
Kaldu MPASI: Resep, Manfaat, dan Tips Membuat serta Memilihnya
Pemberian MPASI yang tepat dan bergizi, dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.

DAFTAR ISI
- Manfaat Kaldu untuk Kesehatan dan Pertumbuhan
- Jenis Kaldu Terbaik untuk Menu MPASI
- Resep Membuat Kaldu Homemade yang Lezat
- Tips Memilih Kaldu Instan yang Aman
- Studi Terkait
- FAQ
Kaldu merupakan salah satu bahan dasar masakan yang memiliki peran krusial dalam meningkatkan cita rasa sekaligus nilai gizi hidangan. Bagi orang dewasa, kaldu sering dianggap sebagai comfort food yang membantu pemulihan saat sakit. Namun, bagi bayi yang baru memulai perjalanan makan atau masa MPASI (Makanan Pendamping ASI), kaldu adalah “emas cair” yang mengandung nutrisi esensial untuk mendukung pertumbuhan tulang, otak, dan sistem kekebalan tubuh.
Pemberian kaldu dalam menu harian tidak hanya soal rasa yang gurih (umami), tetapi juga tentang bagaimana mengekstraksi mineral dan kolagen dari bahan alami seperti tulang dan sayuran. Di Indonesia, tren penggunaan kaldu alami semakin meningkat seiring dengan kesadaran orang tua akan pentingnya menghindari konsumsi gula, garam, dan MSG berlebihan pada anak di bawah usia dua tahun.
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa kualitas kaldu sangat bergantung pada bahan baku dan proses pembuatannya. Kaldu yang dibuat dengan benar dapat menjadi sumber hidrasi yang baik sekaligus penambah nafsu makan bagi anak yang sedang dalam fase pilih-pilih makanan (picky eater).
Nah, mau tahu apa saja pilihan dan cara mengolah kaldu yang tepat untuk kesehatan? Berikut ulasannya!
Manfaat Kaldu untuk Kesehatan dan Pertumbuhan
Kaldu, terutama yang berasal dari tulang hewan (bone broth), kaya akan asam amino seperti glisin dan prolin. Asam amino ini sangat penting untuk pembentukan jaringan ikat dan mendukung kesehatan saluran pencernaan. Bagi bayi, saluran cerna yang sehat adalah kunci penyerapan nutrisi yang maksimal.
Selain itu, kaldu mengandung mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan fosfor yang mudah diserap oleh tubuh. Mineral-mineral ini sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan emas anak untuk memperkuat kepadatan tulang dan gigi. Kandungan kolagen dalam kaldu juga bermanfaat untuk kesehatan kulit dan sendi sejak dini.
Bagi kamu yang ingin menjaga daya tahan tubuh keluarga, kaldu ayam dikenal memiliki sifat antiinflamasi ringan. Hal ini membantu meredakan gejala infeksi saluran pernapasan ringan seperti batuk dan pilek. Cairan hangat dari kaldu membantu mengencerkan lendir dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Zat Gizi Utama dalam Kaldu Alami
- Kolagen: Mendukung struktur jaringan ikat dan kesehatan usus.
- Glukosamin: Membantu pertumbuhan sendi yang sehat.
- Mineral Esensial: Termasuk zat besi yang penting untuk mencegah anemia pada bayi.
Jenis Kaldu Terbaik untuk Menu MPASI
Dalam dunia MPASI, tidak semua kaldu diciptakan sama. Pemilihan jenis kaldu biasanya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan sensitivitas pencernaan si kecil. Berikut adalah beberapa jenis kaldu yang paling umum dan manfaat spesifiknya:
1. Kaldu Ayam Kampung
Ini adalah pilihan paling populer untuk pemula MPASI. Kaldu ayam kampung cenderung memiliki aroma yang tidak terlalu tajam namun rasa gurih yang kuat. Ayam kampung dipilih karena kadar lemaknya yang lebih sehat dan minim paparan bahan kimia dibandingkan ayam broiler biasa.
2. Kaldu Sapi (Bone Broth)
Kaldu sapi, terutama yang dibuat dari tulang sumsum atau iga, mengandung zat besi dan kalsium yang sangat tinggi. Ini sangat baik untuk bayi usia 6-12 bulan yang membutuhkan asupan zat besi tambahan karena cadangan alami dari lahir mulai berkurang.
3. Kaldu Ikan
Kaldu yang dibuat dari kepala atau tulang ikan (seperti ikan salmon atau kakap) kaya akan asam lemak omega-3 dan yodium. Nutrisi ini sangat penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif anak. Namun, pastikan ikan yang digunakan segar untuk menghindari bau amis yang menyengat.
4. Kaldu Jamur dan Sayuran
Bagi keluarga yang menerapkan pola makan vegetarian atau jika anak memiliki alergi protein hewani, kaldu jamur (seperti shiitake) dan sayuran (wortel, seledri, bawang bombay) bisa menjadi alternatif. Kaldu ini kaya akan antioksidan dan vitamin yang mendukung sistem imun.
Resep Membuat Kaldu Homemade yang Lezat
Membuat kaldu sendiri di rumah sebenarnya cukup mudah, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan ekstraksi nutrisi yang maksimal. Berikut adalah langkah-langkah dasar membuat kaldu ayam kampung untuk MPASI:
Bahan-bahan:
- 500 gram tulang atau daging ayam kampung.
- 1 buah wortel, potong besar.
- 1 batang seledri dan daun bawang.
- 2 siung bawang putih, geprek.
- 1 liter air matang.
Cara Membuat:
- Cuci bersih semua bahan. Lakukan proses blanching (rebus sebentar tulang dalam air mendidih selama 5 menit, lalu buang airnya) untuk menghilangkan kotoran dan sisa darah.
- Masukkan kembali tulang ke dalam panci bersih, tambahkan air dan sayuran aromatik.
- Masak dengan api paling kecil (metode slow cooking) selama 4-6 jam untuk ayam, atau hingga 12-24 jam jika menggunakan tulang sapi.
- Setelah selesai, saring kaldu dan biarkan dingin.
- Simpan dalam wadah kecil sekali pakai (food grade) dan masukkan ke dalam freezer.
Kaldu ini bisa tahan hingga 3 bulan di dalam freezer. Kamu bisa menambahkan satu blok kaldu beku ke dalam bubur atau sup bayi setiap kali memasak untuk menambah nutrisi dan aroma.
Tips Memilih Kaldu Instan yang Aman
Terkadang, kesibukan membuat orang tua tidak sempat memasak kaldu sendiri. Menggunakan kaldu instan diperbolehkan asalkan kamu cermat dalam membaca label kemasan. Berikut adalah panduan memilihnya:
- Tanpa MSG dan Pengawet: Pastikan label produk mencantumkan No MSG added dan tidak mengandung pengawet sintetis.
- Rendah atau Tanpa Garam: Bayi di bawah 1 tahun belum mampu mengolah garam berlebih. Pilih produk yang berlabel Low Sodium atau No Salt.
- Bahan Alami: Cek daftar komposisi. Pastikan bahan utamanya adalah ekstrak daging asli, bukan sekadar perasa sintetik.
- Terdaftar di BPOM: Selalu pilih produk yang memiliki izin edar resmi untuk menjamin keamanan pangannya.
Jika kamu ragu mengenai kondisi kesehatan anak saat mencoba bahan makanan baru, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan saran medis yang tepat sesuai kondisi anak.
Studi Mengenai Kaldu dan Kesehatan Pencernaan
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa asam amino seperti glutamin yang ditemukan dalam kaldu tulang memiliki efek positif pada integritas dinding usus.
Studi ini menunjukkan bahwa konsumsi kaldu dapat membantu memperbaiki kondisi “leaky gut” atau kebocoran usus ringan dengan memperkuat lapisan mukosa pencernaan. Hal ini sangat relevan untuk mendukung sistem imun, mengingat sebagian besar sel imun tubuh berada di saluran pencernaan.
Selain itu, penelitian lain menyoroti bahwa kaldu yang dimasak dalam waktu lama (long-term simmering) mampu mengeluarkan mineral dari matriks tulang ke dalam cairan secara efisien, menjadikannya suplemen makanan alami yang bioavailable (mudah diserap).
Apabila kamu membutuhkan produk pendukung nutrisi anak, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang juga menyediakan berbagai suplemen dan vitamin anak 100% asli.
Punya Keluhan Kesehatan atau Bingung Seputar Nutrisi Si Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung memilih asupan nutrisi yang tepat, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Nutrition and Healthy Eating: Bone Broth.
Healthline. Diakses pada 2026. Bone Broth: How to Make It and Why You Should.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan MPASI bagi Bayi dan Anak.
PubMed. Diakses pada 2026. Amino acid content of beef, chicken and pork bone broth.
FAQ
1. Apakah kaldu MPASI boleh pakai garam dan gula?
Disarankan untuk tidak menambahkan gula dan garam pada MPASI bayi di bawah usia 12 bulan. Rasa gurih alami dari kaldu sudah cukup untuk merangsang indra perasa si kecil tanpa membebani kerja ginjalnya.
2. Berapa lama kaldu bisa disimpan di kulkas?
Kaldu cair segar dapat bertahan selama 3-4 hari di bagian pendingin (chiller). Jika ingin disimpan lebih lama, simpanlah di dalam freezer yang bisa bertahan hingga 3 bulan dalam wadah kedap udara.
3. Mengapa kaldu saya berubah menjadi jelly saat dingin?
Itu adalah tanda yang bagus! Tekstur seperti jelly menunjukkan bahwa kaldu kaya akan gelatin dan kolagen yang terekstraksi sempurna dari tulang. Tekstur ini akan kembali mencair saat dipanaskan.
4. Bisakah kaldu menggantikan susu atau ASI?
Tidak. Kaldu hanyalah pelengkap nutrisi dan penambah rasa dalam makanan padat (MPASI). ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi hingga usia setidaknya 12 bulan.


