Ad Placeholder Image

Jarang Diketahui, Ini Manfaat Bentonite Clay untuk Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

“Bentonite clay menjadi bahan alami serbaguna, karena tidak hanya bermanfaat untuk kecantikan tetapi juga untuk kesehatan. Mengonsumsi suplemen dengan kandungan ini, dapat membantu mendetoks racun, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan pencernaan.”

Jarang Diketahui, Ini Manfaat Bentonite Clay untuk KesehatanJarang Diketahui, Ini Manfaat Bentonite Clay untuk Kesehatan

DAFTAR ISI


Bentonite clay, atau tanah liat bentonit, mungkin sudah sering kamu dengar dalam dunia kecantikan, terutama sebagai masker wajah. Namun, tahukah kamu bahwa bahan alami ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia? Bentonite clay terbentuk dari pelapukan abu vulkanik, terutama yang mengandung mineral montmorillonite. Namanya sendiri diambil dari Fort Benton, Wyoming, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu lokasi sumber tanah liat ini terbanyak di dunia.

Dari sudut pandang medis dan farmakologis, tanah liat ini bukan sekadar lumpur biasa. Bentonite clay memiliki karakteristik fisikokimia yang unik. Saat dicampur dengan air, tanah liat ini akan mengembang dan menghasilkan muatan listrik negatif yang sangat kuat. Muatan negatif inilah yang bertindak seperti magnet untuk menarik, mengikat, dan membuang partikel bermuatan positif seperti toksin, logam berat, bakteri, dan zat kimia berbahaya dari dalam tubuh maupun permukaan kulit.

Meskipun populer, penggunaan bentonite clay tidak boleh dilakukan sembarangan, terutama jika dikonsumsi secara oral (diminum). Ada aturan dosis, interaksi dengan obat-obatan, serta standar keamanan produk yang wajib diperhatikan guna mencegah terjadinya efek samping serius seperti penyumbatan usus atau keracunan logam berat dari produk yang tidak murni.

Nah, mau tahu apa saja manfaat bentonite clay untuk kesehatan, cara kerjanya, serta panduan penggunaannya yang aman? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Cara Kerja Bentonite Clay

Sebagai seorang apoteker, saya sering mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana tanah liat bisa memberikan efek terapeutik. Rahasianya terletak pada dua proses kimiawi: adsorpsi dan absorpsi.

Adsorpsi adalah proses di mana partikel-partikel racun menempel pada bagian luar (permukaan) molekul bentonite clay, layaknya debu yang menempel pada pita perekat. Sementara absorpsi adalah proses di mana tanah liat menarik zat-zat berbahaya masuk ke dalam struktur internalnya, mirip seperti spons yang menyerap air. Karena luas permukaan molekul bentonite sangat besar, kapasitasnya untuk mengikat racun sangat tinggi. Selain itu, bentonite juga mengandung mineral alami yang baik untuk tubuh, seperti kalsium, magnesium, silika, natrium, tembaga, besi, dan kalium.

Manfaat Bentonite Clay untuk Kulit

Dalam dunia dermatologi, bentonite clay adalah salah satu bahan alami (OTC) yang paling banyak diteliti untuk kesehatan kulit. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Mengatasi Jerawat dan Kulit Berminyak

Kelenjar sebasea pada kulit memproduksi minyak (sebum). Produksi sebum yang berlebihan, dikombinasikan dengan sel kulit mati dan bakteri Cutibacterium acnes, akan memicu peradangan yang kita kenal sebagai jerawat. Bentonite clay bekerja dengan menyerap sebum berlebih dari pori-pori dan menarik kotoran. Efek antibakteri alaminya juga membantu meredakan peradangan pada jerawat kistik.

2. Meredakan Gejala Dermatitis Kontak dan Eksim

Bagi kamu yang memiliki kulit sensitif, eksim, atau sering mengalami ruam kemerahan akibat alergi (dermatitis kontak), mengoleskan pasta bentonite clay dapat memberikan efek soothing atau menenangkan. Tanah liat ini membantu menciptakan lapisan pelindung di atas kulit yang rusak, mengurangi rasa gatal, dan mencegah infeksi sekunder akibat garukan.

3. Mengobati Ruam Popok pada Bayi

Ruam popok adalah masalah umum yang disebabkan oleh kelembapan, gesekan, dan iritasi dari urine atau feses. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bentonite clay bahkan bisa bekerja lebih efektif dan lebih cepat dibandingkan dengan salep calendula dalam menyembuhkan ruam popok. Bentonite menyerap kelembapan ekstra dan menetralisir enzim dalam feses yang mengiritasi kulit bayi.

4. Detoksifikasi Ketiak

Penggunaan deodoran berbahan dasar aluminium dalam jangka panjang sering kali membuat pori-pori ketiak tersumbat. Masker ketiak yang terbuat dari campuran bentonite clay dan sedikit cuka apel dapat membantu “menarik” residu kimia dan bakteri penyebab bau badan, sehingga deodoran alami dapat bekerja lebih efektif.

Tips Menggunakan Bentonite Clay dengan Aman pada Kulit
  1. Jangan gunakan wadah logam: Selalu gunakan mangkuk dan sendok dari kayu, kaca, atau plastik. Logam dapat bereaksi dengan muatan listrik negatif pada tanah liat, sehingga mengurangi efektivitasnya.
  2. Lakukan patch test: Sebelum mengoleskan ke seluruh wajah, oleskan sedikit pasta bentonite di area rahang atau belakang telinga untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
  3. Jangan biarkan terlalu lama: Untuk kulit sensitif, cukup diamkan masker selama 5-10 menit. Jika dibiarkan hingga retak dan mengeras, ia dapat menarik kelembapan alami kulit dan menyebabkan iritasi.

Manfaat Bentonite Clay untuk Pencernaan

Selain digunakan secara topikal (dioleskan), bentonite clay jenis food grade juga sering dikonsumsi sebagai suplemen untuk mengatasi masalah pencernaan tertentu. Namun, penggunaannya harus sangat berhati-hati dan idealnya diawasi oleh tenaga medis.

1. Mengatasi Diare

Rotavirus dan bakteri seperti E. coli adalah penyebab umum diare. Bentonite clay telah terbukti efektif menyerap rotavirus dan racun bakteri di dalam usus, kemudian membuangnya melalui feses. Hal ini membuat tekstur feses menjadi lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar. Namun, jika kamu mengalami diare kronis, dehidrasi, atau masalah pencernaan yang tak kunjung sembuh, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Diare yang disertai darah atau demam tinggi memerlukan antibiotik atau obat resep dokter, bukan sekadar bentonite.

2. Mengurangi Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi bentonite clay yang dimurnikan secara medis dapat membantu meringankan gejala IBS (sindrom iritasi usus besar), khususnya IBS yang didominasi oleh diare (IBS-D). Tanah liat ini membantu menstabilkan flora usus dan mengurangi gas serta perut kembung.

3. Mengikat Aflatoksin

Aflatoksin adalah jenis racun yang dihasilkan oleh jamur tertentu (terutama Aspergillus) yang sering mencemari tanaman pertanian seperti jagung, kacang tanah, dan biji-bijian. Aflatoksin sangat berbahaya karena dapat memicu kerusakan hati dan kanker. Bentonite clay memiliki kemampuan spesifik untuk mengikat aflatoksin di saluran cerna sehingga racun tersebut tidak terserap oleh aliran darah.

Efek Samping dan Cara Aman Penggunaan

Sebagai apoteker, saya harus menekankan bahwa meskipun alami, bentonite clay bukannya tanpa risiko. Berikut adalah hal-hal penting yang WAJIB kamu perhatikan:

1. Risiko Kontaminasi Logam Berat

Karena ditambang dari bumi, bentonite clay dapat mengandung jejak logam berat seperti timbal, arsenik, dan merkuri. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bahkan pernah menarik beberapa merek bentonite clay dari pasaran karena kadar timbalnya terlalu tinggi. Paparan timbal dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, ginjal, dan gangguan kekebalan tubuh. Oleh karena itu, jika kamu ingin membeli produk kesehatan kulit atau suplemen berbahan bentonite, pastikan kamu beli produk kesehatan, suplemen asli, atau beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Pastikan produk tersebut memiliki nomor BPOM atau bersertifikasi food grade (jika untuk dikonsumsi).

2. Penyumbatan Usus (Obstruksi Intestinal)

Bentonite clay menyerap cairan hingga berulang kali lipat dari berat aslinya. Jika kamu mengonsumsinya tanpa minum air putih yang cukup banyak, tanah liat ini bisa mengeras di dalam usus dan menyebabkan sembelit parah hingga penyumbatan usus yang memerlukan tindakan operasi darurat. Dosis umum untuk konsumsi (jika disarankan dokter) tidak boleh lebih dari 1/2 hingga 1 sendok teh per hari, dicampur dengan segelas besar air.

3. Interaksi dengan Obat Lain

Sifat bentonite clay yang “menyerap segalanya” berarti ia tidak bisa membedakan antara racun dan obat-obatan yang kamu butuhkan. Jika kamu sedang mengonsumsi obat tekanan darah, obat diabetes, antibiotik, atau suplemen vitamin, bentonite clay dapat menyerap obat tersebut di lambung sebelum obat sempat bekerja di dalam tubuh. Aturan farmakologi dasarnya adalah: beri jeda minimal 2 jam antara mengonsumsi bentonite clay dengan obat-obatan atau suplemen lain.

Studi Mengenai Bentonite Clay

Iranian Journal of Public Health menerbitkan studi komprehensif di tahun 2017 yang menjelaskan bahwa bentonite clay memiliki potensi aplikasi terapeutik yang sangat luas dalam bidang medis. Studi ini menyoroti kemanjuran bentonite dalam melindungi kulit dari sinar UV, mempercepat penyembuhan luka baring (ulkus dekubitus), menghentikan pendarahan lokal, serta perannya sebagai agen detoksifikasi yang efektif melawan racun lingkungan dan mikroba patogen.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa montmorillonite (komponen utama bentonite) sangat aman digunakan sebagai sediaan topikal, namun penggunaannya secara oral harus dibatasi pada dosis kecil dan menggunakan bahan baku yang telah dimurnikan dari sisa mineral berbahaya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Moosavi M. Diakses pada 2024. Bentonite Clay as a Natural Remedy: A Brief Review. Iranian Journal of Public Health.
Medical News Today. Diakses pada 2024. Bentonite clay: 11 benefits and uses.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Bentonite Clay.
Healthline. Diakses pada 2024. 11 Bentonite Clay Benefits, Uses, and Risks.
U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. FDA warns consumers not to use “Best Bentonite Clay”.

FAQ

1. Apakah bentonite clay aman dipakai setiap hari?

Untuk kulit normal atau berminyak, masker bentonite clay sebaiknya hanya digunakan 1-2 kali seminggu. Penggunaan setiap hari dapat mengupas minyak alami kulit yang sehat (skin barrier), membuat kulit menjadi sangat kering, iritasi, dan lebih rentan terhadap bakteri.

2. Bisakah bentonite clay dicampur dengan bahan selain air?

Sangat bisa dan sering direkomendasikan. Air biasa terkadang membuat bentonite clay menggumpal karena perbedaan tingkat pH. Banyak ahli kecantikan merekomendasikan pencampuran bentonite clay dengan cuka apel mentah (Apple Cider Vinegar). Asam pada cuka apel membantu menetralkan pH tanah liat, membuatnya lebih halus seperti krim, dan memberikan manfaat tambahan sebagai eksfoliator ringan.

3. Apakah bentonite clay aman untuk ibu hamil?

Penggunaan bentonite clay secara topikal (sebagai masker wajah atau lulur) umumnya dianggap aman bagi ibu hamil karena tidak terserap ke dalam aliran darah dalam jumlah yang signifikan. Namun, ibu hamil dilarang keras mengonsumsi bentonite clay (diminum) tanpa persetujuan dari dokter kandungan, karena risiko sembelit yang memperparah konstipasi kehamilan serta potensi kandungan logam berat yang bisa membahayakan janin.

4. Kenapa wajah terasa berdenyut saat memakai masker bentonite?

Rasa berdenyut (pulsating) atau kulit yang memerah setelah menggunakan masker bentonite adalah hal yang normal. Hal ini terjadi karena tanah liat mengering, mengerut, dan merangsang sirkulasi darah di area wajah. Peningkatan aliran darah ini membawa lebih banyak oksigen ke permukaan kulit. Kemerahan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 30 menit setelah masker dibilas.