evaluasi

Evaluasi hasil tergantung pada tujuan tesnya. Pada skin test antibiotik, reaksi biasanya terlihat dalam 15-30 menit. Tanda positif berupa kemerahan (eritema) dan pembengkakan (edema) yang signifikan menandakan alergi.

Sedangkan pada Tes Mantoux, diameter indurasi (bagian yang mengeras, bukan sekadar merah) diukur secara melintang. Secara umum, indurasi berdiameter 10 mm atau lebih dianggap positif pada orang dengan risiko standar, sementara 5 mm sudah dianggap positif pada orang dengan imunodefisiensi seperti penderita HIV.

Studi Mengenai Injeksi Intracutan

The Journal of Clinical Investigation menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa rute intradermal atau intracutan sangat efektif untuk imunisasi karena dermis mengandung kepadatan sel dendritik yang tinggi. Sel-sel ini berperan sebagai sel penyaji antigen (APC) yang sangat efisien dalam memicu respons sel T dan sel B dibandingkan dengan rute intramuskular.

Temuan ini juga didukung oleh riset terkait vaksinasi flu dosis rendah, di mana teknik intracutan mampu menghasilkan tingkat antibodi yang serupa dengan dosis penuh pada rute intramuskular, namun dengan efisiensi penggunaan antigen yang lebih baik.

FAQ

1. Apakah injeksi intracutan terasa sakit?

Injeksi ini biasanya menimbulkan rasa perih sesaat karena cairan dimasukkan ke lapisan kulit yang padat akan ujung saraf sensorik, namun rasa sakitnya bersifat sementara.

2. Bolehkah saya menggaruk area bekas suntikan?

Sangat tidak disarankan. Menggaruk area tersebut dapat menyebabkan iritasi, peradangan, atau bahkan infeksi yang bisa mengaburkan hasil pembacaan tes medis.

3. Mengapa tidak boleh ada darah yang keluar saat suntik intracutan?

Sebenarnya sedikit bercak darah masih normal, namun jika darah keluar terlalu banyak, kemungkinan jarum menusuk pembuluh darah dan cairan obat tidak tetap berada di lapisan dermis.

4. Berapa lama benjolan bekas suntikan akan hilang?

Pada penyuntikan cairan diagnostik biasa, benjolan kecil (wheal) umumnya akan terserap oleh tubuh dan hilang dalam waktu beberapa jam hingga satu hari.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah melakukan prosedur medis atau butuh informasi lebih lanjut tentang tes kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika gejala atau keluhan kesehatanmu berlanjut setelah tindakan medis, segera hubungi tenaga kesehatan profesional. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Immunization, Vaccines and Biologicals: Intradermal Delivery.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Testing for TB Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Allergy skin tests.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.