Ad Placeholder Image

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Juni 2026

Keputihan normal terjadi pada wanita usia subur karena adanya perubahan hormon.

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib DiketahuiJenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib Diketahui

DAFTAR ISI


Keputihan atau fluor albus adalah kondisi alami yang dialami oleh setiap wanita. Secara fisiologis, keputihan berfungsi sebagai mekanisme pembersihan alami vagina untuk membuang sel-sel mati dan bakteri, sehingga area kewanitaan tetap bersih dan terhindar dari infeksi. Namun, tidak semua keputihan bersifat normal. Ada kalanya perubahan warna, tekstur, dan aroma menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan tertentu.

Penting bagi kamu untuk memahami perbedaan antara keputihan yang sehat dan jenis keputihan yang berbahaya. Deteksi dini terhadap perubahan pada cairan vagina dapat mencegah komplikasi yang lebih serius, seperti infeksi panggul, gangguan kesuburan, hingga risiko penyakit menular seksual. Memahami tubuh sendiri adalah langkah awal dalam menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.

Banyak wanita merasa cemas ketika mendapati adanya perubahan pada keputihannya, namun seringkali menunda untuk mencari penanganan medis. Padahal, penanganan yang tepat dan cepat sangat bergantung pada diagnosis yang akurat. Jika kamu merasa ada yang tidak beres, jangan ragu untuk melakukan langkah pencegahan atau pembersihan area kewanitaan dengan produk yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai jenis keputihan yang berbahaya serta langkah penanganannya? Berikut ulasannya!

Mengenal Keputihan Normal dan Berbahaya

Sebelum membahas mengenai jenis yang berbahaya, kamu perlu mengetahui seperti apa kriteria keputihan yang normal. Keputihan yang sehat biasanya berwarna bening atau sedikit putih susu, tidak berbau tajam, dan memiliki tekstur yang berubah-ubah mengikuti siklus menstruasi. Misalnya, saat mendekati masa ovulasi, keputihan cenderung menjadi lebih lengket dan elastis seperti putih telur mentah.

Sebaliknya, keputihan dinyatakan berbahaya jika terjadi perubahan signifikan yang disertai dengan gejala fisik lainnya. Perubahan ini biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri alami di vagina (flora normal) atau adanya mikroorganisme patogen seperti jamur, parasit, dan bakteri jahat. Faktor gaya hidup, penggunaan sabun pembersih yang terlalu keras, hingga kondisi medis tertentu dapat memicu timbulnya keputihan abnormal ini.

Ciri-Ciri Jenis Keputihan yang Berbahaya

Berikut adalah beberapa jenis keputihan berdasarkan karakteristiknya yang perlu kamu waspadai:

1. Keputihan Berwarna Putih Menggumpal

Jika keputihan berwarna putih namun teksturnya sangat kental dan menggumpal seperti keju cottage, ini adalah tanda infeksi jamur (kandidiasis vaginalis). Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa gatal yang sangat hebat di area vulva dan rasa panas saat buang air kecil.

2. Keputihan Berwarna Abu-Abu dan Berbau Amis

Keputihan yang berwarna abu-abu, encer, dan mengeluarkan aroma amis yang menyengat (terutama setelah berhubungan seksual) mengindikasikan adanya Vaginosis Bakteri (BV). Ini terjadi karena ketidakseimbangan jumlah bakteri baik Lactobacillus di dalam vagina.

3. Keputihan Berwarna Hijau atau Kuning

Warna hijau atau kuning kehijauan dengan tekstur yang berbuih seringkali merupakan tanda trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Gejala ini biasanya dibarengi dengan nyeri panggul dan bau busuk.

4. Keputihan Bercampur Darah

Jika keputihan muncul dengan bercak darah di luar siklus menstruasi, kamu perlu waspada. Meskipun bisa disebabkan oleh ovulasi atau iritasi ringan, keputihan berdarah yang disertai nyeri panggul bisa menjadi tanda kondisi serius seperti polip rahim, infeksi serviks, atau dalam kasus tertentu, kanker serviks.

Tips Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan
  1. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  2. Basuh area kewanitaan dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) untuk mencegah perpindahan bakteri.
  3. Hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung parfum kuat karena dapat merusak pH vagina.

Penyebab Medis di Balik Keputihan Abnormal

Memahami penyebab di balik keputihan sangat penting agar kamu tidak salah dalam mengambil tindakan. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  • Infeksi Jamur (Yeast Infection): Dipicu oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans.
  • Vaginosis Bakterial: Akibat pertumbuhan bakteri anaerob yang berlebihan.
  • Infeksi Menular Seksual (IMS): Seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis.
  • Atrofi Vagina: Penipisan dan kekeringan dinding vagina yang sering terjadi pada wanita menopause.
  • Iritasi Bahan Kimia: Penggunaan deterjen, pembalut beraroma, atau pelumas yang tidak cocok.

Untuk menjaga kesehatan area kewanitaan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan kewanitaan yang aman dan terpercaya tanpa harus keluar rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Banyak wanita mencoba mengobati keputihan sendiri dengan ramuan tradisional atau obat bebas tanpa diagnosis. Namun, jika keputihan sudah menunjukkan ciri berbahaya, diagnosis medis adalah keharusan. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam jika kamu mengalami:

  • Nyeri hebat di perut bagian bawah atau panggul.
  • Demam yang menyertai keluhan keputihan.
  • Luka lepuh atau kutil di sekitar area kemaluan.
  • Perdarahan setelah berhubungan intim.
  • Keputihan yang tidak kunjung sembuh setelah perawatan mandiri selama 3 hari.

Studi Mengenai Kesehatan Vagina

The Journal of Infectious Diseases menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ketidakseimbangan mikrobiota vagina dapat meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual secara signifikan. Studi ini menekankan pentingnya menjaga populasi bakteri Lactobacillus sebagai pertahanan utama kesehatan reproduksi wanita.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan produk pembersih vagina yang agresif justru dapat menghilangkan lapisan pelindung alami, yang memicu terjadinya peradangan kronis pada dinding vagina.

Jangan mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada tubuhmu. Keputihan yang berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat dapat menyebabkan infeksi menyebar ke rahim dan saluran tuba, yang berisiko menyebabkan kemandulan atau kehamilan ektopik di masa depan.

Khawatir dengan Kondisi Keputihanmu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait keputihan yang tidak biasa, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge: Causes, Symptoms, and Treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Abnormal Vaginal Discharge.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Sexually Transmitted Infections (STIs) Fact Sheet.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Jenis Keputihan pada Wanita.
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Bacterial Vaginosis.

FAQ

1. Apakah keputihan saat hamil itu berbahaya?

Keputihan saat hamil normal jika berwarna bening atau putih dan tidak berbau. Namun, jika berwarna hijau, kuning, atau berbau menyengat, segera hubungi dokter karena bisa berisiko bagi janin.

2. Apakah stres bisa menyebabkan keputihan?

Ya, stres dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi kondisi flora normal di vagina dan memicu keputihan.

3. Bagaimana cara membedakan keputihan karena jamur dan bakteri?

Keputihan karena jamur biasanya sangat gatal dan teksturnya menggumpal seperti keju, sedangkan karena bakteri biasanya berbau amis dan berwarna keabu-abuan.

4. Bisakah keputihan sembuh sendiri?

Keputihan fisiologis akan hilang sendiri sesuai siklus hormon. Namun, keputihan akibat infeksi (patologis) memerlukan pengobatan medis untuk membasmi kuman penyebabnya.