Fungsi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Apa Itu Ginjal?

Ginjal adalah organ tubuh yang terletak di bawah tulang rusuk bagian belakang, dan dekat bagian tengah punggung pada kedua sisi tulang belakang. Ginjal sendiri adalah salah satu organ dengan fungsi vital dalam kehidupan.

Ginjal terdiri dari dua bagian, yaitu kiri dan kanan, hal tersebut menunjukan bahwa ginjal merupakan organ yang sepasang. Ukurannya kira-kira berkisar 1012 sentimeter atau sebesar kepalan tangan. Organ ini mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil. Organ yang relatif kecil ini memiliki berbagai macam peran penting bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: Mitos Atau Fakta, Puasa dapat Membersihkan Ginjal

 

Mengenal Fungsi Ginjal

Ginjal setiap harinya menyaring sekitar 200 liter darah. Selain menyaring darah, konverter vitamin D dalam tubuh, dan mengatur keseimbangan asam-basa tubuh, ginjal juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu:

  • Menyaring dan Membuang Limbah

Ginjal memiliki peran penting dalam pembuangan racun, kadar garam yang berlebihan, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein). Dengan terbentuknya urea tersebut, maka darah akan mengalirkan urea tersebut menujua ginjal untuk dibuang. Tanpa organ ini, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.

  • Mengendalikan Keseimbangan Air

Salah satu fungsi ginjal adalah mengendalikan dan memantau keseimbangan air dalam tubuh. Melalui organ ini, seluruh jaringan tubuh dipastikan menerima air agar dapat bekerja dengan baik. Ginjal akan bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam tubuh. Ginjal akan menahan air, bukan membuangnya ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi.

  • Mengatur Sel Darah Merah

Oksigen merupakan unsur penting dalam peredaran darah. Ketika tubuh tak mendapatkan cukup oksigen, maka ginjal akan mengeluarkan hormon eritropoietin. Hormon eritropoietin berfungsi untuk merangsang produksi sel darah merah lebih banyak yang berguna untuk membawa oksigen. Jika sel darah merah atau kadar oksigen sudah normal, hormon tersebut akan berhenti diproduksi oleh ginjal.

  • Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam

Mengatur tekanan darah dan kadar garam dalam darah juga merupakan fungsi ginjal. Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal.

 

Bagian Ginjal Manusia

Bila diklasifikasikan bagiannya, ginjal manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu korteks ginjal, medula ginjal, dan pelvis ginjal. Berikut penjelasannya:

  • Kotreks Ginjal

Kotreks ginjal adalah bagian paling luar dari ginjal dan dikelilingi oleh kapsul ginjal. Karena dikelilingi lapisan lemak, kotreks juga berfungsi untuk melindungi struktur dalam ginjal dari kerusakan.

  • Medula Ginjal

Medula terdiri dari bagian bernama lengkung Henle dan piramida ginjal, yang merupakan struktur kecil yang berisi tubulus dan nefron. Tubulus berfungsi untuk mengangkut cairan masuk ke dalam ginjal dan juga urine agar ke luar ginjal.

  • Pelvis Ginjal

Pelvis merupakan bagian terdalam ginjal yang terbentuk corong. Pelvis sendiri berfungsi sebagai jalur untuk cairan berpindah dari ginjal menuju kandung kemih.

Baca juga: 6 Tanda dan Gejala Fungsi Ginjal Terganggu

 

Jenis Pemeriksaan Ginjal

Memeriksa keadaan dan fungsi ginjal adalah cara untuk mengetahui apakah fungsi ginjal dalam kondisi baik atau tidak. Seseorang yang mengidap diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan.

  • Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal bagian-bagian ginjal dalam menyaring darah. Tes darah juga disebut dengan laju filtrasi glomerulus (GFR). Di tes ini, darah akan diuji dengan melihat kadar kreatininnya. Kreatinin adalah produk limbah yang dihasilkan oleh jaringan otot dan dikeluarkan dari tubuh melalui proses ekskresi. Ketika seseorang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, maka dia akan sulit untuk mengeluarkan kreatinin dari dalam darah.

  • Tes Urine

Tes urine sendiri dilakukan untuk mengukur kadar albumin (sejenis protein) yang larut bersama dengan air seni. Jika ginjal dalam keadaaan sehat, maka albumin tidak akan masuk kedalam urine. Sebab, albumin seharusnya berada didalam darah, bukan zat sisa yang harus dikeluarkan melalui urine.

Baca juga: Panduan Hidup Sehat untuk Jaga Fungsi Ginjal

 

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter jika kamu merasakan gejala-gejala seperti diatas. Penanganan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini. Pilihlah dokter serta rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc.

Referensi:
NIDDK.nih.gov (Diakses pada 2019). Your Kidneys & How They Work
Diperbarui pada 20 Agustus 2019