• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Hipertiroid Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Hipertiroid Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Sebaiknya Hipertiroid Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Kelenjar tiroid berada di bagian depan leher dan memiliki peran penting sebagai penghasil hormon tiroid. Hormon ini bertugas mengendalikan proses metabolisme, seperti mengatur suhu tubuh, denyut jantung, dan mengubah makanan yang masuk ke tubuh menjadi energi.

Proses kinerja dari kelenjar tiroid juga dipengaruhi oleh kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis yang berada di otak. Kelenjar tersebut akan menghasilkan hormon yang diberi nama TSH dalam mengatur kelenjar tiroid guna menghasilkan hormon tiroid.

Hipertiroid terjadi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Kondisi ini akan mengakibatkan proses metabolisme yang berjalan semakin cepat. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan agar gejala tidak semakin memburuk. 

Baca juga: Hati-Hati, Dampak Hipertiroid Bisa Sebabkan 5 Kondisi Serius Ini

Apa Penyebab Hipertiroid?

Ternyata, hipertiroid bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari gangguan autoimun hingga efek samping dari konsumsi obat-obatan, termasuk:

  • Penyakit Graves karena masalah autoimun atau kondisi ketika kekebalan tubuh menyerang sel yang sehat.
  • Peradangan pada kelenjar tiroid atau tiroiditis.
  • Munculnya benjolan, seperti tumor jinak pada kelenjar tiroid maupun kelenjar hipofisis atau toxic nodular tiroid.
  • Kanker tiroid.
  • Adanya sel tumor pada testis atau ovarium.
  • Mengonsumsi obat tinggi iodium.
  • Mengonsumsi makanan tinggi iodium berlebihan, seperti telur, susu, maupun makanan laut. 

Selain beberapa hal tadi, hipertiroid juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko berikut ini. 

  • Memiliki jenis kelamin wanita.
  • Adanya riwayat anggota keluarga dengan kondisi penyakit Graves.
  • Sedang mengidap penyakit kronis, seperti anemia, diabetes tipe 1, atau gangguan pada kelenjar adrenal.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala yang muncul karena hipertiroid bisa dirasakan secara mendadak maupun perlahan. Beberapa gejala yang sering muncul, yaitu:

  • Jantung berdebar
  • Tangan gemetar atau tremor. 
  • Mudah berkeringat atau merasa gerah.
  • Gampang gelisah dan mudah marah.
  • Terjadi penurunan berat badan secara drastis.
  • Mengalami kesulitan tidur.
  • Penurunan konsentrasi.
  • Diare.
  • Penglihatan kabur.
  • Mengalami rambut rontok.
  • Terjadi gangguan menstruasi menstruasi pada wanita.

Selain gejala tadi, terkadang muncul beberapa tanda fisik yang bisa dilihat pada seseorang yang mengalami hipertiroid, yaitu:

  • Terjadi pembesaran pada kelenjar tiroid atau penyakit gondok.
  • Bola mata terlihat sangat menonjol.
  • Muncul biduran atau ruam kulit.
  • Telapak tangan terlihat kemerahan.
  • Mengalami peningkatan tekanan darah.

Ada pula hipertiroidisme yang tidak menunjukkan adanya gejala yang disebut dengan hipertiroid subklinis. Peningkatan TSH tanpa diikuti dengan hormon tiroid menjadi ciri khas dari kondisi ini. Beberapa pengidap hipertiroid subklinis bisa sembuh tanpa harus mendapatkan pengobatan khusus.

Baca juga: Berat Badan Turun Drastis, Awas Gejala Hipertiroidisme

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala yang mengarah pada hipertiroidisme. Diperlukan langkah cepat untuk mendapatkan diagnosis sehingga penyebab bisa segera diketahui dan penanganan bisa segera dilakukan.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan dokter seputar hipertiroid. Kamu hanya perlu download aplikasinya di ponsel, dan menggunakannya kapan saja untuk tanya jawab dokter, membuat janji ke rumah sakit, atau membeli obat dan vitamin.

Tanpa adanya penanganan, hipertiroid dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang berbahaya pada tubuh, salah satunya adalah thyroid storm atau krisis tiroid. Segera cari pertolongan medis apabila kamu mengalami gejala hipertiroid yang diikuti dengan diare, demam, hingga penurunan kesadaran.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid).