Ad Placeholder Image

Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

“Obat analgesik ampuh dalam meredakan peradangan di tempat yang terasa sakit. Terdapat tiga jenis obat analgesik, yaitu Simple non-opioid analgesics, compound analgesics, dan analgesic opioid.”

Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek SampingJenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

DAFTAR ISI


Rasa nyeri akibat sakit kepala, sakit gigi, hingga nyeri otot dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk meredakannya, penggunaan obat analgesik sering kali menjadi pilihan utama yang efektif.

Namun, memilih jenis analgesik yang tepat harus disesuaikan dengan tingkat keparahan nyeri dan kondisi kesehatan tubuh. Mari kenali berbagai jenis obat analgesik, fungsi, serta aturan pakainya berikut ini.

Jenis Obat Analgesik dan Fungsinya

Analgesik adalah kelompok obat yang dirancang khusus untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran. Secara umum, analgesik terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu analgesik non-opioid dan analgesik opioid. Analgesik non-opioid seperti paracetamol dan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS/NSAID) bekerja menghambat produksi prostaglandin, yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang memicu rasa nyeri dan peradangan.

Sementara itu, analgesik opioid bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk memblokir sinyal nyeri yang dikirimkan ke otak. Penggunaan obat pereda nyeri harus disesuaikan dengan jenis serta intensitas nyeri yang dialami agar efektivitasnya maksimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan. Jika kamu membutuhkan pilihan obat pereda nyeri yang aman dan efektif, berikut beberapa rekomendasi produk analgesik yang bisa didapatkan melalui Halodoc.

Rekomendasi Obat Analgesik untuk Meredakan Nyeri

1. Opistan 500 mg 10 Kaplet

Opistan mengandung Asam Mefenamat 500 mg yang bekerja menghambat sintesis prostaglandin untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi, nyeri haid, dan sakit kepala. Dosis umum dewasa adalah 1 kaplet 3 kali sehari sesudah makan. Obat ini tergolong Obat Keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Opistan 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Spedifen 400 mg 6 Tablet

Spedifen mengandung Ibuprofen Arginine 400 mg yang bekerja cepat meredakan peradangan, demam, serta nyeri otot, sendi, maupun gigi. Penyerapan zat aktifnya tergolong cepat karena formulasi L-arginine. Dosis dewasa yaitu 1 tablet 2–3 kali sehari setelah makan. Termasuk kelompok Obat Keras yang memerlukan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Spedifen 400 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Panadol Extra 10 Kaplet

Panadol Extra mengandung Paracetamol 500 mg dan Kafein 65 mg. Kombinasi ini efektif meningkatkan efek analgesik untuk mengatasi sakit kepala membandel dan sakit gigi. Dosis untuk dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 1 kaplet 3–4 kali sehari sesudah makan. Termasuk kategori Obat Bebas yang relatif aman untuk lambung jika digunakan sesuai aturan pakai.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol Extra 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Voltadex 50 mg 10 Tablet

Voltadex mengandung Natrium Diklofenak 50 mg yang efektif mengurangi nyeri berat dan peradangan pada kondisi seperti rematik, gout akut, serta nyeri pascaoperasi. Dosis lazim dewasa adalah 2–3 kali sehari 1 tablet sesudah makan. Obat ini tergolong Obat Keras dan membutuhkan pengawasan medis.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltadex 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Cataflam 25 mg 10 Tablet

Cataflam mengandung Kalium Diklofenak 25 mg yang bertindak cepat meredakan nyeri mendadak akibat cedera, sakit gigi, atau kolik. Penyerapan kalium diklofenak berlangsung relatif cepat dalam saluran cerna. Dosis dewasa biasanya 2–3 kali sehari 1 tablet sesudah makan. Merupakan Obat Keras yang harus digunakan dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cataflam 25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Aman Mengonsumsi Obat Analgesik

Agar penggunaan obat analgesik memberikan hasil optimal tanpa membahayakan kesehatan, perhatikan beberapa hal penting berikut:

  • Selalu minum obat sesudah makan untuk mencegah iritasi lambung, terutama pada jenis OAINS seperti ibuprofen dan diklofenak.
  • Gunakan dosis efektif terendah dalam durasi sesingkat mungkin.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama penggunaan analgesik guna menurunkan risiko perdarahan lambung dan gangguan fungsi hati.
  • Jangan menggabungkan dua jenis obat OAINS secara bersamaan tanpa petunjuk medis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah, segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Bila keluhan nyeri terasa semakin hebat atau membutuhkan penanganan resep spesifik, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2026. Cek BPOM: Penggunaan Obat Analgesik yang Aman.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO Guidelines for the Pharmacological and Radiotherapeutic Management of Cancer Pain in Adults and Adolescents.
WebMD. Diakses pada 2026. Pain Relievers: Understanding Over-the-Counter Analgesics.
PubMed / National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Mechanism of Action and Clinical Efficacy of Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs.

FAQ

1. Apakah obat analgesik boleh diminum saat perut kosong?
Sebagian besar obat analgesik, terutama golongan OAINS seperti ibuprofen dan asam mefenamat, sebaiknya diminum setelah makan untuk menghindari timbulnya iritasi atau gangguan pada lambung. Namun, paracetamol umumnya lebih ramah dikonsumsi sebelum makan jika diperlukan.

2. Apa perbedaan antara obat analgesik dan antiinflamasi?
Analgesik berfokus untuk meredakan atau menghentikan rasa nyeri, sedangkan antiinflamasi bertugas meredakan peradangan dan pembengkakan. Beberapa obat jenis OAINS memiliki efek kombinasi keduanya sekaligus.

3. Berapa hari maksimal penggunaan obat analgesik bebas?
Penggunaan obat analgesik bebas tanpa resep sebaiknya tidak melebihi 3 hingga 5 hari secara berturut-turut. Jika rasa nyeri terus berlanjut, kamu disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lanjutan.