• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Transfusi Darah Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Transfusi Darah Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya

Kapan Transfusi Darah Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 Desember 2022

“Bagi pendonor, transfusi darah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja atau secepat mungkin pada kasus tertentu. Sementara itu, pada sisi penerima darah, seseorang mungkin memerlukan transfusi darah karena sejumlah alasan.”

Kapan Transfusi Darah Perlu Dilakukan? Ini PenjelasannyaKapan Transfusi Darah Perlu Dilakukan? Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta – Transfusi darah merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan menyumbangkan darah kepada seseorang yang membutuhkan. Tindakan ini dilakukan melalui selang infus (intravena) yang ditempatkan di dalam pembuluh darah lengan pendonor.  Transfusi darah sendiri adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Sebab, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang mungkin membutuhkan darah dari orang lain. 

Selain itu, prosedur tindakan ini juga biasanya terjadi tanpa komplikasi, dan hanya membutuhkan waktu singkat. Namun, ketika berbicara mengenai waktu yang tepat, kira-kira kapan prosedur ini perlu dilakukan pada seseorang? 

Waktu yang Tepat untuk Transfusi Darah

Perlu diingat bahwa darah memiliki beberapa komponen, antara lain:

  • Sel darah merah membawa oksigen dan membantu membuang produk limbah. 
  • Sel darah putih membantu tubuh dalam melawan infeksi. 
  • Plasma adalah bagian cair dari darah. 
  • Trombosit membantu pembekuan darah dengan benar. 

Transfusi menyediakan sebagian atau beberapa bagian darah yang dibutuhkan, dengan sel darah merah yang paling sering ditransfusikan. Selain itu, seseorang juga dapat menerima darah utuh yang mengandung semua bagian. Bagi pendonor, transfusi darah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja. 

Namun, pada beberapa kasus, seorang pendonor mungkin harus melakukan transfusi secepat mungkin, jika ada anggota keluarga dengan golongan darah identik membutuhkan asupan darah, akibat kondisi tertentu. 

Sementara itu, pada sisi penerima darah, seseorang mungkin memerlukan prosedur ini karena sejumlah alasan, termasuk:

  • Transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang selama operasi besar, persalinan atau kecelakaan parah. 
  • Untuk mengobati anemia, jika pengobatan yang dilakukan sama sekali tidak membantu pemulihan. Anemia adalah suatu kondisi ketika seseorang memiliki kadar sel darah merah yang rendah. Biasanya kondisi ini ditangani dengan pemberian suplemen darah, tapi pada beberapa kasus, terkadang perawatan yang dilakukan tidak benar-benar efektif pada pengidapnya. 
  • Untuk mengobati kelainan darah bawaan, seperti thalasemia atau anemia sel sabit. 

Perlu diketahui bahwa setiap orang dapat menolak prosedur ini, tetapi kamu harus memahami sepenuhnya konsekuensinya sebelum melakukannya. Sebab, beberapa perawatan atau operasi medis tidak dapat dilakukan dengan aman tanpa diberikan transfusi darah.

Bagaimana Prosedur Transfusi Darah Dilakukan?

Sebelum prosedur dimulai, darah akan terlebih dahulu diuji untuk menentukan apakah golongan darah seseorang berjenis A, B, AB atau O. Selain itu, pengujian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah darah seseorang Rh positif atau Rh negatif. Sebab, darah yang disumbangkan dan digunakan untuk transfusi harus sesuai dengan golongan darah calon penerima.

Kemudian, transfusi darah diberikan melalui jarum dan selang intravena (IV) yang dimasukkan ke salah satu pembuluh darah. Nantinya, darah yang disumbangkan akan disimpan dalam kantong plastik yang dialirkan langsung melalui infus. Seseorang yang melakukan tindakan medis ini akan duduk atau berbaring untuk menjalani prosedur ini, yang biasanya memakan waktu satu hingga empat jam.

Seorang perawat akan memantau seseorang sepanjang prosedur dan mengukur tekanan darah, suhu, dan detak jantung. Karena itu, penting untuk memberitahu perawat segera jika selama transfusi darah seseorang mengalami:

  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Panas dingin.
  • Gatal yang tidak biasa.
  • Nyeri dada atau punggung.
  • Perasaan gelisah.

Itulah penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk melakukan transfusi darah. Selain melakukan kegiatan seperti prosedur tersebut, pastikan juga untuk senantiasa memenuhi segala asupan nutrisi penting pada tubuh. Nah, hal ini dapat dilakukan dengan konsumsi makanan sehat atau suplemen. 

Jika kamu membutuhkan suplemen, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Blood transfusion. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Blood Transfusion. 
NHS Inform. Diakses pada 2022. Blood transfusion.