Jadwal Imunisasi Bayi Hingga Remaja yang Perlu Diketahui
Imunisasi dapat mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.

DAFTAR ISI
- Tujuan Imunisasi Dasar
- Ini Jadwal Imunisasi Dasar Bayi Hingga Remaja Lengkap
- Berbagai Jenis Imunisasi Dasar
- Jenis Layanan Vaksin Anak yang Ada di Halodoc
- Kejadian Ikutan Pascaimunisasi Dasar
Imunisasi merupakan langkah penting dalam melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi serius.
Pemberian imunisasi perlu mengikuti jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Dengan mengikuti jadwal imunisasi, orang tua dapat memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan perlindungan optimal sejak dini hingga masa remaja.
Tujuan Imunisasi Dasar
Imunisasi dasar bertujuan untuk:
- Melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti difteri, tetanus, pertusis, polio, dan campak.
- Mencegah penyebaran penyakit menular dalam komunitas melalui herd immunity.
- Mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
- Mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.
Menurut World Health Organization, imunisasi telah terbukti mencegah sekitar 2–3 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.
Ini Jadwal Imunisasi Dasar Bayi Hingga Remaja Lengkap
Imunisasi dasar lengkap sangat penting diberikan sesuai usia anak, dimulai sejak lahir hingga remaja.
Jadwal ini berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), agar perlindungan optimal bisa tercapai seiring tumbuh kembang si Kecil.
Berikut rincian jadwal imunisasi yang bisa kamu ikuti:
Usia 0–6 Bulan
Pada masa ini, bayi akan menerima beberapa vaksin penting, seperti:
- Hepatitis B: Diberikan sebanyak 4 kali, yaitu segera dalam 24 jam setelah lahir, lalu saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Booster akan diberikan saat bayi berusia 18 bulan.
- DPT: Vaksin ini diberikan tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Booster menyusul di usia 18 bulan serta antara 5–7 tahun.
- BCG: Vaksin ini cukup diberikan satu kali saat bayi berusia antara 0–1 bulan.
- HiB: Diberikan tiga kali (usia 2, 3, dan 4 bulan), dengan booster tambahan di usia 18 bulan.
- Polio: Vaksin tetes diberikan sejak lahir hingga usia 1 bulan. Polio suntik diberikan setidaknya dua kali sebelum anak berusia 1 tahun, dan baik versi tetes maupun suntik diulang lagi saat usia 2, 3, dan 4 bulan.
- PCV (Pneumokokus): Diberikan tiga kali di usia 2, 4, dan 6 bulan. Booster akan diberikan antara usia 12–15 bulan.
- Rotavirus: Terdapat dua jenis vaksin:
- Monovalen: Dua dosis, dimulai sejak usia 6 minggu dan dilanjutkan 4 minggu kemudian, paling lambat sampai usia 24 minggu.
- Pentavalen: Tiga dosis, diberikan mulai usia 6–12 minggu, dengan selang 4–10 minggu antara dosis berikutnya, dan harus selesai sebelum usia 32 minggu.
Usia 6–12 Bulan
Di usia ini, anak mulai mendapat vaksin tambahan seperti:
- Influenza: Diberikan pertama kali saat usia 6 bulan, lalu diulang setiap tahun hingga usia 18 tahun.
- Japanese Encephalitis (JE): Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan. Booster diberikan saat anak berusia 2–3 tahun.
- Vaksin MR & MMR. Vaksin MR disuntikkan subkutan mulai umur 9 bulan, dosis kedua umur 15-18 bulan, dosis ketiga umur 5-7 tahun. Bila sampai usia 12 bulan belum mendapat MR dapat diberikan MR/MMR, dosis kedua dengan interval 6 bulan, dan dosis ketiga usia 5–7 tahun
Usia 12–24 Bulan
Beberapa vaksin tambahan yang perlu diberikan setelah anak berusia 1 tahun meliputi:
- Hepatitis A: Dua dosis, dimulai pada usia 12 bulan dan dilanjutkan 6–12 bulan setelahnya.
- Varicella: Diberikan dua kali saat usia 12–18 bulan. Dosis kedua disarankan dalam rentang 6 minggu hingga 3 bulan dari dosis pertama.
Usia 2–18 Tahun
Beberapa vaksin lanjutan penting untuk anak-anak dan remaja adalah:
- Tifoid: Diberikan pertama kali pada usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun sekali dari usia 5 hingga 18 tahun.
- Dengue: Vaksin dengue diberikan sebanyak tiga kali untuk anak usia 9–16 tahun, dengan jeda 6 bulan antar dosis.
- HPV (Human Papillomavirus): Diberikan pada anak perempuan usia 9–14 tahun dalam dua dosis dengan jeda 6–15 bulan antar suntikan.
Berbagai Jenis Imunisasi Dasar
Imunisasi dasar mencakup berbagai vaksin yang dirancang untuk melindungi anak dari penyakit tertentu.
Berikut ini beberapa jenis vaksin yang umum diberikan:
- Hepatitis B (HepB): Melindungi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Difteria, Tetanus, dan Pertusis (DTaP): Melindungi dari tiga penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri.
- Haemophilus influenzae tipe b (Hib): Mencegah infeksi serius seperti meningitis dan pneumonia.
- Polio (IPV): Mencegah poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
- Pneumokokus (PCV13): Melindungi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis.
- Rotavirus (RV): Mencegah diare berat pada bayi dan anak kecil.
- Vaksin MR & MMR. Vaksin MR disuntikkan subkutan mulai umur 9 bulan, dosis kedua umur 15-18 bulan, dosis ketiga umur 5-7 tahun. Bila sampai usia 12 bulan belum mendapat MR dapat diberikan MR/MMR, dosis kedua dengan interval 6 bulan, dan dosis ketiga usia 5–7 tahun
- Varicella: Mencegah cacar air yang dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada anak-anak dan orang dewasa.
- Hepatitis A (HepA): Melindungi dari infeksi virus hepatitis A yang menyerang hati.
- Human Papillomavirus (HPV): Mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan penyakit lainnya.
- Meningokokus (MenACWY): Melindungi dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis yang dapat menyebabkan meningitis dan sepsis.
Jenis Layanan Vaksin Anak yang Ada di Halodoc
Ada berbagai vaksinasi anak yang bisa didapatkan melalui layanan Homecare by Halodoc.
Layanan vaksin ini juga bisa dilakukan di rumah atau di mana saja, sehingga tidak perlu repot pergi ke rumah sakit atau klinik.
Nah, berikut berbagai jenis layanan vaksin anak yang tersedia di Halodoc:
Vaksinasi Pneumonia PCV13 (Prevenar)
Ini adalah vaksin yang memberikan perlindungan aktif terhadap pneumonia, otitis media, dan penyakit invasif lainnya yang disebabkan oleh 13 serotipe Strep pneumoniae.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Dengue (QDenga)
Ini merupakan jenis vaksin dengue tetravalen yang terdiri atas 4 strain Virus Dengue rekombinan yang dilemahkan sehingga dapat melindungi tubuh dari infeksi demam dengue/demam berdarah dengue.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Varicella (Varivax)
Varivax adalah vaksin yang melindungi dari virus varicella/cacar air. Vaksin ini termasuk dalam rekomendasi imunisasi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi MMR (M-M-R-II)
Ini adalah vaksin yang mengandung gabungan dari tiga virus (Mumps/Gondongan, Measles/Campak, dan Rubella) yang sebelumnya sudah dilemahkan. Vaksin ini diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi DTaP-POLIO IPV-HIB-HEP B (Hexaxim)
Ini adalah vaksin kombinasi DTaP-IPV-HB-Hib yang melindungi dari penyakit difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, poliomyelitis dan penyakit-penyakit serius yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe B. Vaksin ini diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Hepatitis A (Havrix Junior 720)
Havrix Junior adalah vaksin yang melindungi dari Hepatitis A, yaitu virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan gangguan fungsi hati hingga gagal hati.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Tifoid (Typhim Vi)
Typhim Vi melindungi dari demam tifoid yang disebabkan bakteri S. typhi pada pasien usia 2 tahun ke atas.
Vaksin ini diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Tdap (Boostrix)
Vaksin ini akan melindungi dari difteri (kesulitan pernapasan), tetanus (kejang otot), dan pertusis (batuk rejan) bagi pasien berusia 10 tahun ke atas, serta melindungi bayi dari pertusis jika ibu hamil mendapatkan vaksin ini. Vaksin ini diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi Rotavirus (Rotarix)
Vaksin ini akan melindungi bayi dan anak dari gastroenteritis akibat infeksi rotavirus (strain RIX4414), mengurangi kejadian diare, komplikasi diare, dehidrasi, serta rawat inap dan kematian terkait rotavirus.
Vaksin ini pun diwajibkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Vaksinasi HPV Kuadrivalen (Gardasil)
Vaksinasi HPV Kuadrivalen (Gardasil) adalah vaksin yang memberikan perlindungan aktif terhadap virus penyebab kutil kelamin dan berbagai jenis kanker seperti kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan lainnya. Direkomendasikan untuk perempuan berusia 9 – 45 tahun dan laki-laki berusia 9 – 26 tahun.
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Selain itu, kamu juga bisa dapatkan Vaksin HPV Kuadrivalen (Gardasil) seharga Rp 999ribu/dosis dengan kode promo VAKSINHPV3 di Homecare by Halodoc.
Vaksinasi Influenza (Vaxigrip Tetra)
Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza yang memberikan perlindungan aktif terhadap empat jenis virus Influenza, yaitu virus Influenza tipe A (H3N2, H1N1) dan Influenza tipe B (Victoria, Yamagata).
Beberapa vaksin di atas ada yang masuk ke dalam imuniasasi anak yang diwajibkan pemerintah.
Selain itu, kamu juga bisa dapatkan Vaksin Influenza (Vaxigrip Tetra) jadi Rp 365ribu dengan kode promo KEBALFLU2 di Homecare by Halodoc.
Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!
Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Kejadian Ikutan Pascaimunisasi Dasar
Setelah imunisasi, beberapa anak mungkin mengalami reaksi ringan yang merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap penyakit.
Kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang umum meliputi:
- Demam ringan: Biasanya terjadi dalam 1–2 hari setelah vaksinasi dan akan hilang dengan sendirinya.
- Kemerahan atau bengkak di tempat suntikan: Reaksi lokal yang umum dan akan membaik dalam beberapa hari.
- Rewel atau lelah: Anak mungkin menjadi lebih rewel atau mengantuk setelah vaksinasi.
Reaksi serius sangat jarang terjadi, namun jika anak menunjukkan gejala seperti kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, atau ruam, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ibu juga bisa bertanya pada dokter spesialis melalui Halodoc terkait informasi imunisasi anak dan remaja.
Dengan Halodoc, konsultasi dengan dokter menjadi lebih aman dan mudah, tanpa harus ke luar rumah.
Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang!


