
Kata Dokter: 5 Jenis Obat untuk Penyakit Asam Urat
“Obat-obat ini harus digunakan sesuai dengan resep dokter karena obat-obat ini bisa jadi memiliki interaksi bila digunakan dengan obat lain dan memang harus sesuai dengan kondisi pengidap asam uratnya. Mengandalkan obat saja tentu tidak cukup untuk mengatasi asam urat. Perlu ada perubahan dalam gaya hidup.”

- Jenis Obat untuk Obati Asam Urat
- Pendekatan Alami dan Suplemen sebagai Pelengkap
- Pencegahan Asam Urat Melalui Gaya Hidup Sehat
- Kapan Harus ke Dokter
Penyakit asam urat disebabkan oleh suatu kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia, di mana ada terlalu banyak asam urat dalam tubuh. Jika tidak diobati, kadar asam urat yang tinggi pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan tulang, sendi dan jaringan permanen, penyakit ginjal dan penyakit jantung.
Kadar asam urat juga dapat memicu penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit hati berlemak. Menurut dr. Keisha Nabila, konsumsi obat asam urat dapat menangani masalah asam urat. Informasi selengkapnya baca di sini!
Jenis Obat untuk Obati Asam Urat
Mengoleskan es ke sendi dapat mengurangi peradangan pada serangan asam urat. Langkah ini bisa membantu meringankan rasa sakit, tapi bisa dibilang konsumsi obat adalah cara ampuh untuk mempercepat pemulihan dan penanganan bila asam urat sedang kumat. Berikut ini adalah 5 jenis obat untuk penyakit asam urat:
1. Obat Anti-inflamasi Non-steroid (NSAID)
Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan asam urat. Mungkin perlu beberapa waktu agar rasa nyeri berkurang biasanya 24 jam. Dosis yang biasanya diberikan dokter adalah ibuprofen 800 mg 3-4 kali sehari. Pengobatan harus dihentikan ketika gejala hilang.
2. Kolkisin
Biasanya dikombinasikan dengan NSAID jika kolkisin diresepkan dengan dosis rendah. Dosis yang diberikan untuk kolkisin adalah 1,2 miligram lalu 0,6 miligram setiap jam untuk 6 kali. Obat ini memiliki efek samping pada pencernaan, sehingga memang benar-benar harus dengan rekomendasi dokter.
3. Kortikosteroid
Jika kamu mengalami kontraindikasi pada penggunaan NSAID, kortikosteroid adalah pilihan berikutnya. Kortikosteroid dapat diberikan sebagai suntikan ke dalam sendi yang terkena (steroid intra-artikular) atau diberikan secara sistemik (secara oral). Steroid intraartikular berguna jika hanya satu atau dua sendi yang terkena dan dokter akan menyuntikkan sendi tersebut. Kortikosteroid oral dapat digunakan mulai dari 30-40 miligram setiap hari secara bertahap selama 10-14 hari.
4. Allopurinol
Allopurinol adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Ini biasanya dikonsumsi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi asam urat atau ginjal menyaring tidak cukup baik, sehingga asam urat dapat menumpuk dan menyebabkan kristal kecil dan tajam terbentuk di dalam dan di sekitar persendian. Allopurinol yang diminum secara teratur, dapat menurunkan jumlah serangan asam urat dan membantu mencegah kerusakan pada persendian.
Tidak semua orang bisa mengonsumsi allopurinol. Jika kamu memiliki masalah hati atau ginjal, punya masalah tiroid, sebaiknya bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan penggunaan obat ini.
5. Urikosurik
Urikosurik adalah obat yang dapat meningkatkan ekskresi asam urat. Cara kerja urikosurik adalah menurunkan kadar asam urat dengan menghambat reabsorpsi tubulus ginjal terhadap asam urat, sehingga meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal.
Pendekatan Alami dan Suplemen sebagai Pelengkap
Selain obat resep, beberapa pendekatan alami dan suplemen dapat menjadi pelengkap (bukan pengganti utama) dalam pengelolaan asam urat.
- Hidrasi yang cukup: Minum air putih yang cukup membantu ginjal membuang asam urat. Konsumsi buah/teh tertentu yang kaya antioksidan juga bisa mendukung.
- Diet rendah purin: Menghindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis makanan laut dapat membantu mengontrol kadar asam urat.
Pendekatan herbal atau suplemen belum terbukti seefektif obat resep secara klinis. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplemen apapun, terutama jika sedang mengonsumsi obat lain.
Pencegahan Asam Urat Melalui Gaya Hidup Sehat
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat atau mengelola kondisinya.
- Menjaga berat badan ideal: Obesitas meningkatkan risiko asam urat. Menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu.
- Batasi konsumsi alkohol: Alkohol, terutama bir dan minuman keras, dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Hindari minuman manis: Minuman bersoda dan jus buah tinggi fruktosa dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
- Perbanyak sayuran dan buah: Konsumsi buah dan sayuran yang tidak tinggi purin dapat memberikan serat dan antioksidan penting.
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik yang rutin mendukung kesehatan sendi dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Kapan Harus ke Dokter
Mengenali tanda-tanda kapan harus mencari bantuan medis adalah vital.
- Serangan akut yang parah: Jika nyeri tiba-tiba dan intens, disertai pembengkakan dan kemerahan.
- Serangan berulang: Jika serangan asam urat terjadi lebih dari sekali atau menjadi lebih sering.
- Efek samping obat: Jika mengalami efek samping yang mengkhawatirkan dari obat yang diminum.
- Tidak ada perbaikan: Jika pengobatan yang sudah dijalani tidak menunjukkan perbaikan.
Mengandalkan obat saja tentu tidak cukup untuk mengatasi asam urat. Perlu ada perubahan dalam gaya hidup. Berolahraga, makan makanan yang seimbang untuk mengontrol berat badan, minum banyak air, kurangi minuman manis, hindari konsumsi alkohol terutama bir, dan mengurangi konsumsi daging adalah cara untuk mengatasi asam urat.
Punya pertanyaan seputar penyakit asam urat, tanyakan saja langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download sekarang juga aplikasinya di sinI!


