Ini Risiko Malas Cukur Bulu Kemaluan pada Perempuan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Risiko Malas Cukur Bulu Kemaluan pada Perempuan

Halodoc, Jakarta - Belum lama ini, beredar cerita seorang suami yang menuangkan keluh kesahnya karena kesal sang istri tidak mau membersihkan bulu kemaluannya. Cerita yang viral di media sosial ini menyebutkan bahwa sang suami sudah jengah memberitahu istrinya yang tidak mau mencukur bulu kemaluannya hingga enam tahun. 

Kabarnya, suami menjadi enggan berhubungan intim dengan pasangannya karena merasa risih dan jorok melihat bulu kemaluan sang istri yang tidak terjaga. Sebenarnya, haruskah bulu kemaluan dicukur? Apa risikonya bila hal ini tidak dilakukan bahkan hingga selama enam tahun lamanya? 

Baca juga: Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Salah Bisa Timbulkan Iritasi

Risiko Malas Cukur Bulu Kemaluan pada Perempuan

Kebersihan menjadi alasan utama seorang wanita membersihkan atau mencukur bulu kemaluannya. Ya, bulu kemaluan yang terlihat rapi akan menimbulkan kesan bersih. Lalu, apa risiko yang mengintai jika seorang wanita tidak rutin mencukur bulu kemaluannya? Bahkan, pada kasus cerita yang luas beredar, hingga enam tahun? 

Ternyata, risiko paling utama yang terjadi ketika kamu tidak rutin mencukur bulu kemaluan adalah kebersihan yang dapat menyebabkan infeksi di area kewanitaan yang tidak terjaga. Terlebih di Indonesia dengan iklim tropis yang membuat kamu lebih mudah berkeringat. Hal tersebut bisa saja menjadi lebih buruk karena area organ kewanitaan yang memiliki bulu terlalu lebat. Tentu saja, hal ini akan membuat pasangan merasa risih dan enggan untuk melakukan hubungan intim.

Baca juga: Benarkah Mencukur Bulu Kemaluan Dapat Timbulkan Kutil Kelamin?

Manfaat Rutin Mencukur Bulu Kemaluan

Rutin membersihkan bulu kemaluan ternyata tidak hanya membantu menjaga kesehatan area intim. Ada beragam manfaat mencukur bulu kemaluan lain yang bisa kamu dapatkan, berikut di antaranya:

  • Membuat pasangan lebih senang. Tentu menjadi kebahagiaan yang tidak tergantikan jika kamu bisa membuat pasangan lebih senang. Ini dikaitkan dengan meningkatnya gairah seksual pasangan yang melihat area intim yang terjaga kebersihan dengan bulu-bulu kemaluan yang tercukur rapi. 

  • Melindungi area intim dari kutu kelamin, tungau, dan kelembapan berlebihan. Ya, bulu kemaluan yang terlalu lebat membuat kutu kelamin dan tungau bermunculan karena kelembapan yang berlebihan pada area tersebut. Jika tidak segera dibersihkan, kamu bisa berisiko mengalami infeksi saluran kemih dan keputihan

  • Lebih mudah dibersihkan. Bulu kemaluan yang tercukur rapi tentu lebih mudah dijaga kebersihannya. Bulu kemaluan yang terlampau lebat menyulitkan air untuk sampai ke area intim, misalnya ketika kamu ingin membasuh area intim setelah berkemih atau saat sedang mandi. 

  • Meningkatkan kenyamanan ketika berhubungan seksual. Bukan hanya pasangan, kamu juga merasa nyaman ketika berhubungan seksual dengan bulu kemaluan yang tercukur rapi. 

Baca juga: Jangan Sampai Luka, Ini Cara Mencukur Bulu Kemaluan

Meski begitu, kamu tetap tidak boleh sembarangan ketika mencukur bulu kemaluan. Ada dua cara yang bisa digunakan, waxing atau shaving. Waxing merupakan metode menghilangkan bulu kemaluan dengan mencabut bulu kemaluan, sementara shaving dilakukan dengan menggunakan alat cukur. Keduanya bisa kamu lakukan sendiri di rumah, tetapi agar lebih aman, percayakan metode waxing bulu kemaluan pada orang yang lebih berpengalaman. 

Kalau kamu merasa ragu untuk mencukur bulu kemaluan dengan kedua metode tersebut, kamu bisa bertanya dahulu pada dokter tips aman ketika mencukur bulu kemaluan. Kamu bisa memanfaatkan fitur Tanya Dokter yang ada di aplikasi Halodoc supaya tanya jawab menjadi lebih mudah dan jawaban yang kamu dapatkan lebih akurat karena langsung diberikan oleh dokter ahli. 



Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. What’s the Purpose of Pubic Hair and 8 Other FAQs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Are There Benefits to Removing My Pubic Hair?
Young Women’s Health. Diakses pada 2019. Removing Pubic Hair.