Ad Placeholder Image

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib Diketahui

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Keputihan normal terjadi pada wanita usia subur karena adanya perubahan hormon.

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib DiketahuiJenis Keputihan Berdasarkan Warna yang Wajib Diketahui

DAFTAR ISI


Keputihan sering kali menjadi topik yang tabu, padahal ini adalah jendela kesehatan reproduksi wanita yang sangat penting. Secara medis, keputihan atau leukorea adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Melalui cairan ini, sel-sel mati dan bakteri dikeluarkan dari liang vagina, sehingga organ intim kamu tetap terlindungi dari infeksi.

Namun, tidak semua keputihan bersifat normal. Perubahan pada konsistensi, bau, dan yang paling mencolok adalah warna, bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam sana. Memahami perbedaan antara keputihan yang fisiologis (normal) dan patologis (tidak normal) sangat krusial agar kamu bisa memberikan penanganan yang tepat sejak dini.

Penting bagi setiap wanita untuk memantau siklus bulanan dan karakteristik cairan vaginanya. Keluhan seperti gatal, perih, atau bau menyengat yang menyertai perubahan warna sering kali memerlukan intervensi medis. Jika kamu merasa ada yang aneh, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosa yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja arti di balik berbagai warna keputihan dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Mengenal Keputihan dan Fungsinya bagi Tubuh

Keputihan dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan serviks (leher rahim). Cairan ini sebenarnya adalah campuran dari sekret vagina, lendir serviks, sel epitel yang luruh, dan flora normal vagina (seperti bakteri Lactobacillus). Fungsi utamanya adalah sebagai pelumas alami dan agen pembersih yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme jahat dengan menjaga pH vagina tetap asam (sekitar 3.8 hingga 4.5).

Volume dan karakteristik keputihan akan berubah-ubah sesuai dengan fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. Misalnya, saat masa subur (ovulasi), keputihan biasanya menjadi lebih banyak dan elastis seperti putih telur mentah. Sedangkan setelah menstruasi, cairan mungkin tampak lebih sedikit dan kental. Ini adalah mekanisme tubuh yang sangat cerdas untuk memfasilitasi atau menghambat perjalanan sperma, tergantung pada fase reproduksi kamu.

Arti Warna Keputihan: Dari Normal hingga Tanda Infeksi

1. Putih Jernih dan Elastis

Ini adalah standar emas keputihan normal. Biasanya muncul di tengah siklus menstruasi atau saat kamu merasa terangsang secara seksual. Teksturnya yang elastis dan licin membantu mobilitas sperma. Selama tidak disertai bau busuk atau gatal, kamu tidak perlu khawatir.

2. Putih Pekat atau Krem

Keputihan berwarna putih susu atau sedikit krem juga dianggap normal, terutama jika muncul sebelum atau sesudah periode menstruasi. Namun, kamu harus waspada jika teksturnya berubah menjadi menggumpal seperti keju (cottage cheese). Kondisi ini biasanya menandakan infeksi jamur (Kandidiasis vagina) yang sering disertai rasa gatal hebat dan kemerahan di area vulva.

3. Abu-abu

Warna abu-abu hampir selalu merupakan pertanda adanya masalah. Keputihan berwarna abu-abu, encer, dan memiliki bau amis yang sangat tajam (terutama setelah berhubungan intim) adalah ciri khas dari Vaginosis Bakterialis (BV). BV terjadi ketika ada ketidakseimbangan bakteri di vagina, di mana bakteri jahat tumbuh lebih dominan dibandingkan bakteri baik.

4. Kuning atau Hijau

Warna kuning pucat mungkin masih normal jika hanya sesekali terjadi. Namun, jika warnanya kuning pekat atau hijau, apalagi jika teksturnya berbuih dan berbau tidak sedap, ini bisa menjadi indikasi infeksi menular seksual (IMS). Trikomoniasis, Gonore, atau Klamidia adalah penyebab umum di balik perubahan warna ini. Segera periksakan diri karena infeksi ini memerlukan antibiotik khusus.

5. Cokelat atau Bercak Darah

Keputihan berwarna cokelat biasanya mengandung darah tua. Ini umum terjadi tepat setelah menstruasi berakhir sebagai cara rahim “membersihkan diri”. Namun, jika muncul di luar jadwal menstruasi secara terus-menerus, ini bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon, polip serviks, atau dalam kasus yang sangat jarang, tanda awal kanker serviks.

6. Merah Muda

Warna pink atau merah muda sering kali merupakan tanda adanya sedikit perdarahan ringan. Hal ini bisa terjadi karena iritasi setelah berhubungan intim, tanda awal kehamilan (perdarahan implantasi), atau saat proses ovulasi. Jika warna ini muncul disertai nyeri panggul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Tips Menjaga Kesehatan Organ Intim
  1. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
  2. Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan (douching) yang mengandung parfum kuat karena bisa merusak pH alami.
  3. Bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) setelah buang air.

Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain warna, kamu harus memperhatikan gejala penyerta berikut yang sering mengiringi keputihan tidak normal:

  • Bau tidak sedap: Bau amis, busuk, atau ragi yang menyengat.
  • Rasa Gatal: Rasa gatal yang tak tertahankan baik di dalam maupun di luar vagina.
  • Nyeri atau Perih: Sensasi terbakar saat buang air kecil atau nyeri saat berhubungan intim (dispareunia).
  • Pembengkakan: Area vulva tampak merah dan membengkak.

Faktor yang Memengaruhi Perubahan Keputihan

Banyak hal yang bisa memicu perubahan pada cairan vagina kamu. Beberapa di antaranya bersifat alami, namun ada juga yang dipicu oleh gaya hidup atau kondisi medis:

  • Hormon: Kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi (pil KB/IUD), dan menopause sangat memengaruhi produksi lendir.
  • Antibiotik: Konsumsi antibiotik jangka panjang dapat membunuh bakteri baik (Lactobacillus) di vagina, sehingga memicu pertumbuhan jamur.
  • Kebersihan: Penggunaan celana yang terlalu ketat atau jarang mengganti pembalut saat haid dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri.
  • Stres: Stres emosional yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh secara keseluruhan.

Untuk mendukung perawatan harian, kamu bisa mendapatkan kebutuhan sanitasi atau beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan aman tanpa harus keluar rumah.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis?

1. Perubahan Warna yang Drastis

Jika keputihan berubah menjadi hijau, abu-abu, atau kuning pekat secara tiba-tiba disertai gejala fisik lainnya.

2. Setelah Berhubungan Intim tanpa Pengaman

Jika muncul keputihan tidak wajar setelah melakukan aktivitas seksual dengan pasangan baru, segera lakukan skrining IMS.

3. Nyeri Panggul yang Persisten

Keputihan yang disertai nyeri di perut bawah bisa menjadi tanda Radang Panggul (PID) yang memerlukan penanganan segera.

Studi Mengenai Kesehatan Vagina

The Journal of Clinical Investigation menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa keseimbangan mikrobioma vagina, terutama keberadaan spesies Lactobacillus, adalah faktor penentu utama dalam mencegah vaginosis bakterialis dan infeksi menular seksual lainnya.

Studi ini menekankan bahwa gangguan pada pH vagina akibat faktor eksternal (seperti sabun antiseptik keras) secara signifikan meningkatkan risiko kolonisasi patogen. Oleh karena itu, menjaga flora normal adalah kunci utama kesehatan sistem reproduksi wanita.

Mengalami Perubahan Warna Keputihan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan terkait keputihan, tapi bingung harus melakukan apa atau produk apa yang cocok? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan produk kesehatan yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah keputihan bening selalu normal?

Ya, keputihan bening dan jernih umumnya normal dan merupakan tanda bahwa vagina kamu berfungsi dengan baik untuk membersihkan diri. Ini sering meningkat jumlahnya saat ovulasi atau rangsangan seksual.

2. Mengapa keputihan terasa gatal dan berwarna putih susu?

Keputihan putih yang menggumpal disertai gatal biasanya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Hal ini sering terjadi karena kelembapan berlebih atau efek samping antibiotik.

3. Apa arti keputihan berwarna cokelat sebelum haid?

Keputihan cokelat sebelum haid sering kali adalah darah sisa dari siklus sebelumnya atau menandakan proses ovulasi (spotting). Namun, jika terus menerus, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

4. Bagaimana cara mengatasi keputihan yang berbau amis?

Bau amis sering dikaitkan dengan Vaginosis Bakterialis. Cara terbaik adalah menjaga kebersihan tanpa menggunakan sabun pembersih yang keras dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan resep antibiotik yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vaginal Discharge: Colors, Causes, and When to See a Doctor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Bacterial Vaginosis and Yeast Infection: What is the Difference?.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Sexually Transmitted Infections (STIs).
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Menjaga Kebersihan Organ Intim Wanita.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. The Vaginal Microbiome and Its Role in Health.