Jarang Gerak Selama WFH, Awas Penyakit Jantung Mengincar

Halodoc, Jakarta - Penyakit jantung bukan hanya mengincar seorang dengan usia lanjut saja, tetapi juga banyak ditemui pada muda-mudi di usia produktif yang memiliki gaya hidup kurang aktif. Pola hidup tidak sehat tersebut menjadi salah satu faktor utama seseorang mengidap penyakit jantung. Ditambah lagi, hingga saat ini, beberapa perusahaan masih memberlakukan WFH.
Kebiasaan malas gerak selama WFH hampir dialami semua orang. Pasalnya, apa pun yang diinginkan dapat dengan mudah didapatkan secara instan dengan gawai. Hari Jantung Sedunia yang diselenggarakan besok (29/09) adalah saat yang tepat untuk memperhatikan kesehatan jantung sejak dini. Begini penjelasan kurang gerak memicu sakit jantung.
Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda
Waspadai, Kurang Gerak Memicu Sakit Jantung
Pola hidup tidak aktif, atau jarang bergerak dikenal dengan istilah sedentari. Lantas, apa kaitannya dengan sakit jantung? Jadi, saat tubuh tidak aktif bergerak, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk mengubah lemak menjadi energi. Hal tersebut akan membuat lemak dari makanan menumpuk dalam tubuh. Lemak-lemak inilah yang memicu melonjaknya angka kolesterol jahat.
Jika kolesterol menumpuk di pembuluh darah jantung, maka lambat laun akan memicu penyakit jantung koroner. Penyakit tersebut akan ditandai dengan nyeri dada sebelah kiri, terutama saat tubuh melakukan aktivitas, baik dengan intensitas ringan hingga tinggi. Jika digambarkan, rasa nyerinya seperti tertimpa benda berat di dada.
Penyakit tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas yang kamu lakukan, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan kematian. Sampai di sini, apakah kamu masih ingin mempertahankan gaya hidup sedentari? Jika kamu mengalami keluhan yang sama seperti yang telah disebutkan, bukan berarti kamu memiliki penyakit jantung koroner, lho. Untuk lebih memperjelas kondisi yang kamu alami, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc.
Untuk memperingati World Heart Day yang diadakan besok (29/09), Halodoc mengadakan diskusi gratis untuk ahli jantung dan internis di tanggal tersebut. Kamu juga bisa mendapatkan diskon sebanyak 5 persen s.d.Rp100.000 untuk obat-obatan yang berhubungan dengan jantung, jika kamu membelinya dengan resep yang diberikan oleh dokter di akhir sesi diskusi.
World Heart Day merupakan saat yang tepat bagi kamu dan orang terdekat untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung. Dimulai dari sini, diharapkan agar kamu lebih mewaspadai jika ada banyak penyakit yang mengintai karena gaya hidup sedentari yang kamu jalani. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Jadi, waspadai segala macam risikonya, dan periksakan kesehatan jantungmu di aplikasi Halodoc.
Baca juga: Terapkan 7 Kebiasaan Ini untuk Kesehatan Jantung
Masalah Kesehatan Lain Akibat Jarang Bergerak
Seperti pada penjelasan sebelumnya, bukan hanya penyakit jantung saja yang mengintai saat seseorang tidak aktif bergerak. Ada beberapa penyakit lain yang juga mengintai. Berikut ini beberapa penyakit tersebut:
1.Sakit-sakitan
Kamu merasa dikit-dikit gampang terserang penyakit? Hal tersebut bisa jadi tanda jika tubuh kurang bergerak. Aktivitas fisik berfungsi untuk menstimulasi jaringan otot, sehingga sistem kekebalan tubuh mengalami peningkatan. Faktanya, berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang dapat membuat seseorang mengalami kenaikan sistem kekebalan tubuh.
2.Konstipasi
Tidak aktif bergerak bisa memicu timbulnya masalah pencernaan. Salah satunya adalah konstipasi. Namun, saat kamu rutin berolahraga, maka gerakan peristaltik usus menjadi lancar. Olahraga akan merangsang kerja usus menjadi lebih aktif, sehingga limbah atau kotoran sisa makanan dapat melewati usus besar dengan lancar. Sampai di sini, apakah kamu masih ingin membudayakan malas bergerak?
3.Sulit Bernapas
Merasa sesak napas walau hanya melakukan aktivitas fisik yang sangat ringan? Hal tersebut menjadi pertanda jika tubuh kurang bergerak aktif. Sesak napas yang terjadi disebabkan oleh penurunan sistem metabolisme tubuh dan sistem kerja organ jantung. Keduanya dapat diperbaiki dengan rutin berolahraga.
4.Sulit Tidur
Melakukan aktivitas fisik mampu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga saat tidur pun menjadi lebih nyenyak. Aktivitas fisik yang dilakukan akan meningkatkan kinerja tubuh, termasuk jam tubuh yang mengontrol siklus tidur seseorang.
Baca juga: 9 Buah yang Berkhasiat untuk Pengidap Penyakit Jantung
Selain baik untuk kesehatan fisik, bergerak aktif juga baik bagi kesehatan mental seseorang. Aktivitas fisik dapat meningkatkan produksi hormon dopamin yang memicu munculnya rasa senang. Jika kadarnya terlalu sedikit, maka suasana hati akan cepat menurun, mudah frustasi, marah, dan rentan mengalami kesedihan. Jadi, jangan sampai melewatkan kegiatan menyehatkan yang satu ini, ya!



