• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 15 September 2022

“Obat analgesik ampuh dalam meredakan peradangan di tempat yang terasa sakit. Terdapat tiga jenis obat analgesik, yaitu Simple non-opioid analgesics, compound analgesics, dan analgesic opioid.”

Jenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek SampingJenis Obat Analgesik, Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Halodoc, Jakarta – Analgesik merupakan obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, yang juga disebut sebagai painkiller. Obat ini ampuh dalam meredakan peradangan di tempat yang terasa sakit. Analgesik tersedia dalam berbagai bentuk, seperti obat oral, krim topikal, dan supositoria. 

Beberapa jenis analgesik tersedia tanpa resep. Namun, jenis yang lebih kuat hanya tersedia dengan resep dokter, karena jenis ini dapat menimbulkan efek samping. Misalnya ketergantungan, kecanduan, dan gejala penarikan.

Jenis Obat Analgesik dan Fungsinya

Adas beberapa jenis obat analgesik yaitu:

  1. Simple non-opioid analgesics

Analgesik sederhana non-opioid merupakan bentuk analgesik yang paling umum. Kelompok obat ini termasuk asetaminofen dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti:

  • Ibuprofen.
  • Aspirin.
  • Naproxen.
  • Natrium naproksen.
  • Diklofenak.
  • Etodolac.
  • Indometasin.
  • Nabumetone.
  • Oksaprozin.
  1. Compound analgesics

Compound analgesics atau analgesik majemuk dibuat dari kombinasi dua obat yang berbeda. Obat yang paling sering digunakan dalam senyawa analgesik yaitu:

  • Parasetamol.
  • Aspirin.
  • Kodein.
  • Dihidrokodein.

Obat ini paling sering digunakan, karena ia tidak menyebabkan efek samping yang parah. Beberapa senyawa analgesik mengandung kodein berbasis rendah tersedia di apotek dengan bebas resep. Namun, obat yang lebih kuat hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. 

  1. Opioid analgesik

Jenis analgesik ini lebih efektif untuk menghilangkan rasa sakit dibandingkan simple non-opioid analgesik. Jadi obat ini biasanya digunakan untuk sakit sedang sampai sakit parah. 

Hanya saja, analgesik opioid dapat menimbulkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan jenis analgesik lainnya. Salah satunya ketergantungan atau kecanduan. Itulah sebabnya analgesik opioid hanya tersedia dengan resep dan dipantau oleh dokter.

Setiap jenis analgesik memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Misalnya, NSAID berfungsi mengurangi peradangan di tempat nyeri. Selain itu, ia juga dapat digunakan untuk meredakan demam.

Sementara itu opioid bekerja dengan mengaktifkan reseptor opioid di sistem saraf pusat dan perifer. Hal tersebut mengurangi aktivitas saraf, sehingga mengurangi transmisi impuls nyeri. Pada akhirnya, opioid dapat menghilangkan persepsi nyeri dan meningkatkan perasaan senang. Obat-obatan ini bermanfaat untuk nyeri jangka pendek, tapi bisa membuat seseorang ketagihan jika mengonsumsinya dalam waktu lama. 

Dosis dan Efek Samping Obat Analgesik

Dosis dan lama pengobatan tergantung pada kondisi medis seseorang dan respon terhadap pengobatan. Sebaiknya baca label produk untuk menemukan rekomendasi dosis yang dapat kamu konsumsi dalam periode 24 jam, dan berapa lama kamu bisa menggunakan obat sebelum berobat ke dokter.

Hindari minum dengan dosis lebih banyak atau lebih lama dari yang direkomendasikan, kecuali kamu mendapatkan arahan dari dokter. Sebaiknya gunakan dosis terkecil, atau ikuti semua petunjuk dokter jika mendapatkan analgesik dari resep. 

Lantas, apakah obat ini memiliki efek samping?

Seperti kebanyakan obat lain, analgesik dapat menyebabkan efek samping. Kisaran efek samping bisa ringan hingga berat. Efek samping yang tidak serius termasuk:

  • Maag.
  • Gangguan pencernaan.
  • Mual dan muntah.
  • Sembelit.
  • Sakit kepala.

Sementara itu, efek samping yang lebih serius termasuk:

  • Sensitivitas cahaya.
  • Ruam kulit.
  • Sakit dada.
  • Kerusakan hati.
  • Gangguan pernapasan.

Perlu diketahui, analgesik opioid cenderung menimbulkan efek samping dibandingkan jenis efek samping lainnya. Selain efek samping di atas, analgesik opioid dapat menimbulkan efek samping berikut:

  • Rasa sakit bertambah.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Gatal.
  • Masalah pada buah air kecil atau buang air besar.
  • Minat seks rendah.
  • Disfungsi ereksi.
  • Kesuburan berkurang.
  • Sulit bernafas.

Itulah yang perlu diketahui tentang jenis obat analgesik. Agar pengobatan dengan analgesik lebih aman, sebaiknya tanyakan pada dokter terlebih dulu. Jika kamu mendapatkan resepnya, kamu bisa cek kebutuhan medis di toko kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Analgesic Tablet – Uses, Side Effects, and More
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Analgesics
Drugs. Diakses pada 2022. Analgesics
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about analgesics
NHS. Diakses pada 202. Painkillers (analgesics)
Everyday Health. Diakses pada 2022. What Is an Analgesic?