• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Mencukur Bulu Ketiak, Adakah Manfaatnya?

Jarang Mencukur Bulu Ketiak, Adakah Manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mencukur bulu ketiak mungkin menjadi rutinitas bulanan yang dilakukan oleh sebagian wanita. Sebagian besar wanita menganggap bulu ketiak dapat mengganggu penampilan. Namun, berbeda dengan Alexandra Gottardo. Aktris dan model satu ini mengaku sudah lama sengaja tidak mencukur bulu ketiaknya. Menurutnya, tidak mencukur bulu ketiak bukanlah sesuatu yang jorok.

Kemudian, hal ini memunculkan pertanyaan, manfaat di balik tidak mencukur bulu ketiak. Kalau dilansir dari Healthline, mencukur bulu ketiak memang tidak memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Lantas, adakah manfaat yang diperoleh jika bulu ketiak tidak dicukur dan dibiarkan tumbuh begitu saja? Berikut ulasannya. 

Baca Juga: Mencukur Bulu Ketiak Bisa Menghilangkan Bau Badan?

  1. Menurunkan Risiko Infeksi

Jika tidak dilakukan dengan benar, mencukur bulu ketiak atau bulu di area manapun berisiko melukai lapisan kulit. Ketika kulit tidak dirawat dengan baik, maka luka kecil tersebut bisa berbahaya dan menimbulkan infeksi. Nah, bulu yang tumbuh di ketiak berfungsi layaknya perisai  untuk melindungi lapisan kulit ketiak. Ketika tidak ada bulu yang melindunginya, maka kulit ketiak dapat terluka dan rentan terinfeksi bakteri streptococcus, staphylococcus aureus, dan MRSA.

Apakah kamu pernah mengalami infeksi kulit setelah bercukur? Kalau iya, sebaiknya jangan dibiarkan berlarut-larut dan obati sesegera mungkin. Kamu bisa bertanya kepada dokter Halodoc terkait penanganan dan pengobatan kulit yang mengalami infeksi setelah bercukur. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Kalau kamu butuh membeli obat-obatan untuk mengobati infeksi, kamu juga bisa membeli obatnya lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot pergi keluar rumah, tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam.

  1. Mengurangi Gesekan

Kalau kamu tipe orang yang aktif dan gemar melakukan banyak aktivitas fisik, ketiak pasti lebih sering berkeringat. Ternyata, keringat yang berpadu dengan gesekan atau gerakan yang berulang-ulang dapat menyebabkan radang dan ruam pada kulit. Boleh dibilang, semakin banyak bulu ketiak, maka peradangan kulit bisa lebih diminimalisir. 

Baca Juga : Perlu Tahu, Ini Manfaat Pepaya untuk Kulit dan Rambut

Melansir dari Insider, Dr. Terrence Keaney, ahli dermatologi asal Arlington mengatakan, bercukur dapat menimbulkan masalah kulit. Satu-satunya cara untuk menghindari masalah tersebut adalah menjaga area ketiak tetap lembap.

  1. Mengatur Suhu Tubuh

Kamu pasti sadar kalau seluruh bulu yang ada di tubuh sensitif terhadap suhu. Bulu akan berbaring ketika suhu terasa hangat. Namun, ketika suhu sedang dingin, bulu pasti akan berdiri. Ternyata, posisi bulu adalah proses untuk menjebak panas agar kamu tetap merasa hangat atau melepaskan panas agar tetap dingin. Kamu mungkin menganggap naik atau turunnya bulu hanya sebatas sensitivitas saja. Padahal, proses ini bertujuan untuk mengatur suhu tubuh. 

Meskipun tidak ada manfaat kesehatan pasti dari mencukur ketiak, beberapa orang menyukai penampilan dari ketiak yang bebas bulu. Sebagian besar orang merasa bahwa menghilangkan bulu ketiak meminimalkan bau badan akibat keringat yang bercampur dengan bakteri.

Baca Juga: Ini Risiko Malas Cukur Bulu Kemaluan pada Perempuan

Di satu sisi, mencukur bulu ketiak atau bulu di bagian tubuh manapun meningkatkan risiko rambut tumbuh ke dalam, terluka dan iritasi kulit. Jadi, mencukur atau tidaknya bulu ketiak sebenarnya tergantung pada preferensi masing-masing. Jika harus bercukur, pastikan tetap memerhatikan kebersihannya, ya.

Referensi :
Insider. Diakses pada 2020. 5 health benefits of not shaving.
Healthline. Diakses pada 2020. Are There Benefits to Shaving Arm Hair? A How-To If You Choose to Do It.