• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Sakit Kepala yang Sering Dialami Wanita

Jenis Sakit Kepala yang Sering Dialami Wanita

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala menjadi penyakit yang paling sering menyerang. Tidak peduli di mana saja dan kapan saja, penyakit ini bisa datang tanpa didahului dengan gejala. Ternyata, ada banyak jenis sakit kepala yang terjadi, mungkin beberapa di antaranya kamu sudah mengenalnya lebih dalam karena pernah mengalaminya. Namun, ada jenis sakit kepala yang ternyata lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Di antaranya adalah:

  • Sakit Kepala Tegang

Meski bisa terjadi pada siapa saja, ternyata sakit kepala tegang lebih rentan menyerang wanita. Sakit kepala ini terasa seperti kepala ditekan dengan kuat atau kepala yang seperti terikat terlalu kencang, sehingga terasa seperti ada tekanan kuat pada kepala. Meski sering terjadi, bahkan bisa terjadi setiap hari, masih belum diketahui penyebab seseorang mengalami sakit kepala ini. 

Sakit kepala tegang terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu sakit kepala tegang episodik dan sakit kepala tegang kronis. Sakit kepala tegang episodik bisa terjadi pada waktu-waktu tertentu. Kondisi ini terbilang serius dan membutuhkan penanganan, terlebih jika sakit kepala muncul dalam jangka waktu kurang dari 15 hari dalam satu bulan dan berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan. 

Baca juga: 3 Fakta tentang Sakit Kepala yang Harus Diketahui

Sementara itu, sakit kepala tegang kronis bisa berlangsung selama beberapa jam dalam satu kali episode. Biasanya, sakit kepala satu ini didiagnosis terjadi lebih dari 15 hari dalam satu bulan dan berlangsung terus selama tiga bulan berurutan. Meski sering terjadi pada wanita, sakit kepala tegang kronis ini rentan menyerang orang-orang yang mengalami stres, depresi, kelebihan berat badan, dan kurang tidur. 

  • Migrain

Selain sakit kepala tegang, migrain juga menjadi jenis sakit kepala yang rentan terjadi pada wanita. Sakit kepala migrain hanya terjadi pada salah satu sisi kepala, tetapi rasa sakitnya sangat mengganggu dan sering kali membuat pengidapnya tidak bisa melanjutkan aktivitas. Migrain lebih sering terjadi pada orang-orang yang melewatkan waktu makan, kurang tidur dan sering begadang, depresi, stres, dan mengonsumsi alkohol berlebihan. Pada wanita, migrain lebih sering menyerang ketika menstruasi.

Baca juga: Kenali Bedanya Jenis-Jenis Sakit Kepala

  • Sakit Kepala Hormonal

Tidak berbeda dengan migrain, sakit kepala hormonal juga lebih rentan menyerang wanita. Biasanya, ini terjadi karena masalah hormonal, seperti ketika menstruasi, dampak dari konsumsi pil kb, sedang hamil, atau mengalami masa menopause. Sakit kepala ini sering diobati dengan terapi estrogen dan mengonsumsi obat antimigrain. 

Namun, kamu tidak bisa mengonsumsi sembarang obat. Kamu tentu perlu bertanya dulu pada dokter agar tidak salah dalam memilih obat penghilang rasa sakit kepala, sehingga dosis yang dikonsumsi juga tepat. Begitu pula jika kamu memilih pengobatan terapi hormon. Jangan tanya pada sembarang orang. Tanyakan langsung pada dokter ahlinya melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Faktor Penyebab Sakit Kepala Belakang

Nah, itulah jenis sakit kepala yang lebih rentan terjadi pada wanita daripada pria. Jika dilihat dari penyebabnya, baik migrain dan sakit kepala hormonal terjadi karena faktor hormon wanita yang cenderung naik dan turun, sementara sakit kepala tegang dikaitkan dengan kebiasaan hidup yang kurang sehat. Jadi, agar tidak terserang sakit kepala, yuk, hindari pemicunya!



Referensi: 
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Hormone Headaches.
Emedicine Medscape. Diakses pada 2020. Migraine Headache: Practice Essentials, Background Pathophysiology.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Headache Causes.