Gangrene

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangrene

Gangrene adalah suatu kondisi yang terjadi ketika jaringan tubuh mati. Kondisi serius ini umumnya berawal dari bagian-bagian tubuh paling ujung seperti tungkai, jari kaki, atau jari tangan. Meski demikian, gangrene juga bisa terjadi pada otot serta organ dalam.

Sirkulasi darah yang terhambat menjadi penyebab utama pada gangrene. Aliran darah tidak hanya membawa oksigen dan nutrisi, tetapi apabila darah tidak mengalir dengan lancar dan bebas ke seluruh tubuh, sel-sel kita akan mati. Jika infeksi di area tersebut tidak ditangani, jaringan sekitarnya akan ikut mati dan mengakibatkan gangrene. Beberapa jenis gangrene yang harus diwaspadai, yakni:

  • Gangrene kering yang terjadi disebabkan oleh terhambatnya aliran darah pada bagian tubuh tertentu.

  • Gangrene basah yang disebabkan oleh cedera dan infeksi bakteri.

  • Gangrene gas yang menyerang jaringan otot. Bakteri penyebabnya akan melepaskan gas, sehingga kulit lama-kelamaan akan membentuk gelembung udara, seperti melepuh.

  • Gangrene internal yang diakibatkan dari terhambatnya aliran darah ke organ-organ dalam tubuh.

Penyakit gangrene ini termasuk kondisi serius, sehingga pengidapnya membutuhkan penanganan serius di rumah sakit secepatnya. Akibat lain dari gangrene adalah pengidapnya berpotensi tinggi untuk mengalami syok sepsis akibat masuknya bakteri ke aliran darah. Kondisi ini akan memicu tekanan darah yang turun secara drastis dan dapat berakibat fatal.

 

Faktor Risiko Gangrene

Beberapa faktor meningkatkan risiko terkena gangrene. Ini termasuk:  

  • Diabetes. Jika mengidap diabetes, tubuh tidak menghasilkan cukup hormon insulin (yang membantu sel-sel mengambil gula darah) atau tahan terhadap efek insulin. Kadar gula darah yang tinggi akhirnya dapat merusak pembuluh darah, mengurangi atau mengganggu aliran darah ke bagian tubuh Anda.

  • Penyakit pembuluh darah. Arteri yang mengeras dan menyempit (atherosclerosis) dan gumpalan darah juga dapat menghalangi aliran darah ke area tubuh Anda.

  • Cedera parah atau operasi. Setiap proses yang menyebabkan trauma pada kulit dan jaringan di bawahnya, termasuk cedera atau radang dingin, meningkatkan risiko terkena gangrene. Apalagi jika pengidap memiliki kondisi mendasar yang memengaruhi aliran darah ke area yang terluka.

  • Merokok. Orang yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko gangrene yang lebih tinggi.

  • Kegemukan. Obesitas sering menyertai diabetes dan penyakit pembuluh darah. Selain itu, stres karena kelebihan berat badan juga dapat menekan arteri, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah serta meningkatkan risiko infeksi dan penyembuhan luka yang buruk.

  • Imunosupresi. Mengidap human immunodeficiency virus (HIV) atau menjalani kemoterapi atau terapi radiasi, akan membuat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi terganggu.

  • Obat atau obat yang disuntikkan. Dalam kasus yang jarang terjadi, obat-obatan tertentu dan obat-obatan terlarang yang disuntikkan telah terbukti menyebabkan infeksi dengan bakteri yang menyebabkan gangrene.

 

Penyebab Gangrene

Gangrene dipicu oleh berbagai faktor, yaitu:

  • Cedera parah dan luka operasi.

  • Infeksi.

  • Diabetes. Kadar gula yang tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah.

  • Gangguan pada pembuluh darah, seperti Peripheral Artery Disease (PAD) yaitu penumpukan lemak dalam arteri menghalangi suplai darah ke otot kaki, atau aterosklerosis (penyempitan arteri dan penyumbatan tumpukan lemak dalam arteri).

  • Obesitas juga dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit lain.

  • Merokok.

  • Fenomena Raynaud, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke kulit (terutama, pada jari kaki atau jari tangan) memiliki reaksi abnormal terhadap suhu dingin.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada pengidap HIV), kekurangan gizi, kecanduan minuman keras kronis, penggunaan obat-obatan terlarang, serta kemoterapi. Kelompok orang yang mengidap peyakit tersebut, infeksi ringan pun bisa berubah serius dan memicu gangrene.

Baca juga: Pengidap Diabetes Rentan Alami Kematian Jaringan, Kenapa?

 

Gejala Gangrene

  • Awalnya tampak tanda infeksi merah dan bengkak.

  • Pada gangrene internal,  bagian yang terserang biasanya terasa kebas atau sangat sakit (kehilangan sensasi sentuhan sama sekali).

  • Muncul luka atau lepuhan yang berdarah atau disertai nanah yang berbau busuk.

  • Kulit pada area yang terkena tampak kering dan bahkan keriput, serta berbatas jelas dengan area kulit yang sehat.

  • Perubahan warna kulit, misalnya pucat, merah, ungu, atau bahkan hitam.

  • Demam.

Penyakit gangrene ini termasuk kondisi serius, sehingga pengidapnya membutuhkan penanganan serius di rumah sakit secepatnya. Selain itu, dampak lain akibat dari gangrene adalah pengidapnya berpotensi tinggi untuk mengalami syok sepsis akibat masuknya bakteri ke aliran darah. Kondisi ini akan memicu tekanan darah yang turun secara drastis dan dapat berakibat fatal.

 

Pengobatan Gangrene

Jaringan yang sudah terkena gangrene tidak dapat disembuhkan lagi. Oleh sebab itu, penanganan gangrene sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk pulih. Adapun langkah-langkah pengobatan gangrene secara umum meliputi:

  • Operasi.

  • Menangani atau mencegah infeksi.

  • Terapi oksigen hiperbarik.

 

Pencegahan Gangrene

  • Mengendalikan kondisi penyebab gangrene. Contohnya, menjaga kesehatan kaki pada pengidap diabetes atau aterosklerosis. Periksakan ke dokter jika ada luka, infeksi, atau perubahan warna kulit pada kaki.

  • Menerapkan gaya hidup sehat, misalnya dengan menghindari makanan berlemak untuk mencegah penumpukan lemak dalam pembuluh darah, menurunkan berat badan hingga angka ideal, serta rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok karena merokok dapat memicu penyumbatan pada arteri.

  • Mencegah infeksi. Rawat dan jaga luka terbuka agar tetap bersih dan kering hingga sembuh untuk menghindari infeksi.

  • Membatasi konsumsi minuman keras. Batas konsumsi minuman keras yang dianjurkan dalam sehari adalah 2-2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk pria, dan maksimal 2 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk wanita.

Baca jugaMenurunkan Berat Badan Dapat Mencegah Gangrene

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gangrene
Diperbarui pada tanggal 29 Agustus 2019