• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?

Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 November 2022

“Beda cara memasak, berbeda pula kandungan nutrisi yang akan dihasilkan. Karena itu, ketahuilah perbedaan kalori telur rebus dan goreng, dan mana yang lebih sehat, di sini.”

Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?

Halodoc, Jakarta – Telur merupakan salah satu makanan sehat yang banyak mengandung nutrisi penting. Perlu diingat bahwa selain tinggi protein, telur juga penuh dengan vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin B12, asam lemak omega-3, kolin, dan zat besi. Telur juga memiliki banyak peminat karena mudah dijangkau oleh banyak orang, dan mudah diolah karena bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan lainnya. Nah, ada beberapa cara mengolah telur yang paling populer, yaitu direbus dan digoreng. 

Namun, seperti yang diketahui,  perbedaan cara memasak dapat memengaruhi kandungan nutrisi yang ada pada makanan. Tanpa terkecuali, kandungan kalorinya. Nah, besar kecilnya kalori yang terkandung dalam makanan dapat berdampak pada kesehatan tubuh.

Karena itu, demi menerapkan hidup sehat, sebaiknya ketahuilah mana kalori yang lebih banyak antara telur goreng dan rebus. 

Kalori Telur Rebus dan Goreng

Berikut adalah penjelasan mengenai kandungan kalori dan nutrisi lainnya dari telur yang direbus dan digoreng: 

1. Telur rebus 

Satu telur rebus besar (50 gram) dapat menyediakan kalori sebanyak 77 kkal. Untuk semua nutrisi yang ditawarkan telur, makanan ini adalah makanan yang cukup rendah kalori jika direbus. Telur rebus hanya menyediakan 77 kalori, 5 gram lemak, dan sedikit karbohidrat. Selain itu, telur juga merupakan sumber protein tanpa lemak yang sangat baik, sekitar 6 gram per telur.

2. Telur goreng

Ada begitu banyak jenis telur goreng, seperti telur mata sapi atau telur orak arik. Selain itu, jumlah telur, jenis minyak, dan mentega atau margarin yang digunakan untuk menggoreng juga akan memengaruhi kalori pada telur. Bahkan, tinggi rendahnya suhu minyak saat menggoreng telur juga dapat memengaruhi nutrisi telur. 

Sebagai contoh, telur goreng mata sapi dapat memiliki jumlah kalori sekitar 85 kkal jika hanya menggunakan sedikit minyak semprot di wajan. Namun, jika digoreng dengan minyak yang cukup banyak dan telur tidak dikeringkan pasca digoreng, kalori telur dapat mencapai 120 kkal.   

Direbus vs Digoreng, Mana yang Lebih Sehat? 

Berdasarkan perbedaan kalori dari kedua cara memasak telur, dapat disimpulkan bahwa telur rebus dikatakan memiliki jumlah kalori yang lebih sedikit. Maka dari itu, disarankan untuk membatasi konsumsi telur yang diolah dengan cara digoreng dengan minyak yang banyak. Khususnya bagi kamu yang sedang menjalani diet, atau perlu membatasi asupan kalori akibat kondisi medis tertentu. 

Namun, jika ingin mengonsumsi telur goreng, pastikan untuk menggunakan minyak semprot dalam jumlah yang sesuai. Hal ini bertujuan agar kandungan kalori pada telur goreng tidak terlalu tinggi. 

Cara Memasak Telur yang juga Sehat

Berikut adalah beberapa cara memasak telur yang juga dianggap sehat: 

1. Poached 

Dengan teknik merebus poached, telur dapat dimasak dalam cangkangnya pada panci berisi air mendidih selama 6-10 menit. 

2. Dijadikan omelet

Cara memasak ini dapat dijadikan alternatif bagimu yang menyukai telur digoreng, tetapi tidak ingin terlalu banyak kalori. Sebab, tidak seperti telur goreng, omelet tidak membutuhkan banyak minyak, dan dimasak dengan api kecil.

3. Menggunakan microwave

Memasak telur menggunakan microwave dianggap menyehatkan. Sebab, durasi memasak menggunakan perangkat ini lebih singkat. Artinya, nutrisi telur dapat dipertahankan secara lebih baik, bila dibandingkan dengan menggunakan kompor. 

Itulah penjelasan mengenai mana cara memasak telur yang lebih sehat, berdasarkan kalori yang dihasilkan. Selain mengolah makanan dengan baik dan memperhatikan asupan nutrisi, pastikan juga untuk senantiasa memeriksakan kondisi kesehatan. Hal ini bertujuan agar gangguan medis tertentu dapat terdeteksi sedari dini. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. What Is the Healthiest Way to Cook and Eat Eggs?
Healthline. Diakses pada 2022. Hard-Boiled Egg Nutrition Facts: Calories, Protein and More. 
Healthline. Diakses pada 2022. How Many Calories Are in an Egg?
Egg info. Diakses pada 2022. Calories in an egg.