Advertisement

Jari Leher Angsa, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   21 Juli 2025

Jari leher angsa adalah deformitas pada sendi jari yang membuat jari membengkok tidak normal dan menyerupai leher angsa.

Jari Leher Angsa, Kenali Gejala dan Cara MengatasinyaJari Leher Angsa, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Jari Leher Angsa?
  2. Gejala Jari Leher Angsa
  3. Penyebab Jari Leher Angsa
  4. Diagnosis Jari Leher Angsa
  5. Cara Mengatasi Jari Leher Angsa
  6. Pencegahan Jari Leher Angsa
  7. Kapan Harus ke Dokter?
  8. Kesimpulan

Pernahkah kamu melihat jari tangan yang tampak melengkung tidak wajar seperti bentuk leher angsa?

Kondisi ini dikenal sebagai jari leher angsa (swan neck deformity), sebuah kelainan pada sendi jari yang bisa membuat aktivitas sehari-hari seperti menggenggam atau menulis menjadi terasa sulit.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan jari, tetapi juga dapat menurunkan fungsi tangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting mengenali gejala awal dan memahami penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.

Yuk, kenali lebih lanjut apa itu jari leher angsa dan bagaimana cara mengatasinya!

Apa Itu Jari Leher Angsa?

Jari leher angsa atau swan neck deformity adalah kondisi kelainan bentuk pada jari tangan. Kondisi ini ditandai dengan sendi proximal interphalangeal (PIP) yang menekuk ke belakang (hiperekstensi) dan sendi distal interphalangeal (DIP) yang menekuk ke bawah (fleksi). Bentuk jari jadi menyerupai leher angsa.

Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit, keterbatasan gerak, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menggenggam benda.

Menurut studi di Journal of Hand Surgery, penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Gejala Jari Leher Angsa

Gejala utama jari leher angsa adalah perubahan bentuk jari. Sendi PIP terlihat sangat lurus atau menekuk ke belakang, sementara ujung jari menekuk ke bawah.

Selain perubahan bentuk, gejala lain yang mungkin timbul, meliputi:

  • Nyeri pada jari yang terkena.
  • Kekakuan pada sendi jari.
  • Keterbatasan gerakan jari.
  • Kesulitan menggenggam atau memegang benda.
  • Pada kasus yang parah, bisa terjadi dislokasi sendi.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab Jari Leher Angsa

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya jari leher angsa, di antaranya:

  • Rheumatoid arthritis (RA): Peradangan kronis pada sendi akibat RA dapat merusak tendon dan ligamen di sekitar jari, menyebabkan ketidakseimbangan otot dan perubahan bentuk jari.
  • Cedera: Trauma atau cedera pada jari, seperti patah tulang atau dislokasi sendi, dapat merusak struktur pendukung jari dan menyebabkan deformitas.
  • Gangguan jaringan ikat: Kondisi seperti sindrom Ehlers-Danlos atau lupus dapat menyebabkan kelemahan pada jaringan ikat, meningkatkan risiko terjadinya jari leher angsa.
  • Kondisi neurologis: Beberapa kondisi neurologis seperti cerebral palsy, dapat memengaruhi kontrol otot dan menyebabkan ketidakseimbangan yang memicu deformitas.
  • Penyebab lain: Dalam beberapa kasus, jari leher angsa dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas (idiopatik).

Menurut penelitian di Rheumatology International, rheumatoid arthritis menjadi penyebab paling umum dari jari leher angsa.

Diagnosis Jari Leher Angsa

Diagnosis jari leher angsa umumnya melibatkan beberapa langkah:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa jari secara visual untuk melihat adanya perubahan bentuk yang khas. Dokter juga akan memeriksa rentang gerak jari dan merasakan adanya nyeri atau kekakuan.

  • Riwayat medis

Dokter akan menanyakan riwayat medis pasien, termasuk riwayat penyakit autoimun, cedera, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi jari.

  • Pemeriksaan penunjang

Berikut ini contoh pemeriksaan penunjang untuk kondisi jari leher angsa:

  1. Rontgen: Untuk melihat kondisi tulang dan sendi jari, serta menyingkirkan penyebab lain seperti patah tulang atau dislokasi.
  2. Tes darah: Jika dokter mencurigai adanya penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, tes darah dapat dilakukan untuk mengidentifikasi antibodi tertentu.

Dengan kombinasi pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan pemeriksaan penunjang, dokter dapat menegakkan diagnosis jari leher angsa dan menentukan penyebab yang mendasarinya.

Kamu alami nyeri sendi? Simak rekomendasi obatnya pada artikel berikut ini: Rekomendasi Terbaik Obat Pereda Nyeri Sendi dan Tulang. 

Cara Mengatasi Jari Leher Angsa

Pengobatan jari leher angsa bertujuan untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi jari, dan mencegah perkembangan deformitas lebih lanjut. Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya:

Terapi konservatif

  • Splinting: Penggunaan bidai (splint) dapat membantu menstabilkan sendi PIP dan mencegah hiperekstensi. Bidai biasanya dipakai pada malam hari atau selama aktivitas yang memicu nyeri.
  • Terapi fisik: Latihan peregangan dan penguatan dapat membantu meningkatkan rentang gerak jari dan memperkuat otot-otot di sekitar sendi.
  • Obat-obatan: Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat membantu mengurangi nyeri ringan hingga sedang. Jika penyebabnya adalah rheumatoid arthritis, dokter mungkin meresepkan obat-obatan yang lebih kuat, seperti DMARD (disease-modifying antirheumatic drugs).

Pembedahan:

  • Pelepasan jaringan lunak: Prosedur ini melibatkan pelepasan jaringan ikat yang tegang di sekitar sendi PIP untuk memungkinkan gerakan yang lebih bebas.
  • Fusi sendi: Pada kasus yang parah, dokter mungkin merekomendasikan fusi sendi (arthrodesis), yaitu penggabungan tulang-tulang di sekitar sendi PIP untuk menghilangkan gerakan dan nyeri.
  • Penggantian sendi: Dalam beberapa kasus, sendi PIP yang rusak dapat diganti dengan sendi buatan (prostetik).

Menurut studi di Journal of Clinical Medicine, terapi kombinasi antara splinting dan latihan fisik memberikan hasil yang baik dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi jari pada pasien dengan jari leher angsa ringan hingga sedang.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli terapi tangan untuk menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pencegahan Jari Leher Angsa

Meskipun tidak semua kasus jari leher angsa dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini:

  • Lindungi jari dari cedera: Gunakan alat pelindung saat melakukan aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan cedera pada jari, seperti olahraga atau pekerjaan manual.
  • Kelola penyakit autoimun: Jika memiliki penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, ikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengendalikan peradangan dan mencegah kerusakan sendi.
  • Latihan peregangan dan penguatan: Lakukan latihan peregangan dan penguatan jari secara teratur untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot-otot di sekitar sendi.
  • Ergonomi yang baik: Perhatikan posisi dan gerakan tangan saat bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari. Hindari gerakan berulang yang berlebihan dan pastikan posisi tangan nyaman dan ergonomis.

Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan ini, dapat membantu menjaga kesehatan jari dan mengurangi risiko terjadinya jari leher angsa.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala jari leher angsa, terutama jika:

  • Nyeri pada jari sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Jari terasa kaku dan sulit digerakkan.
  • Mengalami kesulitan menggenggam atau memegang benda.
  • Ada perubahan bentuk yang jelas pada jari.
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun atau cedera pada jari.

Penanganan dini dapat membantu mencegah perkembangan deformitas lebih lanjut dan meningkatkan peluang pemulihan yang lebih baik.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Jari leher angsa adalah kelainan bentuk jari yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rheumatoid arthritis, cedera, dan gangguan jaringan ikat. Gejala meliputi perubahan bentuk jari, nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerakan.

Penanganan meliputi terapi konservatif seperti splinting dan terapi fisik, serta pembedahan pada kasus yang parah. Pencegahan meliputi melindungi jari dari cedera, mengelola penyakit autoimun, dan melakukan latihan peregangan dan penguatan jari secara teratur.

Jika mengalami gejala jari leher angsa, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
NIH. Diakses pada 2025. Swan Neck Deformity. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Swan Neck Deformity: What It Is, Causes & Treatment. 
American Society for Surgery of The Hand. Diakses pada 2025. Swan Neck Deformity: Causes & Treatment.