Advertisement

Kapan Perlu Mengonsumsi Antibiotik saat Mengalami Batuk? Ini Penjelasannya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   22 Desember 2025

Antibiotik untuk batuk digunakan untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kapan Perlu Mengonsumsi Antibiotik saat Mengalami Batuk? Ini PenjelasannyaKapan Perlu Mengonsumsi Antibiotik saat Mengalami Batuk? Ini Penjelasannya

DAFTAR ISI


Batuk bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan atas atau bawah, seperti pilek, bronkitis, atau pneumonia. Penyebabnya bukan hanya infeksi bakteri saja, tetapi juga infeksi virus.

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi pada dokter jika batuk berlangsung lebih dari beberapa minggu. Terutama jika batuk yang kamu alami disertai kesulitan bernapas atau demam tinggi. 

Hal yang perlu ditegaskan, jangan sekali-kali mengonsumsi antibiotik untuk batuk berdahak tanpa anjuran atau resep dari dokter. Tujuannya untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

Lantas, kapan kamu perlu mengonsumsi antibiotik untuk batuk? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Apakah Antibiotik Efektif untuk Batuk?

Batuk adalah respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari iritasi atau lendir. Penyebab batuk bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi virus seperti flu biasa, infeksi bakteri, alergi, hingga iritasi oleh polutan.

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri. Antibiotik bekerja dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.

Oleh karena itu, antibiotik hanya efektif untuk batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dan tidak efektif untuk batuk yang disebabkan oleh virus, alergi, atau iritasi.

Tanda Batuk yang Membutuhkan Antibiotik

Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi mereka tidak memiliki efek pada virus. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten, membuat pengobatan infeksi di masa depan menjadi lebih sulit.

Dokter tidak bisa mengetahui penyebab batuk hanya dari suara atau bunyinya. Karena itu, dokter juga akan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai riwayat kesehatan yang kamu alami.

Contohnya, berapa lama batuk sudah terjadi, intensitasnya, hingga gejala-gejala lainnya yang kamu alami.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan menyarankan tes penunjang, seperti rontgen dada atau tes flu untuk mengetahui kebutuhan antibiotiknya. Lalu, kapan antibiotik untuk batuk diperlukan?

Segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Mengalami gejala batuk dan pilek yang tak kunjung membaik lebih dari 10 hari. Sebenarnya, batuk dan pilek bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kekebalan tubuh membutuhkan waktu hingga 2 minggu untuk melawan virus. Penggunaan antibiotik bisa mempercepat waktu kesembuhan.
  • Gejala memburuk secara perlahan dalam 2 hingga 3 hari. Di sini pengidap mungkin saja mengalami gejala parah secara tiba-tiba. Tandanya termasuk demam tinggi, menggigil, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan batuk parah.
  • Gejala membaik kemudian memburuk lagi. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa pengidap mengalami dua infeksi sekaligus, yaitu infeksi virus dan bakteri.

Jenis Infeksi Bakteri Penyebab Batuk yang Membutuhkan Antibiotik

Antibiotik untuk batuk diperlukan jika batuk disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi bakteri: Infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri.
  • Bronkitis bakteri: Peradangan pada saluran бронхіальних yang disebabkan oleh bakteri.
  • Pertusis (batuk rejan): Infeksi бактериальная saluran pernapasan yang sangat menular.
  • Sinusitis bakteri: Infeksi pada sinus yang disebabkan oleh bakteri.

Jika batuk tak kunjung membaik terjadi pada anak, ibu bisa memberikan beberapa rekomendasi obat yang tertera pada artikel ini: Ibu, Ini 7 Rekomendasi Obat Batuk Anak yang Perlu Ada di Rumah.

Jika batuk terjadi dalam intensitas ringan, ini beberapa pilihan obat yang bisa kamu konsumsi: Ini Rekomendasi 7 Obat Batuk Berdahak yang Ampuh dan Aman.

Efek Samping Antibiotik yang Mungkin Terjadi

Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan efek samping, seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Ruam kulit.
  • Infeksi jamur (seperti kandidiasis).

Jika mengalami efek samping yang mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Tepat Mengonsumsi Antibiotik

Berikut tiga hal yang perlu diingat ketika mempertimbangkan untuk mengonsumsi antibiotik:

  • Hanya mengonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter. Jangan mengubah dosis atau berhenti mengonsumsinya, meskipun gejala sudah mereda.
  • Minum antibiotik pada jadwal yang telah ditentukan, bahkan jika kamu sudah merasa lebih baik.
  • Usahakan minum pada waktu yang sama setiap hari untuk menjaga konsentrasi obat dalam tubuh. Sebab, Ini Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur.
  • Hindari minum alkohol saat mengonsumsi antibiotik, karena bisa mengurangi efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping.
  • Jangan menggunakan antibiotik yang tidak diresepkan oleh dokter atau menyimpan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya.
  • Pastikan menyelesaikan seluruh pengobatan antibiotik guna mencegah resistensi bakteri terhadap antibiotik.
  • Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping atau keluhan kesehatan setelah menggunakan antibiotik.

Alternatif Pengobatan Batuk Selain Antibiotik

Untuk batuk yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri, ada beberapa alternatif pengobatan yang dapat dicoba:

  • Obat pereda batuk: Dapat membantu meredakan batuk kering atau berdahak.
  • Ekspektoran: Membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.
  • Dekongestan: Membantu melegakan hidung tersumbat.
  • Madu: Madu dapat membantu meredakan batuk pada anak-anak (tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun).
  • Minum banyak cairan: Membantu mengencerkan dahak dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Istirahat yang cukup: Membantu tubuh melawan infeksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami batuk dengan gejala berikut:

  • Demam tinggi (di atas 38°C).
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Nyeri dada yang parah.
  • Batuk berdarah.
  • Mengi (bunyi “ngik” saat bernapas).
  • Batuk yang tidak membaik setelah 2-3 minggu.

Hubungi Dokter Ini sebelum Konsumsi Antibiotik saat Batuk

Apabila kamu membutuhkan tips atau info mendalam terkait penggunaan antibiotik kamu bisa bertanya pada dokter di Halodoc.

Dokter rekomendasi berikut memiliki pengalaman selama bertahun-tahun, sehingga mereka mampu memberikan prosedur penanganan lebih lanjut.

Tak perlu khawatir, sebab mereka juga telah mendapat ulasan yang baik dari pasien-pasien sebelumnya yang mereka tangani.

Nah, ini dia daftar rekomendasinya:

1. dr. Nuriati Harahap

Kamu bisa menghubungi dr. Nuriati Harahap, yang merupakan seorang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 2010. 

Saat ini, dr. Nuriati Harahap berpraktik di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan juga terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR ZT00000267539180.

Dengan pengalamannya sebagai dokter umum selama 15 tahun, dr. Nuriati Harahap dapat kamu percayai dalam memberikan tips dan panduan dalam mengonsumsi antibiotik yang tepat dan aman. 

Dokter Nuriati Harahap juga bisa memberikan kamu layanan seputar berbagai gangguan kesehatan ringan lainnya.

Chat dr. Nuriati Harahap Mulai dari Rp22.500,- di Halodoc.

2. dr. Bendy Dwi Irawan

Dokter rekomendasi berikutnya adalah dr. Bendy Dwi Irawan, seorang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati pada tahun 2019. 

Dokter Bendy Dwi Irawan telah terdaftar sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan nomor STR JE00000236113617 dan saat ini menjalani praktik di Lampung Utara.

Dengan pengalaman selama 5 tahun, dr. Bendy Dwi Irawan akan memberikan saran tepat dalam mengonsumsi antibiotik. 

Dokter Bendy Dwi Irawan juga bisa memberikan kamu solusi seputar gangguan kesehatan ringan lainnya.

Chat dr. Bendy Dwi Irawan Mulai dari Rp22.500,- di Halodoc.

Dokter rekomendasi di atas siap membantu kamu dalam memberikan tips konsumsi antibiotik.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja dengan aplikasi Halodoc.

Apabila dokter sedang offline atau tidak tersedia, kamu tak perlu khawatir. Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!

Kesimpulan

Antibiotik bukanlah solusi untuk semua jenis batuk. Penggunaan antibiotik yang tepat hanya diperlukan jika batuk disebabkan oleh infeksi bakteri yang telah didiagnosis oleh dokter. Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu untuk mencegah resistensi antibiotik dan menjaga kesehatan diri sendiri serta masyarakat.

Jika mengalami batuk, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
GoodRX Health. Diakses pada 2025. Do You Need Antibiotics for Your Cough?
WebMD. Diakses pada 2025. Can Antibiotics Treat My Cold?

FAQ

1. Apakah antibiotik selalu diperlukan untuk batuk?

Tidak, antibiotik hanya diperlukan jika batuk disebabkan oleh infeksi bakteri.

2. Bagaimana cara membedakan batuk karena virus dan bakteri?

Batuk karena virus biasanya disertai gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, dan demam ringan. Batuk karena infeksi bakteri dapat disertai demam tinggi, produksi lendir berwarna hijau atau kuning, dan nyeri dada. Namun, diagnosis pasti hanya dapat dilakukan oleh dokter.

3. Apa yang terjadi jika saya mengonsumsi antibiotik padahal tidak diperlukan?

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan efek samping seperti mual, diare, dan reaksi alergi.