
Internist: Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Ini Tugasnya
Internist adalah dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki peran vital dalam menangani berbagai masalah kesehatan orang dewasa dan lansia.

DAFTAR ISI
- Kapan Harus Pergi ke Internist?
- Penyakit yang Ditangani Internist
- 11 Bidang Subspesialisasi Penyakit Dalam di Indonesia
- Prosedur yang Dilakukan Internist
- Perbedaan Internist dengan Dokter Spesialis Lain
- Bagaimana Mencari Internist yang Tepat?
- Rekomendasi Dokter Internist di Halodoc
Internist adalah dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) yang fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit pada orang dewasa dan lansia. Mereka memiliki keahlian khusus dalam menangani penyakit yang memengaruhi organ dalam tubuh.
Internist sering disebut sebagai “dokternya dokter” karena keahlian mereka dalam diagnosis penyakit yang kompleks dan penanganan berbagai kondisi medis yang saling berkaitan. Mereka memberikan perawatan yang komprehensif, baik untuk masalah kesehatan akut maupun kronis.
Kapan Harus Pergi ke Internist?
Kamu mungkin perlu menemui internist jika mengalami gejala yang tidak jelas atau melibatkan beberapa sistem organ.
Internist juga penting dalam pengelolaan penyakit kronis jangka panjang. Berikut beberapa kondisi yang memerlukan konsultasi dengan internist:
- Diabetes
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Penyakit jantung
- Penyakit paru-paru (asma, PPOK)
- Gangguan ginjal
- Penyakit hati
- Masalah pencernaan kronis
- Infeksi yang kompleks atau tidak kunjung sembuh
- Kondisi autoimun
Selain itu, internist dapat memberikan pemeriksaan kesehatan rutin dan vaksinasi untuk orang dewasa. Mereka juga berperan dalam memberikan nasihat tentang gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Yuk, ketahui juga Berbagai Tips & Trik Menjalani Hidup Sehat berikut ini.
Penyakit yang Ditangani Internist
Internist menangani berbagai macam penyakit yang memengaruhi organ dalam tubuh.
Beberapa contoh penyakit yang sering ditangani oleh internist meliputi:
- Penyakit kardiovaskular (seperti gagal jantung, penyakit arteri koroner, aritmia)
- Penyakit pernapasan (seperti pneumonia, bronkitis kronis, emfisema)
- Penyakit ginjal (seperti gagal ginjal kronis, infeksi saluran kemih)
- Penyakit hati (seperti hepatitis, sirosis)
- Penyakit endokrin (seperti diabetes, gangguan tiroid)
- Penyakit hematologi (seperti anemia, leukemia)
- Penyakit infeksi (seperti influenza, COVID-19, infeksi bakteri)
- Penyakit rematik dan autoimun (seperti rheumatoid arthritis, lupus)
Berikut Ini Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Mengobati Hipertensi untuk kamu hubungi.
11 Bidang Subspesialisasi Penyakit Dalam di Indonesia
Di Indonesia, ilmu penyakit dalam (Sp.PD) terbagi menjadi 11 cabang subspesialisasi atau konsultan (K).
Setiap cabang fokus pada pendalaman organ atau kondisi tertentu secara lebih spesifik. Berikut adalah pembagian bidangnya:
- Kardiovaskular (K-KV): Fokus pada jantung dan pembuluh darah.
- Ginjal-Hipertensi (K-GH): Menangani masalah ginjal dan tekanan darah tinggi.
- Gastroentero-Hepatologi (K-GEH): Fokus pada saluran pencernaan dan hati.
- Endokrin-Metabolik-Diabetes (K-EMD): Menangani hormon, metabolisme, dan diabetes.
- Hematologi-Onkologi Medik (K-HOM): Fokus pada kelainan darah dan terapi kanker non-bedah.
- Reumatologi (K-R): Menangani penyakit sendi, otot, dan autoimun.
- Tropik-Infeksi (K-PTI): Fokus pada penyakit menular dan infeksi tropis.
- Pulmonologi (K-P): Menangani masalah paru-paru dan pernapasan.
- Geriatri (K-Ger): Fokus pada kesehatan lansia.
- Alergi-Imunologi Klinik (K-AI): Menangani reaksi alergi dan sistem kekebalan tubuh.
- Psikosomatik (K-Psi): Menangani keluhan fisik yang dipengaruhi oleh faktor psikologis.
Prosedur yang Dilakukan Internist
Untuk mendiagnosis dan mengelola penyakit, internist dapat melakukan berbagai prosedur, termasuk:
- Pemeriksaan fisik lengkap
- Pemeriksaan laboratorium (seperti tes darah, tes urine)
- Pemeriksaan radiologi (seperti rontgen, USG, CT scan, MRI)
- Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa aktivitas listrik jantung
- Endoskopi (misalnya, kolonoskopi, gastroskopi) untuk melihat organ dalam
- Biopsi untuk mengambil sampel jaringan untuk analisis
Internist juga dapat melakukan tindakan medis kecil, seperti aspirasi cairan atau injeksi obat.
Mereka bekerja sama dengan spesialis lain jika diperlukan tindakan bedah atau penanganan yang lebih kompleks.
Perbedaan Internist dengan Dokter Spesialis Lain
Perbedaan utama antara internist dengan dokter spesialis lain adalah fokus dan cakupan penanganan. Internist memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai penyakit yang memengaruhi organ dalam tubuh secara keseluruhan.
Spesialis lain, seperti kardiolog atau pulmonolog, fokus pada organ atau sistem tubuh tertentu. Internist sering merujuk pasien ke spesialis jika diperlukan penanganan yang lebih spesifik.
Bagaimana Mencari Internist yang Tepat?
Mencari internist yang tepat adalah langkah penting dalam menjaga kesehatanmu. Berikut adalah beberapa tips untuk menemukan internist yang sesuai dengan kebutuhanmu:
- Minta rekomendasi dari dokter keluarga atau teman
- Cari internist yang memiliki sertifikasi dan pengalaman yang relevan
- Pertimbangkan lokasi dan aksesibilitas klinik atau rumah sakit
- Baca ulasan online untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas pelayanan
- Pastikan internist menerima asuransi kesehatanmu
- Buat janji temu untuk konsultasi awal dan diskusikan kebutuhanmu
Kamu juga dapat menggunakan platform kesehatan seperti Halodoc untuk mencari dan berkonsultasi dengan internist secara online.
Rekomendasi Dokter Internist di Halodoc
Jika kamu ingin punya gangguan kesehatan terkait penyakit dalam, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc.
Nah, berikut ini adalah beberapa dokter rekomendasi dari Halodoc yang memiliki reputasi baik dan pastinya akan memberikan informasi terkait kondisi kesehatanmu dengan lebih baik.
Berikut dokter yang bisa kamu hubungi di Halodoc:
- dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Hang Tuah Surabaya (2012) dan Universitas Sam Ratulangi (2020). Berpraktik di Cikarang, Jawa Barat, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Pengalaman 9 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2015) dan Universitas Hasanuddin (2023). Berpraktik di Lampung Tengah, Lampung, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
- dr. Vera Bahar, Sp.PD: Pengalaman 15 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2008) dan Universitas Hasanuddin (2021). Berpraktik di Wajo, Sulawesi Selatan, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc
Jangan khawatir, jika dokter di atas tidak tersedia, masih ada berbagai pilihan dokter lainnya yang bisa kamu pilih di Halodoc dengan cara klik banner di bawah ini!

Referensi:
Docdoc. Diakses pada 2026. What is Internal Medicine: Definition and Overview
WebMD. Diakses pada 2026. What is an Internist?
Medical News Today. Diakses pada 2026. What does an internist do?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. What’s the Difference Between an Internist and a Family Physician?
St. George’s University. Diakses pada 2026. Examining 23 Internal Medicine Subspecialties
Carver College of Medicine. Diakses pada 2026. Internal Medicine and Subspecialties.
FAQ
1. Apa perbedaan antara dokter umum dan internist?
Dokter umum menangani berbagai keluhan kesehatan dasar untuk semua usia, sedangkan internist memiliki pendidikan spesialis tambahan untuk menangani penyakit yang lebih kompleks dan kronis pada pasien dewasa dan lansia.
2. Apakah internist bisa melakukan operasi?
Tidak. Internist adalah spesialis medis non-bedah. Jika pasien membutuhkan tindakan operasi, internist akan merujuk pasien ke dokter spesialis bedah (Sp.B) atau subspesialis bedah terkait.
3. Kapan pasien harus dirujuk ke internist konsultan (subspesialis)?
Rujukan dilakukan ketika penyakit pasien sudah menyerang organ tertentu secara spesifik atau membutuhkan teknologi diagnostik yang hanya tersedia di tingkat subspesialis, seperti tindakan kateterisasi jantung atau hemodialisa.


