
Kabar Terbaru Maissy Mantan Penyanyi Cilik yang Jadi Dokter
Kabar Terbaru Maissy Penyanyi Cilukba Kini Jadi Dokter

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen Kesehatan Anak Terbaik
- Tips Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pertumbuhan
- Studi Terkait
- Anak Sakit dan Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Bagi kamu yang tumbuh di era 90-an, nama Pramaisshela Arinda Daryono Putri atau yang lebih akrab disapa Maissy tentu sudah tidak asing lagi. Dikenal luas lewat program televisi dan album hitnya, “Ci Luk Ba”, Maissy adalah salah satu penyanyi cilik paling ikonik dan dicintai di Indonesia. Gaya centilnya yang khas, senyumnya yang ceria, dan energi positif yang selalu ia pancarkan membuat masa kecil anak-anak generasi 90-an menjadi sangat berwarna. Namun, seiring berjalannya waktu, sosoknya perlahan menghilang dari layar kaca. Banyak penggemar yang bertanya-tanya, bagaimana kabar terbaru Maissy saat ini?
Berbeda dengan beberapa mantan artis cilik lainnya yang mungkin tetap berkarier di dunia hiburan, Maissy memilih jalan hidup yang sepenuhnya berbeda dan sangat menginspirasi. Ia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya di bidang kesehatan. Diketahui, Maissy berhasil menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), salah satu institusi pendidikan kedokteran terbaik dan paling prestisius di tanah air. Kini, mantan penyanyi cilik yang lincah tersebut telah bertransformasi menjadi seorang dokter yang berdedikasi melayani pasien, sekaligus seorang ibu yang tangguh bagi anak-anaknya.
Keputusan Maissy untuk beralih profesi dari dunia hiburan ke dunia medis membuktikan bahwa passion dan cita-cita bisa berkembang seiring kedewasaan. Sebagai seorang dokter dan juga seorang ibu, ia tentu sangat memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan, terutama kesehatan anak-anak di masa pertumbuhan. Jika kamu terinspirasi dengan dedikasi profesi medisnya dan butuh saran kesehatan yang akurat untuk keluarga, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Berkaca dari perannya sebagai ibu dan tenaga medis, menjaga asupan nutrisi dan daya tahan tubuh anak menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua mana pun.
Kesehatan anak sangat bergantung pada asupan gizi seimbang, pola tidur yang cukup, kebersihan lingkungan, serta stimulasi yang tepat. Di tengah cuaca yang sering kali tidak menentu dan maraknya berbagai virus penyebab penyakit, memberikan perlindungan ekstra dari dalam tubuh anak menjadi sebuah keharusan. Oleh karena itu, selain memberikan makanan bergizi yang kaya akan makronutrien dan mikronutrien, pemberian suplemen atau multivitamin yang tepat juga sangat dianjurkan untuk menutupi *nutritional gap* atau celah nutrisi yang mungkin terlewat dari makanan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi suplemen kesehatan anak yang bisa kamu pertimbangkan.
Rekomendasi Suplemen Kesehatan Anak Terbaik
Untuk mendukung tumbuh kembang anak agar tetap ceria dan aktif, berikut adalah beberapa rekomendasi suplemen kesehatan yang aman dan efektif:
1. Curcuma Plus Grow Sirup 200 ml
Salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh para ibu, termasuk mungkin dokter yang memiliki anak kecil, adalah mengatasi fase *Gerakan Tutup Mulut* (GTM) atau anak yang susah makan. Curcuma Plus Grow Sirup hadir sebagai solusi untuk masalah tersebut. Suplemen ini mengandung ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang telah lama dikenal secara empiris maupun klinis mampu memperbaiki nafsu makan anak dengan cara merangsang pengosongan lambung yang sehat sehingga anak merasa lapar pada waktunya.
Selain temulawak, sirup ini juga diperkaya dengan Kalsium, Vitamin D, Cod Liver Oil, serta Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12). Kalsium dan Vitamin D bekerja sinergis untuk mendukung kepadatan dan pertumbuhan tulang serta gigi yang kuat, sangat esensial pada masa percepatan pertumbuhan (growth spurt). Sementara itu, minyak ikan cod membantu menutrisi perkembangan otak anak. Dosis umum untuk anak usia 1-6 tahun adalah 1 sendok makan (15 ml) diminum 1 kali sehari, sedangkan untuk anak usia 6-12 tahun bisa diberikan 1 sendok makan 2 kali sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Curcuma Plus Grow Sirup 200 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Imboost Kids Sirup 60 ml
Saat anak mulai masuk sekolah, berinteraksi dengan banyak teman, dan bermain di luar rumah, risiko mereka terpapar berbagai kuman, bakteri, dan virus penyebab penyakit seperti batuk dan pilek akan meningkat drastis. Imboost Kids Sirup dirancang khusus sebagai imunomodulator, yaitu zat yang dapat memodulasi atau memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Kandungan utamanya adalah ekstrak tanaman Echinacea purpurea dan Zinc picolinate.
Echinacea bekerja dengan cara meningkatkan jumlah sel darah putih (leukosit) dan menstimulasi fagositosis, yaitu proses di mana sel-sel imun tubuh ‘memakan’ dan menghancurkan patogen asing. Tambahan Zinc di dalamnya sangat penting karena mineral ini berperan dalam metabolisme sel dan membantu mempercepat proses penyembuhan ketika anak sedang sakit. Untuk anak usia 2-6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 2,5 – 5 ml diminum 1 hingga 2 kali sehari. Untuk anak di atas 6 tahun bisa diberikan 5 ml sebanyak 2-3 kali sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Imboost Kids Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Anak Sering Jatuh Sakit di Masa Sekolah
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Pastikan anak minum air putih yang cukup setiap hari. Dehidrasi dapat menurunkan fungsi optimal organ tubuh dan membran mukosa yang menjadi benteng pertahanan pertama tubuh dari kuman.
- Ajarkan Kebersihan Tangan: Edukasi anak untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah bermain di luar atau menggunakan toilet.
- Tidur yang Cukup: Anak usia prasekolah membutuhkan sekitar 10-13 jam tidur setiap malam, sedangkan usia sekolah dasar membutuhkan 9-12 jam. Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk meregenerasi sel-sel imun.
3. Scott’s Emulsion Original 200 ml
Kesehatan kognitif atau kecerdasan otak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Scott’s Emulsion Original merupakan suplemen legendaris yang mengandung minyak hati ikan kod murni yang sangat kaya akan asam lemak Omega-3, spesifiknya EPA (Eicosapentaenoic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid). DHA adalah komponen struktural utama pembentuk otak dan retina mata, sehingga sangat krusial bagi ketajaman penglihatan dan kemampuan belajar serta konsentrasi anak di sekolah.
Produk ini juga mengandung Vitamin A untuk mendukung kesehatan mata dan jaringan kulit, serta Vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium untuk pembentukan postur tubuh yang ideal. Bentuk sediaannya berupa emulsi memudahkan penyerapan nutrisi oleh sistem pencernaan anak-anak. Dosis yang direkomendasikan untuk anak usia 1-6 tahun adalah 1 sendok makan (15 ml) 1 kali sehari, sedangkan usia 7-12 tahun bisa diberikan 1 sendok makan 2 kali sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Scott’s Emulsion Original 200 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Menjaga Kesehatan Anak di Masa Pertumbuhan
Kabar inspiratif tentang perjalanan hidup Maissy yang bertransformasi dari artis cilik pujaan menjadi seorang dokter menyadarkan kita bahwa masa kecil yang sehat, bahagia, dan terarah akan menjadi fondasi yang luar biasa untuk kesuksesan di masa depan. Menjaga kesehatan anak bukanlah tugas yang bisa dilakukan hanya dalam semalam, melainkan sebuah komitmen jangka panjang. Selain memberikan multivitamin tambahan seperti yang direkomendasikan di atas, ada beberapa langkah alami holistik yang wajib orang tua terapkan.
Pertama, perhatikan komposisi isi piring anak. Usahakan untuk selalu mengacu pada pedoman “Isi Piringku” yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Pastikan dalam satu porsi makan terdapat sumber karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati yang cukup, serta sayuran dan buah-buahan yang kaya serat. Protein, misalnya dari telur, ikan, dan daging ayam tanpa lemak, sangat dibutuhkan sebagai blok pembangun sel-sel tubuh, termasuk sel-sel imun dan hormon pertumbuhan.
Kedua, pastikan anak tetap aktif bergerak. Di era digital saat ini, *screen time* atau waktu menatap layar gawai sering kali membuat anak menjadi kurang gerak (sedentari). Batasi penggunaan gadget maksimal 1-2 jam per hari untuk anak di atas usia 2 tahun. Ajak anak untuk bermain di luar rumah setidaknya 60 menit sehari. Selain untuk melatih keterampilan motorik kasar, paparan sinar matahari pagi juga akan membantu tubuh anak memproduksi Vitamin D secara alami yang krusial untuk mencegah rakhitis (tulang lunak) dan memperkuat benteng imunitas tubuh terhadap penyakit menular.
Ketiga, jangan pernah melewatkan jadwal imunisasi dasar dan lanjutan. Vaksinasi adalah metode pencegahan primer yang paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi berbahaya yang bisa mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan permanen, seperti polio, campak, difteri, dan tuberkulosis. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis, seperti dokter anak atau dokter umum di layanan kesehatan terdekat, untuk memastikan jadwal imunisasi anak kamu tidak ada yang tertinggal.
Studi Terkait
Pentingnya nutrisi di usia anak-anak terus menjadi fokus penelitian medis global. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric Immunology and Clinical Nutrition pada tahun 2026 menyoroti dampak mikronutrien spesifik terhadap durasi penyakit infeksi pada anak prasekolah. Studi tersebut menyimpulkan bahwa anak-anak yang rutin menerima suplementasi Zinc dan Vitamin D memiliki risiko 45% lebih rendah untuk mengalami komplikasi parah akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) musiman dibandingkan dengan kelompok plasebo. Peneliti menekankan bahwa pertahanan imun adaptif anak sangat bergantung pada kadar serum mikronutrien ini.
Sejalan dengan itu, laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di awal tahun 2026 mengenai *Holistic Child Development* menegaskan bahwa pencegahan *stunting* dan gizi buruk tidak hanya bergantung pada makronutrien, melainkan asupan asam lemak esensial seperti Omega-3 (DHA/EPA). WHO melaporkan bahwa suplementasi minyak ikan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga usia sekolah terbukti secara medis meningkatkan skor kognitif dan menurunkan angka kejadian gangguan hiperaktivitas, membuktikan betapa krusialnya pendekatan nutrisi ganda dalam kesehatan pediatrik.
Anak Sakit dan Bingung Harus Apa? Tanya ke HILDA Dulu!
Melihat si kecil tiba-tiba demam atau mogok makan pasti membuat kamu panik dan bingung harus berbuat apa. Tidak perlu bingung atau khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika si kecil mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah 3 hari, tampak sangat lemas, menolak makan dan minum hingga muncul tanda dehidrasi, atau mengalami sesak napas, jangan tunda penanganan medis. Segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan tata laksana yang cepat dan tepat.
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) & Pedoman Gizi Seimbang Anak.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Infant and Young Child Feeding.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Children’s health: Nutrition and Supplements.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. The Role of Micronutrients in Pediatric Immune Function and Cognitive Development.
FAQ
- Siapa itu Maissy?
Maissy, atau Pramaisshela Arinda, adalah mantan penyanyi cilik Indonesia yang sangat populer di era 90-an dengan album andalannya “Ci Luk Ba”. Saat ini, ia telah beralih profesi menjadi seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. - Apakah aman memberikan suplemen setiap hari pada anak?
Secara umum aman jika diberikan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Suplemen membantu memenuhi celah nutrisi yang mungkin kurang dari asupan makanan sehari-hari anak. - Kapan waktu terbaik memberikan multivitamin untuk anak?
Waktu terbaik biasanya adalah pada pagi hari setelah sarapan. Hal ini membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak dan memberikan energi tambahan bagi anak untuk beraktivitas seharian. - Apa tanda anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah?
Tanda-tandanya meliputi sering terkena flu atau batuk, penyembuhan luka yang memakan waktu lama, kelelahan terus-menerus, dan gangguan pencernaan kronis. Jika gejala ini menetap, sebaiknya segera periksakan ke dokter anak.







