Ad Placeholder Image

Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Beda cara memasak, berbeda pula kandungan nutrisi yang akan ada pada telur.

Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?

DAFTAR ISI


Telur sering kali dijuluki sebagai “superfood” atau makanan super karena kepadatan nutrisinya yang luar biasa. Sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau dan mudah didapat, telur memainkan peran krusial dalam pola makan masyarakat Indonesia. Hampir setiap rumah tangga menyediakan telur sebagai menu harian, mulai dari sarapan hingga bahan tambahan dalam berbagai masakan kompleks.

Kandungan gizi telur tidak hanya terbatas pada protein. Di dalam satu butir telur, terdapat berbagai vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi fisiologisnya secara optimal. Memahami profil nutrisi telur sangat penting bagi kamu yang ingin menjalani gaya hidup sehat, menjaga berat badan, atau sedang dalam masa pertumbuhan dan pemulihan pasca sakit.

Meskipun manfaatnya sangat banyak, masih ada keraguan di masyarakat mengenai konsumsi telur, terutama terkait kandungan kolesterol pada kuning telur. Banyak yang bertanya-tanya, apakah aman mengonsumsi telur setiap hari? Berapa jumlah maksimal yang disarankan? Artikel ini akan mengupas tuntas kandungan gizi telur dari sudut pandang farmakologi dan nutrisi klinis untuk menjawab keraguan tersebut.

Nah, mau tahu apa saja pilihan kandungan nutrisi dan manfaat telur bagi kesehatan? Berikut ulasannya!

Memahami Kandungan Gizi Telur Secara Lengkap

Secara umum, satu butir telur ayam ras berukuran besar (sekitar 50 gram) mengandung sekitar 70 hingga 80 kalori. Namun, yang membuat telur istimewa bukanlah kalorinya, melainkan komposisi mikronutriennya. Telur mengandung protein berkualitas tinggi yang sering dijadikan standar emas (gold standard) untuk mengukur kualitas protein makanan lain. Hal ini dikarenakan telur mengandung kesembilan asam amino esensial dalam rasio yang tepat untuk kebutuhan manusia.

Selain protein, telur adalah salah satu dari sedikit sumber makanan alami yang mengandung Vitamin D, yang sangat penting untuk kesehatan tulang dan sistem imun. Di dalamnya juga terdapat kolin, zat gizi yang sering terlupakan namun vital untuk fungsi otak dan kesehatan hati. Berikut adalah rincian kandungan gizi utama yang terdapat dalam sebutir telur:

  • Protein: Sekitar 6-7 gram, tersebar di putih dan kuning telur.
  • Lemak: Sekitar 5 gram, sebagian besar adalah lemak tak jenuh yang sehat.
  • Vitamin A: Penting untuk kesehatan mata dan regenerasi sel kulit.
  • Vitamin B12: Penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.
  • Riboflavin (Vitamin B2): Membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.
  • Selenium: Antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan.
  • Fosfor: Bekerja sama dengan kalsium untuk menjaga kepadatan tulang.

Jika kamu merasa asupan nutrisi harian dari makanan belum tercukupi, kamu bisa melengkapinya dengan suplemen kesehatan. Pastikan untuk selalu beli obat online di Halodoc yang menyediakan produk 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu dengan aman.

Perbedaan Gizi Putih dan Kuning Telur

Banyak orang yang melakukan diet ketat memilih untuk hanya mengonsumsi putih telur dan membuang kuningnya. Namun, apakah ini langkah yang tepat secara nutrisi? Putih telur memang hampir seluruhnya terdiri dari air dan protein (albumin). Putih telur sangat rendah kalori dan tidak mengandung lemak sama sekali, menjadikannya pilihan favorit bagi mereka yang sedang membatasi asupan kalori.

Di sisi lain, kuning telur adalah “pusat tenaga” nutrisi dari telur itu sendiri. Hampir semua vitamin larut lemak (A, D, E, K) serta asam lemak esensial seperti Omega-3 terdapat di bagian kuning. Kuning telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang sangat penting untuk mencegah katarak dan degenerasi makula pada mata. Membuang kuning telur berarti kamu kehilangan lebih dari separuh nutrisi penting yang ditawarkan oleh telur.

Tips Mengonsumsi Telur dengan Bijak
  1. Variasikan cara memasak (rebus, kukus, atau orak-arik dengan sedikit minyak) untuk menghindari kebosanan.
  2. Kombinasikan telur dengan sayuran hijau untuk meningkatkan penyerapan vitamin larut lemak oleh tubuh.
  3. Perhatikan kesegaran telur dengan melakukan tes apung di air; telur segar akan tenggelam.

Manfaat Telur Bagi Kesehatan Tubuh

Berkat kandungan gizinya yang kompleks, telur memberikan berbagai manfaat kesehatan yang signifikan bagi tubuh manusia di segala usia:

1. Mendukung Pertumbuhan Otot

Kandungan protein telur yang tinggi sangat efektif dalam sintesis protein otot. Bagi atlet atau individu yang aktif secara fisik, mengonsumsi telur setelah berolahraga dapat membantu mempercepat pemulihan jaringan otot yang rusak.

2. Menjaga Fungsi Otak

Kolin yang tinggi pada telur digunakan oleh tubuh untuk memproduksi asetilkolin, sebuah neurotransmitter penting untuk memori dan pengaturan suasana hati (mood). Pada ibu hamil, kolin sangat krusial untuk perkembangan otak janin.

3. Kesehatan Jantung (Jika Dikonsumsi Secara Wajar)

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang (1 butir per hari) tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang sehat. Sebaliknya, telur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL (“kolesterol baik”).

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Telur memiliki skor indeks kekenyangan yang tinggi. Sarapan dengan menu telur dapat membuat kamu merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil di antara waktu makan dan membantu mengontrol asupan kalori total harian.

Apabila kamu memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hipertensi dan ragu untuk mengonsumsi telur, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran medis yang sesuai dengan profil kesehatanmu.

Cara Mengolah Telur agar Gizi Tetap Terjaga

Teknik memasak sangat mempengaruhi profil nutrisi telur. Memasak telur hingga matang sangat penting untuk membunuh bakteri Salmonella yang mungkin ada. Selain itu, panas membantu meningkatkan bioavailabilitas protein telur, membuatnya lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.

Namun, memasak telur terlalu lama dengan suhu yang sangat tinggi (seperti menggoreng hingga sangat kering) dapat merusak beberapa kandungan vitamin dan mengoksidasi kolesterol dalam kuning telur. Telur rebus (hard-boiled atau soft-boiled) dianggap sebagai metode yang paling sehat karena tidak memerlukan tambahan lemak atau minyak dan melindungi nutrisi di dalam cangkang selama proses memasak.

Studi Mengenai Kandungan Gizi Telur

Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa konsumsi telur secara teratur berkontribusi signifikan terhadap asupan mikronutrien yang sering kurang pada pola makan modern, seperti vitamin D dan kolin.

Studi ini menekankan bahwa telur bukan hanya sumber protein, tetapi juga matriks nutrisi yang kompleks yang dapat meningkatkan kepadatan gizi tanpa memberikan kalori yang berlebihan. Peneliti menyimpulkan bahwa bagi sebagian besar populasi, manfaat nutrisi telur jauh melampaui kekhawatiran tentang kandungan kolesterolnya.

Jika kamu mengalami gejala alergi atau keluhan pencernaan setelah mengonsumsi telur, segera konsultasikan hal tersebut dengan tenaga medis profesional. Penanganan yang tepat akan membantu kamu menemukan alternatif nutrisi yang sesuai.

Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan mulai dari vitamin hingga alat kesehatan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc demi mendapatkan penanganan yang akurat dan aman.

Bingung Menentukan Porsi Telur yang Pas untuk Dietmu? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung menyusun menu sehat, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Eggs.
Healthline. Diakses pada 2026. 10 Health Benefits of Eggs.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?.
Nutrients (MDPI). Diakses pada 2026. The Golden Egg: Nutritional Value, Bioactivities, and Emerging Benefits for Human Health.

FAQ

1. Berapa butir telur yang aman dimakan setiap hari?

Bagi orang sehat tanpa riwayat penyakit jantung atau diabetes, mengonsumsi 1 hingga 2 butir telur per hari dianggap aman dan menyehatkan oleh banyak ahli gizi.

2. Apakah telur rebus lebih sehat daripada telur goreng?

Ya, telur rebus lebih sehat karena tidak menggunakan tambahan lemak jenuh dari minyak atau mentega, sehingga total kalorinya lebih rendah dan nutrisinya tetap terjaga.

3. Mengapa kuning telur sering dianggap berbahaya?

Kuning telur mengandung kolesterol tinggi. Namun, bagi sebagian besar orang, kolesterol dari makanan hanya memberikan sedikit dampak pada kadar kolesterol darah dibandingkan dengan lemak trans dan lemak jenuh.

4. Apakah penderita diabetes boleh makan telur?

Penderita diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi kuning telur karena mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung. Konsultasikan dengan dokter untuk porsi yang tepat.