Ad Placeholder Image

Kandungan Nutrisi Temu Ireng yang Kaya Manfaat

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

“Temu ireng memiliki kandungan antioksidan, minyak atsiri, dan sifat antimikroba. Tanaman herbal ini dipercaya bisa mengatasi infeksi bakteri pada kulit.”

Kandungan Nutrisi Temu Ireng yang Kaya ManfaatKandungan Nutrisi Temu Ireng yang Kaya Manfaat

DAFTAR ISI


Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan kekayaan rempah dan tanaman herbal yang dimiliki negeri ini. Salah satu yang cukup populer namun sering kali disalahpahami manfaatnya adalah temu ireng atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Curcuma aeruginosa. Tanaman ini merupakan anggota keluarga Zingiberaceae, yang masih satu kerabat dengan kunyit, jahe, dan temulawak.

Meskipun memiliki tampilan rimpang yang mirip dengan temulawak, temu ireng memiliki ciri khas warna daging rimpang yang gelap kebiruan atau keunguan, sehingga disebut “ireng” (hitam dalam bahasa Jawa). Selama berabad-abad, nenek moyang kita telah memanfaatkan tanaman ini untuk berbagai keperluan pengobatan tradisional, mulai dari penambah nafsu makan hingga mengatasi gangguan kulit.

Sangat penting bagi kamu untuk memahami fungsi temu ireng secara akurat berdasarkan kacamata medis dan farmakologi. Memahami dosis dan cara penggunaan yang tepat akan menghindarkan kamu dari risiko efek samping yang tidak diinginkan, terutama jika kamu sedang menjalani pengobatan medis tertentu.

Nah, mau tahu apa saja manfaat dan kegunaan dari tanaman herbal yang satu ini? Berikut ulasannya!

Mengenal Temu Ireng dan Kandungan Nutrisinya

Temu ireng bukan sekadar tanaman liar. Di dalamnya terkandung berbagai senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas biologis tinggi. Beberapa kandungan utama dalam temu ireng meliputi minyak atsiri, kurkuminoid, tanin, dan damar. Minyak atsiri pada temu ireng mengandung senyawa seperti germakron dan kurkumol yang diketahui memiliki efek antiinflamasi dan antimikroba.

Selain itu, temu ireng juga mengandung zat pati yang cukup tinggi serta mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Warna biru kehitaman pada dagingnya menunjukkan adanya pigmen spesifik yang berbeda dari kurkumin pada kunyit biasa. Kombinasi senyawa-senyawa inilah yang memberikan efek farmakologis unik, menjadikannya salah satu bahan utama dalam berbagai racikan jamu tradisional Indonesia.

Berbagai Fungsi Temu Ireng untuk Kesehatan

Secara tradisional dan didukung oleh beberapa penelitian awal, berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari temu ireng:

1. Meningkatkan Nafsu Makan

Salah satu fungsi temu ireng yang paling dikenal secara luas adalah sebagai penambah nafsu makan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Senyawa dalam temu ireng bekerja dengan merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan produksi enzim pencernaan, sehingga perut terasa lebih cepat lapar dan metabolisme tubuh bekerja lebih optimal.

2. Mengatasi Masalah Cacingan

Temu ireng memiliki sifat antelmintik atau obat cacing alami. Kandungan minyak atsirinya dipercaya dapat membantu melumpuhkan cacing dalam sistem pencernaan, terutama cacing gelang dan cacing kremi. Meskipun demikian, untuk infeksi yang berat, sangat disarankan untuk tetap melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

3. Membantu Pemulihan Pascapersalinan

Dalam tradisi jamu, temu ireng sering digunakan oleh ibu setelah melahirkan. Fungsinya adalah untuk membantu membersihkan darah kotor dalam rahim, mengecilkan rahim kembali ke ukuran semula, serta meningkatkan produksi ASI. Sifat antiinflamasinya juga membantu meredakan nyeri dan peradangan yang mungkin terjadi setelah proses persalinan.

4. Mengatasi Gangguan Kulit

Temu ireng memiliki sifat antifungal dan antibakteri. Secara eksternal, parutan temu ireng sering digunakan sebagai obat oles untuk mengatasi gatal-gatal, kudis, atau luka ringan. Tanaman ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen pada permukaan kulit.

Tips Mengidentifikasi Temu Ireng Berkualitas
  1. Pilih rimpang yang terasa berat dan keras saat ditekan, menandakan kadar air dan nutrisinya masih baik.
  2. Pastikan kulit rimpang mulus dan tidak ada bekas gigitan serangga atau jamur putih.
  3. Saat dipotong, bagian dalamnya harus menunjukkan warna biru kehitaman yang tegas, bukan sekadar cokelat pucat.

Cara Mengolah Temu Ireng secara Aman

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara pengolahan harus diperhatikan dengan teliti. Biasanya, temu ireng diolah menjadi rebusan atau diparut untuk diambil sarinya. Berikut adalah langkah umum yang bisa kamu ikuti:

  • Cuci bersih rimpang temu ireng dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah.
  • Kupas kulit tipisnya secara perlahan.
  • Iris tipis atau parut rimpang tersebut.
  • Rebus dengan air hingga mendidih dan tersisa setengahnya.
  • Saring dan minum air rebusan tersebut selagi hangat.

Kamu juga bisa mencampurnya dengan sedikit madu atau asam jawa untuk mengurangi rasa pahit yang sangat dominan dari temu ireng ini.

Efek Samping dan Peringatan Konsumsi

Meskipun herbal, konsumsi temu ireng yang berlebihan tidak disarankan. Rasa pahit yang ekstrem dapat memicu mual atau muntah pada beberapa individu yang sensitif. Selain itu, penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dapat memengaruhi fungsi hati dan ginjal.

Ibu hamil sangat tidak disarankan mengonsumsi temu ireng tanpa instruksi medis karena sifatnya yang dapat memicu kontraksi rahim. Jika kamu memiliki riwayat penyakit lambung atau gangguan empedu, berhati-hatilah karena sifat stimulan pencernaannya dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Studi Mengenai Temu Ireng

Journal of Ethnopharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ekstrak etanol dari Curcuma aeruginosa menunjukkan aktivitas anti-androgenik yang potensial, yang dapat bermanfaat dalam pengobatan kondisi seperti kebotakan rambut (alopecia).

Selain itu, penelitian lokal di Indonesia menunjukkan bahwa fraksi minyak atsiri temu ireng memiliki efektivitas yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan larva cacing secara in vitro. Hal ini memperkuat dasar penggunaan tradisional temu ireng sebagai obat cacing alami yang telah dipraktikkan turun-temurun.

Penuhi Kebutuhan Kesehatanmu di Halodoc

Jika kamu merasa gejala kesehatanmu tidak membaik setelah menggunakan pengobatan herbal, atau kamu membutuhkan suplemen kesehatan yang sudah teruji klinis, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Di sana tersedia berbagai pilihan vitamin dan produk kesehatan yang orisinal dan terjaga kualitasnya.

Penting untuk diingat bahwa herbal adalah pelengkap, bukan pengganti utama pengobatan medis jika kondisi kesehatan sudah serius. Pastikan kamu mendapatkan saran yang tepat dari ahlinya agar pemulihanmu berjalan optimal.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Referensi:
Global Biodiversity Information Facility. Diakses pada 2026. Curcuma aeruginosa Roxb.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Farmakope Herbal Indonesia.
ResearchGate. Diakses pada 2026. Chemical Constituents and Biological Activities of Curcuma aeruginosa.
Frontiers in Pharmacology. Diakses pada 2026. Traditional Uses, Phytochemistry, and Pharmacology of the Genus Curcuma.

FAQ

1. Apa perbedaan temu ireng dengan temu lawak?

Perbedaan utama terletak pada warna daging rimpangnya. Temu ireng berwarna kebiruan atau hitam, sedangkan temu lawak berwarna kuning tua atau oranye. Fungsinya pun berbeda, di mana temu lawak lebih fokus pada fungsi hati, sementara temu ireng pada pencernaan dan cacingan.

2. Apakah temu ireng aman untuk anak-anak?

Ya, secara tradisional sering diberikan sebagai jamu cekok untuk anak yang sulit makan. Namun, dosisnya harus sangat kecil karena rasanya yang pahit dan potensi iritasi lambung pada anak yang sensitif.

3. Bisakah temu ireng menurunkan berat badan?

Belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa temu ireng secara langsung membakar lemak. Justru fungsi utamanya adalah meningkatkan nafsu makan.

4. Bagaimana cara mengurangi rasa pahit temu ireng?

Kamu bisa menambahkan bahan pemanis alami seperti madu, gula aren, atau mencampurnya dengan rimpang lain seperti kencur dan asam jawa untuk menyeimbangkan rasanya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau ingin tahu lebih dalam mengenai khasiat herbal tertentu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.