Ad Placeholder Image

Kasus TBC Indonesia Urutan 2 di Dunia, Ini Cara Efektif untuk Mencegahnya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   07 Agustus 2025

TBC bisa dicegah dengan vaksin dan menjaga daya tahan tubuh.

Kasus TBC Indonesia Urutan 2 di Dunia, Ini Cara Efektif untuk MencegahnyaKasus TBC Indonesia Urutan 2 di Dunia, Ini Cara Efektif untuk Mencegahnya

Daftar Isi:


Berdasarkan Global TB Report 2024, saat ini Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Diperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun. 

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius.  Kini, skrining penyakit TBC menjadi sangat penting dan menjadi bagian dari program prioritas nasional.

TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, merupakan penyakit menular yang paling sering menyerang paru-paru, meskipun juga bisa menyerang organ lain seperti otak, tulang, dan kelenjar getah bening. 

Penularannya terjadi melalui ketika seseorang menghirup droplet atau percikan liur saat pengidap TBC berbicara, bersin, atau batuk.

Lantas, bagaimana cara ampuh dan efektif untuk mencegah penyakit ini? Berikut ulasan selengkapnya!

Cara Ampuh dan Efektif Mencegah TBC

Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan TBC:

1. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

Ini adalah langkah pencegahan paling awal dan sangat krusial. Vaksin BCG diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan. Namun, jadwal imunisasi anak terbarunya diberikan sesaat setelah lahir atau sebelum Si Kecil menginjak 1 bulan. 

Jenis vaksin ini bermanfaat untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, terutama mencegah bentuk TBC berat pada anak. Patogen ini berperan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) kurang lebih selama 15 tahun.

Ibu bisa mengetahui lebih jelas lagi terkait imunisasi BCG pada anak di artikel ini: Usia Berapa Bayi Sebaiknya Diberikan Imunisasi BCG?

Mau tahu lebih jauh mengenai vaksin pada anak? Baca di sini: Ini Jadwal Imunisasi Anak Menurut Rekomendasi IDAI

2. Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar

Bakteri TBC menyebar melalui percikan dahak (droplet) di udara. Selalu tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin. 

Sebaiknya jangan menggunakan telapak tangan. Selanjutnya segera buang tisu bekas ke tempat sampah dan cuci tangan dengan sabun.

3. Memastikan ventilasi udara yang baik

Bakteri TBC dapat bertahan lebih lama di ruangan yang gelap, lembap, dan minim sirkulasi udara. Pastikan rumah atau tempat kerja memiliki ventilasi yang baik.

Buka jendela dan pintu secara teratur agar sinar matahari bisa masuk dan udara segar dapat bersirkulasi. Sinar matahari dapat membantu membunuh bakteri TBC.

4. Menjaga daya tahan tubuh 

Sistem imun yang kuat adalah pertahanan terbaik melawan berbagai penyakit, termasuk TBC. Terapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, cukup tidur, dan mengelola stres dengan baik.

Mau tahu vitamin untuk perkuat imun? Baca di sini: Ini 5 Rekomendasi dan Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

5. Skrining dan pengobatan tuntas bagi yang kontak erat

Jika kamu tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan penderita TBC, sangat penting untuk melakukan skrining atau pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi TBC laten (bakteri ada di tubuh tapi tidak aktif), dokter mungkin akan memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah penyakit menjadi aktif.

Menurut Kemenkes, implementasi skrining TB bersama dengan terapi pencegahan TB (TPT) berpotensi besar dalam menurunkan jumlah kasus dan kematian akibat TBC. 

Kelompok yang Rentan Tertular TBC

Meskipun siapa saja bisa tertular TBC, ada beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah: Seperti penderita HIV/AIDS, diabetes, penyakit ginjal berat, atau pasien yang menjalani kemoterapi.
  • Anak-anak dan lansia: Sistem imunitas kelompok ini cenderung lebih lemah.
  • Perokok aktif: Merokok merusak paru-paru dan melemahkan sistem pertahanan lokal di saluran napas.
  • Orang yang tinggal di lingkungan padat dan kumuh: Risiko penularan lebih tinggi karena kontak yang lebih dekat dan ventilasi yang buruk.
  • Petugas kesehatan: Karena sering kontak langsung dengan pasien.

Apa saja gejala TBC yang perlu diwaspadai? Baca di sini: 5 Gejala TBC yang Perlu Diwaspadai

Kesimpulan

Tingginya kasus TBC di Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Penyakit ini bisa disembuhkan jika dideteksi sejak dini dan diobati sampai tuntas. Kunci utamanya adalah kepatuhan minum obat selama minimal 6 bulan tanpa putus.

Dengan meningkatkan kesadaran, menerapkan langkah-langkah pencegahan, dan mendukung pasien TBC untuk berobat hingga sembuh, kita dapat membantu memutus rantai penularan. 

Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit, jika mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu yang tak kunjung sembuh.

Nah,  bila kamu atau anggota keluarga lainnya menunjukkan gejala TBC atau mengalami keluhan lainnya, konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu. 

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi:
Kemenkes. Diakses pada 2025. Gerakan Indonesia Akhiri TBC
Kemenkes. Diakses pada 2025. Aksi Nyata Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia
Kemenkes. Diakses pada 2025. Gerakan Indonesia Akhiri TBC
Kemenkes. Diakses pada 2025. Cegah dan Obati TB dengan Terapi Pencegahan Tuberkulosis
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Tuberculosis.
WebMD. Diakses pada 2022. Tuberculosis Prevention: What to Know.
CDC. Diakses pada 2022. TB Prevention.