Ad Placeholder Image

Jenis Jenis Cacar: Air, Api, Monyet dan Lainnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Jenis Jenis Cacar: Kenali, Gejala, & Cara Penularan

Jenis Jenis Cacar: Air, Api, Monyet dan Lainnya!Jenis Jenis Cacar: Air, Api, Monyet dan Lainnya!

DAFTAR ISI


Cacar merupakan salah satu penyakit infeksi kulit yang sangat umum dijumpai di Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit “sekali seumur hidup”, kenyataannya terdapat berbagai jenis cacar dengan penyebab virus yang berbeda-beda. Penyakit ini umumnya ditandai dengan munculnya lenting atau ruam berisi cairan pada permukaan kulit yang disertai dengan gejala sistemik seperti demam dan nyeri tubuh. Memahami perbedaan antara jenis-jenis cacar sangat penting agar kamu tidak salah dalam melakukan penanganan awal.

Penularan cacar biasanya terjadi sangat cepat melalui kontak langsung dengan cairan lenting, droplet pernapasan, atau benda yang terkontaminasi. Jika tidak ditangani dengan tepat, bekas luka cacar bisa menetap atau bahkan terjadi komplikasi infeksi bakteri sekunder pada kulit. Oleh karena itu, selain menjaga kebersihan diri, penggunaan obat-obatan yang tepat untuk meredakan gejala sangatlah krusial untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Dalam menghadapi keluhan ini, kamu bisa melakukan langkah awal dengan menyediakan produk kesehatan yang membantu meredakan demam, mengurangi rasa gatal, serta mendukung sistem imun. Selain pengobatan mandiri, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat mengenai jenis cacar yang dialami.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan yang bisa membantu proses pemulihan? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan untuk Cacar yang Ampuh

Berikut adalah beberapa pilihan produk kesehatan yang aman digunakan untuk meredakan gejala selama masa pemulihan dari infeksi cacar.

1. Sanmol 500 mg 10 Tablet

Sanmol mengandung zat aktif Paracetamol yang bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Pada kasus cacar air atau cacar api, gejala awal biasanya disertai dengan demam tinggi dan nyeri otot yang mengganggu. Sanmol membantu menormalkan suhu tubuh melalui pusat pengaturan suhu di otak dan meningkatkan ambang rasa sakit.

Manfaat utamanya adalah meredakan nyeri kepala, nyeri otot, dan menurunkan demam yang sering muncul sebelum atau saat ruam cacar keluar. Obat ini sangat stabil dan aman bagi lambung jika dikonsumsi sesuai dosis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, 3-4 kali sehari setelah makan.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2-1 tablet, 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan atau sesuai anjuran tenaga medis.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Caladine Lotion 60 ml

Caladine Lotion merupakan pilihan utama untuk mengatasi rasa gatal yang hebat pada penderita cacar air. Mengandung Calamine, Zinc Oxide, dan Diphenhydramine HCL. Calamine dan Zinc Oxide bekerja memberikan efek sejuk pada kulit serta melindungi kulit dari iritasi, sementara Diphenhydramine berfungsi sebagai antihistamin topikal untuk meredakan gatal.

Manfaat produk ini adalah mencegah kamu untuk menggaruk lenting cacar, sehingga risiko bekas luka permanen dan infeksi bakteri tambahan dapat diminimalisir. Teksturnya yang cair membuatnya mudah dioleskan tanpa menyakiti kulit yang meradang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan bagian kulit yang gatal, lalu oleskan secara merata 2-4 kali sehari.
  • Hanya untuk penggunaan luar. Jangan digunakan pada luka terbuka yang mengeluarkan cairan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Caladine Lotion 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan Kulit Saat Terkena Cacar
  1. Jangan memecahkan lenting atau lepuhan agar tidak terjadi bekas bopeng atau infeksi.
  2. Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan katun agar tidak menggesek kulit yang meradang.
  3. Tetap mandi menggunakan air suam kuku dan sabun antiseptik lembut untuk menjaga kebersihan lesi.

3. Acyclovir 5% Cream 5 g

Acyclovir adalah agen antiviral yang efektif untuk menghambat replikasi virus Herpes Simplex dan Varicella Zoster. Dalam bentuk krim 5%, obat ini bekerja secara lokal pada area kulit yang terinfeksi untuk mempercepat keringnya lepuhan dan mengurangi penyebaran virus ke jaringan kulit di sekitarnya.

Manfaatnya sangat terasa pada tahap awal munculnya lenting, terutama pada cacar api (herpes zoster). Penggunaan yang cepat dapat mengurangi durasi rasa nyeri dan mempercepat pembentukan keropeng (scab).

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan tipis-tipis pada area yang sakit setiap 4 jam sekali (sekitar 5 kali sehari) selama 5-10 hari.
  • Gunakan *cotton bud* atau sarung tangan saat mengoleskan agar virus tidak berpindah ke bagian tubuh lain.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan atau konsultasikan dengan apoteker.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Acyclovir 5% Cream 5 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Imboost Force 10 Kaplet

Infeksi virus seperti cacar sangat bergantung pada kekuatan sistem imun tubuh untuk melawannya. Imboost Force mengandung kombinasi *Echinacea purpurea*, *Black Elderberry*, dan *Zn Picolinate*. Bahan-bahan ini bekerja sebagai imunomodulator yang meningkatkan respon pertahanan tubuh terhadap infeksi virus.

Manfaat suplemen ini adalah membantu mempercepat masa pemulihan tubuh sehingga gejala cacar tidak bertambah parah. Kandungan Elderberry secara spesifik dikenal mampu menghambat pelekatan virus pada sel tubuh manusia.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kaplet, 3 kali sehari.
  • Diminum sesudah makan untuk penyerapan optimal.

Produk ini termasuk kategori suplemen kesehatan yang aman dikonsumsi mandiri sesuai aturan pakai.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Imboost Force 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Betadine Antiseptic Solution 5 ml

Betadine Antiseptic Solution mengandung Povidone-Iodine 10% yang berfungsi membunuh kuman penyebab infeksi, termasuk virus, bakteri, dan jamur. Pada kondisi cacar, risiko terbesar adalah pecahnya lenting secara tidak sengaja yang dapat menjadi pintu masuk bakteri (infeksi sekunder).

Manfaat Betadine adalah untuk mendesinfeksi area sekitar lesi yang pecah agar luka cepat kering dan tidak bernanah. Larutan ini membantu menjaga sterilitas kulit di sekitar area yang terdampak cacar.

Dosis dan aturan pakai:

  • Teteskan pada kapas atau kain kasa, lalu usapkan pada bagian kulit yang membutuhkan.
  • Dapat digunakan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan kebersihan luka.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Antiseptic Solution 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Jenis-Jenis Cacar yang Umum Terjadi

Di Indonesia, masyarakat sering menggunakan istilah “cacar” untuk menyebut berbagai kondisi kulit yang berbeda. Secara medis, terdapat tiga jenis yang paling sering ditemui:

1. Cacar Air (Varicella)

Penyebabnya adalah virus *Varicella-zoster*. Ciri khasnya adalah ruam kemerahan yang berubah menjadi lenting berisi cairan bening dan tersebar di seluruh tubuh, mulai dari dada, punggung, hingga wajah. Penyakit ini sangat menular, terutama pada anak-anak yang belum divaksinasi.

2. Cacar Api / Cacar Ular (Herpes Zoster)

Ini merupakan reaktivasi dari virus cacar air yang menetap di saraf. Ciri utamanya adalah ruam dan lepuhan yang terasa panas seperti terbakar (sehingga disebut cacar api) dan muncul hanya pada satu sisi tubuh mengikuti jalur saraf (dermatom).

3. Cacar Monyet (Mpox)

Penyebabnya adalah virus *Monkeypox*. Gejalanya mirip cacar air tetapi biasanya disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Ruamnya cenderung lebih dalam dan bertahan lebih lama dibandingkan cacar air biasa.

Perbedaan Gejala Cacar Air, Cacar Api, dan Cacar Monyet

Sangat penting untuk mengenali karakteristik ruam pada masing-masing jenis cacar. Pada cacar air, ruam muncul secara bertahap dalam beberapa hari dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda. Sebaliknya, pada cacar monyet, lesi biasanya muncul dalam tahap yang sama di area tertentu tubuh.

Rasa nyeri juga menjadi pembeda signifikan. Cacar api biasanya menyebabkan nyeri saraf yang tajam, bahkan sebelum ruamnya muncul. Sedangkan pada cacar air, keluhan yang paling dominan adalah rasa gatal yang luar biasa. Jika kamu mengalami kesulitan membedakan, sebaiknya segera beli obat online di Halodoc setelah mendapatkan resep atau arahan dokter agar pengobatan lebih spesifik.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus cacar bersifat *self-limiting* (sembuh sendiri), ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis segera:

1. Penyebaran ke Mata

Jika ruam cacar muncul di dekat area mata, segera temui dokter spesialis mata karena dapat menyebabkan jaringan parut pada kornea yang mengganggu penglihatan.

2. Infeksi Bakteri Sekunder

Jika lesi menjadi sangat merah, hangat, bengkak, dan mengeluarkan nanah, ini menandakan adanya infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

3. Kelompok Berisiko Tinggi

Ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang dengan sistem imun rendah (penderita HIV atau kanker) wajib mendapatkan pengawasan dokter karena risiko komplikasi seperti pneumonia atau ensefalitis (radang otak) lebih tinggi.

Studi Mengenai Manajemen Infeksi Virus Varicella

Journal of Clinical Virology menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa pemberian agen antiviral dalam 24-48 jam pertama munculnya ruam secara signifikan mengurangi durasi demam dan jumlah lesi pada pasien cacar.

Studi tersebut menegaskan bahwa manajemen suportif dengan antipiretik dan menjaga kebersihan kulit adalah kunci utama mencegah komplikasi jangka panjang. Penggunaan suplemen penguat imun juga terbukti membantu mempersingkat fase akut penyakit pada orang dewasa.

Punya Keluhan Gejala Cacar tapi Bingung Jenisnya Apa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan berupa ruam atau lenting, tapi bingung ini jenis cacar yang mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kondisi tidak kunjung membaik atau demam tetap tinggi lebih dari 3 hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chickenpox: Symptoms and Causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mpox (Monkeypox) Fact Sheets.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Shingles (Herpes Zoster).
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pedoman Penatalaksanaan Kasus Cacar Air dan Cacar Monyet di Indonesia.

FAQ

1. Apakah penderita cacar air boleh mandi?

Boleh dan justru sangat disarankan. Mandi membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah infeksi bakteri pada lenting yang pecah. Gunakan air suam kuku dan jangan menggosok kulit terlalu keras dengan handuk.

2. Apakah cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup?

Umumnya ya, karena tubuh membentuk antibodi. Namun, virus tersebut tetap tinggal di saraf dan bisa muncul kembali di kemudian hari sebagai Herpes Zoster atau cacar api saat imun menurun.

3. Berapa lama masa inkubasi cacar air?

Masa inkubasi biasanya berkisar antara 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus sebelum akhirnya gejala pertama muncul.

4. Bagaimana cara mencegah penularan cacar di rumah?

Pisahkan peralatan makan, pakaian, dan tempat tidur penderita. Pastikan penderita tetap di dalam kamar (isolasi mandiri) hingga seluruh lenting kering dan menjadi keropeng.