• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Terlambat, Ketahui Cara Mendiagnosis Stenosis Spinal

Jangan Terlambat, Ketahui Cara Mendiagnosis Stenosis Spinal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Riwayat medis merupakan alat yang paling penting untuk mendiagnosis stenosis spinal. Karena dengan ini dokter dapat mengetahui gejala, kemungkinan penyebab stenosis spinal tulang belakang, dan kemungkinan penyebab sakit punggung lainnya. 

Pemeriksaan fisik pada pengidap stenosis spinal akan memberikan informasi pada dokter mengenai letak kompresi saraf yang mungkin terjadi. Beberapa faktor penting yang perlu diselidiki adalah area abnormalitas sensorik atau mati rasa, sifat refleks tubuh, dan kelemahan otot apapun. Untuk memeriksanya, perlu dilakukan diagnosis dengan cara-cara berikut:

1. Sinar-X

Sinar-X atau X-ray merupakan prosedur pemeriksaan sederhana, mudah dilakukan dan risiko yang minimal. Sinar-X akan memperlihatkan tulang belakang. Sinar-X sangat membantu mencari penyebab stenosis spinal termasuk tumor, cedera traumatis, radang sendi tulang belakang, atau kelainan bawaan. 

Baca juga: Lanjut Usia, Waspada Stenosis Spinal Mengincar

2. Tes MRI

MRI sudah menjadi penelitian yang paling sering digunakan untuk mendiagnosis stenosis spinal. Pemeriksaan ini menggunakan sinyal magnetik (bukan sinar-X) untuk menghasilkan gambar tulang belakang. MRI sangat membantu karena cara ini menunjukkan lebih banyak struktur, termasuk saraf, otot, dan ligamen daripada yang terlihat pada sinar-X atau CT scan. MRI sangat membantu dalam menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang dan lokasi masalah yang tepat. 

3. Myelogram

Pemeriksaan ini serupa dengan sinar-X, tetapi dengan sentuhan tambahan. Pewara disuntikkan ke dalam cairan tulang belakang di sekitar sumsum tulang belakang dan saraf. Zat warna muncul pada sinar-X di sekitar saraf-saraf ini kecuali jika tidak ada ruang di sekitar saraf. 

Karena meningkatnya penggunaan MRI, myelogram jauh lebih jarang dilakukan saat ini. Hanya saja cara ini dapat sangat berguna dalam beberapa situasi ketika pengidap mungkin tidak dapat melakukan MRI. Misalnya pada pengidap dengan alat pacu jantung.

4. CT Scan

Pemeriksaan ini juga mirip dengan sinar-X, tetapi CT Scan memberikan tingkat diferensiasi jaringan yang lebih baik dalam tubuh. Dengan kata lain, kamu dapat melihat lebih banyak, karena lebih banyak struktur pada CT Scan. Pemeriksaan ini dapat memberikan dokter pandangan yang lebih baik di area kompresi dalam kanal tulang belakang. 

Baca juga: Gejala Stenosis Spinal yang Harus Diketahui

5. Bone Scan

Bone scan (pemindai tulang) bukanlah pemeriksaan yang akan mendeteksi Stenosis spinal, tetapi dapat membantu untuk mencari masalah yang mungkin berkaitan dengan stenosis spinal. Pemindaian tulang belakang dilakukan dengan menyuntikkan bahan radioaktif ke dalam vena. Bahan ini tertarik ke area aktivitas tulang yang tinggi. Bone scan dapat digunakan apabila ada kekhawatiran akan patah tulang, tumor, infeksi, dan penyebab potensial lainnya dari stenosis spinal.

Pengobatan Stenosis Spinal Tergantung Lokasi

Perawatan untuk stenosis Spinal tergantung pada lokasi stenosis dan tingkat keparahan tanda dan gejala Anda. Sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang perawatan terbaik untuk kasus yang kamu alami. Jika gejala ringan atau tidak mengalami gejala apapun, dokter dapat memantau kondisi secara berkelanjutan. Beberapa perawatan yang mungkin dilakukan yaitu: 

  • Perawatan Medis

Perawatan medis biasanya dicoba terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit. Suntikan kortison ke dalam tulang belakang dapat mengurangi pembengkakan. Obat antiinflamasi nonsteroid juga dapat membantu mengatasi rasa sakit.

  • Operasi

Pembedahan mungkin diperlukan untuk nyeri parah atau jika ada kehilangan neurologis. Ini dapat menghilangkan tekanan secara permanen. 

Baca juga: Latihan Kebugaran yang Bisa Dilakukan Pengidap Stenosis Spinal

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai stenosis spinal terkait cara mendiagnosis dan perawatannya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, ya!

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. 6 Tests Used to Diagnose Spinal Stenosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Spinal Stenosis.