Ad Placeholder Image

Jenis Dermatitis: Pahami Gejala dan Gambarnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Jenis Dermatitis dan Gambarnya: Bedakan Eksim dan Lainnya

Jenis Dermatitis: Pahami Gejala dan GambarnyaJenis Dermatitis: Pahami Gejala dan Gambarnya

DAFTAR ISI


Dermatitis adalah istilah medis umum yang merujuk pada peradangan pada kulit. Kondisi ini sering kali ditandai dengan kulit yang terasa gatal, kemerahan, kering, hingga melepuh atau mengelupas. Dermatitis bukanlah penyakit menular, namun gejalanya bisa sangat mengganggu kenyamanan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat.

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya dermatitis, mulai dari reaksi alergi, paparan bahan kimia iritan, faktor genetik, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Mengingat pemicunya yang sangat beragam, jenis dermatitis pun bermacam-macam. Setiap jenis memiliki karakteristik visual dan letak kemunculan yang berbeda-beda pada tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengenali macam macam dermatitis dan gambarnya agar bisa melakukan deteksi dini. Penanganan yang keliru justru dapat memperparah peradangan, menyebabkan infeksi sekunder, hingga meninggalkan bekas luka yang sulit hilang pada kulit.

Nah, jika kamu atau anggota keluarga sedang mengalami gejala kemerahan dan gatal pada kulit, mau tahu apa saja pilihan obat untuk meredakannya? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Dermatitis yang Ampuh

Untuk meredakan peradangan, gatal, dan memperbaiki skin barrier (barier kulit) yang rusak akibat dermatitis, kamu bisa menggunakan beberapa produk kesehatan berikut ini. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan.

1. Caladine Lotion 60 ml

Caladine Lotion merupakan losion anti-gatal yang mengandung Calamine, Zinc Oxide, dan Diphenhydramine HCl. Calamine dan Zinc Oxide bekerja sebagai astringent ringan dan agen penyejuk yang membantu meredakan kemerahan serta melindungi kulit. Sementara itu, Diphenhydramine bekerja sebagai antihistamin lokal untuk memblokir histamin penyebab rasa gatal.

Obat ini sangat bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal karena biang keringat, udara panas, gigitan serangga, serta reaksi alergi ringan pada kulit (dermatitis kontak ringan).

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak: Oleskan 2-4 kali sehari setelah mandi, atau sesuai kebutuhan pada area kulit yang gatal.
  • Gunakan pada kulit yang utuh, jangan dioleskan pada luka terbuka atau kulit yang melepuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Caladine Lotion 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Noroid Soothing Cream 80 ml

Noroid Soothing Cream adalah krim pelembap dermatologis yang diformulasikan dengan teknologi Multi-Lamellar Emulsion (MLE) yang meniru struktur lipid alami kulit (ceramide). Krim ini juga mengandung squalane dan bahan pelembap lainnya yang bekerja secara sinergis.

Manfaat utama dari Noroid adalah memperbaiki dan mengembalikan fungsi barier kulit (skin barrier) yang rusak, seperti pada kasus dermatitis atopik (eksim) atau kulit yang sangat kering. Krim ini akan mengunci kelembapan, mengurangi iritasi, dan menenangkan kulit yang meradang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan bayi/anak: Oleskan secara merata pada wajah atau seluruh tubuh setelah mandi.
  • Dapat digunakan sesering mungkin atau sesuai kebutuhan saat kulit terasa kering dan gatal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Noroid Soothing Cream 80 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. Daktarin Krim 5 g

Daktarin Krim memiliki bahan aktif Miconazole Nitrate 2%, yaitu agen antijamur spektrum luas. Miconazole bekerja dengan cara merusak membran sel jamur, sehingga menghentikan pertumbuhan dan membunuh jamur penyebab infeksi kulit.

Obat ini efektif digunakan pada kondisi dermatitis seboroik yang diperparah oleh infeksi jamur Malassezia, serta infeksi jamur kulit lainnya seperti kurap, panu, atau kutu air yang sering kali memicu gatal dan peradangan hebat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak: Oleskan krim pada lesi atau area yang terinfeksi sebanyak 2 kali sehari.
  • Teruskan pengobatan setidaknya 1 minggu setelah gejala hilang untuk mencegah kekambuhan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Daktarin Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Hydrocortisone 1% Krim 5 g

Hydrocortisone 1% Krim adalah obat kortikosteroid topikal berkekuatan rendah hingga sedang. Obat ini bekerja dengan cara menekan respons sistem imun pada kulit, sehingga dapat menghambat pelepasan zat peradangan seperti prostaglandin dan leukotrien.

Krim ini sangat efektif untuk meredakan inflamasi (kemerahan, bengkak, panas) dan rasa gatal pada dermatitis kontak, dermatitis atopik, dan dermatitis seboroik non-infeksi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah 1-2 kali sehari.
  • Jangan digunakan lebih dari 2 minggu tanpa pengawasan dokter, dan hindari area mata atau luka terbuka.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hydrocortisone 1% Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc

5. Loratadine 10 mg 10 Tablet

Loratadine adalah obat antihistamin generasi kedua yang bekerja dengan memblokir reseptor histamin H1 di dalam tubuh. Saat reaksi alergi atau dermatitis memicu pelepasan histamin yang menyebabkan rasa gatal hebat, Loratadine akan meredam efek histamin tersebut.

Manfaat utamanya adalah meredakan gejala gatal sistemik pada berbagai jenis dermatitis alergi dan urtikaria (biduran). Keunggulan Loratadine dibandingkan antihistamin generasi pertama adalah minimnya efek samping mengantuk.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak usia > 12 tahun: 1 tablet (10 mg) diminum 1 kali sehari.
  • Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Loratadine 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan Mandiri untuk Mencegah Dermatitis Kambuh
  1. Rutin mengoleskan pelembap setelah mandi untuk menjaga barier kulit.
  2. Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas karena dapat menghilangkan minyak alami kulit.
  3. Gunakan sabun berbahan lembut (gentle wash) yang bebas pewangi dan pewarna.
  4. Kenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat, hindari bahan sintetis kasar atau wol langsung pada kulit.
  5. Kelola stres dengan baik, karena stres dapat memicu kekambuhan eksim.

Macam-Macam Dermatitis yang Perlu Diwaspadai

Agar penanganannya tepat, penting untuk mengetahui gambaran klinis dari tiap jenis dermatitis. Berikut adalah penjelasan mengenai macam-macam dermatitis yang paling umum terjadi:

1. Dermatitis Atopik (Eksim Atopik)

Dermatitis atopik adalah jenis yang paling umum, terutama pada bayi dan anak-anak, meski bisa menetap hingga dewasa. Kondisi ini sering terkait dengan faktor genetik dan memiliki riwayat keluarga yang alergi atau asma. Gambaran visualnya berupa bercak kulit merah, sangat kering, menebal, dan bersisik. Pada bayi, ruam sering muncul di pipi atau kulit kepala. Pada anak yang lebih besar dan dewasa, ruam biasanya muncul di lipatan tubuh seperti lipatan siku, bagian belakang lutut, dan leher.

2. Dermatitis Kontak Iritan

Jenis ini terjadi ketika kulit bersentuhan langsung dengan zat kimia yang merusak lapisan luar kulit (iritan), seperti detergen keras, pemutih, sabun antibakteri, atau pelarut industri. Gambarannya adalah kulit memerah, terasa perih atau seperti terbakar, dan batas kemerahannya biasanya persis sebatas area kulit yang terkena bahan iritan tersebut. Jika paparan kuat, kulit bisa melepuh dan pecah-pecah.

3. Dermatitis Kontak Alergi

Berbeda dengan iritan, dermatitis kontak alergi adalah respons sistem imun tubuh yang tertunda setelah kulit terpapar alergen (misalnya nikel pada perhiasan imitasi, karet lateks, parfum, atau tanaman beracun). Gambaran visualnya meliputi ruam merah yang sangat gatal, bintil-bintil berair (vesikel) yang dapat pecah dan berkerak, dan biasanya baru muncul 24 hingga 48 jam setelah kulit terpapar alergen.

4. Dermatitis Seboroik

Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kombinasi produksi sebum (minyak) berlebih dan pertumbuhan berlebih jamur Malassezia pada kulit. Gambarannya sangat khas: bercak kemerahan yang dilapisi sisik berminyak berwarna kekuningan atau putih. Biasanya muncul pada area tubuh yang banyak kelenjar minyaknya, seperti kulit kepala (ketombe parah), alis, sela-sela hidung (lipatan nasolabial), dan dada.

5. Dermatitis Dishidrotik (Pompholyx)

Dermatitis dishidrotik merupakan jenis eksim yang spesifik menyerang telapak tangan, jari-jari tangan, dan terkadang telapak kaki. Gambarannya sangat unik, yaitu munculnya lepuhan-lepuhan kecil berair yang tertanam dalam di bawah kulit (menyerupai butiran sagu atau mutiara kecil). Kondisi ini sangat gatal dan terkadang terasa nyeri. Saat lepuh mengering, kulit akan mengelupas dan menjadi sangat kering dan pecah-pecah.

6. Dermatitis Numularis

Kata “nummular” berarti seperti koin. Oleh karena itu, gambaran utama dermatitis numularis adalah munculnya plak kemerahan yang berbentuk bulat oval seperti koin pada kulit. Lesi ini sangat gatal, bisa berair atau berkerak, dan paling sering muncul di tungkai kaki, lengan, atau punggung. Kondisi ini sering dipicu oleh kulit yang sangat kering atau gigitan serangga.

Studi Terkait Dermatitis

Journal of Allergy and Clinical Immunology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kerusakan pada penghalang kulit (skin barrier dysfunction) merupakan faktor utama penyebab dermatitis atopik. Kerusakan ini dipicu oleh mutasi gen filaggrin, yang membuat kulit rentan kehilangan air dan mudah ditembus oleh alergen serta mikroba.

Studi ini menekankan pentingnya penggunaan pelembap yang mengandung ceramide secara rutin untuk mengembalikan integritas barier kulit. Selain itu, pengendalian inflamasi sejak dini dapat mencegah progresivitas dermatitis dari yang ringan menjadi infeksi kulit berat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika gejala dermatitis yang kamu alami semakin meluas, mengeluarkan nanah, atau disertai demam, segera hentikan pengobatan mandiri dan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2024. Eczema types: Overview.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dermatitis – Symptoms and causes.
National Eczema Association. Diakses pada 2024. Types of Eczema.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Dermatitis: Types, Treatments, Causes & Symptoms.
Journal of Allergy and Clinical Immunology. Diakses pada 2024. Skin barrier dysfunction in atopic dermatitis.

FAQ

1. Apakah dermatitis bisa disembuhkan secara total?

Sebagian besar jenis dermatitis, seperti dermatitis atopik, bersifat kronis dan hilang timbul, sehingga tidak dapat disembuhkan secara permanen. Namun, gejalanya bisa dikendalikan dan dicegah dengan menghindari pemicu serta merawat kulit menggunakan pelembap yang tepat.

2. Apakah penyakit dermatitis menular ke orang lain?

Tidak. Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, genetika, atau kontak dengan alergen/iritan. Kondisi ini sama sekali tidak menular, meskipun disentuh oleh orang lain.

3. Makanan apa saja yang harus dihindari saat eksim atau dermatitis kambuh?

Pada beberapa orang dengan dermatitis atopik yang juga memiliki alergi makanan, mengonsumsi susu sapi, telur, kacang-kacangan, makanan laut (seafood), atau gandum dapat memicu kekambuhan. Namun, pantangan ini harus disesuaikan dengan hasil tes alergi masing-masing individu.

4. Kapan harus periksa ke dokter saat mengalami dermatitis?

Segera kunjungi dokter jika ruam terasa sangat gatal hingga mengganggu tidur, menyebar dengan cepat, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti bernanah, muncul kerak kuning tebal, dan disertai demam tinggi.