Ad Placeholder Image

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Talas untuk Kesehatan Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Keladi atau talas bermanfaat untuk mengontrol gula darah hingga meningkatkan energi tubuh.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Talas untuk Kesehatan TubuhKandungan Nutrisi dan Manfaat Talas untuk Kesehatan Tubuh

DAFTAR ISI


Talas atau yang memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang sangat populer dan mudah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia telah menjadikan talas sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi. Dari berbagai cara pengolahannya, talas rebus menjadi salah satu metode penyajian yang paling direkomendasikan karena mampu mempertahankan nutrisi alaminya tanpa menambahkan kalori berlebih dari minyak goreng.

Penting untuk diketahui bahwa menjaga pola makan yang sehat dan bergizi seimbang adalah kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit kronis di masa depan. Di tengah gempuran makanan instan dan olahan tingkat tinggi (ultra-processed foods), kembali mengonsumsi makanan utuh (whole foods) seperti talas rebus adalah langkah bijak. Talas tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga menyimpan segudang vitamin, mineral, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi organnya secara optimal.

Namun, di balik teksturnya yang lembut dan rasanya yang sedikit manis serta gurih, talas menyimpan beberapa fakta medis yang perlu kamu pahami. Cara pengolahan yang salah bisa memicu masalah kesehatan seperti rasa gatal di mulut dan tenggorokan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui profil nutrisi, manfaat, serta cara mengolahnya yang tepat agar kamu bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari umbi ungu kecokelatan ini.

Nah, mau tahu apa saja kandungan nutrisi dan deretan manfaat talas rebus untuk kesehatan tubuhmu? Serta bagaimana cara aman mengolahnya? Berikut ulasan lengkapnya!

Kandungan Nutrisi Talas Rebus

Sebelum membahas manfaatnya secara spesifik, kamu perlu tahu apa saja nutrisi yang terkandung di dalam seporsi talas rebus. Talas merupakan sumber karbohidrat kompleks yang luar biasa. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh dan melonjakkan gula darah, karbohidrat dalam talas dicerna secara perlahan, sehingga memberikan energi yang stabil dan tahan lama.

Dalam 132 gram (sekitar satu cangkir) talas matang yang direbus, terdapat kandungan nutrisi yang sangat kaya, antara lain:

  • Kalori: 187 kkal
  • Protein: Kurang dari 1 gram
  • Lemak: Kurang dari 1 gram
  • Karbohidrat: 39 gram
  • Serat: 6,7 gram
  • Vitamin B6: 22% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian
  • Vitamin E: 19% dari AKG harian
  • Kalium (Potassium): 18% dari AKG harian
  • Tembaga (Copper): 13% dari AKG harian
  • Vitamin C: 11% dari AKG harian
  • Mangan: 30% dari AKG harian

Selain nutrisi di atas, talas rebus juga mengandung jumlah magnesium, zinc, kalsium, folat, dan zat besi yang cukup baik. Tingginya kadar serat dan berbagai macam vitamin ini menjadikan talas sebagai makanan super (superfood) lokal yang patut dimasukkan ke dalam menu diet harianmu.

Manfaat Talas Rebus untuk Kesehatan

Dengan profil nutrisinya yang padat, rutin mengonsumsi talas rebus dalam porsi yang wajar dapat memberikan perlindungan bagi tubuh dari berbagai risiko penyakit. Berikut adalah penjabaran medis mengenai manfaat talas rebus bagi kesehatan tubuhmu:

1. Menjaga Kadar Gula Darah

Meskipun talas termasuk dalam keluarga karbohidrat dan umbi-umbian yang mengandung pati, talas rebus justru sangat direkomendasikan bagi penderita pre-diabetes maupun diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan talas mengandung dua jenis karbohidrat yang sangat bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah: serat dan pati resisten (resistant starch).

Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh lambung manusia. Karena tidak dapat dipecah menjadi glukosa, serat tidak akan menaikkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Sebaliknya, serat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat lain yang kamu makan, mencegah terjadinya lonjakan gula darah secara tiba-tiba (sugar spike). Sementara itu, pati resisten bertindak serupa dengan serat. Sebuah proses kimiawi di dalam pencernaan membuat pati ini tidak diserap sebagai gula, melainkan langsung menuju usus besar untuk difermentasi oleh bakteri baik.

2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Karena talas rebus mengandung banyak serat (sekitar 6,7 gram per cangkirnya), umbi ini adalah sahabat terbaik bagi sistem pencernaanmu. Asupan serat yang cukup sangat krusial untuk menambah volume feses dan melembutkannya, sehingga makanan dapat bergerak dengan lancar melewati usus. Hal ini secara efektif mencegah kondisi medis seperti sembelit (konstipasi) dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Selain itu, ketika pati resisten difermentasi oleh bakteri baik di usus besar, proses ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids/SCFA) seperti butirat. Butirat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel dinding usus besar, membantu meredakan peradangan, dan menjaga kesehatan lapisan usus agar tidak terjadi usus bocor (leaky gut syndrome). Namun, jika kamu sering mengalami keluhan medis, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis medis yang tepat terkait masalah pencernaanmu.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia. Memasukkan talas rebus ke dalam menu harian bisa menjadi langkah preventif yang cerdas. Talas kaya akan kalium (potassium), mineral penting yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah.

Kalium bekerja dengan cara merelaksasi dinding pembuluh darah, sehingga tekanan darah yang tinggi (hipertensi) dapat diturunkan. Selain itu, serat larut dalam talas juga telah terbukti melalui berbagai studi klinis dapat mengikat kolesterol berlebih di dalam saluran pencernaan dan membuangnya melalui feses sebelum sempat diserap masuk ke dalam aliran darah. Ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menjadi pemicu terbentuknya plak di pembuluh darah jantung.

4. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin menjaga berat badan ideal, talas rebus bisa menjadi pengganti nasi putih yang sangat baik. Tingginya kandungan serat dan air dalam talas akan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Hal ini akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menekan produksi hormon ghrelin (hormon pemicu rasa lapar).

Dengan rasa kenyang yang bertahan lama, kamu akan terhindar dari keinginan untuk ngemil makanan manis atau mengonsumsi kalori berlebih di jam-jam rawan. Pastikan kamu mengonsumsinya dalam bentuk rebusan murni tanpa tambahan saus tinggi gula atau santan kental berlebihan agar manfaat dietnya tetap optimal.

5. Sumber Antioksidan yang Tinggi

Talas, terutama bagian daging umbinya, mengandung senyawa polifenol, termasuk quercetin. Quercetin adalah jenis antioksidan kuat yang banyak diteliti karena kemampuannya dalam menetralisir radikal bebas dalam tubuh. Paparan radikal bebas yang berlebihan akibat polusi udara, stres, dan pola makan buruk dapat memicu stres oksidatif, yang menjadi cikal bakal mutasi sel dan kanker.

Selain polifenol, tingginya vitamin C dan vitamin E dalam talas rebus juga bekerja sinergis untuk memperkuat sistem imunitas tubuh, memperbaiki sel kulit yang rusak, dan mencegah penuaan dini. Jika nutrisi dari makanan saja dirasa belum cukup karena aktivitas yang sangat padat, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan suplemen harianmu.

Tips Mengonsumsi Talas agar Nutrisinya Terserap Maksimal
  1. Rebus dengan kulitnya: Mencuci bersih dan merebus talas bersama kulitnya dapat membantu mempertahankan nutrisi yang ada di bawah permukaan kulit agar tidak banyak yang larut ke dalam air rebusan.
  2. Padukan dengan sumber protein: Konsumsi talas rebus bersama telur rebus, dada ayam, atau ikan panggang agar asupan makronutrien kamu seimbang.
  3. Hindari menambahkan banyak gula merah atau kental manis jika tujuan kamu adalah untuk menjaga gula darah dan menurunkan berat badan.

Cara Mengolah Talas agar Aman Dikonsumsi

Meskipun sangat menyehatkan, talas tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan mentah. Talas mentah mengandung senyawa kristal kalsium oksalat (calcium oxalate raphides) yang berbentuk seperti jarum-jarum mikroskopis tajam. Jika termakan mentah, kristal ini akan menusuk jaringan mukosa di mulut, lidah, dan tenggorokan, menyebabkan rasa gatal yang hebat, sensasi terbakar, bahkan pembengkakan yang bisa mengganggu pernapasan.

1. Rendam dalam Air Garam

Setelah talas dikupas (gunakan sarung tangan jika kulit tanganmu sensitif terhadap getahnya), potong-potong talas dan rendam dalam air yang telah dicampur garam selama 15 hingga 30 menit. Air garam akan membantu menarik dan melarutkan sebagian getah dan senyawa oksalat di permukaan umbi.

2. Rebus Hingga Benar-benar Empuk

Suhu panas yang tinggi dan proses pemanasan yang cukup lama terbukti secara ilmiah mampu merusak dan menetralkan kristal kalsium oksalat. Rebus talas dalam air mendidih setidaknya selama 20 hingga 30 menit, atau hingga garpu dapat menusuk daging umbi dengan sangat mudah. Jangan ragu untuk membuang air rebusan pertama dan menggantinya dengan air baru jika kamu khawatir masih ada sisa getah yang menempel.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Bagi kebanyakan orang sehat, talas rebus sangat aman dikonsumsi harian. Namun, ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan kamu untuk membatasi konsumsinya. Pertama, bagi penderita batu ginjal dengan jenis batu kalsium oksalat. Walaupun proses perebusan telah mengurangi kadar oksalat secara signifikan, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang tetap berisiko bagi individu dengan riwayat pembentukan batu ginjal.

Kedua, meskipun talas bagus untuk gula darah, konsumsi dalam porsi yang sangat besar dan kalap tetap akan menyumbang total asupan kalori dan karbohidrat yang tinggi. Prinsip keseimbangan porsi (“Isi Piringku”) tetap harus diterapkan, di mana seperempat piring diisi oleh karbohidrat (talas), seperempat protein, dan setengahnya diisi sayur serta buah non-tepung.

Studi Mengenai Indeks Glikemik dan Serat pada Umbi-umbian

National Center for Biotechnology Information (NCBI) mencatat bahwa pangan lokal berbasis umbi seperti talas memiliki respons glikemik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan roti tawar putih maupun nasi putih.

Penelitian gizi modern menegaskan bahwa tingginya komponen pati resisten di dalam umbi talas memegang peranan kunci. Pati resisten tidak hanya menurunkan respons glikemik (kecepatan makanan meningkatkan gula darah), tetapi juga memperbaiki sensitivitas insulin dari waktu ke waktu jika digabungkan dengan gaya hidup aktif. Ini menjadikan talas sebagai makanan pokok masa depan yang dapat digunakan dalam intervensi gizi untuk mengatasi epidemi sindrom metabolik di masyarakat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 7 Surprising Benefits of Taro Root.
Medical News Today. Diakses pada 2026. What to know about taro root.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia – Kandungan Gizi Talas.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Resistant Starch: Promise for Improving Human Health.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Healthy Diet Fact Sheet.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan talas rebus setiap hari?

Boleh. Talas rebus memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan kaya akan pati resisten serta serat. Namun, perhatikan porsinya agar tidak berlebihan dan gunakan talas sebagai pengganti nasi, bukan sebagai tambahan lauk karbohidrat.

2. Mengapa makan talas bisa membuat tenggorokan gatal?

Rasa gatal disebabkan oleh senyawa kristal kalsium oksalat yang terdapat secara alami pada talas mentah atau yang dimasak kurang matang. Untuk menghindarinya, pastikan mengupas talas dengan bersih, merendamnya di air garam, dan merebusnya hingga benar-benar empuk (sekitar 20-30 menit).

3. Bisakah talas rebus dijadikan makanan pendamping ASI (MPASI)?

Bisa. Talas rebus yang sudah dihaluskan (puree) dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif untuk bayi. Pastikan talas dimasak dengan sangat matang agar teksturnya sangat lembut dan kalsium oksalatnya benar-benar hancur agar tidak mengiritasi tenggorokan bayi.

4. Lebih sehat mana antara talas rebus, ubi jalar rebus, atau singkong rebus?

Ketiganya sama-sehatnya namun memiliki profil nutrisi unggulannya masing-masing. Ubi jalar sangat tinggi Vitamin A (beta-karoten), singkong tinggi kalori untuk energi cepat, sedangkan talas memiliki keunggulan pada kandungan pati resisten dan seratnya yang sangat baik untuk kesehatan mikrobioma usus. Merotasi konsumsi ketiganya adalah pilihan terbaik.