• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Remehkan Komplikasi yang Disebabkan Parafimosis

Jangan Remehkan Komplikasi yang Disebabkan Parafimosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Beberapa pria, seperti mereka yang menjalankan agama Islam, diwajibkan untuk menyunat penis. Tidak hanya untuk alasan kebersihan, sunat juga berfungsi untuk menghindari berbagai penyakit seperti misalnya parafimosis. Penyakit ini cukup berbahaya apabila tidak segera ditangani.

Parafimosis terjadi saat kulup penis yang ditarik ke belakang tidak bisa kembali ke posisi semula. Oleh karena itu, mereka yang mengidapnya adalah pria yang belum disunat. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang hebat disertai bengkak pada ujung penis. 

Kondisi ini bisa mengakibatkan komplikasi serius karena menyebabkan gangguan aliran darah dan oksigen ke kepala penis. Komplikasi tersebut meliputi rusaknya kepala penis, infeksi pada kepala penis, hingga kematian jaringan dan putusnya kepala penis.

Baca juga: Kenali 5 Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Parafimosis

Lantas, Apa Penyebab Parafimosis?

Pria yang belum disunat bisa menarik kulup pada penis mereka ketika melakukan aktivitas tertentu. Seperti berhubungan seksual, membersihkan penis, buang air kecil, menjalani pemeriksaan, hingga saat dipasangkan kateter.

Parafimosis termasuk kondisi yang jarang terjadi. Namun, beberapa hal bisa sebabkan kulup ini tidak bisa kembali ke posisi semula. Beberapa faktor risiko yang sebabkan pria alami parafimosis, seperti: 

  • Masih anak-anak atau sudah lanjut usia;

  • Memiliki kebiasaan menarik kulup penis;

  • Mengalami cedera di sekitar alat kelamin;

  • Mengidap infeksi pada penis yang tidak segera ditangani;

  • Menindik penis.

Baca juga: Tidak Disunat Dapat Sebabkan Parafimosis, Ini Alasannya

Pengobatan untuk Atasi Parafimosis

Pengobatan parafimosis disesuaikan dengan tingkat keparahan dan usia pengidapnya. Parafimosis yang terdeteksi dini bisa ditangani melalui tindakan sederhana, seperti:

  • Mengompres bagian yang bengkak dengan es;

  • Mengeluarkan kumpulan darah;

  • Menyuntikan obat hyaluronidase untuk mengurangi pembengkakan.

Bengkak akan berkurang dengan tindakan di atas, dan kemudian posisi kulup dapat dikembalikan. Jika gejala yang terjadi cukup parah, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu: 

  • Penyuntikan Penis. Tindakan ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap di kepala penis. Proses ini mengecilkan ukuran kepala penis sehingga kulup bisa lebih mudah untuk kembali ke posisi semula. 

  • Penyayatan Kulup. Penyayatan kulup yang tersangkut juga bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan dan meredakan pembengkakan. Prosedur ini perlu dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulup dan mengembalikannya ke posisi normalnya. Tindakan ini juga bisa dikombinasikan dengan penyuntikan penis.

  • Sunat. Sunat dilakukan dengan cara memotong dan mengangkat seluruh kulup dari penis. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menangani parafimosis yang sudah parah. Selain sebagai bentuk pengobatan, sunat juga dilakukan untuk mencegah parafimosis kembali terjadi. 

Dokter akan tetap meresepkan obat pereda nyeri usai menjalani penanganan parafimosis.  Dokter juga akan mengajarkan cara membersihkan ujung penis yang benar agar tetap bersih dan terhindar dari infeksi.

Mencegah Parafimosis

Tak hanya dengan melakukan sunat, parafimosis bisa dicegah dengan rutin menjaga kebersihan penis. Ada juga langkah lain untuk mencegah parafimosis, seperti: 

  • Tidak menarik atau membuka kulup bayi maupun balita;
  • Menjaga kebersihan area kelamin dan penis dengan rutin. Caranya dengan membasuh penis menggunakan air hangat, atau membersihkan area penis menggunakan sabun yang berbahan lembut.

Baca juga: Ini Alasan Pria Gagal Berhubungan Intim karena Mr P Melengkung

Itulah informasi tentang parafimosis yang bisa sebabkan komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani. Jangan ragu untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter di Halodoc jika kamu masih memiliki pertanyaan lain. Dokter di Halodoc akan siaga setiap saat untuk membantu menjawab semua keluhan kesehatan yang kamu alami.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020.  Paraphimosis. 
NHS UK. Diakses pada 2020. Phimosis.