Kanker Darah, Ini Jenis, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Lelah berlebihan dan sering mimisan merupakan salah satu gejala kanker darah.

DAFTAR ISI
Kanker darah merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Penyakit ini terjadi ketika sel darah berkembang secara tidak normal dan mengganggu produksi sel darah sehat, yang berakibat pada berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi berulang, anemia, dan gangguan pembekuan darah.
Yuk, kenali jenis, gejala, dan cara menanganinya lebih lanjut!
Ini Jenis Kanker Darah
Penyakit kanker darah dapat mengganggu produksi serta fungsi sel darah yang sehat, sehingga memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pengangkutan oksigen, dan proses pembekuan darah.
Ada beberapa jenis utama kanker darah, masing-masing dengan karakteristik dan gejala yang berbeda.
Berikut adalah tiga jenis utama kanker darah:
1. Leukemia
Leukemia adalah kanker yang menyerang sel darah putih di sumsum tulang. Sel darah putih abnormal berkembang secara tidak terkendali dan mengganggu produksi sel darah sehat.
Leukemia terbagi menjadi beberapa jenis, seperti leukemia limfoblastik akut (ALL), leukemia mieloid akut (AML), leukemia limfositik kronis (CLL), dan leukemia mieloid kronis (CML).
Menurut American Cancer Society (ACS), leukemia dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, infeksi berulang, dan mudah memar atau berdarah.
2. Limfoma
Limfoma merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, limpa, dan sumsum tulang.
Terdapat dua jenis utama limfoma, yaitu limfoma Hodgkin (HL) dan limfoma non-Hodgkin (NHL).
Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala limfoma dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening, demam berkepanjangan, dan keringat malam yang berlebihan.
Selain itu, penting untuk mengetahui 5 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Limfoma.
3. Myeloma
Myeloma, atau multiple myeloma, adalah kanker yang memengaruhi sel plasma dalam sumsum tulang.
Sel plasma berperan dalam produksi antibodi, sehingga kanker ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
National Cancer Institute (NCI) menyebutkan bahwa gejala myeloma meliputi nyeri tulang, anemia, infeksi berulang, dan gangguan fungsi ginjal.
Ketiga jenis kanker darah ini memiliki perbedaan dalam asal mula dan perkembangannya, tetapi semuanya memengaruhi produksi dan fungsi darah dalam tubuh.
Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan atau mengendalikan perkembangan penyakit.
Kenali Gejala Kanker Darah
Kanker darah dapat menunjukkan berbagai gejala yang sering kali tidak spesifik, sehingga sulit dikenali pada tahap awal.
Gejala yang muncul biasanya disebabkan oleh gangguan pada produksi sel darah yang sehat akibat pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
Beberapa gejala umum kanker darah meliputi:
- Kelelahan yang berlebihan meskipun sudah cukup istirahat. Hal ini terjadi karena jumlah sel darah merah yang sehat berkurang, menyebabkan anemia dan penurunan pasokan oksigen ke seluruh tubuh.
- Sering mengalami infeksi berulang, seperti demam, batuk berkepanjangan, atau infeksi pada luka yang sulit sembuh.
- Mudah mengalami memar tanpa sebab yang jelas.
- Sering mimisan atau gusi mudah berdarah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan yang membesar tanpa rasa sakit.
- Nyeri pada tulang atau sendi, akibat tekanan dari pertumbuhan sel kanker yang tidak normal.
- Penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan.
- Berkeringat berlebihan di malam hari, yang disertai demam atau sensasi tubuh terasa panas.
Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala ini dalam waktu lama atau semakin parah, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang pengobatan yang lebih efektif.
Cara Mengobati Kanker Darah
Pengobatan kanker darah bergantung pada jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Tujuan utama pengobatan adalah menghentikan pertumbuhan sel kanker, mengembalikan fungsi normal darah, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Inilah beberapa metode pengobatan yang umum digunakan:
1. Kemoterapi
Kemoterapi adalah metode pengobatan utama untuk banyak jenis kanker darah, termasuk leukemia dan limfoma.
Obat-obatan kemoterapi bekerja dengan membunuh sel kanker atau menghentikan perkembangannya.
Pengobatan ini dapat diberikan dalam bentuk pil, suntikan, atau infus, tergantung pada kondisi pasien.
2. Terapi Target
Terapi target menggunakan obat yang dirancang khusus untuk mengenali dan menyerang sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
Contohnya adalah tyrosine kinase inhibitors (TKIs) untuk leukemia mieloid kronis (CML).
3. Terapi Imun (Imunoterapi)
Imunoterapi atau terapi imun dapat membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
Salah satu bentuk imunoterapi adalah antibodi monoklonal yang menargetkan protein tertentu pada sel kanker, seperti rituximab untuk limfoma.
Ingin tahu lebih lanjut terkait prosedur imunoterapi? Kenali Metode Imunoterapi dalam Pengobatan Kanker.
4. Transplantasi Sumsum Tulang atau Sel Induk (Stem Cell Transplant)
Prosedur ini menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel induk sehat dari donor atau dari pasien sendiri (autologous).
Transplantasi ini sering dilakukan setelah kemoterapi dosis tinggi untuk memastikan regenerasi sel darah yang sehat.
5. Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi bekerja dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau mengecilkan tumor di area tertentu, seperti kelenjar getah bening yang membesar pada limfoma.
6. Kortikosteroid
Obat kortikosteroid, seperti prednison atau deksametason, sering digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi untuk mengurangi peradangan dan membantu mengendalikan pertumbuhan sel kanker.
Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan efektivitas terapi terhadap jenis kanker darah yang diderita.
Konsultasi dengan dokter spesialis hematologi-onkologi sangat penting untuk menentukan strategi pengobatan yang paling sesuai.
Kamu juga bisa menghubungi dokter spesialis melalui Halodoc apabila kamu mencurigai adanya gejala kanker darah.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu memberi diagnosis serta saran prosedur pengobatan yang sesuai dengan kondisimu.
Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2025. Leukemia.
National Cancer Institute. Diakses pada 2025. Plasma cell myeloma.
CDC. Diakses pada 2025. Non-Hodgkin’s Lymphoma.
Cancer Center. Diakses pada 2025. Blood Cancer.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Blood Cancer.
FAQ
1. Apa penyebab orang terkena kanker darah?
Kanker darah terjadi akibat mutasi genetik pada sel darah yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali.
Mutasi ini mengganggu fungsi normal sel darah, seperti pembekuan darah dan melawan infeksi.
Meskipun penyebab pasti mutasi ini belum dokter ketahui, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker darah meliputi:
- Paparan radiasi tinggi.
- Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena, yang berkaitan dengan peningkatan risiko leukemia.
- Penggunaan obat kemoterapi sebelumnya.
- Faktor genetik.
2. Apa ciri-ciri kanker pembuluh darah?
Kanker pembuluh darah, atau angiosarkoma, memiliki ciri-ciri sebagaimana berikut:
- Lesi atau ruam seperti memar yang terus membesar, berwarna keunguan yang sulit hilang dan semakin meluas.
- Benjolan pada kulit berwarna kemerahan atau kebiruan yang mudah berdarah saat terbentur atau tergores.
- Luka pada kulit yang sulit sembuh dan cenderung membesar seiring waktu.
3. Apakah penderita kanker darah bisa sembuh?
Peluang kesembuhan bagi penderita kanker darah bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis kanker darah, stadium saat diagnosis, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Beberapa bentuk kanker darah dapat dpkter obati dan mencapai remisi, yaitu kondisi ketika tanda dan gejala kanker berkurang atau hilang sepenuhnya.
Pengobatan yang umum dokter lakukan meliputi kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan transplantasi sumsum tulang.
Konsultasi dengan dokter spesialis hematologi-onkologi sangat kamu perlukan untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat.
4. Berapa lama penderita kanker darah dapat bertahan hidup?
Angka harapan hidup pengidap kanker darah bervariasi tergantung pada jenis spesifik kanker darah, stadium penyakit saat terdiagnosis, respons terhadap pengobatan, serta faktor individu lainnya seperti usia dan kondisi kesehatan umum.
Beberapa jenis leukemia akut memerlukan penanganan segera dan memiliki prognosis yang berbeda dibandingkan dengan leukemia kronis yang mungkin berkembang lebih lambat.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai prognosis dan harapan hidup, disarankan untuk berdiskusi langsung dengan dokter yang menangani.


