• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaitan Kondisi Hipersomnia dan Depresi, Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kaitan Kondisi Hipersomnia dan Depresi, Ini Penjelasannya

Kaitan Kondisi Hipersomnia dan Depresi, Ini Penjelasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 Desember 2022

“Hipersomnia dan depresi adalah dua hal yang saling berkaitan. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, kedua hal ini dapat memperburuk masing-masing kondisi.”

Kaitan Kondisi Hipersomnia dan Depresi, Ini PenjelasannyaKaitan Kondisi Hipersomnia dan Depresi, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Hipersomnia adalah kondisi di mana seseorang mengalami rasa kantuk yang luar biasa pada siang hari. Biasanya, kondisi ini dapat terjadi meskipun kamu mendapatkan waktu dan kualitas tidur yang baik pada malam hari.

Selain menyebabkan kelelahan, kondisi ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kesulitan fokus dan konsentrasi. Lalu, benarkah hipersomnia memiliki kaitan dengan depresi? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Kaitan Hipersomnia dan Depresi

Hipersomnia bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf otak yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk tidur hingga terbangun. Adanya gangguan saraf pada otak menjadi penyebab primer hipersomnia.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat dipicu oleh adanya gangguan kesehatan lainnya. Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa memicu seseorang mengalami hipersomnia, seperti:

  • Sleep apnea.
  • Parkinson.
  • Gangguan ginjal.
  • Kelelahan kronis.

Selain itu, adanya gangguan kesehatan mental juga dapat menyebabkan seseorang mengalami hipersomnia, salah satunya adalah depresi. Hipersomnia dan depresi memiliki kaitan satu sama lain yang tidak boleh diabaikan.

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan gejala fisik dan emosional. Seseorang dengan kondisi depresi dapat mengalami kesulitan tidur pada malam hari sehingga akan merasa mengantuk terus menerus pada siang hari. 

Selain itu, kondisi hipersomnia juga membuat seseorang mengalami penurunan energi hingga mengalami gangguan kecemasan. Jika tidak diatasi dengan baik, gangguan tersebut juga dapat menyebabkan pengidap hipersomnia mengalami depresi.

Jadi, kedua kondisi ini sangat berkaitan erat. Untuk itu, sangat penting untuk mengatasi hipersomnia atau depresi yang kamu alami agar kualitas hidup bisa meningkat.

Segera lakukan pemeriksaan kesehatan pada psikolog atau psikiater saat kamu mengalami gangguan kesehatan mental maupun kualitas tidur yang tidak kunjung membaik. Perawatan dan pengobatan medis yang kamu lakukan akan membantu kamu untuk memperbaiki gangguan yang terjadi.

Kamu bisa buat janji pemeriksaan menggunakan Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Perawatan untuk Mengatasi Hipersomnia

Hipersomnia menjadi gangguan kesehatan yang tidak dapat dicegah. Namun, untuk menurunkan gejala akibat kondisi ini, kamu bisa melakukan berbagai perawatan sederhana di rumah, seperti:

  • Buat Jadwal Tidur. Sebaiknya kamu tidur dengan jam yang sama setiap malamnya. Namun, pastikan untuk selalu konsisten menjalankan jadwal yang kamu buat.
  • Pastikan Ruangan Tidur yang Nyaman. Jika kamu lebih senang tidur dengan cahaya terang, nyalakan lampu kamar. Begitu sebaliknya. Buatlah suasana tidur menyenangkan dan nyaman agar kamu bisa lebih cepat tidur. Jangan lupa untuk memastikan suhu ruangan sesuai agar kamu tidak merasa terlalu panas atau dingin.
  • Jaga Kebersihan Ruang Tidur. Jangan lupa untuk rutin membersihkan area kamar dan tempat tidur. Kamar dan tempat tidur yang kotor dapat menyebabkan munculnya bakteri, kutu, hingga tungau yang dapat mengganggu kualitas tidur kamu di malam hari.
  • Hindari Makanan dan Minuman Berkafein. Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein membuat kamu akan kesulitan tidur di malam hari sehingga rentan merasa kantuk pada siang hari.
  • Rutin Berolahraga. Jangan lupa untuk rutin berolahraga khususnya pada pagi hari agar kamu bisa mendapatkan tidur yang berkualitas pada malam hari.

Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan gejala hipersomnia. Ingat, kondisi yang membaik tentunya akan membuat kualitas hidup meningkat. Jadi, pastikan untuk segera menemui ahlinya saat mengalami gangguan penyakit, ya!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hypersomnia.
Healthline. Diakses pada 2022. Hypersomnia.
Web MD. Diakses pada 2022. Sleep and Hypersomnia.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What Causes Hypersomnia and How to Treat It.