
Kalori Telur Rebus dan Goreng, Manakah yang Lebih Banyak?
Beda cara memasak, berbeda pula kandungan nutrisi yang akan ada pada telur.

DAFTAR ISI
- Kandungan Kalori dan Gizi Telur Goreng
- Perbandingan: Telur Goreng vs Telur Rebus
- Dampak Kesehatan Konsumsi Minyak Berlebih
- Tips Sehat Memasak dan Mengonsumsi Telur
- Studi Terkait Konsumsi Telur dan Penyakit Jantung
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Telur merupakan salah satu bahan makanan primadona di Indonesia. Selain harganya yang relatif terjangkau, telur sangat mudah diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat, mulai dari telur dadar, telur ceplok, hingga campuran dalam nasi goreng. Di balik rasanya yang gurih dan kemudahan penyajiannya, banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya menjaga berat badan dan sering bertanya-tanya: sebenarnya, telur goreng berapa kalori?
Mengetahui jumlah kalori dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari sangatlah penting, terutama jika kamu sedang dalam program penurunan berat badan atau memiliki kondisi medis tertentu seperti kolesterol tinggi dan hipertensi. Menghitung kalori bukan sekadar membatasi porsi makan, melainkan memahami dari mana sumber energi tersebut berasal dan bagaimana cara tubuh memprosesnya. Pada kasus telur goreng, jumlah kalori bisa melonjak secara signifikan tergantung pada metode memasak dan jenis serta jumlah minyak yang kamu gunakan di wajan.
Penting untuk dipahami bahwa telur itu sendiri adalah salah satu makanan paling padat nutrisi di dunia. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, asam amino esensial, vitamin, dan mineral penting. Namun, ketika digoreng menggunakan minyak sayur atau mentega dalam jumlah yang banyak, profil nutrisi telur yang awalnya sangat sehat ini bisa berubah menjadi “bom kalori” yang diam-diam menyumbang kelebihan lemak jenuh ke dalam tubuh. Asupan kalori berlebih inilah yang sering kali menjadi akar penyebab obesitas dan berbagai penyakit sindrom metabolik lainnya.
Lantas, seberapa besar sebenarnya perbedaan kalori antara telur goreng dengan metode pemasakan lainnya? Bagaimana cara mengonsumsi telur agar manfaat kesehatannya tetap optimal tanpa harus mengorbankan angka di timbanganmu? Mari kita bedah lebih dalam mengenai fakta gizi, rincian kalori, dan tips sehat menikmati telur goreng dalam ulasan lengkap berikut ini!
Kandungan Kalori dan Gizi Telur Goreng
Untuk menjawab pertanyaan “telur goreng berapa kalori”, kita harus memecahnya menjadi dua komponen utama: telur itu sendiri dan minyak yang digunakan untuk menggorengnya. Secara alami, satu butir telur ayam berukuran besar (sekitar 50 gram) mengandung sekitar 72 hingga 78 kalori jika dalam keadaan mentah. Dari jumlah tersebut, kamu mendapatkan sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi dan 5 gram lemak (sebagian besar berada di kuning telur).
Namun, angka kalori ini akan berubah drastis saat telur masuk ke wajan penggorengan. Proses menggoreng membuat telur menyerap lemak dari minyak yang digunakan. Sebagai gambaran, satu sendok makan (sekitar 15 ml) minyak goreng kelapa sawit rata-rata mengandung sekitar 120 kalori dan 14 gram lemak. Mengingat sifat telur, terutama bagian putihnya, yang mudah menyerap cairan dan minyak saat pori-porinya mengembang akibat panas, sebagian besar minyak ini akan menempel dan masuk ke dalam hidangan telur gorengmu.
Jika kamu menggoreng satu butir telur menggunakan satu sendok makan minyak goreng, maka estimasi kalori telur goreng tersebut adalah sekitar 192 hingga 200 kalori. Angka ini bisa lebih tinggi—bahkan mencapai 250 kalori per butir—jika kamu memasak telur dadar krispi ala warung makan yang menggunakan teknik deep frying atau merendam telur dalam genangan minyak panas. Selain kalori ekstra dari lemak, komposisi gizi telur goreng (per 1 butir + 1 sdm minyak) secara umum menjadi:
- Kalori: ~192 – 200 kkal
- Protein: 6 gram
- Karbohidrat: ~0.6 gram
- Lemak Total: ~19 gram (sangat bergantung pada jumlah minyak)
- Kolesterol: ~186 mg
Selain penambahan kalori yang tajam, pemanasan dengan suhu sangat tinggi saat menggoreng juga dapat memicu oksidasi pada kolesterol alami yang ada di kuning telur. Kolesterol yang teroksidasi (oxysterol) diketahui lebih berbahaya bagi pembuluh darah dan dapat memicu aterosklerosis (penumpukan plak pada arteri) dibandingkan dengan kolesterol alami biasa.
Perbandingan: Telur Goreng vs Telur Rebus
Ketika berbicara tentang menu diet, telur rebus selalu menjadi juara tak terbantahkan. Perbedaan utama antara telur rebus dan telur goreng murni terletak pada metode memasaknya. Karena air tidak mengandung kalori, merebus telur sama sekali tidak menambah asupan energi pada makanan tersebut. Satu butir telur rebus matang berukuran besar tetap mengandung sekitar 78 kalori, persis seperti telur aslinya.
Dari segi makronutrisi, kandungan protein pada telur rebus dan telur goreng relatif sama, yaitu sekitar 6 gram. Namun, dari segi kualitas mikronutrien, merebus telur dianggap lebih baik. Telur kaya akan vitamin B12, vitamin D, vitamin A, kolin, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang sangat baik untuk kesehatan mata. Beberapa studi nutrisi menunjukkan bahwa pemanasan ekstrem dengan minyak panas di atas wajan dapat mengurangi ketersediaan beberapa vitamin sensitif panas tersebut. Di sisi lain, cangkang telur yang utuh saat direbus membantu melindungi nutrisi di dalamnya dari paparan panas langsung.
Berikut adalah perbandingan singkat antara 1 butir telur rebus vs 1 butir telur ceplok (digoreng dengan 1 sdm minyak):
- Kalori: Telur rebus (78 kkal) vs Telur goreng (~192 kkal)
- Lemak: Telur rebus (5 gram) vs Telur goreng (~19 gram)
- Rasa & Tekstur: Telur rebus lebih padat dan hambar, sementara telur goreng lebih gurih dengan tekstur renyah di bagian pinggir.
- Dampak ke Berat Badan: Makan 2 butir telur rebus hanya menyumbang ~156 kkal (sangat ramah diet). Makan 2 butir telur goreng menyumbang hampir 400 kkal (setara dengan makan satu porsi kecil nasi goreng).
Perhatikan Minyak yang Kamu Gunakan!
- Minyak Kelapa Sawit: Umum digunakan di Indonesia, namun tinggi lemak jenuh yang kurang baik untuk jantung jika dipakai berulang kali.
- Mentega/Margarin: Memberikan rasa yang sangat gurih pada telur, tetapi menambah kandungan sodium (garam) dan lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
- Minyak Zaitun (Olive Oil): Jauh lebih sehat karena kaya akan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang baik untuk kesehatan kardiovaskular.
Dampak Kesehatan Konsumsi Minyak Berlebih
Mengonsumsi telur goreng sesekali sebagai bagian dari diet harian tentu bukanlah masalah besar. Tubuh manusia tetap membutuhkan lemak sebagai cadangan energi, pelarut vitamin (A, D, E, K), dan bahan baku pembentukan sel. Masalah baru akan muncul jika konsumsi telur goreng menjadi rutinitas harian, terutama jika digoreng menggunakan minyak yang melimpah dan dikonsumsi bersama makanan tinggi kalori lainnya.
Dampak pertama dari asupan kalori cair (minyak) yang tidak disadari adalah kenaikan berat badan. Lemak memiliki kepadatan kalori tertinggi dibandingkan karbohidrat dan protein. Setiap 1 gram lemak menyumbang 9 kalori, lebih dari dua kali lipat kalori protein atau karbohidrat (masing-masing 4 kalori per gram). Jika kamu tidak mengimbangi asupan kalori tinggi dari gorengan dengan aktivitas fisik yang cukup, kelebihan energi ini akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak visceral di perut dan organ dalam lainnya.
Selain obesitas, ancaman nyata lainnya adalah peningkatan profil lipid darah. Telur sudah secara alami memiliki kolesterol. Ketika ditambah dengan lemak jenuh dari minyak kelapa sawit atau margarin, kombinasi ini dapat memicu organ hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) alias kolesterol “jahat”. Tingginya kadar LDL dalam aliran darah akan perlahan membentuk plak yang menyempitkan pembuluh darah koroner, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Jika kamu memiliki riwayat genetik kolesterol tinggi, obesitas, sering merasa kram, atau area tengkuk sering terasa kaku dan berat, ini bisa menjadi pertanda kamu perlu memeriksakan diri. Jangan menunda, kamu bisa langsung konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan panduan diet, evaluasi laboratorium klinis, serta diagnosis yang akurat secara praktis.
Tips Sehat Memasak dan Mengonsumsi Telur
Bagi kamu yang tidak terlalu suka telur rebus dan tetap ingin menikmati kelezatan telur goreng, tidak perlu berkecil hati. Ada banyak cara sehat yang bisa kamu terapkan agar hidangan telur goreng favoritmu tetap rendah kalori dan bergizi tinggi. Berikut adalah strategi cerdas yang bisa dipraktikkan di dapur:
1. Gunakan Wajan Anti Lengket (Teflon atau Keramik)
Kunci utama untuk memangkas kalori telur goreng adalah dengan mengurangi jumlah minyaknya. Dengan menggunakan wajan anti lengket yang berkualitas, kamu bisa menggoreng telur hanya dengan satu sendok teh (5 ml) minyak goreng, atau bahkan menggunakan minyak semprot (cooking spray). Satu semprotan minyak biasanya hanya bernilai sekitar 10-15 kalori, jauh lebih hemat dibanding menuang minyak dari botol.
2. Pilih Jenis Minyak yang Tepat
Jika kamu harus menggunakan minyak, pilihlah jenis lemak sehat. Minyak zaitun ekstra ringan (extra light olive oil), minyak alpukat, atau minyak kanola adalah pilihan yang jauh lebih baik untuk kesehatan jantung. Minyak jenis ini tinggi akan lemak tak jenuh yang justru membantu menurunkan peradangan dalam tubuh. Hindari penggunaan mentega atau lemak hewan (lard) saat menggoreng telur.
3. Kreasikan Menjadi Omelet Sayur
Agar hidangan telurmu lebih mengenyangkan tanpa perlu menambah porsi telur, campurkan sayur-sayuran segar ke dalam kocokan telurmu. Sayuran seperti bayam, tomat, jamur kancing, paprika, atau irisan bawang merah dan bawang putih sangat rendah kalori namun kaya akan serat pangan, vitamin, dan mineral. Serat akan memperlambat proses pencernaan, sehingga kamu akan merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari keinginan ngemil tidak sehat.
4. Batasi Kuning Telur Jika Porsi Besar
Jika target protein harianmu mengharuskan kamu makan 3 hingga 4 butir telur sekaligus, ada baiknya kamu membuang beberapa kuning telurnya. Kamu bisa menggoreng atau membuat orak-arik (scrambled) dari 1 telur utuh dan 3 putih telur saja. Cara ini sangat efektif untuk mendapatkan asupan protein tinggi tanpa harus membebani tubuh dengan kalori ekstra dan kolesterol dari kuning telur secara berlebihan.
Kesehatan adalah kombinasi dari pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pemenuhan mikronutrien tubuh. Jika kamu merasa asupan nutrisi dari menu harian masih kurang optimal, kamu bisa melengkapinya dengan mudah. Cukup beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Mulai dari suplemen Omega-3, multivitamin, hingga suplemen serat pendukung program diet bisa kamu dapatkan dengan praktis.
Studi Terkait Konsumsi Telur dan Penyakit Jantung
Journal of the American Heart Association (JAHA) menerbitkan studi komprehensif yang mengkaji hubungan antara konsumsi kolesterol dari makanan dengan insiden penyakit kardiovaskular. Studi tersebut menjelaskan bahwa asupan telur itu sendiri, bila dikonsumsi dalam jumlah sedang (sekitar 1 butir per hari), tidak secara langsung berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung pada orang sehat.
Namun, studi tersebut menyoroti faktor perancu yang krusial, yaitu metode persiapan dan hidangan pendamping. Risiko kesehatan meningkat tajam pada subjek penelitian yang sering mengonsumsi telur bersama dengan daging olahan tinggi natrium (seperti sosis dan bacon) serta menggoreng telur tersebut dalam genangan lemak hewani dan minyak jenuh. Ini membuktikan bahwa bukan telur yang menjadi “penjahat” utama, melainkan ekstra lemak tak sehat yang menempel pada telur goreng tersebut.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?
Healthline. Diakses pada 2024. How Many Calories Are in an Egg?
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Eggs.
Journal of the American Heart Association. Diakses pada 2024. Dietary Cholesterol and Cardiovascular Risk.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
FAQ
1. Telur goreng berapa kalori jika menggunakan minyak kelapa?
Minyak kelapa memiliki jumlah kalori yang hampir sama dengan minyak kelapa sawit atau minyak sayur lainnya, yaitu sekitar 120 kalori per sendok makan. Jadi, jika kamu menggoreng satu butir telur menggunakan satu sendok makan minyak kelapa, total kalorinya akan tetap berada di kisaran 190 hingga 200 kalori. Meskipun minyak kelapa diklaim memiliki beberapa manfaat tambahan, ia tetap menyumbang angka kalori yang signifikan.
2. Apakah aman makan 2 telur goreng setiap hari untuk diet?
Jika kamu sedang defisit kalori, makan 2 telur goreng sehari akan memakan “kuota” kalori yang cukup besar (hampir 400 kalori) hanya untuk lauk saja. Secara medis, ini aman bagi kebanyakan orang sehat, namun kurang efisien bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Akan lebih mengenyangkan jika kamu beralih ke telur rebus atau telur yang digoreng dengan metode wajan anti lengket (tanpa atau minim minyak).
3. Apakah putih telur goreng bebas lemak?
Putih telur mentah memang 100% bebas lemak. Namun, ketika kamu menggoreng putih telur menggunakan minyak, tekstur putih telur yang seperti spons berpori akan menyerap lemak dari minyak goreng tersebut. Hasil akhirnya, masakan putih telur gorengmu tetap akan mengandung lemak tambahan dan penambahan kalori dari minyak yang menempel padanya.
4. Bisakah menggoreng telur menggunakan air (water poached egg)?
Bisa dan ini adalah salah satu alternatif yang paling sehat! Teknik memasak ini dikenal dengan nama telur poached atau merebus telur tanpa cangkang ke dalam pusaran air panas. Karena tidak menggunakan minyak sama sekali, kalori telur matang hasil rebusan air ini persis sama dengan telur rebus biasa, yakni hanya sekitar 72 hingga 78 kalori per butir berukuran sedang/besar.


